Pesan 7337


Wahai anak cucuku

Ketika ajal menjemputku

Senang rasa engkau ingatkan aku

Siapa Tuhan dan Nabiku


  • Ya Alloh … Hamba mohon,
    jadikanlah anak keturunan hamba:
    sebagai hamba-hamba yang selalu setia kepada-Mu (1x)

  • Ya Alloh … Hamba mohon,
    jika tugas hamba di dunia ini memang telah usai:
    segerakan hamba kembali kepada-Mu (2x)

  • Ya Alloh … Hamba mohon,
    ampunilah segala dosa para pendahulu kami (3x)


7337 dalam Al-Qur’an = 7+3+3+7 = 20 = 2 = 2

Angka ini menggunakan model angka Hindu-Arab sebagai penghormatan pluralisme Keindonesiaan

Mystical / Philosophy Numeral Converter

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

Sesungguhnya ibadah yang dilaksanakan pada malam hari lebih merasuk ke dalam hati, lebih berkesan serta lebih khusyuk bacaannya ketimbang ibadah di siang hari. (QS. Al-Muzzammil/73 : 6 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا

Sesungguhnya di siang hari kamu akan disibukkan dengan berbagai persoalan, di samping tugasmu untuk menyampaikan pesan-pesan suci. Maka pergunakanlah waktu malam sebaik mungkin untuk beribadah kepada Tuhanmu. (QS. Al-Muzzammil/73 : 7 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

Dan gerakkanlah lidahmu untuk menyebut nama Tuhan yang telah menciptakan dan memeliharamu. Konsentrasikan dirimu untuk melakukan ibadah, dan lupakanlah hal-hal lainnya. (QS. Al-Muzzammil/73 : 8 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ

Orang-orang yang dibersihkan dari dosa itu kemudian saling berhadapan dan saling berbincang tentang ihwal mereka dan tentang keadaan mereka ketika masih di dunia.  (QS. As-Saaffaat/37 : 50 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

قَالَ قَائِلٌ مِّنْهُمْ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٌ

Saat itu salah seorang dari mereka berkata, “Dulu aku punya seorang teman yang musyrik. Ia selalu mendebatku dalam masalah agama dan ajaran-ajaran yang dibawa oleh al-Qur’ân.” (QS. As-Saaffaat/37 : 51 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

يَقُولُ أَإِنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِينَ

“Temanku itu,” katanya melanjutkan, berkata, “Apakah kamu mempercayai adanya kebangkitan setelah mati, perhitungan dan pembalasan? (QS. As-Saaffaat/37 : 52 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَدِينُونَ

Apakah, setelah kita binasa dan menjadi debu dan tulang belulang, kita akan hidup lagi untuk diperhitungkan dan dibalas segala amal perbuatan kita?” (QS. As-Saaffaat/37 : 53 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

قَالَ هَلْ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ

Orang itu melanjutkan berkata kepada teman-temannya, “Wahai penghuni surga, apakah kalian menyaksikan penghuni neraka sehingga melihat temanku itu?” (QS. As-Saaffaat/37 : 54 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

فَاطَّلَعَ فَرَآهُ فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ

Pandangannya pun tertuju ke neraka. Lalu ia melihat teman lamanya itu berada di tengah-tengahnya: tersiksa oleh api neraka. (QS. As-Saaffaat/37 : 55 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

قَالَ تَاللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرْدِينِ

Ketika melihatnya, ia berkata, “Demi Allah, kamu hampir saja membinasakanku di dunia dulu, kalau aku mematuhimu bersikap kufur dan berbuat maksiat.  (QS. As-Saaffaat/37 : 56 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّي لَكُنتُ مِنَ الْمُحْضَرِينَ

Kalau tidak karena nikmat Tuhanku yang berupa hidayah dan restu-Nya kepadaku untuk beriman kepada Allah dan kebangkitan, tentu aku akan seperti kamu: dijebloskan ke dalam siksa.  (QS. As-Saaffaat/37 : 57 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

Mistis 7337

  • Spirit 1 (Surat Ke + Ayat Khusus)
    • Al-Muzzammil/73 : 6, s/d 8 = 73678 = 31 = 4 = 3
    • As-Saaffaat/37 : 50 s/d 57 = 375051525354555657 = 78 = 15 = 6 = 1
    • Total = 46 = 10 = 1 = 1  |  31 = 4
  • Spirit 2 (Juz + Surat Ke + Ayat + Ayat-ayat Khusus)
    • Al-Muzzammil = 297320678 = 44 = 8 = 1
    • As-Saaffaat = 23371825051525354555657 = 94 = 13 = 4 = 3
    • Total = 84 = 12 = 3 = 2  |  13 = 4
  • Spirit 3 (Al-Muzzamil + As-Saaffaat)
    • Juz = 2923 = 16 = 7 = 2
    • Surat = 7337 = 20 = 2 = 2
    • Ayat = 20182 = 13 = 4 = 3
    • Total = 724 = 13 = 4 = 3  |  223 = 7
  • Spirit 123 (Gabungan 3 Spirit)
    • Jalur 1 = 142437 = 21 = 3
    • Jalur 2 = 123 = 6  |  447 = 15 = 6
    • Jalur 3 = 14 =  |  24 = 6  |  37 = 10 = 1
    • Total = 366561 = 27 = 9

Imaginasi Mistis 7337

  • Pada Total Spirit 123, semua angka muncul (366561279) kecuali 4 dan 8. Mengapa? Kemudian jika 3 (tiga) angka terkecilnya (312) kita ambil maka tinggal 665679. Selanjutnya jika angka sisanya ini kita jumlahkan maka 665679 = 39 = 12. Mengapa angka yang terakhir muncul 3912? Adakah kaitannya dengan keindonesiaan seperti telah kita bahas pada Tabir Alam?
  • Kembali tentang 4 dan 8. Memang secara kasat mata kedua angka ini pada perhitungan akhir tidak muncul. Tetapi secara mistis ketika kita berbicara angka 7337, saat itu juga 4 dan 8 sebenarnya telah muncul. Mengapa? Bukankah angka 7337 itu jika dikonversi menjadi 2222?
    • Dalam pandangan saya, angka 4 itu memang penuh misteri. Boleh dibilang 4 itu memang masalah. Empat (4) juga tidak bisa dipisahkan dengan 3 dan 2. Mengapa? Bukankah 4 itu jika dikonversi menjadi 3, dan 3 itu jika dikonversi lagi menjadi 2? Artinya bahwa 432 atau 234 atau 243 boleh disebut sebagai satu bilangan yang utuh. 432 = 4 + 3 + 2 = 9 = 2 = Manusia = Khalifah?
    • Jika demikian, tidak salah tentunya jika 8 itu kita sebut sebagai 81 sebab 8 itu jika dikonversi menjadi 1. Artinya bahwa 81 juga bisa dikatakan sebagai bilangan yang utuh. 81 = 8 + 1 = 9 = 2.
    • Pada akhirnya 48  = 4328=  32211 = 22211. Sehingga 43281 = 18 = 9 = 2, kemudian 32211 = 9 = 2, dan 22211 = 8 = 1. Ini adalah hasil final yang tak perlu dikonversi lagi, yakni 221 = 5.
    • Dalam hal ini berarti 48 adalah satu bilangan yang utuh. 48 = 221 = 5.
  • Angka lain yang merupakan satu bilangan utuh adalah 312. Dengan menggunakan metode sama dengan 48, maka 312 = 321122 = 221122. Sehingga 321122 = 11 = 2, dan 221122 = 10 = 1. Maka 312 = 21 = 3.
  • Angka sisanya yakni 5679 juga disebut sebagai satu bilangan utuh. 5679 = 532617292 = 322112222 = 222112222. Sehingga 532617292 = 37 = 10 = 1, kemudian 322112222 = 17 = 8 = 1, dan 222112222 = 16 = 7 = 2. Maka 5679 = 112 = 4.
  • Gabungan 48 | 312 | 5679 = 534. Bagaimana jika perhitungan ini diteruskan lagi? Baiklah, 534 = 323 = 222. Sehingga 534 = 12 = 3 = 2, kemudian 323 = 8 = 1, dan 222 = 6 = 1. Maka 48 | 312 | 5679 = 211 = 4.
    • Ternyata hasil akhirnya kembali lagi ke 4. Tapi ingat bahwa 4 itu sama dengan 432. Apakah ingin dilanjut? Baik, 432 = 322 = 222. Sehingga 432 = 9 = 2, kemudian 322 = 7 = 2, dan 222 = 6 = 1. Maka 48 | 312 | 5679 = 221 = 5.
    • Hasil akhirnya 5. Apakah saudaraku belum puas? Mari kita lanjutkan. 5 itu sama dengan 532 = 322 = 222. Sehingga 532 = 10 = 1, kemudian 322 = 7 = 2, dan 222 = 6 = 1. Maka 48 | 312 | 5679 = 121 = 4.
    • Ternyata hasilnya kembali lagi ke 4. Jika ini kita lanjutkan, tentunya akan menghasilkan 5 lagi. Artinya 45 bisa juga disebut sebagai satu bilangan yang utuh.
    • Dari perhitungan ini dapat dimengerti bahwa telah terbentuk 3 (tiga) bilangan yang utuh yakni 45 | 432 | 532.
  • Disinergikan menjadi:
    • Angka = 48 | 312 | 5679 = 4+8+3+1+2+5+6+7+9 = 45 = 9 = 2 = Makhluk (Mim = Muhammad = Manusia = Mati);
    • Gerak = 45 | 432 | 532 = 4+5+4+3+2+5+3+2 = 28 = 10 = 1 = Pencipta (Alif = Alloh = Hidup);
    • Angka + Gerak = Makhluk + Pencipta = 2+1 = 3 = Samudera Ilmu (Lam = Ajaran Hidup dan Kehidupan);
    • Disatukan menjadi 312 = 132 (dibaca dari Tengah Kiri Kanan = الم) adalah Al-Baqoroh (Juz 1, 2, dan 3, Surat ke 2, Sejumlah 286 Ayat) pada ayat ke 1 Tafsir Jalalayn diterjemahkan: (Alif laam miim) Allah yang lebih mengetahui akan maksudnya. Secara mistis Al-Baqoroh mengajari kita tentang siapa sang Pencipta. Ini bisa dilihat dalam Juz | Surat | Ayat = 123 | 2 | 286 = 1+2+3+2+2+8+6 = 24 = 6 = 1.
    • Berbeda dengan Al-Fatihah (Juz 1, Surat ke 1, Sejumlah 7 Ayat). Al-Fatihah ayat 1 berbunyi: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ dalam Tafsir Muhammad Quraish Shihab diterjemahkan: Surat ini dimulai dengan menyebut nama Allah–satu-satunya Tuhan yang berhak disembah–Yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan tersucikan dari segala bentuk kekurangan. Dialah Pemilik rahmah (sifat kasih) yang tak habis-habisnya, Yang menganugerahkan segala macam kenikmatan, baik besar maupun kecil. Al-Fatihah mengajari kita tentang makhluk. Ini bisa dilihat juga secara mistis dalam Juz | Surat | Ayat = 1 | 1 | 7 = 1+1+7 = 9 = 2.

Cukup dengan 2 surat saja (Al-Fatihah + Al-Baqoroh = 2+1 = 3) segala permasalahan di muka bumi ini sebenarnya telah bisa diselesaikan. Tetapi mengapa Alloh menurunkan ayat-ayat yang lain? Untuk apa? Bertanyalah pada sang Pencipta.

Az-Zumar (Juz 23 dan 24, Surat ke 39, Sejumlah 75 Ayat)

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

Apakah orang yang menghabiskan waktunya di tengah malam untuk bersujud dan salat dengan penuh khusyuk kepada Allah, takut akhirat dan mengharap rahmat dan kasih sayang-Nya, itu sama dengan orang yang berdoa kepada-Nya saat tertimpa musibah lalu melupakan-Nya saat mendapat kemenangan? Katakan kepada mereka, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui hak-hak Allah lalu mengesakan-Nya dengan orang-orang yang tidak mengetahui-Nya, karena menganggap remeh perintah untuk mengamati tanda- tanda kekuasaan-Nya? Hanya orang yang berakal sehat saja yang dapat mengambil pelajaran.” (QS. Az-Zumar/39 : 9 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

Mistis Az-Zumar dalam Juz | Surat | Ayat = 2324 | 39 | 75 = 2+3+2+4+3+9+7+5 = 35 = 8 = 1.


Imaginasi Mistis 7337 Seri 2 (Sudut Pandang yang Lain)

Jika saudaraku yakin bahwa “Gerak Sang Pencipta dalam Angka” seperti telah dijelaskan di atas ada benarnya, silahkan ikuti ulasan berikutnya. Namun jika sebaliknya, lupakan saja dan buang jauh-jauh pemikiran ini.

  • 7337 (Al-Muzzammil + As-Saaffaat) terbukti terkait erat dengan Al-Baqoroh dalam Alif laam miim (الم). Tetapi bagaimana kita bisa katakan 7337 juga terkait dengan Al-Fatihah?

… Setiap surat di dalam Al-Quran dibuka dengan bacaan basmallah yang berbunyi: “Bismillaahirrahmaanirrahiim“. Dalam aksara Arab, jumlah huruf di dalam bacaan basmallah itu terdiri dari 19 huruf (19 = 1 x 19). Sembilan belas huruf itu adalah ba, sin, mim, alif, lam, lam, ha, alif, lam, ro, ha, mim, nun, alif, lam, ro, ha, ya, mim 

Bukankah mistis 7337 menghasilkan bilangan 19 pula? Ingat, mistis 7337 menghasilkan “Angka = 48 | 312 | 5679 & gerak = 45 | 432 | 532. Mari kita lihat perhitungan 3 (tiga) bilangan ini menggunakan metode (cara pandang) yang lain dari geraknya saja:

Pertama = 45 = 4+5 = 9;
Kedua = 432 = 4+3+2 = 9;
Ketiga = 532 = 5+3+2 = 10;

Total = 9+9+1+0 = 19

  • Kembali pada 19 huruf basmallah:
    Ada 9 (sembilan) karakter yakni ba = 1; sin = 1; mim = 3; alif = 3; lam = 4; ha = 3; ro = 2; nun = 1; ya = 1. Jika dipecah per 3 huruf menghasilkan;

    • ba-sin-mim = 113 = 5 = 3 = 2
    • alif-lam-ha = 343 = 10 = 1 = 1
    • ro-nun-ya = 211= 4 = 3 = 2
    • Hasil dijumlahkan = 5104 = 19 = 10 = 1  |  313 = 7 = 2  | 212 = 5 = 3 = 2
    • Total = 122 = 5
      • Artinya bahwa 5 ternyata sangat erat kaitannya dengan 19.  Maka jika digabungkan menjadi 519 atau 915 = 15 = 6 = 1.
      • Angka yang muncul 9151561. Dipecah menjadi 2 bilangan, dibaca dari belakang = 165 | 1519. Ada 2 bilangan yakni 165 terdiri 3 angka, dan 1519 terdiri dari 4 angka. Diurutkan menjadi 234 atau 432.
    • Dalam pandangan saya, 1519 adalah satu bilangan utuh yang sangat dekat dengan mistis 48 sebab 9 – 1 = 8 dan 5 – 1 = 4. Karena 1519 hasil dari imaginasi basmallah yakni ayat 1 dari 7 ayat dalam Al-Fatihah, 1519 seharusnya terkait juga dengan 7. Seharusnya pula terkait dengan 2 sebab Al-Fatihah mengajari kita tentang makhluk. Bukankah 1519 jika dijumlahkan = 1+5+9+1 = 16 = 7 = 2?
    • 165 juga merupakan satu bilangan utuh. Bilangan 165 terkait erat dengan 3 bahkan 312 sebab jika dijumlahkan = 165 = 12 = 3. Angka yang muncul 165123. Karena 165 itu bilangan yang utuh maka pecahan yang ke dua yakni 123 juga disebut sebagai bilangan yang utuh. 123 bisa pula dibaca sebagai 312.
    • Dan 312 sendiri terkait erat dengan 234 (lihat gambar “Gerak Sang Pencipta dalam Angka”). Apakah semua ini ada kaitannya dengan keindonesiaan seperti telah diuraikan pada Tabir Alam?
  • Al-Baqoroh + Al-Fatihah juga terkait erat dengan Mistis 165. Bahkan bisa dibaca  pula sebagai 7337. Berikut perhitungannya:
    • Al-Baqoroh (Juz 1, 2, dan 3, Surat ke 2, Sejumlah 286 Ayat)
      • 123 | 2 | 286 = 1+2+3+2+2+8+6 = 24 = 6;
    • Al-Fatihah (Juz 1, Surat ke 1, Sejumlah 7 Ayat)
      • 1 | 1 | 7 = 1+1+7 = 9;
    • Total = 69 = 15 = 6 = 1

Angka yang muncul di Total = 691561. Jika ini dipecah menjadi 2 (dua) masing-masing beranggotakan 3 angka dari belakang adalah 165 | 196. Dimanakah letak 7337-nya? Bukankah 165 = 1+6+5 = 12 = 3? Kemudian 196 = 1+9+6 = 16 = 7? Total = 37. Jika hasilnya ini dibaca 2 (dua) kali maka akan diperoleh: 3737 atau 7373 atau bisa juga 7337. Atau jika 37 itu = 22 maka jika dibaca 2 kali = 2222 = 2 yang berjajar 4 atau 2+2+2+2 = 8. Mengapa perlu dibaca 2 kali? Bukankah perhitungan ini dari 2 surat Al-Baqoroh + Al-Fatihah?


Imaginasi Mistis 312

Ketika Kita Bertanya Tentang 0 (Nol)

Jika 1 yang ada di atas melambangkan Alif (Alloh =  Pencipta), maka 11 /= 2 yang ada di bawah melambangkan Mim (Makhluk = Manusia = Hamba). Angka yang lain adalah kode-kode tangga yang bisa dipilih 11 dalam menuju 1 yang ada di atas. Di sini berarti angka 1 bisa dipandang sebagai Alif tetapi di sisi lain juga bisa dipandang sebagai Mim tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Yang jelas bahwa 111 bukan berarti Tuhan itu ada 3 melainkan 1 = Alloh | 11 = Makhluk.

Dalam pandangan saya, 0 yang ada di atas melambangkan 7 (tujuh) LANGIT sedang o yang ada di bawah melambangkan 7 (tujuh) BUMI. Dari kacamata Mistis 312 di atas nampak jelas dimana LANGIT sangat dekat dengan kode angka 7 dan angka 1. Tetapi BUMI hanya dekat dengan kode angka 1 jauh dengan 7. Artinya bahwa manusia sebagai khalifah bumi ini membutuhkan proses yang panjang juga rumit manakala ingin meraih 1 yang dekat dengan 7. Dan itu telah dilambangkan dalam basmallah dengan kode bilangan 9151561. Dalam hal ini 7 yang bawah baru didapatkan melalui perhitungan bilangan 9151 = 9+1+5+1 = 16 = 7 = 2. Dimana 2 ini sama dengan 11 yang ada di bawah. 2 / 11 alias 9151 tidak bisa dipisahkan dengan 561 dibaca dari belakang 165.

Kode 165 dalam Mistis 312, angka 5 terletak lurus dengan angka 1 yang ada di atas. Artinya bahwa 165 adalah kode tangga (jalan lurus) bagi makhluk (2 / 11 alias 9151) untuk mencapai yang 1 Sang Pencipta (1 = Alif = Alloh). Jadi 7, walaupun nampak besar dan berada di atas bukanlah tujuan yang lurus. Yang 7 itu (LANGIT = 0 dan BUMI = 0) hanyalah sebatas tempat atau sarana bagi 2 / 11 alias 9151 menuju yang 1.

Dalam Mistis 312 kita temukan juga kode-kode antara lain:

Total angka Mistis 312 adalah 0 | 717 | 8643 2468 | 91519 | 0 = 0 + 7 + 1 + 7 + 8 + 6 + 4 + 3 + 2 + 4 + 6 + 8 + 9 + 1 + 5 + 1 + 9 + 0 = 81 = 9 = 2. Mistis 312 mengajarkan pada kita tentang makhluk (manusia) di samping tentang Tuhan dalam 312 sendiri dimana 312 = 3 + 2 + 1 = 6 = 1.

Mistis 312 jika diuraikan dalam cara pandang (metode) berbeda = 312 = 3 1 2 = 0. Angka yang muncul adalah 3123120, dipecah menjadi dua bilangan dan dibaca dari belakang =  021  |  3213.

Jika kita mau memikirkannya, mungkin ada pelajaran penting yang bisa kita petik. Mistis 312 berisi kode-kode yang dapat digunakan untuk melihat manusia secara mistis berdasarkan tujuan akhir yang ingin diraihnya. Dalam kacamata saya, Mistis 312 memandang manusia dengan cara berpikir terbalik (spirit negatif) menjadi 4 golongan besar:

  1. 5327 /  5237 / 5321 / 5231 / 5329 / 5239 [1]
    7 – 5 = 2  |  3 – 2 = 1  |  2 – 1 = 1   atau   5 – 3 = 2  |  2 – 2 = 0  |  1 – 0 = 1  atau  9 – 5 = 4  | 4 – 3 = 1  | 2 – 1 = 1
    Manusia yang ingin mendapatkan keabadian / kekekalan hidup tetapi mereka salah dan atau bahkan tidak memahami arti dari sebuah kekekalan / keabadian. Manusia pada kelompok ini seringkali menyalahkan Tuhan. Jika Tuhan tidak mengabulkan do’anya, dikatakan Tuhan tidak sayang. Tetapi jika Tuhan mengabulkan permintaannya, mereka akan meminta lebih. Tuhan dianggapnya sebagai pembantu. Mereka yang berilmu tetapi sukanya memandang atas saja akan rentan berada di kelompok ini. Terutama bagi mereka yang ilmu agamanya masih dalam tingkat syari’at / lahir (Ahli Membaca). Orang-orang yang suka mengunggul-unggulkan garis keturunan juga rentan berada di kelompok ini;
  2. 5328 / 5238 [2]
    8 – 5 = 3  |  3 – 3 = 0  |  2 – 0 = 2

    Manusia yang senang mengejar kekayaan / kejayaan karena mereka menganggap jalan yang ditempuhnya bisa membuat dirinya abadi / kekal. Dalam kelompok ini, antar manusia sering terjadi kontradiksi baik dalam kelompok maupun dengan kelompok lainnya. Bahkan tidak jarang pula terjadi kontradiksi dalam dirinya sendiri. Manusia di sini sebenarnya mengenal Tuhan, namun jarang sekali diingatnya. Jika terkena musibah atau sakit parah atau sekarat, mereka baru akan mengingat-Nya. Meraka yang berharta, berilmu, dan sekaligus pekerja keras, namun miskin pemahaman agamanya akan rentan berada di kelompok ini. Orang-orang yang suka mengunggul-unggulkan garis keturunan juga rentan berada di kelompok ini;
  3. 5324 / 5234 / 5326 / 5236 [0]
    5 – 4 = 1  |  3 – 2 = 1  |  1 = 1  = 0   atau   6 – 5 = 1  |  3 – 2 = 1  |  1 – 1 = 0 

    Manusia yang tidak ingin apa-apa karena mereka tahu bahwa dirinya bukan apa-apa. Dalam setiap gerak langkahnya tidak pernah punya tendensi apa pun karena sadar mereka tidak punya apa-apa. Bahkan hidup pun mereka tidak merasa punya. Mereka tahu bahwa keabadian / kekekalan itu sejatinya tidak ada kecuali keabadian / kekekalan itu sendiri. Manusia dalam kelompok ini, rasa berserah diri pada Sang Pencipta sangat tinggi; dan
  4. 5198 [3]
    9 – 8 = 1  |  5 – 1 = 4  |  4 – 1 = 3

    Manusia yang tidak tahu / tidak punya tujuan akhir karena mereka tidak / belum tahu siapa dirinya. Manusia pada kelompok ini biasanya sangat sensitif, gampang tersinggung, sering was-was tanpa alasan, cepat marah, mudah dipengaruhi (Bagai air di daun talas). Manusia golongan ini adalah manusia-manusia yang tidak punya kepribadian. Manusia yang sedang lupa / dilupakan akan keberadaan Tuhan. Manusia-manusia yang labil jiwanya. Mereka yang miskin ilmu utamanya ilmu agama, sekali pun itu berharta akan rentan berada di kelompok ini.

Lalu siapakah manusia-manusia yang ada di kelompok 3 (5324 / 5234 /5326 / 5236 [0])?  Jangan bertanya pada saya. Saya tidak lebih tahu dari Saudara. Bertanyalah pada diri sendiri. Mudah-mudahan Tuhan memberikan petunjuk. Tetapi mungkin, mereka bisa menempuh jalan melalui pintu 7337. Mengapa? Bukankah 7337 dengan cara terbalik bisa diuraikan menjadi 7337 = 7 – 3 = 4  |  7 – 4 = 3  |  3 – 3 = 0?

Lalu, adakah kita menjadi 1 diantara 4 golongan tersebut? Atau tidak sama sekali?

Catatan:

  • Metode yang digunakan untuk mendapakan hasil akhir perhitungan Kode Golongan adalah angka terbesar dikurangi angka bawahnya;
  • Semua golongan dimulai dari kode angka 5, sebab angka 5 pada Mistis 312 dalam pandangan saya melambangkan / simbol ISLAM;
  • Islam berasal dari kata Arab “aslama-yuslimu-islaman” yang secara kebahasaan berarti “menyelamatkan”, misal teks “assalamu alaikum” yang berarti “semoga keselamatan menyertai kalian semuanya”. Islam atau Islaman adalah masdar (kata benda) sebagai bahasa penunjuk dari fi’il (kata kerja), yaitu “aslama” bermakna telah selamat (kala lampau) dan “yuslimu” bermakna “menyelamatkan” (past continous tense). Kata triliteral semitik ‘S-L-M’ menurunkan beberapa istilah terpenting dalam pemahaman mengenai keislaman, yaitu Islam dan Muslim. Kesemuanya berakar dari kata Salam yang berarti kedamaian. Kata Islam lebih spesifik lagi didapat dari bahasa Arab Aslama, yang bermakna “untuk menerima, menyerah atau tunduk” dan dalam pengertian yang lebih jauh kepada Tuhan. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Islam)
  • Benarkah manusia itu khalifah? Benarkah khalifah itu dilambangkan dengan bilangan 234 / 324? Jika benar, maka 5 itu harus terkait dengan 234 / 324. Atau setidak-tidaknya terkait dengan 32 sebab dalam Mistis 312 ini bahwa 5 adalah hasil dari 3 + 2. Lalu, golongan manakah yang sama sekali tidak terkait dengan 234 / 324 atau 32?
  • Amati pula golongan yang memiliki perhitungan mistis spirit negatif  6 – 5 = 1  |  3 – 2 = 1. Dua perhitungan ini bila digabungkan angka-angkanya menjadi 651 | 321. Atau bisa dibaca pula dengan cara pandang berbeda menjadi 165 | 312. Apa arti semua ini?
  • Dalam Mistis 312 dan Gerak Sang Pencipta dalam Angka:
    Mengapa 11 = 2  |  2 = 2  |  7 = 2  |  3 = 2  |  9 = 2 ? Jika kita yakin bahwa 2 adalah kode makhluk (manusia), tanda-tanda 11, 2, 7, 3, dan 9 itu ada semuanya dalam diri manusia. Saudaraku bisa mengamatinya. Setelah menemukan dan meyakininya, berikutnya Saudaraku bisa mengamati mengapa 4 = 3 = 2  |  5 = 3 = 2  dan  1 = 1  |  6 = 1  |  8  = 1. Semua ini adalah salah satu cara / pemikiran / metode yang bisa ditempuh untuk mengenal siapa diri kita sejatinya. Ingat, Matematika adalah Ilmu Suci. Angka-angka dalam Matematika tidak hanya bisa dilihat dari satu sudut saja, melainkan bisa dilihat pula dalam dan dari sudut pandang yang lain tanpa merusak kesuciannya.
  • Mistis 312 dan Gerak Sang Pencipta dalam Angka telah mengajari kita memandang angka dalam 4 sudut:
    • Angka [ 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ];
    • Gerak [ 1 2 2 3 3 1 2 1 2 ];
    • Operasional [Contoh: 312 = 3+1+2 = 6 = 1  |  312 = 3-1-2 = 0]
    • Mistis
      Contoh: Kembali pada 19 huruf basmallah. Ada 9 (sembilan) karakter yakni ba = 1; sin = 1; mim = 3; alif = 3; lam = 4; ha = 3; ro = 2; nun = 1; ya = 1. Jika dipecah per 3 huruf menghasilkan:
      – ba-sin-mim = 113 = 5 = 3 = 2;
      – alif-lam-ha = 343 = 10 = 1 = 1;
      – ro-nun-ya = 211= 4 = 3 = 2;
      Hasil dijumlahkan = 5104 = 19 = 10 = 1 | 313 = 7 = 2 | 212 = 5 = 3 = 2. Total = 122 = 5. Artinya bahwa 5 ternyata sangat erat kaitannya dengan 19. Maka jika digabungkan menjadi 519 atau 915 = 15 = 6 = 1. Semula yang nampak hanya angka 19 menunjukkan jumlah huruf pada basmallah (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ). Setelah dilihat dari sudut pandang mistis munculah bilangan baru 165 dan 9151.
  • Mistis 312 juga mengajari kita tentang istilah BILANGAN UTUH yakni bilangan yang secara mistis memiliki anggota 2 (dua) atau lebih angka dimana baik sisi kiri maupun kanan, bilangan tersebut bisa ditemukan. Contoh:
    • 53 tidak bisa disebut bilangan utuh sebab untuk arah ke kanan tidak ditemukan, dengan kata lain 52 bukan bilangan utuh sebab untuk arah ke kiri tidak ditemukan;
    • Tetapi 532 disebut bilangan utuh sebab ke arah kiri dibaca 523, begitu pula 2346 adalah bilangan utuh dimana untuk arah ke kanan 3246; dan sebagainya.
    • Contoh lain ketika kita bicara 7337, ini bukan bilangan yang utuh. Namun ketika 7337 dipandang secara mistis berubahlah ia menjadi bilangan-bilangan utuh seperti 48 | 312 | 5679 | 45 | 432 | 532.
    • Terkait dengan keindonesiaan 17 adalah bilangan yang utuh, 08 bilangan utuh, 1945 juga utuh. 17081945 adalah 1 (SATU) bilangan yang utuh. Apakah ini terkait dengan NKRI ? Lihat pula angka kode 17, 8, 1, 945, 2 pada gambar sketsa Gerak Sang Pencipta dalam Angka di atas. Apakah semua kode-kode angka tersebut hanya kebetulan belaka? Ingat, Total Angka Mistis 312 = 81. Indonesia Merdeka 17081945 / 1781945 = 1+7+8+1+9+4+5 = 35 = 8 = 1. Selanjutnya 81 = 9 = 2. APAKAH INI SEMUA HANYA KEBETULAN ?

Sketsa Indonesia 17-08-1945 dalam Spirit+

Dalam pandangan saya, Kemerdekaan Indonesia 17081945 memiliki makna yang sangat dalam. 4 (empat) angka terakhir hasil perhitungan seperti telah diuraikan di atas, 8192 bagi saya adalah bilangan utuh dengan 5 spirit:

  • Dhuh Gusti ingkang maha welas maha asih (19);
  • Gusti ingkang akarya jagad (82 = 10);
  • Mboten wonten pengeran kejawi panjenengan lan kawula percados bilih Muhammad punika utusan panjenengan (12);
  • Bilih ingkang pitulas punika leres saestu pitedah panjenengan (89 = 17);
  • Sedaya punika pepeling kagem umat manungsa (8192 = 20 = 2).

Satu 1-Nya angka yang jika dibelah (diparo) secara vertikal hasilnya tetap utuh adalah 8 sehingga menjadi 3 saling berhadapan. Karena itu Indonesia dengan 8192-nya bisa dibaca pula sebagai 3 + 3192. Maka 3192 = 1293 = Majapahit.

Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit)

Lalu angka 3 pecahannya? Saya memahami angka 3 melambangkan Ilmu (Ajaran Hidup dan Kehidupan). Karenanya kembali lagi ke atas bahwa 3 Ilmu itu adalah:


Referensi :

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an
  2. https://ulamak.wordpress.com/2015/10/01/mistisisme-al-ghazali/
  3. https://ulamak.wordpress.com/2015/10/01/kearifan-ajaran-kejawen/
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Muzzammil
  5. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_As-Saffat
  6. https://ulamak.wordpress.com/filosofi-772/tabir-alam/
  7. https://ulamak.wordpress.com/2015/09/28/empat-4-tahapan-alam-bagi-manusia/
  8. https://drive.google.com/file/d/0B1puzXftLZn0MERDOFV1WUV4UG8/view?usp=sharing
  9. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Baqarah
  10. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Fatihah
  11. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Az-Zumar
  12. https://ulamak.wordpress.com/2015/08/27/mencermati-angka-19-dalam-al-quran/
  13. https://cintashaliha.wordpress.com/2011/03/01/matematika-lafadz-allah-dibalik-angka-165/
  14. https://ulamak.wordpress.com/2015/09/24/menjawab-misteri-angka-123/
  15. http://www.spiritualresearchfoundation.org/indonesian/arti-tujuan-hidup-manusia
  16. https://id.wikipedia.org/wiki/Islam
  17. https://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit
  18. https://id.wikipedia.org/wiki/Tuhan
  19. https://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah

Catatan:

Pesan 7337 ini tersusun atas:

  • 2913 kata = 2+9+1+3 = 15 = 6 = 1;
  • Jumlah seluruh referensi 19 = 1+9 = 10 = 1+0 = 11;
  • Referensi Internal = 66 = 1;
    • Dijumlahkan = 616 = 13 = 4 = 3  |  111 = 3;
      • Total 33 = 6 = 1 = Alif (Alloh / Pencipta);
      • 3361 = 13 = 4 = 3 = 2 = Mim (Makhluk / Hamba);
      • 12 = 3 = Lam = Samudera Ilmu (Ajaran Hidup dan Kehidupan);
  • Angka tidak dihitung sebagai kata;
  • Sebuah referensi dihitung sebagai 1 kata sebab kata-kata sebuah referensi tidak dipisahkan oleh spasi.

والله أعلمُ بالـصـواب

Iklan
%d blogger menyukai ini: