Doa Leluhur


1. Menjelang Tidur

Bismillahirrohmaanirrohiim
Niat ingsun ngglethakne raga
Raga gemuling sukma nyandhing ati eling
Eling saka kersaning Allah
Laailaahaillalloh muhammadarrosululloh

2. Hendak Makan/Minum

Pendahulu kita banyak bercerita tentang zaman larang pangan (paceklik). Waktu itu diceritakan banyak orang mati kelaparan dan juga mati karena makanan beracun.

Dikisahkan oleh Mbok Supi:

Waktu itu Mbah Menan sedang memasak ubi gadhung. Lalu Mbok Supi bertanya: “Pak, panganan ngene ki apa ra mendemi?” Jawab Mbah Menan: “Aja ngomong mendemi ndhuk. Kabeh tanduran neng alam ndonya ki digawe gusti kanggo manungsa. Sing penting halal ora bakal mendem. Lek kowe wedi mendem, donga dhisik sadurunge mangan”.

Dan inilah do’anya:

Bismillahirrohmaanirrohiim
Gulu bengawan weteng segara
remuk-rempu barang mlebu dadi awu
Laailaahaillalloh muhammadarrosululloh

Sepertinya do’a tersebut masih relevan hingga saat ini dimana sekarang adalah jaman obat-obatan, makanan minuman banyak mengandung bahan kimia, bahkan ada pula makanan anak yang mengandung pewarna tekstil, juga beras plastik yang begitu membuat resah. Bukankah itu semua juga racun?

3. Penentram Hati

Iyun-iyun Badan

Yun iyun iyun badan
Iyun iyun susahing ati
Badan siji ginawa mati
Wonten donya nggadhahi dosa
Wonten akhirat dipun siksa
Alloh gusti nyuwun ngapura
Pundi-pundi kelangkung maring suwarga
Babatana rampasana
Sun babati pujiku kelawan matur
Babatana rampasana
Sun babati pujiku kelawan dzikir
Laailaahaillalloh muhammadarrosululloh

Aja turu sore-sore
Wong turu ana wayahe
Tengah wengi sun nglilira
Wong lara oleho tamba
Tambane kayu tobat
Babatana rampasana
Sun babati pujiku kelawan matur
Babatana rampasana
Sun babati pujiku kelawan dzikir
Laailaahaillalloh muhammadarrosululloh

Tembang ini dulu biasa digunakan rengeng-rengeng/ura-ura (bersenandung dengan penuh penjiwaan) oleh Mbah Marsinem sambil menggendong oroknya yang lagi rewel. Ini merupakan do’a Mbah Marsinem memohon pada Tuhan agar anak keturunannya tetap berpegang teguh pada kebenaran yang beliau yakini.

4. Berangkat Mencari Ilmu / Beribadah / Kerja / Perang

Bismillahirrohmaanirrohiim
Niat ingsun ngibadah, ngibadah saking kersaning Allah
Bisa nyegah barang kang salah, manuta dhawuhe Allah
Allah ingkang tumindak, kawula ingkang ndherek
Laailaahaillalloh muhammadarrosululloh

Ada kalimat sederhana namun luar biasa maknanya dalam do’a ini. Di sini kita benar-benar sumendhe (berserah diri) pada Tuhan. Sebuah ikrar bahwa tiada kita bisa berbuat kecuali Tuhan mengijinkan untuk itu, dalam kalimat do’a “Allah ingkang tumindak, kawula ingkang ndherek”. Ini adalah ajaran tauhid yang demikian tinggi.

5. Ketika Sakit / Mendapat Musibah

Bismillahirrohmaanirrohiim
Gusti Allah kula nyuwun pangapura anggen kula nampi ganjaran sakit
Kula nyuwun waras kados saderenge nampi ganjaran sakit
Bismillahirrohmaanirrohiim
Bisteguhlahrahayutekaslamet
Ono lara saka Mekah Ono waras saka Medinah
Aku njaluk loro wae
Tak lirik tekan becik tak sawang ilang
Ilang saka kersaning Allah
Laailaahahailalloh muhammadarrosululloh

Do’a ini diajarkan oleh Mbah Menan kepada Pak Miselan suami almarhumah Mbok Usrek. Dibaca setiap selesai sholat. Menurut Pak Miselan dulu ia dan keluarganya sering sakit-sakitan hingga akhirnya Mbah Menan wasiatkan do’a ini yang sebelumnya Pak Miselan memang memintanya. Pak Miselan juga katakan bahwa: “Mbah Menan mendapatkan pelajaran do’a ini dari Mbah Mat Yakin”.

Dilihat dari namanya, Mat Yakin ini bisa jadi Amat Yakin (Achmad Yaqin) saudara dari Amat Ngaliman alias Daliman putra dari Amat Karjo (Achmad Kardjo) yang kental dengan Islam Kejawen seperti telah disinggung pada halaman TENTANG KAMI.

Apabila do’a ini diperlukan untuk memagari rumah dibaca di depan rumah, samping kanan rumah, belakang rumah, samping kiri rumah dalam 4 waktu yakni jam 7 malam, 9 malam, 1 malam, 4 pagi selama 7 hari yang sama meloncat per 7 hari. Misal: 1. Jum’at Pon; 2. Jum’at Kliwon; 3. Jum’at Pahing; 4. Jum’at Wage; 5. Jum’at Legi; 6. Jum’at Pon; 7. Jum’at Kliwon.

Pada saat melakukan do’a memagari rumah, dilakukan dengan tidak tidur sejak jam 7 malam hingga jam 7 malam hari berikutnya (boleh ditemani orang lain yang dipercaya).



Referensi:

  1. http://www.capinggunung.com/2015/04/jajanan-sekolah-mengandung-pewarna.html
  2. http://www.capinggunung.com/2015/05/beras-plastik-resahkan-para-pedagang.html
  3. https://ulamak.wordpress.com/2015/08/16/islam-kejawen/
  4. https://ulamak.wordpress.com/perihal/
  5. http://www.primbon.net/2014/05/neptu-dan-pasaran-jawa.html
  6. https://id.wikipedia.org/wiki/Syahadat
  7. http://www.capinggunung.com/2015/05/syair-syair-teror-mbah-daliman.html

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: