Rajah Leluhur


Subhanalloh Alhamdulillah Lailahailalloh Allohhu Akbar

Senin, 24 Agustus 2015, Mbok Supi menyuruh saya mencarikan Bukti Surat Sewa Bango Pasar Gondang Ds. Gondang Kec. Tugu Kab. Trenggalek, dikarenakan pihak pengelola pasar telah mengingatkan bahwa sudah saatnya membayar. Betapa tak disangka bersamaan itu saya temukan selembar pas photo hitam putih 3x3cm seorang laki-laki yang belum pernah saya kenal. Di balik photo tersebut tertulis nama “GANI”. Di bawah ini photo yang saya maksud:

GANI (Abdulgani)

G A N I. Photo ini saya temukan bersama dengan dokumen-dokumen lain milik Mbah Marsinem seperti pipil pajak tanah, kwitansi pembelian tanah, kwitansi pembelian perhiasan emas, dll. Saya meyakininya bahwa photo tersebut adalah photo Mbah Dulgani (Hadji Abdulgani)

Bersama dengan photo tersebut juga kami temukan selembar kertas bertuliskan lafadz-lafadz Arab dan satu kata menggunakan Alfabet Latin dalam keadaan kusut terlipat dan lengket sulit dibuka. Setelah saya jemur beberapa saat, barulah lipatan tersebut bisa saya buka sekali pun tulisannya menjadi agak rusak. Jujur, saya tidak / belum bisa membaca tulisan tersebut apalagi mengerti isinya. Kebetulan saat itu ada Mbak Ipuk (Istri Kang Maul) datang ke rumah mencari anaknya (Dhidha) yang sedang bermain dengan anak saya Fika (Perfika Nisa Nuraini). Kemudian saya bertanya: “Sampean ngerti Mbak. Iki tulisan opo?” Mbak Ipuk menjawab: “Iki rajah pak”, katanya.

Sejak itu, mulailah saya mencoba mengamati lafadz-lafadz tersebut satu demi satu. Tetap saja tidak / belum bisa membacanya, karena tulisan tersebut tidak menggunakan sandangan (harakat). Hal ini disebabkan karena saya memang belum pernah belajar membaca lafadz-lafadz Arab secara mendalam. Hanya saja, ada beberapa bagian yang terlihat ganjil dalam pandangan saya. Meminjam Teori “Blawur-itas” Sabrang Mowo Damar Panuluh, fisikawan dan matematikawan muda lulusan Alberta University, Canada, yang publik tanah air lebih mengenalnya sebagai Noe, vokalis Letto Band. Saya coba uraikan keganjilan dimaksud sebagai berikut:

  • ٣١٩٢١٣

٣١٩٢١٣

٣١٩٢١٣ = 312913 = 3+1+2+9+1+3 = 19 = 1+9 = 10 = 1+0 = 1

Angka 312913 menurut kacamata mistik terkait dengan keluarga besar Dulgani + Achmad + Kasbit boleh dibilang keramat dimana bisa dimengerti bahwa angka-angka tersebut dapat dibaca secara bertahap, 3 angka dari depan (3 dalam 12) dan dari belakang (3 dalam 19). Jika ini ada benarnya maka saya memahaminya bahwa 3 orang (Dulgani + Achmad + Kasbit) hendak mengatakan bahwa mereka berjuang bersama ke-12 (dua belas) sahabat karibnya. Mereka bertiga juga berikrar bahwa perjuangan mereka dilandasi dengan spirit tunggal yakni Alloh (dilambangkan dalam angka 19).

Sumber: Sartono Kartodirdjo, The Peasant's Revolt of Banten in 1888, Laporan Direktur Departemen Dalam Negeri dan Laporan Direktur Departemen lnterior, 18 September 1888.

Sumber: Sartono Kartodirdjo, The Peasant’s Revolt of Banten in 1888, Laporan Direktur Departemen Dalam Negeri dan Laporan Direktur Departemen lnterior, 18 September 1888.

Pada potongan rajah di atas, setelah angka ٣١٩٢١٣ tertulis lafadz menggunakan huruf Arab Bismillahirrohmaanirrohiim بسم الله الرحمان الرحيم : Kanthi hamemudji dhumateng ngarsa Gusti ingkang maha welas ugi maha asih. Seperti pada keterangan potongan rajah di atas bahwa angka 19 sebenarnya boleh dilihat dalam wujud yang lain yakni 1 (Satu / Ahad / Wahid / Alloh). Secara ilmiah hal ini bisa juga Saudara baca pada artikel Mencermati Angka 19 dalam Al-Qur’an yang ada di unggahan situs ini.

  • حم sejumlah 11 (sebelas)

حم ditulis 11 (sebelas) kali

حم ditulis 11 (sebelas) kali

Hamim (حم) ditulis 11 (sebelas) kali. Ini bisa diterjemahkan bahwa rajah tersebut kemungkinan dibuat oleh salah 1 (satu) diantara 3 (tiga) yakni Dulgani, Achmad, atau mungkin Kasbit. Tetapi saya lebih meyakininya bahwa yang membuat rajah tersebut adalah Mbah Dulgani mengingat bahwa Mbah Marsinem menyimpan (merawat) rajah tersebut jadi satu dengan pas photo Mbah Dulgani. Mbah Dulgani hendak mengatakan bahwa beliau memiliki 11 (sebelas) حم (teman/sahabat karib). 1 Mbah Dulgani + 11 teman/sahabat karibnya = 1 + 11 = 12 = 1 + 2 = 3.

Jika angka 11 merujuk pada 11 orang Religious Teacher yang memiliki masing-masing 40 (empat puluh) murid maka bisa dihitung = 11 + (11 x 40) = 11 + 440 = 451 = 4 + 5 + 1 = 10. Ingat! ada yang belum dihitung yakni 1 orang yang tidak memiliki murid yakni Achmad, dan 1 tanda berupa rajah ini. Sehingga perhitungan harus dilanjutkan 10 + 1 + 1 = 12 = 1 + 2 = 3.

Bahwa hamim (حم) yang ditulis 11 (sebelas) tersebut ketika dipadukan dengan unsur-unsur pengikat lainnya memilki nilai spirit 3 dan 12 artinya secara filosofi bahwa potongan rajah ini tidak bisa dipisahkan (terkait erat) dengan potongan rajah sebelumnya (potongan pertama) tersebut di atas.

  • ١ ع ٨ ع ع

١ ع ٨ ع ع = 11881818

١ ع ٨ ع ع = 11881818

١ ع ٨ ع ع = 11881818 sebenarnya sulit bagi saya untuk menerjemahkan angka-angka ini dari mana harus saya mulai. Ketika angka-angka ini dipisah dan dijumlah = 1 + 18 + 8 + 18 + 18 =  63 = 6 + 3 = 9. Perlu saya jelaskan bahwa kode angka-angka ini bersanding dengan tulisan sebuah nama menggunakan Alfabet Latin sejumlah 10 (sepuluh) huruf. Saya memperkirakan nama dengan Alfabet Latin tersebut adalah salah satu keturunan yang diyakini oleh Mbah Dulgani suatu saat akan bisa menyingkap rahasia keluarga besar ini.

Tetap meminjam Teori “Blawur-itas”saya meyakini bahwa angka 9 (sembilan) di sini adalah jumlah huruf nama lengkap dari Mbah Dulgani yaitu ABDULGANI = 9 (sembilan) huruf. Dimana jika 9 huruf (Abdulgani) ditambah dengan 10 huruf (salah satu nama keturunannya) yang telah saya singgung di atas, 9 + 10 = 19 = 1 + 9 = 10 = 1 + 0 = 1. Nilai spiritnya sama dengan angka 312913 seperti telah saya uraikan di atas. Artinya bahwa yang ini pun secara filosofi juga tak bisa dipisahkan dengan potongan pertama.

  • Simbol Huruf M.S. atau Mahkota 3 Jiwa

Simbol Mahkota atau huruf M

Simbol Mahkota atau huruf M.S.

Huruf M.S.

Jika lambang besar pada potongan rajah di atas di baca sebagai huruf M dan S, saya meyakininya bahwa yang dimaksud adalah Nabiyulloh Muhammad Sholallohu ‘Alaihi wa Salam. M.S. juga bisa ditafsirkan sebagai lafadz Muhammaddurrosululloh.

Bahkan kalau dilihat dari sejarah Islam, Imam Safii dan Imam Hanafi adalah murid dari Imam Jafar Shadiq (Imam ke-6 dalam 12 Imam Ahlil Bait). Apakah semua ini hanya kebetulan? Mari kita temukan lagi misteri-misteri dengan angka 12 dalam kalimat Lailahaillallah yang artinya Tiada Tuhan Selain Allah dalam bahasa arab لا إله إلا الله terdiri dari 12 huruf, Muhammaddurrosululloh yang artinya Muhammad adalah utusan Allah dalam bahasa arab محمد رسول الله juga terdiri dari 12 huruf.
(Sumber: https://ulamak.wordpress.com/2015/08/29/menguak-misteri-angka-12/)

Kelahiran Nabi Muhammad berdasarkan penelitian ulama ahli sejarah Muhammad Sulaiman Al Mansurfury dan ahli astronomi Mahmud Basya disimpulkan bahwa hari Senin pagi yang bertepatan dengan permulaan tahun dari peristiwa penyerangan pasukan gajah dan 40 tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan atau bertepatan dengan 20 atau 22 April tahun 571 M, hari Senin tersebut bertepatan dengan tanggal 9 Rabi’ul Awal. (Ar Rahiqum Makhtum).
(Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/bernakah-12-rabiul-awal-hari-kelahiran-nabi/)

Jika kita yakini kelahiran Nabi Muhammad 20 April 571 bahwa ini bisa dibaca 2004571 = 2 + 0 + 0 + 4 + 5 + 7 + 1 = 19. Tetapi apabila kita lebih meyakini 22 April 571 maka 2204571 = 2 + 2 + 0 + 4 + 5 + 7 + 1 = 21 = 2 + 1 = 3.

Mahkota 3 Jiwa

Dalam kutipan buku The Peasant’s Revolt of Banten in 1888, di atas ditulis bahwa  Hadji Dulgani berasal dari Bedji Tjilegon, Kasbit dari Plabuan Kramat Watu, dan Achmad dari Ardjowinangun Kramat Watu, semuanya berasal dari Serang Banten.

Pada tahun 1816 dibentuk Districh Cilegon atau Kewedanaan Cilegon oleh pemerintah Hindia Belanda di bawah Keresidenan Banten di Serang. Rakyat Cilegon ingin membebaskan diri dari penindasan penjajahan Belanda. Puncak perlawanan rakyat Cilegon kepada Kolonial Belanda yang dipimpin oleh KH. Wasyid yang dikenal dengan pemberontakan Geger Cilegon 1888 tepatnya pada tanggal 9 Juli 1888, mengilhami rakyat Cilegon yang ingin membebaskan diri dari penindasan penjajah dan melepaskan diri dari kelaparan akibat tanam paksa pada masa itu. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Cilegon)

Berbicara masalah Banten tidak bisa dilepaskan dengan sejarah Padjajaran, Demak, dan Kasultanan Banten sendiri. Membaca sejarah bahwa Dulgani dan Achmad dalam buku The Peasant’s Revolt of Banten in 1888 tercatat sebagai Rebel (Pemberontak) atau Pejuang/Mujahidin dalam sudut pandang Indonesia/Islam. Tidak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwa beliau-beliau ini adalah termasuk dalam daftar orang-orang yang diperhitungkan Belanda saat itu. Keberanian mereka melakukan pemberontakan cukup menjadi saksi dan bukti bahwa beliau-beliau ini adalah jiwa-jiwa pemberani, jiwa-jiwa pejuang, jiwa-jiwa mujahidin.

Mengapa saya menggambarkan lambang besar pada potongan rajah di atas sebagai mahkota? Ya, karena menurut pandangan saya ada kemiripan dengan gambar mahkota anak kecil. Mahkota 3 Jiwa. Apabila kemungkinan ini ada benarnya, beliau-beliau sepertinya hendak berkata: “Ketahuilah, bahwa kami semua punya cerita dengan sejarah Padjajaran. Kami sangat menghormati para leluhur. Leluhur telah mengajari kami tentang 3 (tiga) falsafah hidup, yaitu : RamaResiRaja. Falsafah ini tetap kami bawa dan jaga kemana pun pergi dan dimana pun kami berada”.

Rama (Kepala Daerah); Mendirikan dan memimpin suatu daerah, membabat alas daerah itu, sekaligus Rama inilah yang menjadi pemimpin bagi rakyat di daerah tersebut; Resi (Pandita); Membimbing rakyat menuju suatu hal yang bijaksana dan hakiki menuju “Sang Pencipta Alam”; dan Raja (Prabu); Memimpin dan membuat kebijakan mengenai semua hal yang berhubungan dengan rakyatnya.

Dalam hal ini saya membayangkan bahwa saat itu terjadi kesepakatan dimana Mbah Achmad bertindak sebagai Rama, Mbah Kasbit bertindak sebagai Resi, sedang Mbah Dulgani sebagai Raja. Dengan alasan bahwa rajah tersebut ada pada Mbah Dulgani di samping dalam sejarah bahwa beliau tercatat sebagai Rebel (Pemberontak) sekaligus Religious Teacher. Kemudian Resi dipegang oleh Mbah Kasbit mengingat beliau tidak tercatat sebagai Rebel (Pemberontak) melainkan Religious Teacher. Sedang Mbah Achmad tercatat sebagai Rebel (Pemberontak) dan bukan sebagai Religious Teacher bertindak sebagai Rama.

Mahkota 3 Jiwa juga bisa diartikan sebagai Tiga Ajaran Pokok Nabi Muhammad SAW:

Pada suatu hari kami (Umar Ra dan para sahabat Ra) duduk-duduk bersama Rasulullah Saw. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih. Rambutnya hitam sekali dan tidak tampak tanda-tanda bekas perjalanan. Tidak seorangpun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Rasulullah Saw. Kedua kakinya menghempit kedua kaki Rasulullah, dari kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah Saw, seraya berkata:

“Ya Muhammad, beritahu aku tentang Islam.” Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Islam ialah bersyahadat bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.”

Kemudian dia bertanya lagi, “Kini beritahu aku tentang Iman.” Rasulullah Saw menjawab, “Beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya.”

Orang itu lantas berkata, “Benar. Kini beritahu aku tentang Ihsan.” Rasulullah berkata, “Beribadah kepada Allah seolah-olah anda melihat-Nya walaupun anda tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat anda.
(Sumber: https://ulamak.wordpress.com/2015/08/29/3-ajaran-muhammad/)

Nilai spiritnya sama dengan potongan pertama 312913. Ada angka 3 dan 19 pada kelahiran Nabi Muhammad, 3 pada simbol mahkota, 12 pada lafadz محمد رسول الله. Artinya bahwa yang ini pun secara filosofi juga tak bisa dipisahkan dengan potongan pertama.

“Robeknya rajah ini tak mungkin bisa merobek spirit filosofinya”.

Wallohu’alam.

Catatan:

  • Nilai spirit angka 3 (tiga) dan 12 (dua belas) juga bisa dilihat pada halaman TENTANG KAMI. Bahwa keluarga besar ini memiliki 3×3 (kebetulan sama dengan ukuran  pas photo Mbah Dulgani) filosofi/falsafah hidup yakni:
    • Terkait Bedji Kebon (Kembang Wungu + Ringin + Jambe);
    • Terkait Barang Peninggalan (Botol Miras + Boneka Cantik + Selendang Sutra);
    • Terkait Rajah (Rama + Resi + Raja);
    • Seluruhnya ada 9 (sembilan) falsafah hidup.
  • Tentang nama keturunan Mbah Dulgani / Mbah Kasbit / Mbah Achmad yang ditulis dengan Alfabet Latin pada rajah sengaja tidak saya muat dengan tujuan untuk menghindari kemungkinan terjadinya fitnah yang tidak diinginkan;
  • Semua apa yang telah saya uraikan mulai dari TENTANG KAMI, DOA LELUHUR, dan RAJAH LELUHUR sebenarnya sama dengan halusinasi Bulik Waini namun dengan ungkapan yang berbeda. Jika saudara-saudaraku (Anda semua) menganggap Bulik Waini itu gila, maka Anda pun sepantasnya menganggap saya (Edy Rochani) sama gilanya.
  • Hanya saja perlu kiranya saya ingatkan: “Di tengah kemarau panjang Nuh membuat perahu, di tengah penyembahan berhala Ibrahim membangun ka’bah, di usia lanjut Zakaria memohon pada Tuhan-Nya dikaruniai anak, Muhammad tiba-tiba menyendiri / semedi di gua hiro’, adalah sebagian kecil bukti bahwa peradaban ini dibangun oleh orang-orang yang rela berperilaku menyimpang (tidak umum pada jamannya alias gila). Semoga semua ini bisa menjadikan suri tauladan bagi kita. Amiin.”;
  • Jangan pernah percaya pada siapa pun tentang sebuah kebenaran, kecuali Anda cari sendiri kebenaran itu dengan cara Anda sendiri;
  • Sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dalam spirit 3 12, bahwa halaman TENTANG KAMI, DOA LELUHUR, dan RAJAH LELUHUR saya buat dengan tatanan sebagai berikut:
    • Tentang Kami;
      Jumlah Kata = 8674 = 8+6+7+4 = 25 = 2+5 = 7,
      Jumlah Referensi = 43 = 4+3 = 7,
      Referensi Internal = 11 = 1+1 = 2,
      Dibaca 772.
    • Doa Leluhur;
      Jumlah Kata = 592 = 5+9+2 = 16 = 1+6 = 7,
      Jumlah Referensi = 7,
      Referensi Internal = 2,
      Dibaca 772.
    • Rajah Leluhur;
      Jumlah Kata =1888 = 1+8+8+8 = 25 = 2+5 = 7,
      Jumlah Referensi = 34 = 3+4 = 7,
      Referensi Internal = 11 = 1+1 = 2,
      Dibaca 772.
    • Seluruhnya dibaca;
      • 772772772 = 7+7+2+7+7+2+7+7+2 = 48 = 4+8 = 12 = 1+2 = 3; atau
      • 772 x 3 = 2316 = 2+3+1+6 = 12 = 1+2 = 3.
  • Jika apa yang telah saya uraikan ini ada benarnya, semata-mata itu semua karena kehendak-Nya. Namun jika ada kesalahan, itu semua adalah wujud dari pribadi saya yang teramat bodoh. Semoga keturunan yang lain nantinya bisa menerjemahkan semua rahasia ini lebih ilmiah. Astaghfirulloha wa Atuubu Ilaih.

Referensi:

  1. https://books.google.co.id/books?id=1BRJCAAAQBAJ&pg=PT238&lpg=PT238&dq=hadji+Abdulgani+bedji+tjilegon&source=bl&ots=uDDSxxFFvm&sig=XIrqMdUHYnWu7_9b5LSHecRvCFY&hl=id&sa=X&ved=0CBsQ6AEwAGoVChMIhdLc0KvJxwIVxoI-Ch2q3Qdp#v=onepage&q=hadji%20Abdulgani%20bedji%20tjilegon&f=false
  2. https://sites.google.com/site/masjidillah/pengetahuan-islam/bahasa-arab/definisi-lafadz
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Alfabet_Latin
  4. https://ulamak.wordpress.com/2015/08/23/rajah-wifiq-azimat-dan-benda-bertuah-dalam-islam/
  5. https://lizaseptasarie.wordpress.com/pelajaran/bil-ganjil-dan-keistimewaannya-di-dalam-al-quran/
  6. https://id.wikipedia.org/wiki/Harakat
  7. https://ulamak.wordpress.com/2015/08/25/kontroversi-borobudur-peninggalan-nabi-sulaiman/
  8. https://id.wikipedia.org/wiki/Mistisisme
  9. http://www.artikata.com/arti-334410-keramat.html
  10. http://link.springer.com/book/10.1007%2F978-94-017-6357-8
  11. https://ulamak.wordpress.com/2015/08/27/mencermati-angka-19-dalam-al-quran/
  12. https://ulamak.wordpress.com/
  13. http://www.organisasi.org/1970/01/arti-nama-hamim-kamus-nama-kata-dunia.html
  14. https://ulamak.wordpress.com/2015/08/29/menguak-misteri-angka-12/
  15. http://www.konsultasisyariah.com/bernakah-12-rabiul-awal-hari-kelahiran-nabi/
  16. https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Cilegon
  17. https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda
  18. https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Demak
  19. https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Banten
  20. http://kbbi.web.id/mahkota
  21. https://ulamak.wordpress.com/2015/08/23/ciri-khas-keturunan-padjadjaran-cirebon/
  22. https://ulamak.wordpress.com/2015/08/24/terjemahan-bebas-uga-wangsit-siliwangi/
  23. https://ulamak.wordpress.com/2015/08/29/3-ajaran-muhammad/
  24. https://ulamak.wordpress.com/perihal/
  25. https://ulamak.wordpress.com/perihal/doa-leluhur/
  26. https://ulamak.wordpress.com/perihal/rajah-leluhur/
  27. https://ms.wikipedia.org/wiki/Falsafah
  28. http://kbbi.web.id/spirit
  29. https://id.wikipedia.org/wiki/Halusinasi
  30. https://id.wikipedia.org/wiki/Nuh
  31. https://id.wikipedia.org/wiki/Kakbah
  32. https://id.wikipedia.org/wiki/Zakariyya
  33. https://id.wikipedia.org/wiki/Gua_Hira
  34. https://van88.wordpress.com/teori-teori-kebenaran-filsafat/

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: