Misteri 1347


The second pandemic of bubonic plague was active in Europe from AD 1347, the beginning of the Black Death, until 1750.

The second pandemic of bubonic plague was active in Europe from AD 1347, the beginning of the Black Death, until 1750. (Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Black_Death)

…The plague struck various countries in the Middle East during the pandemic, leading to serious depopulation and permanent change in both economic and social structures. As it spread to western Europe, the disease entered the region from southern Russia also. By autumn 1347, the plague reached Alexandria in Egypt, probably through the port’s trade with Constantinople, and ports on the Black Sea. During 1347, the disease travelled eastward to Gaza, and north along the eastern coast to cities in Lebanon, Syria and Palestine, including Ashkelon, Acre, Jerusalem, Sidon, Damascus, Homs, and Aleppo. In 1348–49, the disease reached Antioch. The city’s residents fled to the north, most of them dying during the journey, but the infection had been spread to the people of Asia Minor…
(Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Black_Death)

…The Black Death arrived in Europe by sea in October 1347 when 12 Genoese trading ships docked at the Sicilian port of Messina after a long journey through the Black Sea. The people who gathered on the docks to greet the ships were met with a horrifying surprise: Most of the sailors aboard the ships were dead, and those who were still alive were gravely ill. They were overcome with fever, unable to keep food down and delirious from pain. Strangest of all, they were covered in mysterious black boils that oozed blood and pus and gave their illness its name: the “Black Death.” The Sicilian authorities hastily ordered the fleet of “death ships” out of the harbor, but it was too late: Over the next five years, the mysterious Black Death would kill more than 20 million people in Europe–almost one-third of the continent’s population…
(Sumber: http://www.history.com/topics/black-death)

Mencermati kutipan history di atas menjadikan saya tertarik merenungkan makna tersirat terhadap angka-angkanya. Sebab dalam pandangan saya, angka itu adalah sebuah tanda dan tanda itu adalah ayat, ayat dari Tuhan.

…Ayah (آية ʾāyatun, jamak Ayat آيات ʾāyātun) adalah kata dalam bahasa Arab untuk tanda atau keajaiban, sama dengan bahasa Ibrani ot (אות), yang berarti tanda…
(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Ayat)

Diantara angka-angka tersebut ada yang paling menarik untuk lebih dicermati (dalam cara pandang saya) yakni 1347. Kode ini pada artikel JARI-JEMARI TUHAN ditulis sebagai 7134 dan dimaknai sebagai SHOLAT WAJIB LIMA WAKTU (the obligatory prayers five times a day). Bahwa Ajaran 17 itu adalah ILMU (3) untuk memerangi KEGELAPAN (4). Atau bisa juga dimengerti bahwa IBLIS (4) dan MALAIKAT (7) itu merupakan perwujudan ILMU (3) ALLOH (1). Inilah sebagian alasan mengapa halaman ini kemudian saya beri judul MISTERI 1347.

Di samping memang sebelumnya saya ingin mengkaitkan kode 1347 dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Oleh sebab itu pada halaman Beranda bahwa gambar kemudian saya susun dari bawah ke atas berjumlah 3, 4, 7, 1. Selain kode ini bisa dibaca seperti di atas, pada artikel Pesan Tuhan Gerhana Matahari Total bahwa kode 437 sendiri dimaknai AL-QUR’AN SEBAGAI PEMECAH MASALAH (qur’an as problem solvers). Atau bisa dibaca: “Bahwa AL-QUR’AN (7) merupakan ILMU / PETUNJUK (3) untuk memecahkan segala macam PROBLEMATIKA (4) hidup dari dunia hingga akhirat”.

Karena Al-Qur’an (7), Ilmu / Petunjuk (3), dan segala Problematika Kehidupan (4) ini sebenarnya tetaplah mutlak dalam Kekuasaan-Nya (1), maka kode 1347 adalah kode dalam empat angka yang bisa disamakan dengan kode 437 = AL-QUR’AN SEBAGAI PEMECAH MASALAH (qur’an as problem solvers). Lalu jika kita bertanya: “Bagaimana cara mengatasi problem / masalah hidup ini sesuai pesan 1347?” Maka jawabnya adalah amalkan SHOLAT LIMA WAKTU 17 rakaat 34 kali sujud dengan sebenarnya. Perhatikan kutipan berikut:

…Kata “Sajada“ yang berarti telah bersujud, baik kata tersebut berbentuk kata kerja lampau ataupun kata kerja yang sedang atau akan di lakukan, diulang 34 kali di dalam al quran. Jumlah tersebut sama dengan jumlah sujud-sujud shalat wajib sebab dalam setiap hari ada 17 rakaat shalat wajib dan terdapat dua (2) sujud dalam setiap rakaatnya…
(Sumber: http://quran.al-shia.org/id/mukjizat/002/01.htm)

Nampaknya, kode 1347 ini memang telah menjadi ketetapan Tuhan tertutama diperuntukkan bagi MANUSIA (2) yang sempurna akalnya. Mari kita lihat kedua kode ini ketika kita cerna dengan operasi hitung dasar (tambah, kurang, kali, bagi):

  • Tambah, 1347 + 2 = 1349  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+4+9 = 17 = 8  |  Tiga (3) angka terakhir = 178 = PESAN UNTUK INDONESIA (a dream of the future Indonesia). Atau bisa saya bahasakan: “Bagaimana mengelola SUMBER DAYA ALAM (8) sesuai selaras dengan petunjuk TUHAN (1) dalam AL-QUR’AN (7) dan bukan aturan yang lain”. Kode 178 ini memiliki multi dimensi makna yang bisa Saudaraku lihat pada artikel-artikel lainnya.
    —————
  • Kurang, 1347 – 2 = 1345  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+4+5 = 13 = 4  |  Tiga (3) angka terakhir = 134 = KETUHANAN DALAM PERSPEKTIF IBLIS (divinity in perspective devil). “Bagi iblis, ILMU (3) dari TUHAN (1) itu untuk membuat MASALAH (4)”. Atau bisa pula dibaca: “Bahwa segala macam PROBLEMATIKA / MASALAH (4) itu sebenarnya merupakan ILMU / PETUNJUK (3) yang datang dari TUHAN (1) bukan dari yang lain”.
    —————
    Dengan menggunakan operator tambah dan kurang menghasilkan kode tersirat 178 dan 134. Kedua kode ini jika kita jumlahkan = 178 + 134 = 312. Sekarang lihat dan bandingkan dengan hasil kode tersirat pada perhitungan kali dan bagi di bawah.
    —————
  • Kali, 1347 x 2 = 2694  | Angka hasil dijumlahkan = 2+6+9+4 = 21 = 3  |  Tiga (3) angka terakhir = 213 = KETUHANAN (godliness). “Bagi manusia, ILMU (3) adalah sarana untuk SUJUD (2) kepada SANG PENCIPTA (1)”.
    —————
  • Bagi, 1347 : 2 =  673,5  | Angka hasil dijumlahkan = 6+7+3+5 = 21 = 3  |  Tiga (3) angka terakhir = 213 = KETUHANAN (godliness) = operasi perkalian di atas.
    —————
    Kode tersirat hasil perhitungan kali dan bagi ternyata sama yakni 213, dan ini sama dengan hasil penjumlahan kode tersirat tambah dan kurang 312 (dibaca dari belakang). Apakah ini hanya kebetulan saja?
    —————
    Apabila 213 dan 312 ini kemudian kita jumlahkan = 213 + 312 = 525  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+2+5 = 12 = 3  |  Tiga (3) angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Apa ini artinya? Saya tidak tahu. Tetapi saya menjadi ingin tahu bahwa kode 1347 yang sedang kita bahas ini mungkin apabila dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an bisa mengasilkan kode inti 123 atau 213 atau mungkin pula 312.
    —————

Tetapi tunggu dulu. Ternyata jika kode 1347 ini dikaitkan dengan penanggalan masehi bahwa tanggal 1 bulan 1 tahun 1347 masehi itu jatuh pada hari Senin. Jika kita menghitung hari dimulai dari Minggu maka Senin adalah hari ke 2. Apakah ini berarti pula 1347 jika dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an akan menghasilkan kode tersirat 112?

Year 1347 (MCCCXLVII) was a common year starting on Monday (link will display the full calendar) of the Julian calendar. (Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/1347)

TABEL AL-QUR’AN TERKAIT KODE 1347
No Nama Surat Ayat Terkait Juz Jml. Ayat Total Makna Tersirat
1 Al-Faatiha 1 3 4 7 1 7 23 235
2 Aali-Imraan 3 1 4 7 3 4 200 222 226
3 Aali-Imraan 3 1 47 3 4 200 258 156
4 Aali-Imraan 3 1 74 3 4 200 285 156
5 Aali-Imraan 3 4 17 3 4 200 231 316
6 Aali-Imraan 3 4 71 3 4 200 285 156
7 Aali-Imraan 3 7 14 3 4 200 231 316
8 Aali-Imraan 3 7 41 3 4 200 258 156
9 Aali-Imraan 3 147 3 4 200 357 156
10 An-Nisaa 4 1 3 7 4 5 6 176 206 68
11 An-Nisaa 4 1 37 4 5 6 176 233 338
12 An-Nisaa 4 1 73 4 5 6 176 269 178
13 An-Nisaa 4 3 17 4 5 6 176 215 158
14 An-Nisaa 4 3 71 4 5 6 176 269 178
15 An-Nisaa 4 7 13 4 5 6 176 215 158
16 An-Nisaa 4 7 31 4 5 6 176 233 338
17 An-Nisaa 4 137 4 5 6 176 332 328
18 An-Nisaa 4 173 4 5 6 176 368 178
19 Al-A’raaf 7 1 3 4 8 9 206 238 134
20 Al-A’raaf 7 1 34 8 9 206 265 134
21 Al-A’raaf 7 1 43 8 9 206 274 134
22 Al-A’raaf 7 3 14 8 9 206 247 134
23 Al-A’raaf 7 3 41 8 9 206 274 134
24 Al-A’raaf 7 4 13 8 9 206 247 134
25 Al-A’raaf 7 4 31 8 9 206 265 134
26 Al-A’raaf 7 134 8 9 206 364 134
27 Al-A’raaf 7 143 8 9 206 373 134
28 Ar-Ra’d 13 4 7 13 43 80 808
29 Ibrahim 14 3 7 13 52 89 178
30 Al-Israa 17 3 4 15 111 150 506
31 Al-Israa 17 34 15 111 177 156
32 Al-Israa 17 43 15 111 186 156
33 Luqman 31 4 7 21 34 97 167
34 Fussilat 41 3 7 24 25 54 154 101
35 Nooh 71 3 4 29 28 135 359
Riil Tersirat
Total
Riil Tersirat
630 309 8105 7432
309 123 I II 145 167
(603+8105) (309+7432)
8735 7741
235 101
I dan II disatukan
235101
2+3+5+1+0+1 = 12 = 3 | Tiga (3) angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness)
I dan II disatupadu-urukan
01235
0+1+2+3+5 = 11 = 2 | Tiga (3) angka terakhir = 112 = KESEMPURNAAN HAMBA (the perfection of the servant)

Apakah keterkaitan kode 1347 terhadap ayat-ayat Al-Qur’an menggunakan metode seperti tabel di atas sehingga menghasilkan makna tersirat 112 hanya kebetulan saja? Bagaimana jika kedua kode ini diolah dengan operasi hitung dasar (tambah, kurang, kali, dan bagi)?

  • Tambah, 1347 + 112 = 1459  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+4+5+9 = 19 = 10 = 1  |  Tiga (3) angka terakhir = 101 = HAKIKAT HIDUP & MATI (the nature of life and death). Atau bisa dibaca: “Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu adalah milik ALLOH (1)”.
    —————
  • Kurang, 1347 – 112 = 1235  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+2+3+5 = 11 = 2  |  Tiga (3) angka terakhir = 112 = KESEMPURNAAN HAMBA (the perfection of the servant). Atau bisa dibaca:
    • MANUSIA (2) yang tidak MENDUAKAN TUHAN (11);
    • MANUSIA (2) yang tidak menyembah TUHAN (1) kecuali ALLOH (1).
      —————
  • Kali, 1347 x 112 = 150864  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+5+0+8+6+4 = 24 = 6  |  Tiga (3) angka terakhir = 246 = MENGENDALIKAN TIPU DAYA IBLIS (controlling the deception of Satan). Atau bisa dibaca: “Bahwa tugas manusia adalah mengendalikan tipu daya IBLIS (4) dengan cara SUJUD (2) penuh KEYAKINAN (6)”.
    —————
  • Bagi, 1347 : 112 = 12,0267857142857143  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+2+0+2+6+7+8+5+7+1+4+2+8+5+7+1+4+3 = 73 = 10 = 1  |  Tiga (3) angka terakhir = 101 = HAKIKAT HIDUP & MATI (the nature of life and death) = makna tersirat operasi tambah di atas.

Dengan mengkaitkan 1347 dan 112 menggunakan operasi hitung dasar (tambah, kurang, kali, dan bagi) ternyata menghasilkan makna tersirat 101, 112, 246, dan 101. Jika keempatnya kita jumlahkan = 101 + 112 + 246 + 101 = 560  |  Hasil dijumlahkan = 5+6+0 = 11 = 2  |  Tiga (3) angka terakhir = 112 = KESEMPURNAAN HAMBA (the perfection of the servant). Apakah ini juga akan Saudaraku anggap kebetulan saja?

Perhatikan bahwa 112 pada perhitungan ini berasal dari 560. Jika kedua kode ini kemudian kita jumlahkan = 112 + 560 = 672  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+7+2 = 15 = 6  |  Tiga (3) angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life). Bukankah kode 1347 sendiri jika angka-angkanya kita jumlahkan juga menghasilkan tiga (3) angka terakhir 156?

Tetapi jika makna tersiratnya kita anggap hanya 3 (tiga) yakni 101, 112, dan 246. Maka jika ketiga kode ini kita jumlahkan = 101 + 112 + 246 = 459  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+5+9 = 18 = 9  |  Tiga (3) angka terakhir = 189 = KESOMBONGAN (the nature of vanity). Atau bisa dibaca: “Bahwa yang lebih pantas untuk sombong itu hanyalah YANG MAHA PERKASA (9) penguasa / raja ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1)”.

  1. Perhatikan kode 459 dan 189. Kedua kode ini jika kita baca dari belakang dan kemudian kita kaitkan dengan ayat Al-Qur’an maka keduanya akan menghasilkan makna tersirat 112 sebagai berikut:
    • QS. At-Tin/95 : 4 (Juz 30, Sejumlah 8 Ayat)
      —————
      لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
      —————
      (Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia) artinya semua manusia (dalam bentuk yang sebaik-baiknya) artinya baik bentuk atau pun penampilannya amatlah baik. (QS. At-Tin/95 : 4 – Tafsir Jalalalyn)
      —————
      Makna Tersirat: 95 + 4 + 30 + 8 = 137  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+7 = 11 = 2  |  Tiga (3) angka terakhir = 112.
      —————
    • QS. Al-Bayyina/98 : 1 (Juz 30, Sejumlah 8 Ayat)
      —————
      لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
      —————
      Orang-orang Yahudi, Nasrani dan orang-orang musyrik yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya, tidak akan berpaling dari kelengahan dan ketidaktahuan mereka akan kebenaran sampai datang kepada mereka bukti yang nyata. (QS. Al-Bayyina/98 : 1 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat: 98 + 1 + 30 + 8 = 137  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+7 = 11 = 2  |  Tiga (3) angka terakhir = 112.
      —————
  2. Tetapi jika kedua kode tersebut (459 dan 189) di baca dari depan, kemudian kita kaitkan dengan ayat Al-Qur’an maka bisa menghasilkan makna tersirat 168 dan 156 sebagai berikut:
    • QS. Al-Jaathiya/45 : 9 (Juz 25, Sejumlah 37 Ayat)
      —————
      وَإِذَا عَلِمَ مِنْ آيَاتِنَا شَيْئًا اتَّخَذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ
      —————
      (Dan apabila dia mengetahui tentang ayat-ayat Kami) yakni Alquran (barang sedikit, maka ayat-ayat itu dijadikannya olok-olok) yakni menjadi bahan ejekan mereka. (Merekalah) orang-orang yang banyak mendustakan ayat-ayat Kami itu (yang memperoleh azab yang menghinakan) artinya, siksaan yang mengandung kehinaan. (QS. Al-Jaathiya/45 : 9 – Tafsir Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat: 45 + 9 + 25 + 37 = 116  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+1+6 = 8  |  Tiga (3) angka terakhir = 168.
      —————
    • QS. Al-Kahfi/18 : 9 (Juz 15, 16, Sejumlah 110 Ayat)
      —————
      أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا
      —————
      Orang-orang yang hanyut dalam godaan dunia dan kesenangan hidup benar-benar mengingkari adanya hari kebangkitan. Padahal, berbagai peristiwa yang telah terjadi menunjukkan adanya kehidupan sesudah tidur yang amat panjang. Kisah tentang penghuni gua di sebuah gunung dan lempengan yang bertuliskan nama-nama mereka setelah mereka mati, bukan satu-satunya kisah yang menakjubkan, meskipun merupakan kisah yang luar biasa. Kisah itu tidak lebih menakjubkan dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang lain. (QS. Al-Kahfi/18 : 9 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat: 18 + 9 + (15+16) + 110 = 168  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+6+8 = 15 = 6  |  Tiga (3) angka terakhir = 156.
      —————
  3. Dan terakhir jika kedua kode tersebut (459 dan 189) di baca dari tengah, kemudian kita kaitkan dengan ayat Al-Qur’an maka bisa menghasilkan makna tersirat 157, 506, 101, dan 145 sebagai berikut:
    • QS. Al-Hashr/59 : 4 (Juz 28, Sejumlah 24 Ayat)
      —————
      ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۖ وَمَن يُشَاقِّ اللَّهَ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
      —————
      Yang menimpa mereka di dunia dan yang akan menimpa mereka di akhirat itu adalah disebabkan oleh karena mereka sangat memusuhi Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang memusuhi Allah, maka ia tidak akan terhindar dari siksa-Nya. Sesungguhnya siksa Allah benar-benar sangat kejam. (QS. Al-Hashr/59 : 4 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat: 59 + 4 + 28 + 24 = 115  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+1+5 = 7  |  Tiga (3) angka terakhir = 157.
      —————
    • QS. Al-Fajr/89 : 1 (Juz 30, Sejumlah 30 Ayat)
      —————
      وَالْفَجْرِ
      —————
      (Demi fajar) yakni fajar yang terbit setiap hari. (QS. Al-Fajr/89 : 1 – Tafsir Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat: 89 + 1 + 30 + 30 = 150  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+5+0 = 6  |  Tiga (3) angka terakhir = 506.
      —————
    • QS. Al-Qamar/54 : 9 (Juz 27; Sejumlah 55 Ayat)
      —————
      كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ فَكَذَّبُوا عَبْدَنَا وَقَالُوا مَجْنُونٌ وَازْدُجِرَ
      —————
      Sebelum orang-orang kafir Mekah, kaum Nûh telah mendustakan nabinya, yaitu Nûh, salah seorang hamba dan rasul Kami. Mereka menyebutnya gila dan menghalang-halanginya, dengan berbagai macam siksaan dan ancaman, agar tidak menyampaikan risalah yang diembannya. (QS. Al-Qamar/54 : 9 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat: 54 + 9 + 27 + 55 = 145  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+4+5 = 10 = 1  |  Tiga (3) angka terakhir = 101.
      —————
    • QS. At-Takwir/81 : 9 (Juz 30, Sejumlah 29 Ayat)
      —————
      بِأَيِّ ذَنبٍ قُتِلَتْ
      —————
      (Karena dosa apakah dia dibunuh) dibaca Qutilat karena mengisahkan suatu dialog, jawab bayi-bayi perempuan itu; kami dibunuh tanpa dosa. (QS. At-Takwir/81 : 9 – Tafsir Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat: 81 + 9 + 30 + 29 = 149  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+4+9 = 14 = 5  |  Tiga (3) angka terakhir = 145 = HAKIKAT KEBAIKAN dan KEJAHATAN (the reality of good and evil). Atau bisa dibaca: “Bahwa hakikat KEBAIKAN (5) dan KEJAHATAN (4) itu tetaplah dan menjadi milik ALLOH (1) semata”.
      —————

Jika pembahasaan kode 145 sebagai HAKIKAT KEBAIKAN dan KEJAHATAN ini ada benarnya, “Apa yang seharusnya kita perbuat?” Saya tidak tahu. Tetapi mungkin saja lewat kode-kode tersirat tersebut kita akan tahu jawabannya. Bahwa kode tersirat yang muncul adalah 112, 112, 168, 156, 157, 506, 101, dan 145. Kode-kode ini bisa saja kita olah-pikirkan sebagai berikut:

  • Jika kita jumlahkan = (112 + 112) + (168 + 156) + (157 + 506 + 101 + 145) = (224) +(324) + (909) = 1457  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+4+5+7 = 17 = 8  |  Tiga (3) angka terakhir = 178 = PESAN UNTUK INDONESIA (a dream of the future Indonesia).
    —————
  • Jika kode yang sama hanya ditulis sekali = 1457 – 112 = 1345  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+4+5 = 13 = 4  |  Tiga (3) angka terakhir = 134 = KETUHANAN DALAM PERSPEKTIF IBLIS (divinity in perspective devil).
    —————
    Ternyata kembali lagi menghasilkan makna tersirat seperti ulasan kode 1347 dan 2 dalam keterkaitannya yang telah diuraikan di atas. Namun jika kita masih ingin bermain-main lebih lanjut, bisa saja kita renung-pikirkan sebagai berikut:
    —————

    1. Bahwa 178 dan 134 itu jika kita satukan bisa menghasilkan 18/1347 = SHOLAT LIMA WAKTU (1347) sebagai bentuk penghambaan kepada TUHAN (1) SEMESTA ALAM (8).
      ————-
    2. Bahwa 178 dan 134 jika kita satupadu-urutkan =  13478  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+4+7+8 = 23 = 5  |  Empat (4) angka terakhir = 8235 = lihat artikel Pesan Tuhan Gerhana Matahari Total.
      —————
      Wahai Saudaraku. Bukankah kode 23 sendiri jika kita kaitkan dengan Al-Qur’an = QS. Al-Muminoon/23 (Mu’min)? Sedangkan jika kita baca dari belakang = QS. Sadja/32 (Sujud)? Apakah ini hanya kebetulan saja?
      —————

Catatan:

Halaman ini masih dalam proses perenungan dan pencarian sumber-sumber pendukung. Jika saja Tuhan masih berkehendak, ingin rasanya bisa menyelesaikannya.

Beberapa Hadits Terkait Sholat

  1. Urgensitas Sholat
    أول ما افترض الله على أمتي الصلوات الخمس وأول ما يرفع من أعمالهم الصلوات الخمس وأول ما يسألون عنه الصلوات الخمس
    Rasulullah saw bersabda: “Hal pertama yang diwajibkan oleh Allah swt atas umatku adalah shalat lima waktu, hal pertama yang diangkat dari amalan-amalan mereka adalah shalat lima waktu, dan hal pertama yang dipertanyakan kepada mereka adalah shalat lima waktu”[Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18859]
  2. Shalat Penyebab Kebahagiaan
    قال رسول الله صلي الله عليه و اله: خمس صلوات من حافظ عليهن كانت له نورا وبرهانا ونجاة يوم القيامة
    Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menjaga shalat lima waktu maka ia akan memperoleh cahaya, burhan dan keselamatan pada hari kiamat kelak”[Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18862]
  3. Shalat Bendera Islam
    قال النبي صلى الله عليه واله: علم الإسلام الصلاة فمن فرغ لها قلبه وحافظ عليها بحدها ووقتها وسننها فهو مؤمن
    “Bendera Islam adalah shalat, maka barangsiapa memberikan hatinya untuknya dan menjaganya dengan batasan dan waktunya serta sunah-sunnahnya maka ia adalah seorang mukmin (hakiki)”[Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18870]
  4. Shalat dan Cahaya Hati
    صلاة الرجل نور في قلبه فمن شاء منكم فلينور قلبه
    Rasulullah saw bersabda: “Shalat seseorang adalah cahaya di hatinya dan barangsiapa di antara kalian yang berkeinginan maka hendaknya ia menyinari hatinya dengan cahaya”[Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 18973]
  5. Akibat Meninggalkan Shalat
    قال رسول الله صلی الله عليه و اله: لا تتركن الصلاة متعمدا فإنه من ترك الصلاة متعمدا فقد برئت منه ذمة الله ورسوله
    Rasulullah saw bersabda: “Janganlah meninggalkan shalat dengan sengaja karena sesungguhnya barangsiapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja maka ia akan terlepas dari tanggungan (jaminan) Allah swt dan Rasul-Nya saw”[Kanzul ‘Ummal, jilid 7, hadis 19096]
  6. Neraca Penerimaan Shalat
    عن أبي عبد الله عليه السلام قال: من أحب أن يعلم أقبلت صلاته أم لم تقبل، فلينظر هل منعته صلاته عن الفحشاء والمنكر؟ فبقدر ما منعته قبلت منه
    Dari Abi Abdillah (Imam Ja’far Shadiq) as berkata: “Barangsiapa ingin mengetahui apakah shalatnya diterima atau tidak maka hendaknya ia melihat apakah shalatnya mencegahnya dari kekejian dan kemungkaran? Maka seukuran yang dapat mencegahnya, shalatnya diterima”. [Bihar, jilid 82, hal 198]
  7. Shalat dan Anak-anak
    قال الباقر عليه السلام: إنّا نأمر صبياننا بالصلاة إذا كانوا بني خمس سنين ، فمروا صبيانكم بالصلاة إذا كانوا بني سبع سنين
    Imam Baqir as berkata: “Sesungguhnya kami memerintahkan anak-anak kami untuk shalat bila mereka mencapai usia lima tahun, maka perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat bila mereka mencapai usia tujuh tahun”[Wasa’il Al-Syi’ah, jilid 3, hal 12]
  8. Shalat dan Effesiensinya
    قال الصادق ( عليه السلام ) ـ في حديث ـ : إنّ ملك الموت يدفع الشيطان عن المحافظ على الصلاة ، ويلقّنه شهادة أن لا إله إلا الله ، وأنّ محمّداً رسول الله ، في تلك الحالة العظيمة
    Imam Ja’far Shadiq as berkata: “Sesunguhnya malaikat kematian (pencabut nyawa) menghalau syetan dari orang yang menjaga shalat dan mentalqinkan (mendektekan) kepadanya kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad saw adalah Rasulullah (utusan Allah) dalam kondisi menakutkan tersebut”[Wasa’il Al-Syi’ah, jilid 3, hal 19]
  9. Shalat dan Doa
    قال أبو عبد الله عليه السلام: إن الله عزوجل فرض عليكم الصلواة الخمس في أفضل الساعات، فعليكم بالدعاء في أدبار الصلوات
    Imam Ja’far Ash-Shadiq as berkata: “Sesungguhnya Allah swt mewajibkan shalat lima waktu atas kalian pada waktu-waktu paling utama, maka hendaknya kalian berdoa setelah selesai shalat-shalat tersebut”. [Al-Khishal, jilid 1, hal 278]
    —————
    Sumber: http://www.nurmadinah.com/2010/02/40-hadis-shalat/
    —————

Referensi:

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Black_Death
  2. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/1b/Bubonic_plague_victims-mass_grave_in_Martigues%2C_France_1720-1721.jpg
  3. http://www.history.com/topics/black-death
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Ayat
  5. https://ulamak.wordpress.com/2016/02/08/jari-jemari-tuhan/
  6. https://ulamak.wordpress.com/2016/03/05/pesan-tuhan-gerhana-matahari-total/
  7. http://quran.al-shia.org/id/mukjizat/002/01.htm
  8. https://en.wikipedia.org/wiki/1347
  9. http://www.nurmadinah.com/2010/02/40-hadis-shalat/
  10. https://ulamak.wordpress.com/2016/03/05/pesan-tuhan-gerhana-matahari-total/
  11. http://www.oaseimani.com/mu%E2%80%99jizat-bahasa-al-qur%E2%80%99an.html
  12. http://perintahsholat.blogspot.co.id/2015/03/shalat-lima-waktu.html

Shortlink: http://wp.me/P6rTrC-JH

والله أعلمُ بالـصـواب

Iklan
%d blogger menyukai ini: