Tabir Alam


bintang gemintang betebaran **********

rembulan menjadi saksi )

Langit hitam kelam

Bumi Surya pun menunduk pasti

Dan …

Semuanya bersimpuh di hadapan-Mu

Hanya Engkaulah pemilik jagat raya

Milik-Mu, milik-Mu segalanya

aku, adalah AKU


Email

  1. egranx11@gmail.com
  2. caping.gunung.trenggalek@gmail.com
  3. dulgani.amat.karjo@gmail.com

Email Pendukung:

  • ulamak.kodak@gmail.com
  • ulamak.lampung@gmail.com

Mobile

  • 085235028512  |  087755380001

 Referensi:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Bintang
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Bulan
  3. https://ulamak.wordpress.com/2015/08/31/al-quran-sains-tentang-langit/
  4. https://ulamak.wordpress.com/perihal/
  5. https://ulamak.wordpress.com/filosofi-772/
  6. https://ulamak.wordpress.com/perihal/rajah-leluhur/
  7. https://id.wikipedia.org/wiki/Mistisisme
  8. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah
  9. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-An%27am
  10. http://qitri.tripod.com/surah_01.htm
  11. https://darulqohar.wordpress.com/karakter-diri-di-balik-juz-al-quran/karakter-diri-juz-7-solidaritas-tinggi-dan-pendendam-sejati/
  12. https://darulqohar.wordpress.com/karakter-diri-di-balik-juz-al-quran/karakter-diri-juz-8-konsekuen-dan-bicara-seenaknya/
  13. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Ma%27idah
  14. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Furqan
  15. https://id.wikipedia.org/wiki/Tafsir_Alquran
  16. https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Quraish_Shihab
  17. http://zekr.org/quran/en/quran-for-linux
  18. https://en.wikipedia.org/wiki/Spirit
  19. https://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara
  20. https://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit
  21. https://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_Mada
  22. https://id.wikipedia.org/wiki/Aria_Wiraraja
  23. https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda
  24. https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Penyelidik_Usaha_Persiapan_Kemerdekaan_Indonesia
  25. https://id.wikipedia.org/wiki/Undang-Undang_Dasar_Negara_Republik_Indonesia_Tahun_1945
  26. https://id.wikipedia.org/wiki/Panitia_Persiapan_Kemerdekaan_Indonesia
  27. https://id.wikipedia.org/wiki/Dekret_Presiden_5_Juli_1959
  28. https://id.wikipedia.org/wiki/Sunda_Kelapa
  29. https://books.google.co.id/books?id=1BRJCAAAQBAJ&pg=PT242&lpg=PT242&dq=dulgani+bedji&source=bl&ots=uDDTxtEIos&sig=dHrIoERb55Ylq_phQM506HI-eL0&hl=id&sa=X&ved=0CCAQ6AEwAGoVChMI5Lj5h6HlxwIVhBSUCh37vQ0s#v=onepage&q=9%20July%2C%201888&f=false
  30. https://drive.google.com/file/d/0B1puzXftLZn0MERDOFV1WUV4UG8/view?usp=sharing
  31. https://drive.google.com/file/d/0B1puzXftLZn0anI5S0ExQWl0dkE/view?usp=sharing
  32. https://ms.wikipedia.org/wiki/Sistem_angka_Hindu-Arab

Halaman ini aku tulis sebagai rasa penghormatanku pada 3 (Tiga) Leluhur (Mbah Dulgani + Mbah Achmad Kardjo + Mbah Kasbit) dengan 9 (Sembilan) Filosofinya terkait Filosofi 772:

  • 772 tambah 3 = 775?
  • 772 kali 3 = 2316? dan
  • 772 pangkat 3 = 460099648?

Total = 775 + 2316 + 460099648 = 460102739 = 5 = Satu [1] Dua [3] Tiga [5] Empat [7] Lima [9] = 165?

QS. Al-An’aam = Binatang Ternak

Surat ke 6, Juz 7 dan Juz 8 = 21 = 3, Terdiri 165 ayat = 12 = 3Tafsir Muhammad Quraish Shihab = 21 = 3

1) Ada 2 (dua) Juz = 7110855 = 9?

Sedangkan ayat Al-An’aam yang terdapat di Juz 7 dimulai dari ayat 1 sampai 110, jadi total 110 ayat. Surah Al-Qur’an yang ke-110 adalah surah An-Nasr (pertolongan), boleh dibilang rasa solidaritas orang yang membawa karakter Juz ini tinggi. Bisa dibilang kegemarannya adalah menolong. Namun, hal ini juga berlaku sebaliknya, ia bisa menjadi seseorang yang akan selalu membutuhkan pertolongan orang lain.

Sedang ayat Al-An’aam yang terdapat pada Juz 8 dari ayat 111 sampai 165, jadi berjumlah 55 yang merujuk pada surah Ar Rahman sehingga ia memiliki sifat penyayang yang berlebih dibanding juz lainnya. Ia paling mudah tersentuh hatinya dan paling tidak bisa memendam perasaannya. Terlebih jika orang merengek-rengek mengharap belas kasihannya, bisa dipastikan ia akan mudah luluh. Sifat penyayangnya ini tak jarang membuka peluang orang lain yang mengerti tentang dirinya untuk memanfaatkannya. Sehingga seringkali ia ditipu dan mudah sekali dimanfaatkan orang lain. (Sumber: http://qitri.tripod.com/surah_01.htm)

2) 12 (dua belas) ayat diantaranya = 1.2.3.5.6.7.9.12.19.72.77.165 = 9?

  • الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ۖ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

(1) Pujian dan penghormatan bagi Allah yang menciptakan langit, bumi, kegelapan dan cahaya demi kemaslahatan manusia dengan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya. Namun, dengan nikmat yang besar seperti itu, ternyata orang-orang kafir tetap menyekutukan Allah dalam beribadah. (QS. Al-An’aam/6 : 1)

  • هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُّسَمًّى عِندَهُ ۖ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ

Dialah yang mula-mula menciptakan kalian dari tanah, (1) lalu menetapkan bagi kehidupan tiap orang di antara kalian suatu umur tertentu. Hanya wewenang Dia juga penentuan waktu pembangkitan dari kubur. Kemudian kalian, wahai orang-orang kafir, setelah itu memperdebatkan kemampuan Allah dalam pembangkitan, dan keberhakan-Nya untuk disembah. (1) Maksud ayat ini bisa dipahami bahwa penciptaan Adam a. s., bapak manusia, adalah dari tanah seperti yang tersebut dalam ayat- ayat lain, juga bahwa badan manusia terdiri atas semua unsur yang dipunyai oleh tanah. Tetapi, berkat kekuasaan-Nya, dari unsur- unsur itu Allah menciptakan suatu kehidupan sehingga terwujudlah manusia yang sempurna. (QS. Al-An’aam/6 : 2)

  • وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ

Hanya Dia sendirilah yang berhak disembah di langit dan di bumi. Dia mengetahui segala sesuatu yang kalian sembunyikan dan kalian perlihatkan serta mengetahui apa-apa yang kalian kerjakan dan akan membalas kalian atas hal itu. (QS. Al-An’aam/6 : 3)

  • فَقَدْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ أَنبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Sungguh, mereka telah mendustakan al-Qur’ân pada saat diturunkan kepada mereka. Padahal, al-Qur’ân adalah suatu kebanaran yang tidak akan pernah salah. Mereka pasti akan ditimpa siksaan dunia dan akhirat seperti yang telah diberitakan oleh al-Qur’ân. Kebenaran ancaman yang dulu mereka cemoohkan akan menjadi jelas. (QS. Al-An’aam/6 : 5)

  • أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّن لَّكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِم مِّدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُم بِذُنُوبِهِمْ وَأَنشَأْنَا مِن بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ

Apakah mereka tidak mengetahui bahwa Kami telah menghancurkan banyak bangsa sebelum mereka. Kami beri mereka sebagian faktor kekuatan untuk bertahan di bumi, yang belum pernah Kami berikan kepada kalian. Kami luaskan rezeki mereka, Kami turunkan kepada mereka hujan deras yang bermanfaat bagi kehidupan mereka, dan Kami alirkan sungai-sungai di bawah istana-istana mereka. Tetapi mereka tidak mensyukuri nikmat-nikmat itu. Maka, karena kesyirikan dan banyaknya dosa mereka itu, mereka Kami hancurkan lalu Kami ganti dengan bangsa lain yang lebih baik. (QS. Al-An’aam/6 : 6)

  • وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَابًا فِي قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُّبِي

Apabila Kami turunkan kepadamu, wahai Nabi, bukti kerasulanmu tertulis di atas kertas, lalu mereka melihatnya dengan mata kepala sendiri dan meyakininya dengan memegangnya, dengan keras kepala mereka mengatakan, “Yang kita pegang ini hanyalah sihir yang nyata.” (QS. Al-An’aam/6 : 7)

  • وَلَوْ جَعَلْنَاهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنَاهُ رَجُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِم مَّا يَلْبِسُونَ

Jika Kami memang menjadikan pendukung rasul dari seorang malaikat seperti yang mereka minta, maka Kami tentu akan membuatnya dalam bentuk manusia, agar mereka dapat menyaksikan dan memahaminya. Sebab, mereka tidak akan mampu melihat malaikat dalam bentuk aslinya. Lagi pula, tentu persoalannya bukan semakin jelas, dan mereka tetap mengira bahwa yang diutus itu adalah seorang manusia. Akhirnya, mereka Kami jerumuskan ke dalam kesalahan yang sama. (QS. Al-An’aam/6 : 9)

  • قُل لِّمَن مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُل لِّلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Katakan juga, “Siapakah pemilik langit dan bumi beserta isinya?” Bila mereka tidak menjawab, katakan, “Pemiliknya adalah Allah sendiri, tanpa sekutu.” Dia telah mewajibkan diri-Nya untuk menyayangi para hamba-Nya, tidak cepat-cepat menyiksa, dan menerima pertobatan mereka. Sungguh, Dia akan mengumpulkan kalian pada hari kiamat yang tiada keraguan padanya. Mereka yang menyia-nyiakan diri sendiri dan menjerumuskannya ke dalam siksaan, pada hari ini adalah mereka yang tidak mempercayai Allah dan hari perhitungan. (QS. Al-An’aam/6 : 12)

  • قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادَةً ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ شَهِيدٌ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا الْقُرْآنُ لِأُنذِرَكُم بِهِ وَمَن بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللَّهِ آلِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُل لَّا أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

Katakanlah, wahai Muhammad, kepada mereka yang tidak mendustakanmu dan meminta saksi atas kerasulanmu, “Saksi apa lagi yang lebih besar dan lebih bisa dipercaya?” Katakan pula, “Sungguh Allah adalah saksi paling besar antara kami dan kalian atas kebenaran misi yang aku bawa. Dia telah menurunkan al-Qur’ân kepadaku sebagai bukti kebenaranku, dan agar aku menjadikannya sebagai peringatan buat kalian dan semua orang yang kabarnya sampai kepada mereka. Al-Qur’ân adalah bukti dan saksi yang kuat atas kebenaranku, karena kalian tidak akan mampu mendatangkan yang semisalnya.” Tanyakan kepada mereka, “Kaliankah yang mengatakan, dengan penuh keyakinan, bahwa di samping Allah ada tuhan-tuhan lain?” Kemudian katakan juga, “Aku tidak bersaksi dan tidak mengatakan hal itu. Juga tidak menyetujui apa yang kalian lakukan. Yang benar dan berhak disembah hanyalah satu. Aku tidak bertanggung jawab atas berhala- berhala yang kalian jadikan sekutu Allah.” (QS. Al-An’aam/6 : 19)

  • وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَاتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Berpalinglah kalian dari orang-orang musyrik setelah mengajak mereka kepada petunjuk. Pergilah untuk menyembah Tuhan kalian. Kerjakanlah salat dengan sebaik-baiknya. Takutlah kepada Allah, dan laksanakan perintah-perintah-Nya. Karena di sisi-Nyalah kalian akan dikumpulkan. QS. Al-An’aam/6 : 72)

  • فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّي

Pada saat melihat bulan terbit, setelah itu, ia berkata dalam hatinya, “Ini Tuhanku.” Tetapi, setelah bulan itu pun tenggelam dan menjadi tampak ketidakbenaran sifatnya sebagai tuhan, ia mengatakan untuk mengarahkan kaumnya kepada pencarian hidayah, “Aku bersumpah, bila aku tidak ditunjuki Tuhanku kepada kebenaran, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang sesat.” (QS. Al-An’aam/6 : 77)

  • وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Allahlah yang menjadikan kalian sebagai pengganti umat-umat yang lalu dalam mengembangkan alam. Dia meninggikan derajat kesempurnaan materi dan maknawi sebagian kalian di atas yang lain, karena menempuh sebab-sebabnya? Itu semua agar Dia menguji kalian atas nikmat yang telah dikaruniakan-Nya, apakah kalian bersyukur atau tidak. Juga atas hukum-hukum syariat, apakah kalian laksanakan atau tidak. Allah Mahacepat hukumannya terhadap orang-orang yang melanggar. Sebab, hukuman-Nya pasti akan datang. Segala yang akan datang adalah dekat. Sesungguhnya ampunan-Nya terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang yang bertobat dan berbuat baik sangat besar. Kasih sayang-Nya kepada mereka amat luas. (QS. Al-An’aam/6 : 165)

3) Ayat sisanya = 165 – 12 = 153 = 9?

Bagaimana dengan QS. Al-Fatihah/1 dengan 7 ayat? QS. Al-Maidaa/5 dengan 120 ayat? Juga QS. Al-Furqaan/25 dengan 77 ayat? Begitu pula dengan Al-Qur’an surat-surat lainnya? Terkaitkah dengan QS. Al-An’aam/6?

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِي

Allah mengetahui segala macam hal yang gaib. Tidak ada yang mengetahui hal itu kecuali diri-Nya dan orang yang Dia beritahu sebagian ilmunya. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu yang ada di darat dan di laut. Daun–daun apa saja–yang jatuh, biji-bijian yang jatuh di perut bumi, atau sesuatu yang basah dan yang kering, semuanya diketahui oleh Allah dengan sempurna. (QS. Al-An’aam/6 : 59)

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُّسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dia yang menidurkan kalian di waktu malam, membuat kalian berjaga di waktu siang, dan mengetahui segala sesuatu yang kalian perbuat di waktu siang hingga tiap orang di antara kalian mencapai ajalnya. Kemudian, pada hari kiamat kelak, kalian akan kembali kepada Allah yang akan memberitahu dan memberi balasan kepada kalian atas perbuatan baik dan buruk yang pernah kalian perbuat. (QS. Al-An’aam/6 : 60)

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

Dia yang menaklukkan hamba-hamba-Nya dengan kekuasaan-Nya, dan yang mengutus malaikat- malaikat-Nya untuk menghitung perbuatan-perbuatan kalian sampai datang ajal dari masing-masing orang di antara kalian. Lalu nyawanya akan dicabut oleh malaikat-malaikat Kami yang Kami utus khusus untuk itu. Malaikat-malaikat itu tidak pernah melalaikan tugas yang dilimpahkan kepada mereka. (QS. Al-An’aam/6 : 61)


Spirit Sekelumit Peristiwa Nusantara

Kitab Negarakertagama mencantumkan wilayah-wilayah “Nusantara”, yang pada masa sekarang dapat dikatakan mencakup sebagian besar wilayah modern Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya, sebagian Kepulauan Maluku, dan Papua Barat) ditambah wilayah Malaysia, Singapura, Brunei dan sebagian kecil Filipina bagian selatan. Secara morfologi, kata ini adalah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa Kuna nusa (“pulau”) dan antara (lain/seberang).

  • Spirit 9

Majapahit

Lahirnya kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu tanggal 15 bulan Kartika tahun 1215 saka yang bertepatan dengan tanggal 10 November 1293. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Kerajaan ini menghadapi masalah. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora, dan Nambi memberontak melawannya, meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Pemberontakan Ranggalawe ini didukung oleh Panji Mahajaya, Ra Arya Sidi, Ra Jaran Waha, Ra Lintang, Ra Tosan, Ra Gelatik, dan Ra Tati. Semua ini tersebut disebutkan dalam Pararaton. 

Terkait dengan Gajah Mada. Terdapat dua wilayah di Pulau Jawa yang terbebas dari invasi Majapahit yakni Pulau Madura dan Kerajaan Sunda karena kedua wilayah ini mempunyai keterkaitan erat dengan Narrya Sanggramawijaya atau secara umum disebut dengan Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit (Lihat: Prasasti Kudadu 1294 dan Pararaton Lempengan VIII, Lempengan X s.d. Lempengan XII dan Invasi Yuan-Mongol ke Jawa pada tahun 1293) sebagaimana diriwayatkan pula dalam Kidung Panji Wijayakrama.

10111293 = 9?

Pengesahan UUD 1945

Naskah rancangan UUD 1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI). Nama Badan ini tanpa kata “Indonesia” karena hanya diperuntukkan untuk tanah Jawa saja. Di Sumatera ada BPUPKI untuk Sumatera. Masa Sidang Kedua tanggal 10-17 Juli 1945. Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

18081945 = 9?

Dekrit Presiden

KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG

Menetapkan pembubaran Konstituante;

Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia terhitung mulai hari tanggal penetapan dekrit ini dan tidak berlakunja lagi Undang-Undang Dasar Sementara.

Pembentukan Madjelis Permusjawaratan Rakyat Sementara, jang terdiri atas anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakjat ditambah dengan utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara akan diselenggarakan dalam waktu sesingkat-singkatnja.

Ditetapkan di Djakarta pada tanggal 5 Djuli 1959

05071959 = 9?

  • Spirit 7

Tragedi Sunda Kelapa 1527

Kerajaan Demak menganggap perjanjian persahabatan Sunda-Portugal tersebut sebagai sebuah provokasi dan suatu ancaman baginya. Lantas Demak menugaskan Fatahillah untuk mengusir Portugis sekaligus merebut kota ini. Maka pada tanggal 22 Juni 1527, pasukan gabungan Demak-Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) merebut Sunda Kelapa. Tragedi tanggal 22 Juni inilah yang hingga kini selalu dirayakan sebagai hari jadi kota Jakarta. Sejak saat itu nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta. Nama ini biasanya diterjemahkan sebagai kota kemenangan atau kota kejayaan, namun sejatinya artinya ialah “kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan atau usaha” dari bahasa Sanskerta, jayakṛta (Dewanagari जयकृत).

22061527 = 7?

  • Spirit 5

Geger Tjilegon 1888

…They finally decided that the time for action had arrived, and arranged that the revolt should commence in Tjilegon on Monday, 9 July, 1888 and that the attack on Serang should follow. After his final consultation with both Hadji Tubagus Ismail and Hadji Iskak in Saneja on the Sunday night preceding the outbreak of the rebellion, Hadji Wasid immediately went northward in order to conduct the last preparations in the district Bodjonegoro…

…The outburst in Tjilegon on 9 July 1888 was literally a complete surprise to them. Later investigations revealed to what extent the conspirators had held meetings in various places; the tarekat was allegedly used as a centre for meetings in order to pray and perform the dikir together. It was at such gatherings that the movement linked up the kjais as leaders of the plot in their respective regions. Under the cover of religion, experiences were exchanged and campaign strategy was discussed…

09071888 = 5?

Dari 5 (lima) peristiwa nusantara di atas sebenarnya saya hanya mencari-cari yang memiliki spirit 9, 7, dan 5 berdasarkan catatan lengkap tanggal, bulan, dan tahun sejarahnya. Tetapi setelah saya coba cermati, ternyata ada beberapa hal aneh dan ganjil dalam pandangan saya:

  • Tahun lahir Majapahit 1293 ada kemiripan dengan mistik angka Rajah Leluhur?;
  • 5 (lima) peristiwa = 99975 = 39 = 12 = 3?
  • Bahwa 3 (tiga) dari 5 (lima) peristiwa yakni Majapahit, Tragedi Sunda Kelapa, dan Dekrit Presiden secara mistis tak mungkin bisa dipisahkan:
    • Majapahit 1293 dan Tragedi Sunda Kelapa 1527:
      • 1527 = 15 = 6, 1293 = 15 = 6, sehingga 6 + 6 = 12 = 3?;
      • 1527 – 1293 = 234 = 9?
    • Tragedi Sunda Kelapa 1527 dan Dekrit Presiden 1959:
      • 1959 = 24 = 6, 1527 = 15 = 6, sehingga 6 + 6 = 12 = 3?;
      • 1959 – 1527 = 432 = 9?
    • Apakah angka-angka tersebut (3, 69, 12, 234, 432) hanya kebetulan saja? 36912234432 = 39 = 12 = 3?
  • Bahkan ke-5 peristiwa tersebut juga tak mungkin dapat dipisahkan nampak pada gambar mistis berikut:
Apakah angka-angka tersebut hanya kebetulan? Lihat kembali QS. Al-An’aam/6 : 59.

Apakah angka-angka tersebut hanya kebetulan? Lihat kembali QS. Al-An’aam/6 : 59.


Bangsa Indonesia Khalifah?

  • Kata khalifah dalam bentuk tunggal terulang dua kali dalam Al-Quran, yaitu dalam Al-Baqarah ayat 30 dan Shad ayat 26.
  • Ada dua bentuk plural yang digunakan oleh Al-Quran, yaitu:
    • Khalaif yang terulang sebanyak empat kali, yakni pada surah Al-An’am 165, Yunus 14, 73, dan Fathir 39.
    • Khulafa’ terulang sebanyak tiga kali pada surah-surah. Al-A’raf 7:69, 74, dan Al-Naml 27:62.

Keseluruhan kata tersebut berakar dari kata khulafa’ yang pada mulanya berarti “di belakang”. Dari sini, kata khalifah seringkali diartikan sebagai “pengganti” (karena yang menggantikan selalu berada atau datang di belakang, sesudah yang digantikannya). Sumber: Membumikan Al-Quran karya Muhammad Quraish Shihab

  • Khalifah 2 (dua) kali [Al-Baqarah ayat 30 dan Shad ayat 26]

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Allah Swt. telah menerangkan bahwa Dialah yang menghidupkan manusia dan menempatkannya di bumi. Lalu Dia menerangkan asal penciptaan manusia dan apa-apa yang diberikan kepadanya berupa pengetahuan tentang berbagai hal. Maka ingatlah, hai Muhammad, nikmat lain dari Tuhanmu yang diberikan kepada manusia. Nikmat itu adalah firman Allah kepada malaikat-Nya, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan makhluk yang akan Aku tempatkan di bumi sebagai penguasa. Ia adalah Adam beserta anak- cucunya. Allah menjadikan mereka sebagai khalifah untuk membangun bumi.” Dan ingatlah perkataan malaikat, “Apakah Engkau hendak menciptakan orang yang menumpahkan darah dengan permusuhan dan pembunuhan akibat nafsu yang merupakan tabiatnya? Padahal, kami selalu menyucikan-Mu dari apa-apa yang tidak sesuai dengan keagungan-Mu, dan juga selalu berzikir dan mengagungkan-Mu.” Tuhan menjawab, “Sesungguhnya Aku mengetahui maslahat yang tidak kalian ketahui.” (QS.Al-Baqarah/2: 30 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

Allah memberikan wahyu kepadanya dengan berfirman, “Hai Dâwûd, sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu sebagai khalifah Kami di muka bumi. Oleh karena itu, berilah keputusan di antara manusia sesuai dengan syariat Kami. Jangan mengikuti hawa nafsu dalam mengambil keputusan sehingga kamu keluar dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang keluar dari jalan Allah dengan mengikuti hawa nafsu akan mendapat azab yang pedih, karena lalai akan hari pembalasan. (QS.Shad/38: 26 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

3026 = 2?

  • Khalaif 4 (empat) kali [Al-An’am 165, Yunus 14, 73, dan Fathir 39]

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Allahlah yang menjadikan kalian sebagai pengganti umat-umat yang lalu dalam mengembangkan alam. Dia meninggikan derajat kesempurnaan materi dan maknawi sebagian kalian di atas yang lain, karena menempuh sebab-sebabnya? Itu semua agar Dia menguji kalian atas nikmat yang telah dikaruniakan-Nya, apakah kalian bersyukur atau tidak. Juga atas hukum-hukum syariat, apakah kalian laksanakan atau tidak. Allah Mahacepat hukumannya terhadap orang-orang yang melanggar. Sebab, hukuman-Nya pasti akan datang. Segala yang akan datang adalah dekat. Sesungguhnya ampunan-Nya terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang yang bertobat dan berbuat baik sangat besar. Kasih sayang-Nya kepada mereka amat luas. (QS. Al-An’aam/6 : 165 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ مِن بَعْدِهِمْ لِنَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

Kemudian Kami menjadikan kalian, wahai umat Muhammad, sebagai khalifah di bumi yang membangunnya setelah orang-orang terdahulu itu, untuk menguji kalian dan menampakkan pada kalian apa yang akan kalian pilih untuk diri kalian–ketaatan ataukah kedurhakaan–setelah kalian mengetahui apa yang terjadi atas orang-orang sebelum kalian. (QS. Yunus/10 : 14 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَمَن مَّعَهُ فِي الْفُلْكِ وَجَعَلْنَاهُمْ خَلَائِفَ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۖ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنذَرِينَ

Meskipun Nûh telah mncurahkan segala daya dan upaya untuk memberi petunjuk, mereka tetap bersikeras mendustakan dan memusuhinya. Maka Allah menyelamatkannya bersama orang-orang beriman yang menyertainya dalam sebuah bahtera. Kami jadikan mereka sebagai pembangun bumi setelah kemusnahan orang-orang kafir yang dihancurkan topan. Maka renungkanlah, wahai Muhammad, betapa buruknya akhir perjalanan orang-orang yang meremehkan peringatan. (QS. Yunus/10 : 73 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا ۖ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا

Allahlah yang menjadikan sebagian kalian mewarisi yang lain untuk membangun dan mengolah bumi. Dari itu, Dia berhak mendapatkan rasa syukur, bukannya kekufuran. Maka barangsiapa yang mengingkari Allah, dia akan mendapatkan dosa akibat kekufurannya. Di sisi Allah, sikap kufur mereka itu tidak menghasilkan apa-apa kecuali semakin bertambahnya murka Allah. Kekufuran mereka itu hanya menghasilkan kerugian yang besar.  (QS. Fathir/35 : 39 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

165147339 = 3?

  • Khulafa’ 3 (tiga) kali [Al-A’raf 7:69, 74, dan Al-Naml 27:62]

أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِن بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Kemudian Hûd berkata kepada mereka, “Apakah kalian heran dan merasa aneh dengan kedatangan peringatan berupa kebenaran melalui salah seorang di antara kalian yang mengingatkan akibat buruk dari perbuatan kalian? Tidak ada yang perlu diherankan!” Lalu Hûd menunjukkan musibah yang diderita orang-orang terdahulu yang mendustakan dan mengingatkan nikmat Allah kepada mereka dengan berkata, “Ingatlah ketika Tuhan menjadikan kalian pewaris negeri setelah kaum Nûh yang dihancurkan oleh Allah karena mendustakan Nûh. Dia telah memberikan kalian kekuatan fisik dan kekuasaan yang tangguh. Itulah nikmat yang semestinya harus membuat kalian beriman. Maka ingatlah nikmat-nikmat tersebut agar kalian beruntung.” (QS. Al-A’raf/7: 69 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِن بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Ingatlah ketika Allah menjadikan kalian pewaris-pewaris negeri ‘Ad. Dia menurunkan kalian di sebuah negeri sebagai tempat tinggal yang indah. Tanah-tanahnya yang datar kalian jadikan istana-istana yang megah. Gunung-gunungnya kalian pahat untuk dijadikan rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah ketika Dia menempatkan kalian di negeri seperti itu. Janganlah kalian berlaku semena-mena di muka bumi ini dengan menjadi perusak. (QS. Al-A’raf/7: 74 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَّعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

Tanyakan pula kepada mereka, wahai Muhammad, “Siapakah yang mengabulkan permohonan orang yang berdoa dalam keadaan kritis, dalam kesulitan luar biasa, lalu berlari mencari perlindungan dengan merendahkan diri dan khusyuk? Siapakah pula yang menolong manusia dari keburukan yang menimpanya? Siapakah yang mengangkat kalian sebagai khalifah di muka bumi sebagai pengganti orang-orang terdahulu? Tidak ada tuhan lain yang menyertai Allah sebagai pemberi karunia dan nikmat-nikmat itu. Akan tetapi kalian, wahai orang-orang kafir, sedikit sekali mengambil pelajaran.” (QS. Al-Naml/27: 62 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

697462 = 7?

Khalifah + Khalaif + Khulafa’ = 243 = 9 | 237 = 3 | 93 = 12 = 3. Apakah ini kebetulan?


Matematika Ilmu Suci?

  • QS. At-Taubah (Juz 10 dan 11, Surat ke 9, Sejumlah 129 ayat)

الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Orang-orang yang percaya kepada ke-Esa-an Allah dan berhijrah dari negeri kafir menuju negeri Islam serta menahan derita jihad di jalan Allah dengan mengorbankan harta dan jiwa, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah daripada orang-orang yang tidak memiliki sifat seperti itu. Merekalah orang-orang yang mendapat kemenangan berupa pahala dan kemuliaan dari Allah. (QS. At-Taubah/9 : 20 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

  • QS. Maryam (Juz 16, Surat ke 19, Sejumlah 98 ayat)

إِن كُلُّ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَٰنِ عَبْدًا

(Tidak ada) (seorang pun di langit dan di bumi melainkan akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba) yang hina dan tunduk patuh kepada-Nya kelak di hari kiamat, termasuk Uzair dan Isa juga. (QS. Maryam/19 : 93 – Tafsir Jalalayn)

لَّقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا

(Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti) maka tidak samar bagi-Nya mengenai jumlah mereka secara keseluruhan atau pun secara rinci dan tiada seorang pun yang terlewat dari perhitungan-Nya. (QS. Maryam/19 : 94 – Tafsir Jalalayn)

وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا

(Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri) tanpa harta dan tanpa pembantu yang dapat membelanya. (QS. Maryam/19 : 95 – Tafsir Jalalayn)

  • QS. Al-Jinn (Juz 29, Surat ke 72, Sejumlah 28 ayat)

إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا

(Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia) di samping Dia memperhatikan hal yang gaib kepada Rasul-Nya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya sebagai mukjizat bagi rasul itu (mengadakan) menjadikan dan memberlakukan (di muka) rasul itu (dan di belakangnya penjaga-penjaga) yang terdiri dari malaikat-malaikat untuk menjaganya, hingga rasul itu dapat menyampaikan hal tersebut, di antara sejumlah wahyu-wahyu-Nya kepada manusia. (QS. Al-Jinn/72 : 27 – Tafsir Jalalayn)

لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا رِسَالَاتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَيْءٍ عَدَدً

(Supaya Dia mengetahui) yakni supaya Allah menampakkan (bahwa) adalah bentuk takhfif dari anna. (sesungguhnya mereka itu telah menyampaikan) yakni rasul-rasul itu (risalah-risalah Rabbnya) di sini dipakai dhamir hum karena memandang segi makna yang terkandung di dalam lafal man (sedangkan, sebenarnya, ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka) diathafkan kepada lafal yang tidak disebutkan, lengkapnya ilmu mengenai hal tersebut telah diliputi oleh ilmu-Nya (dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu.”) lafal `adadan adalah tamyiz yang mengganti kedudukan maf`ulnya, asalnya ialah “ahshaa `adada kulli syai’in,” yakni Dia telah menghitung bilangan segala sesuatu. (QS. Al-Jinn/72 : 28 – Tafsir Jalalayn)

Detail Mistis Angka QS. At-Taubah + Maryam + Al-Jinn

  • Gabungan dari 3 (Juz + Ayat + Surat) **
    • Juz = 10111629 = 21 = 3?
    • Ayat = 1299828 = 39 = 12 = 3?
    • Surat = 91972 = 28 = 10 = 1?
    • Jumlah = 331 = 7 = 2?
  • 6 (enam) ayat khusus *
    • Satu (1) ayat QS. At-Taubah = 20 = 2?
    • Tiga (3) ayat QS. Maryam = 939495 = 39 = 12 = 3?
    • Dua (2) ayat QS. Al-Jinn = 2728 = 19 = 10 = 1?
    • Jumlah = 231 = 6 = 1?
  • Total = 331231 = 13 = 4 = 3? ***
  • Mari kita perhatikan:
    • Ayat = 1299828 = 39 = 12 = 3? Tiga (3) ayat QS. Maryam = 939495 = 39 = 12 = 3? Apakah ini hanya kebetulan?

1 : 81 = 0,012345679 …. Ups! Angka 8 terlewat, padahal angka yang lain secara periodik muncul. Hilangnya angka 8 adalah ilusi, dan nilai resiprokal angka 81 adalah “alamiah”, menghasilkan satu seri sistem desimal bilangan 0,1, 2 …. dan seterusnya; dan sistem itu bukan buatan manusia. Tetapi mengapa angka 8, bukan angka lainnya, yang “hilang”? Diduga, karena angka 8 berhubungan dengan angka 19. Bilangan prima ke-8 adalah 19.

Memang, secara mistis pun bahwa 19 = 10 = 1 dan 8 itu juga bisa dibaca sebagai 1. Lebih mistis lagi jika 764 = 213, maka 213 juga bisa dilihat sebagai 432 sebab 2 itu ada 4 | 1 itu ada 3 | dan 3 itu ada 2. Akhirnya 432 = 9 = 2 dan 213 = 6 = 1, artinya bahwa angka dalam pandangan saya hanya ada 2 (dua) yaitu 1 (melambangkan Alif = Alloh) dan 2 (melambangkan Mim = Makhluk). Dalam Alloh dan Makhluk terdapat samudera Ilmu maka 1 + 2 = 3 (melambangkan Lam = Ilmu). Kemudian kembali lagi 123 = 6 = 1, bahwa hakikatnya semua itu tidak ada kecuali 1 (Alif = Alloh).

Angka ini menggunakan model angka Hindu-Arab sebagai penghormatan pluralisme Keindonesiaan

Menggunakan Model Angka Hindu-Arab-Barat mengingat Hindu, Arab, dan Baratlah yang banyak mempengaruhi Indonesia dengan segala pluralismenya.


Catatan:

  1. Halaman ini terdiri atas 3921 kata = 3+9+2+1 = 15 = 6 = 1;
  2. Jumlah Referensi 34 = 3+4 = 7 = 2 [sekarang masih kurang 2 (dua) referensi], Referensi Internal = 4 = 3;
  3. Sketsa Filosofi 772 satu (1) dimensi:
Adalah Medium Filosofi Hidup dalam Angka. Apakah filosofi ini memiliki makna? Itu tergantung bagaimana kita memandangnya.

Adalah Medium Filosofi Hidup dalam Angka. Apakah filosofi ini memiliki makna? Itu tergantung bagaimana kita memandangnya.

Astaghfirulloha wa atuubu ilaih, wallohu a’lam bishowab.


Iklan
%d blogger menyukai ini: