Al-Qur’an Mistis


SAMUDRA MAKNA TERSIRAT TOTAL AL-QUR’AN

DALAM PERSPEKTIF ANGKA

( Part-1 )

Wahai Saudaraku. Jika dalam hidup ini yang kita ingin raih KEABADIAN SEJATI, maka 516 inilah pintunya (Insya Alloh). Mengapa? Ya. Karena kode ini jika angka-angkanya kita jumlahkan = 5+1+6 = 12 = 3  |  Empat angka terakhir (baca dari belakang) = 3216 = KEABADIAN. Bukankah kode ini jika angka-angkanya kita jumlahkan hasilnya TETAP / TIDAK BERUBAH / KEKAL / ABADI?  |  3+2+1+6 = 12 = 3  |  Empat angka terakhir (dari belakang) TETAP = 3216. Apakah ini hanya kebetulan saja? Mari sama-sama kita renungkan!

19-huruf-basmallah

Lafadz Basmallah terbentuk dari 19 huruf hijaiyah.

 

A.  Pengulangan Huruf dalam Basmallah

  1. Empat (4) Kali Pengulangan
    • (ل) Lam diulang empat kali pada posisi 5, 6, 9, 15
      • Dijumlahkan:
        • Metode I = 5 + 6 + 9 + 15 = 35 = 3+5 = 8  |  Tiga angka terakhir = 358 = PESAN UNTUK INDONESIA (a dream of Indonesia). Jika kode ini dikaitkan dengan keindonesiaan, dalam cara pandang saya dapat dibaca: Bagaimana mengelola SUMBER DAYA ALAM (8) yang melimpah ruah ini dengan ILMU (3) secara ISLAMI (5).
          —————
          Mengapa 358 saya katakan terkait keindonesiaan? Bukankah kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini tanggal 17 – 8 – 1945? Bukankah 1+7+8+1+9+4+5 = 35 = 3+5 = 8  |  Tiga angka terakhir = 358?
          —————
        • Metode II = 5 + 6 + 9 + 1 + 5 = 26 = 2+6 = 8  |  Tiga angka terakhir = 268 = HAMBA YANG BERIMAN (faithful slave). Sesungguhnya HARTA / SURGA (8) itu bisa diperoleh melalui perilaku MENGHAMBA / SUJUD (2) penuh KEIMANAN (6).
          —————
      • Disatupadu-urutkan (angka yang sama dilebur) = 1569  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+5+6+9 = 21 = 2+1 = 3  |  Tiga angka terakhir = 213 = KETUHANAN (godliness). Bagi manusia yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada pada dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1).
        —————
  2. Tiga (3) Kali Pengulangan
    • (ا) Alif diulang tiga kali pada posisi ke 4, 8, dan 14
      • Dijumlahkan:
        • Metode I = 4 + 8 + 14 = 26 = 2+6 = 8  |  Tiga angka terakhir = 268 = HAMBA YANG BERIMAN (faithful slave). Sesungguhnya HARTA / SURGA (8) itu bisa diperoleh melalui perilaku MENGHAMBA / SUJUD (2) penuh KEIMANAN (6).
          —————
        • Metode II = 4 + 8 + 1 + 4 = 17 = 1+7 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178 = JALAN MENUJU SURGA (way to heaven). Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya selalu DZIKIR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1). Menyadari dan meyakini sepenuhnya bahwa segala perbuatannya akan dipertanggungjawabkan dihadapan-NYA.
          —————
      • Disatupadu-urutkan (angka yang sama dilebur) = 148 |  Angka hasil dijumlahkan =  1+4+8 = 13 = 1+3 = 4  |  Tiga angka terakhir = 134 = KETUHANAN DALAM PERSPEKTIF IBLIS (divinity in perspective devil). Bagi iblis, ILMU (3) yang ada dalam dirinya hanya akan digunakan menentang perintah TUHAN (1) dan membuat KEJAHATAN (4).
        —————
    • (م) Miim juga diulang tiga kali pada posisi ke 3, 12, dan 19
      • Posisi 3, 12, dan 19 huruf miim jika dijumlahkan:
        • Metode I = 3 + 12 + 19 = 34 (banyaknya sujud dalam sholat wajib lima waktu). Kode 34 jika dicari selisihnya = 1, sedang jika dijumlahkan = 7. Maka terbentuklah sekarang kode baru 1347 = SHOLAT WAJIB LIMA WAKTU (the obligatory prayers five times a day). Kode 1347 sendiri jika angka-angkanya dijumlahkan = 1+3+4+7 = 15 = 1+5 = 6 | Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM (5) dan IHSAN (1).
          —————
        • Metode II = 3 + 1 + 2 + 1 + 9 = 16 = 1+6 = 7  |  Tiga angka terakhirnya = 167. Jika angka 6 pada kode ini dikaitkan dengan lamanya masa/waktu TUHAN menyempurnakan penciptaan alam semesta dalam tujuh langit dan tujuh bumi maka 6 ini = 4 dan 2 merujuk QS. Al-Fussilat/41 : 9 s/d 12 (Juz 24,25; Sejumlah 54 Ayat). Maka kode 167 sama dengan (diurutkan dari kecil) 1247 = KESEMPURNAAN PENCIPTAAN ALAM SEMESTA (perfection of creation of the universe). Bahwa ALLOH (1) telah menciptakan alam semesta ini dalam 4 masa, kemudian menyempurnakan bumi dan langit menjadi 7 lapis dalam 2 masa berikutnya.
          —————
          Makna Tersirat Ayat = 41 + (9+10+11+12) + (24+25) + 54 = 41 + (42) + (49) + 54 = 186  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+8+6 = 15 = 1+5 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM (5) dan IHSAN (1).
          —————
      • Ketiga angka ini jika disatupadu-urutkan (angka yang sama dilebur) = 1239. Kode ini jika kemudian diacak bisa menghasilkan 1293 = Majapahit. Kode 1239 sendiri jika angka-angkanya dijumlahkan = 1+2+3+9 = 15 = 1+5 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM (5) dan IHSAN (1).
        —————
        Perhatikan dengan seksama terkait huruf miim (م) di atas. Tiga cara perhitungan yang telah kita lakukan ternyata semuanya bermuara pada satu kode yakni 156. Apakah ini semua hanya kebetulan saja? Bukankah KEISLAMAN itu ajaran yang dibawa oleh Nabiyulloh MUHAMMAD (محمد) yang juga mengandung huruf miim (م)?
        —————
  3. Dua (2) Kali Pengulangan
    • (ر) Ro’ diulang dua kali pada posisi 10 dan 16
      • Dijumlahkan:
        • Metode I = 10 + 16 = 26 = 2+6 = 8  |  Tiga angka terakhir = 268 = HAMBA YANG BERIMAN (faithful slave). Sesungguhnya HARTA / SURGA (8) itu bisa diperoleh melalui perilaku MENGHAMBA / SUJUD (2) penuh KEIMANAN (6).
          —————
        • Metode II = 1+0+1+6 = 8  |  Tiga angka terakhir = 168. Kode ini juga bisa dimaknai sebagai HAMBA YANG BERIMAN (faithful slave). Sesungguhnya HARTA / SURGA (8) itu bisa diperoleh melalui perilaku mendekatkan / berserah diri  pada SANG PENCIPTA (1) dengan penuh KEYAKINAN (6).
          —————
      • Disatupadu-urutkan (angka yang sama dilebur) = 016 | Angka hasil dijumlahkan = 0+1+6 = 16 = 1+6 = 7 | Tiga angka terakhir = 167 = KESEMPURNAAN PENCIPTAAN ALAM SEMESTA (perfection of creation of the universe). Bahwa ALLOH (1) telah menyempurnakan penciptaan 7 lapis langit dan bumi alam semesta dalam 6 masa.
        —————
    • (ح) Hāʾ juga diulang dua kali pada posisi 11 dan 17
      • Dijumlahkan:
        • Metode I = 11 + 17 = 28 = 2+8 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
          —————
        • Metode II = 1+1+1+7 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
          —————
      • Disatupadu-urutkan (angka yang sama di lebur) = 17  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+7 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178. Kode ini juga bisa dibaca sebagai PESAN UNTUK INDONESIA (a dream of Indonesia). Jika kode ini dikaitkan dengan keindonesiaan, dalam cara pandang saya dapat dibaca: Bagaimana mengelola SUMBER DAYA ALAM (8) yang melimpah ruah ini selaras KALAM (7) TUHAN (1).
        —————
  4. Satu (1) Kali Pengulangan (Tidak Diulang)
    • Ada lima huruf yang tidak diulang. Huruf-huruf tersebut beserta posisinya adalah (ب) Ba’ = 1; (س) Sin = 2; (ه) Ha’ = 7; (ن) Nun = 13; dan (ي) Ya’ = 18
      • Dijumlahkan:
        • Metode I = 1 + 2 + 7 + 13 + 18 = 41 = 4+1 = 5  |  Tiga angka terakhir = 415 = HAKIKAT KEBAIKAN & KEJAHATAN (the reality of good and evil). Bahwa BAIK / BENAR / TERANG (5) dan JELEK / SALAH / GELAP / JAHAT (4) itu tetaplah menjadi milik dan rahasia ALLOH (1) semata.
          —————
        • Metode II = 1 + 2 + 7 + (1+3) + (1+8) = 23 = 2+3 = 5  |  Tiga angka terakhir = 235 = HAKIKAT ILMU DALAM ISLAM (the nature of science in Islam). Bahwa hakikat ILMU (3) dalam ISLAM (5) adalah sarana / media agar kita bisa selalu SUJUD (2). Atau bisa pula saya baca: ISLAM (5) adalah ILMU (3) untuk menyucikan RUH (2).
          —————
      • Disatupadu-urutkan (angka yang sama di lebur) = 12378 | Angka hasil dijumlahkan = 1+2+3+7+8 = 21 = 2+1 = 3 | Tiga angka terakhir = 213 = KETUHANAN (godliness). Sekali lagi kita diingatkan: Bagi manusia yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada pada dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1).

Wahai Saudaraku. 19 huruf basmallah dan terbaginya ke dalam 4 struktur di atas seharusnya menyadarkan kita untuk tidak lagi meragukan bahwa ayat yang dibawa oleh beliau NABI MUHAMMAD (محمد) ini benar-benar datang dari SANG MAHA TUNGGAL (1

  1. 19 huruf basmalllah dijumlahkan = 1+9 = 10 = 1 + 0 = 1 = ALLOH;
    —————
  2. Angka 1 hingga 19 huruf basmallah itu = (1+2+3+4+5+6+7) + (8+9+10+11+12+13) + (14+15+16+17+18+19) = 28 + 63 + 99 = 190  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+9+0 = 10 = 1+0 = 1 = ALLOH;
    —————
  3. Terbagi dalam 4 Struktur yakni 1,2,3,4  |  Jika kode ini dijumlahkan = 1+2+3+4 = 10 = 1+0 = 1 = ALLOH;
    —————
  4. Kata Muhammad sendiri dalam huruf hijaiyah terdiri dari 4 huruf yakni 1 = ﴾م﴿ Mim; 2 = ﴾ح﴿ Hāʾ; 3 = ﴾م﴿ Mim; dan 4 = ﴾د﴿ Dal  |  Dijumlahkan = 1+2+3+4 = 10 = 1+0 = 1 = ALLOH;
    —————
  5. Nabi Muhammad SAW sebagai penerima wahyu lahir 20 April 571 M.  |  Jika angka tanggal lahir ini dijumlahkan = (2+0) + 4 + (5+7+1) = (2) + 4 + (13) = 19  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+9 = 10 = 1+0 = 1 = ALLOH;
    —————
  6. Basmallah adalah QS. Al-Fatihah/1 : 1 (Juz 1; Sejumlah 7 Ayat) sebagai berikut:
    —————
    بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
    —————
    Surat ini dimulai dengan menyebut nama Allah–satu-satunya Tuhan yang berhak disembah–Yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan tersucikan dari segala bentuk kekurangan. Dialah Pemilik rahmah (sifat kasih) yang tak habis-habisnya, Yang menganugerahkan segala macam kenikmatan, baik besar maupun kecil. (QS. Al-Fatihah/1 : 1 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat Ayat = 1 + 1 + 1 + 7 = 10  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+0 = 1 = ALLOH.
    —————
    Apakah ini semua Saudaraku anggap hanya kebetulan saja?
    Mari sama-sama kita renungkan!
    —————

B.  Tiga Kata/Kalimat dalam Basmallah

  1. (بسم الله) Bismillah
    —————
    Bismillah menempati posisi 1 s/d 7  |  Dijumlahkan = 1+2+3+4+5+6+7 = 28  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+8 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain. Kode-kode ini bisa kita kaitkan:

    • 10  |  QS. Yunus/10 : 1 s/d 109 (Juz 11; Sejumlah 109 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat: 10 + (1+2+3+ … +109) + 11 + 109 = 10 + (5995) + 11 + 109 = 6125  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+1+2+5 = 14 = 5  |  Tiga angka terakhir = 145 = HAKIKAT KEBAIKAN & KEJAHATAN (the reality of good and evil). Bahwa BAIK / BENAR / TERANG (5) dan JELEK / SALAH / GELAP / JAHAT (4) itu tetaplah menjadi milik dan rahasia ALLOH (1) semata.
      —————
    • 101  |  QS. Yunus/10 : 1 (Juz 11; Sejumlah 109 Ayat)
      —————
      الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ
      —————
      (Alif, laam, raa) hanya Allahlah yang mengetahui maksudnya. (Inilah) artinya ayat-ayat ini (ayat-ayat Alkitab) yakni Alquran. Diidhafatkan lafal ayaatul pada lafal Alkitab mengandung makna min, yakni bagian daripada Alquran (yang mengandung hikmah) yang padat akan hikmah-hikmah. (QS. Yunus/10 : 1 – Tafsir Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat Ayat = 10 + 1 + 11 + 109 = 131 | Angka hasil dijumlahkan = 1+3+1 = 5 | Tiga (3) angka terakhir = 315 = ISLAM SEBAGAI ILMU TUHAN (Islam as the science of God). Bahwa ILMU (3) dalam ISLAM (5) adalah sarana untuk mendekatkan / berserah diri pada SANG PENCIPTA (1).
      —————
    • Total Makna Tersirat Bismillah = 101 + 145 + 315 = 561  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+6+1 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
      —————
  2. الرحمن﴿ Ar-Rohman
    —————
    Ar-Rohman menempati posisi 8 s/d 13 | Dijumlahkan = 8+9+10+11+12+13 = 63 | Angka hasil dijumlahkan = 6+3 = 9 | Tiga angka terakhir = 639 = ULAMA / ILMUWAN (theologian / scientists). ULAMA / ILMUWAN (9) adalah mereka yang BERILMU (3) sekaligus BERIMAN (6). Kode-kode ini bisa kita kaitkan:

    • 63  |  QS. Al-Munafiqun/63 : 1 s/d 11 (Juz 28; Sejumlah 11 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat: 63 + (1+2+3+ … +11) + 28 + 11 = 63 + (66) + 28 + 11 = 168 | Angka hasil dijumlahkan = 1+6+8 = 15 = 6 | Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM (5) dan IHSAN (1).
      —————
    • 639  | QS. Al-Munafiqun/63 : 9 (Juz 28; Sejumlah 11 Ayat)
      —————
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّـهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
      —————
      Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, jangan sampai perhatian kalian kepada harta dan anak melalaikan kalian dari mengingat Allah dan melaksanakan kewajiban-Nya atas kalian. Siapa yang disibukkan oleh harta dan anak sehingga melalaikan itu semua, maka mereka adalah orang-orang yang merugi pada hari kiamat. (QS. Al-Munafiqun/63 : 9 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat Ayat = 63 + 9 + 28 + 11 = 111 | Angka hasil dijumlahkan = 1+1+1 = 3 | Tiga (3) angka terakhir = 113 = FUNGSI ILMU (the function of science). Bahwa sebagian daripada fungsi ILMU (3) adalah agar kita tidak terjebak ke dalam perilaku MENDUAKAN TUHAN (11).
      —————
    • Total Makna Tersirat Ar-Rohman = 639 + 156 + 113 = 908 | Angka hasil dijumlahkan = 9+0+8 = 17 = 8 | Tiga angka terakhir = 178 = JALAN MENUJU SURGA (way to heaven). Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya selalu DZIKIR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1). Menyadari dan meyakini sepenuhnya bahwa segala perbuatannya akan dipertanggungjawabkan dihadapan-NYA.
      —————
  3. (الرحيم) Ar-Rohim
    —————
    Ar-Rohim menempati posisi 14 s/d 19 | Dijumlahkan = 14+15+16+17+18+19 = 99 | Angka hasil dijumlahkan = 9+9 = 18 = 1+8 = 9 | Tiga angka terakhir = 189 = KESOMBONGAN (the nature of vanity). Bahwa yang pantas SOMBONG (9) itu hanyalah pencipta sekaligus penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1), bukan yang lain. Kode-kode ini bisa kita kaitkan:

    • 18  |  QS. Az-Kahfi/18 : 1 s/d 110 (Juz 15,16; Sejumlah 110 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat: 18 + (1+2+3+ … +110) + (15+16) + 110 = 18 + (6105) + (31) + 110 = 6264 | Angka hasil dijumlahkan = 6+2+6+4 = 18 = 9 | Tiga angka terakhir = 189 = KEABADIAN (eternity).  Sesungguhnya tidak ada yang bisa disebut kekal / abadi kecuali SANG MAHA PERKASA (9) pencipta, pemilik, dan penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1).
      —————
    • 189  |  QS. Al-Kahfi/18 : 9 (Juz 15,16; Sejumlah 110 Ayat)
      —————
      أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا
      —————
      Orang-orang yang hanyut dalam godaan dunia dan kesenangan hidup benar-benar mengingkari adanya hari kebangkitan. Padahal, berbagai peristiwa yang telah terjadi menunjukkan adanya kehidupan sesudah tidur yang amat panjang. Kisah tentang penghuni gua di sebuah gunung dan lempengan yang bertuliskan nama-nama mereka setelah mereka mati, bukan satu-satunya kisah yang menakjubkan, meskipun merupakan kisah yang luar biasa. Kisah itu tidak lebih menakjubkan dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang lain. (QS. Al-Kahfi/18 : 9 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat Ayat: 18 + 9 +(15+16) + 110 = 168 | Angka hasil dijumlahkan = 1+6+8 = 15 = 1+5 = 6 | Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM (5) dan IHSAN (1).
      —————
    • Total Makna Tersirat Ar-Rohim = 189 + 189 + 156 = 534 | Angka hasil dijumlahkan = 5+3+4 = 12 = 3 | Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).

Ternyata dengan menggunakan metode seperti di atas bahwa Total Makna Tersirat ketiga kata/kalimat dalam Basmallah adalah Bismillah (123) + Ar-Rohman (178) + Ar-Rohim (123) = 424  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+2+4 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.

Wahai Saudaraku. Ternyata hasilnya sama dengan jumlah huruf Basmallah = 19 = 1+9 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101Apakah ini hanya kebetulan saja? Mari sama-sama kita renungkan!

C.  Kode 929 dalam Basmallah

Masih terkait dengan tiga kata/kalimat dalam basmallah yakni Bismillah (1 s/d 7), Ar-Rohman (8 s/d 13), dan Ar-Rohim (14 s/d 19). Sekarang kita ulang perhitungannya sebagai berikut:

  • Bismillah = 1+2+3+4+5+6+7 = 28 = 2+8 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101;
  • Ar-Rohman = 8+9+10+11+12+13 = 63 = 6+3 = 9  |  Tiga angka terakhir = 639;
  • Ar-Rohim = 14+15+16+17+18+19 = 99 = 9+9 = 18 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189;
    ————–
    Total tiga angka terakhir = 101 + 639 + 189 = 929  |  Angka hasil dijumlahkan = 9+2+9 = 20 = 2  |  Tiga angka terakhir = 202 = PANDAI BERSYUKUR / PENYABAR & TAWAKKAL (clever grateful / human patient and trust). Hanya mereka yang senantiasa SUJUD (2) dan selalu SUJUD (2) disertai perilaku TIRAKAT / SYUKUR / IKHLAS / SABAR & TAWAKKAL (0) yang paling layak menyandang predikat sebagai MANUSIA SEJATI. Ternyata melalui pintu kode Basmallah 929 ini kita temukan kode Total Al-Qur’an 202. Kode 929 sendiri bisa kita kaitkan dengan:
    —————
  • QS. Al-Lail/92 : 1 s/d 21 (Juz 30; Sejumlah 21 Ayat)
    —————
    Makna Tersirat: 92 + (1+2+3+ … +21) + 30 + 21 = 92 + (231) + 30 + 21 = 374  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+7+4 = 14 = 5 | Tiga angka terakhir = 145 =  HAKIKAT KEBAIKAN & KEJAHATAN (the reality of good and evil). Bahwa BAIK / BENAR / TERANG (5) dan JELEK / SALAH / GELAP / JAHAT (4) itu tetaplah menjadi milik dan rahasia ALLOH (1) semata.
    —————
  • QS. Al-Lail/92 : 9 (Juz 30; Sejumlah 21 Ayat) juga memberitahu kita tentang keabadian sebagai berikut:
    —————
    وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ
    —————
    Sedangkan orang yang kikir dengan hartanya, sehingga tidak melaksanakan hak Allah yang ada pada harta itu, dan merasa cukup dengan kekayaan sehingga tidak butuh kepada apa yang ada di sisi Allah serta mendustakan adanya hal-hal yang baik, maka Kami akan menyiapkan baginya jalan untuk menuju kepada hal-hal yang mengantarkannya kepada kesulitan dan kecelakaan yang abadi. (QS. Al-Lail/92 : 9  – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat Ayat = 92 + 9 + 30 + 21 = 152 | Angka hasil dijumlahkan = 1+5+2 = 8 | Tiga (3) angka terakhir = 528. Kode ini juga bisa dibaca sebagai JALAN MENUJU SURGA (way to heaven). Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya selalu SUJUD (2) secara ISLAM (5).
    —————
  • Total Makna Tersirat = 929 + 145 + 528 = 1602  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+6+0+2 = 9  |  Empat angka terakhir = 6029 = MENGENDALIKAN KEANGKUHAN (controlling vanity). Bahwa KEANGKUHAN / KESOMBONGAN (9) itu sesungguhnya bisa dikendalikan melalui perilaku SUJUD (2) disertai TIRAKAT / PUASA / SYUKUR / SABAR & TAWAKKAL (0) penuh KEYAKINAN (6).
    —————
    Pertanyaannya, “Sujud secara Islam itu bentuknya yang bagaimana?” Jawabnya ada di dalam kode 6029. Bilangan ini dalam spirit 34 (banyaknya sujud dalam ibadah sholat lima waktu) bisa diuraikan sebagai berikut:
  • Tiga (3) Angka = 029  |  Dijumlahkan = 0+2+9 = 11 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11).
    —————
  • Empat (4) Angka 6209  |  Dijumlahkan = 6+0+2+9 = 17 = SHOLAT LIMA WAKTU. Jika diteruskan = 1+7 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178 = JALAN MENUJU SURGA (way to heaven). Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya senantiasa DZIKR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1). Dan DZIKR mengingat SANG PENCIPTA yang wajib itu adalah ibadah SHOLAT (17) rekaat. Apakah ini hanya kebetulan saja? Mari sama-sama kita renungkan!

Jika Saudaraku baru pertama kali membaca tulisan di blog ini, maka ada baiknya untuk bisa memahami pembahasaan angka ke dalam kata / kalimat, terlebih dahulu lihatlah artikel-artikel sebelumnya terutama Mengenal Karakter Diri Lewat Angka dan Jari-Jemari Tuhan.


KESESUAIAN KODE TERSIRAT ANGKA-ANGKA SAMUDRA

DALAM ARTI RIIL MANUSIA MODERN

Samudra (juga dieja samudera) atau lautan (dari bahasa Sanskerta) adalah laut yang luas dan merupakan massa air asin yang sambung-menyambung meliputi permukaan bumi yang dibatasi oleh benua atau pun kepulauan yang besar.

  1. … Samudra meliputi 71% permukaan bumi, dengan area sekitar 361 juta kilometer persegi, isi samudra sekitar 1.370 juta km³, dengan kedalaman rata-rata 3.790 meter. (Perhitungan tersebut tidak termasuk laut yang tak berhubungan dengan samudra, seperti Laut Kaspia) … (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra)
    —————
  2. … Samudra Indonesia atau Samudra India adalah kumpulan air terbesar ketiga di dunia, meliputi sekitar 20% permukaan air Bumi. Di utara dibatasi oleh selatan Asia; di barat oleh Jazirah Arabia dan Afrika; di timur oleh Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, dan Australia; di selatan oleh Antartika. Samudra ini dipisahkan dengan Samudra Atlantik oleh 20° timur meridian, dan dengan Samudra Pasifik oleh 147° timur meridian … (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Hindia)
    —————
    Perhatikan kalimat yang mengandung angka-angka pada kutipan di atas:

    • Samudera meliputi 71% permukaan bumi  |  7+1 = 8  |  Tiga angka terakhir = 718. Jika diurutkan dari angka kecil = 178. Jika ini benar, maka sisanya ada 29% = 2+9 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112;
    • Dengan area sekitar 361 juta kilometer persegi  |  3+6+1 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101. Jika kata persegi dimaksud 361² = 130.321  |  1+3+0+3+2+1 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir tetap = 101;
    • Isi samudra sekitar 1.370 juta km³  |  1+3+7+0 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112. Jika kata km³ maksudnya 1.370³ = 2.571.353.000  |  2+5+7+1+3+5+3+0+0+0 = 26 = 2+6 = 8  |  Tiga angka terakhir = 268;
    • Dengan kedalaman rata-rata 3.790 meter  |  3+7+9+0 = 19 = 1+9 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101;
    • Samudera Indonesia … meliputi sekitar 20% permukaan air Bumi  |  2+0 = 2  |  Tiga angka terakhir = 202;
    • Dan dengan Samudra Pasifik oleh 147° timur meridian  |  1+4+7 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123.

Saudaraku. Bilangan-bilangan yang saya beri warna merah pada perhitungan di atas adalah kode Makna Tersirat Total Al-Qur’an dalam Perspektif Angka. Tetapi ada satu kode yang belum nampak di sini yakni 189 / simbol KEABADIAN. Ternyata setelah saya cermati, kode tersebut tersembunyi di balik bilangan 147. Kode ini jika dipecah menjadi angka satuan dapat kita kaitkan dengan:

  • 1  |  QS. Al-Fatihah/1 : 1 s/d 7 (Juz 1; Sejumlah 7 Ayat)
    —————
    Makna Tersirat: 1 + (1+2+3+ … + 7) + 1 + 7 = 1 + (28) + 1 + 7 = 37 | Angka hasil dijumlahkan = 3+7 = 10 = 1+0 = 1 | Tiga angka terakhir = 101;
    —————
  • 4  |  QS. An-Nisa’/4 :  1 s/d 176  (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
    —————
    Makna Tersirat: 4 + (1+2+3+ … + 176) + (4+5+6) + 176 = 4 + (15576) + (15) + 176 = 15771 | Angka hasil dijumlahkan = 1+5+7+7+1 = 21 = 2+1 = 3 | Tiga angka terakhir = 213;
    —————
  • 7  |  QS. Al-A’raf/7 : 1 s/d 206  (Juz 8,9; Sejumlah 206 Ayat)
    —————
    Makna Tersirat: 7 + (1+2+3+ … + 206) + (8+9) + 206 = 7 + (21321) + (17) + 206 = 21551  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+1+5+5+1 = 14  = 1+4 = 5  |  Tiga angka terakhir = 145;
    —————
    Total 147 = 101 + 213 + 145 = 459  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+5+9 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189.
Tabel Luas Samudra
No Samudra Luas Km² Tersirat *)
1 Pasifik termasuk  laut di sekitarnya 179700000 246
2 Atlantik termasuk  laut di sekitarnya 106450000 167
3 Arktik Termasuk laut  di sekitarnya 14056000 167
4 Hindia Termasuk laut di sekitarnya 68556000 303
5 Antartika Termasuk laut di sekitarnya 20327000 145
Total 883
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra

Tersirat *) adalah hasil penjumlahan angka pada Luas Km² misalnya Samudra Hindia 68556000 = 6+8+5+5+6+0+0+0 = 30 = 3+0 = 3  |  Tiga angka terakhir = 303. Sekarang perhatikan terhadap Total Tersirat = 883. Bilangan ini jika angka-angkanya dijumlahkan = 8+8+3 = 19 = 1+9 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101. Tetapi jika 19 dicari selisihnya = 9-1 = 8  |  Tiga angka terakhir (diurutkan) = 189.


TABEL MISTIS ANGKA AL-QUR’AN

Sumber Data Utama: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah

Keindonesiaan Surat Juz Ayat Surat + Juz +
Ayat
Angka Hasil Dijumlahkan Selisih
8 & 9
A 114 30 6236 6380 = 17 = 8
1
B *) 6555 465 19446966 19453986 = 45 = 9

Tabel di atas adalah potongan dari tabel besar Perhitungan Angka Al-Qur’an. Tabel selengkapnya dapat dilihat di https://docs.google.com/spreadsheets/. B *) adalah hasil penjumlahan bilangan A. Misalnya 30 Juz = 1+2+3+ … + 30 = 465. Angka akhir perhitungan tabel di atas memberitahu kita tentang keindonesiaan 17 – 8 – 1945. Bahkan tanpa angka surat dan juz (hanya angka ayat saja) akan memberikan hasil yang sama sebagai berikut:

  • A = 6236  |  Dijumlahkan = 6+2+3+6 = 17 = 8;
  • B = 19446966  |  Dijumlahkan = 1+9+4+4+3+9+8+6 = 45 = 9;
  • Selisih angka terakhir = 9 – 8 = 1.
    —————
    Apakah ini hanya kebetulan saja? Mari sama-sama kita renungkan!

Saudaraku. Jika dari perhitungan tersebut masing-masing kita ambil satu angka terakhirnya (diurutkan) = 189 = KESOMBONGAN (the nature of vanity). Bahwa yang pantas SOMBONG (9) itu hanyalah pencipta sekaligus penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1), bukan yang lain. Kode ini dalam cara pandang saya adalah 1 di antara 6 kode makna tersirat Total Al-Qur’an yakni 123, 101, 178, 112, 189, dan 202 (perhitungan detailnya dapat dilihat pada Google Sheet tautan Referensi di bawah). Struktur MAKNA TERSIRAT TOTAL AL-QUR’AN dalam cara pandang saya tersusun dalam kode 516 sebagai berikut:

  • LIMA (5)
    1. 123  |  KETUHANAN (godliness)
      —————
      Bahwa ILMU (3) adalah sarana untuk SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1), bukan untuk yang lain. Kode ini terkait dengan:

      •  QS. Yusuf/12 : 1 s/d 111 (Juz 12,13; Sejumlah 111 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 12 + (1+2+3+…+111) + (12+13) + 111 = 12 + (6216) + (25) + 111 = 6364  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+3+6+4 = 19 = 1+9 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
        —————
      • QS. Yusuf/12 : 3 (Juz 12,13; Sejumlah 111 Ayat)
        —————
        نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَـٰذَا الْقُرْآنَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ
        —————
        Kami menyampaikan kepadamu, Muhammad, kisah yang paling baik dengan cara mewahyukan kitab suci al-Qur’ân ini kepadamu. Sebelum menerima wahyu itu kamu termasuk orang-orang yang belum mengetahui isinya dan yang mengandung nasihat-nasihat dan ayat-ayat yang jelas. (QS. Yusuf/12 : 3 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
        —————
        Makna Tersirat: 12 + 3 + (12+13) + 111 = 151 | Angka hasil dijumlahkan = 1+5+1 = 7 | Tiga angka terakhir = 517 = INTISARI ISLAM (the essence of Islam). Bahwa Intisari ISLAM (5) adalah IBADAH SHOLAT (17).
        —————
      • Total = 123 + 101 + 517 = 741  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+4+1 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123.
        —————
    2. 101  |  BERSERAH DIRI (God’s will)
      —————
      Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain. Kode ini terkait dengan:

      • QS. Yunus/10 : 1 s/d 109 (Juz 11; Sejumlah 109 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 10 + (1+2+3+…+109) + 11 + 109 = 11 + (5995) + (25) + 111 = 6125  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+1+2+5 = 14 = 5  |  Tiga angka terakhir = 145 = HAKIKAT KEBAIKAN & KEJAHATAN (the reality of good and evil). Bahwa BAIK / BENAR / TERANG (5) dan JELEK / SALAH / GELAP / JAHAT (4) itu tetaplah menjadi milik dan rahasia ALLOH (1) semata.
        —————
      • QS. Yunus/10 : 1 (Juz 11; Sejumlah 109 Ayat)
        —————
        الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ
        —————
        (Alif, laam, raa) hanya Allahlah yang mengetahui maksudnya. (Inilah) artinya ayat-ayat ini (ayat-ayat Alkitab) yakni Alquran. Diidhafatkan lafal ayaatul pada lafal Alkitab mengandung makna min, yakni bagian daripada Alquran (yang mengandung hikmah) yang padat akan hikmah-hikmah. (QS. Yunus/10 : 1 – Tafsir Jalalayn)
        —————
        Makna Tersirat Ayat = 10 + 1 + 11 + 109 = 131 | Angka hasil dijumlahkan = 1+3+1 = 5 | Tiga (3) angka terakhir = 315 = ISLAM SEBAGAI ILMU TUHAN (Islam as the science of God). Bahwa ILMU (3) dalam ISLAM (5) adalah sarana untuk mendekatkan / berserah diri pada SANG PENCIPTA (1).
        —————
      • Total = 101 + 145 + 315 = 561  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+6+1 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123.
        —————
        Kode 101 juga terkait erat dengan QS. Al-Qari’ah/101 : 1 s/d 11 (Juz 30; Sejumlah 11 Ayat) sebagai berikut

        • الْقَارِعَةُ
          —————
          (Hari kiamat) dinamakan Al-Qaari’ah karena kengerian-kengerian yang terjadi di dalamnya sangat menggentarkan kalbu. (QS. Al-Qari’ah/101 : 1 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        • مَا الْقَارِعَةُ
          —————
          (Apakah hari kiamat itu?) ungkapan ini menggambarkan tentang kengeriannya; ayat yang pertama dan ayat yang kedua merupakan Mubtada dan Khabarnya. (QS. Al-Qari’ah/101 : 2 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        • وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ
          —————
          (Tahukah kamu) atau apakah kamu tahu (apakah hari kiamat itu?) ungkapan ayat ini menambah kengerian yang terdapat di hari kiamat. Lafal Maa yang pertama adalah Mubtada sedangkan lafal sesudahnya yaitu lafal Adraaka merupakan Khabarnya; dan Maa yang kedua berikut Khabarnya berkedudukan sebagai Maf’ul kedua dari lafal Adraa. (QS. Al-Qari’ah/101 : 3 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        • يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ
          —————
          (Pada hari itu) dinashabkan oleh lafal yang disimpulkan dari pengertian yang terkandung di dalam lafal Al-Qaari’ah yakni lafal Taqra’u, artinya pada hari yang menggentarkan itu (manusia adalah seperti anai-anai yang dihambur-hamburkan) atau seakan-akan belalang-belalang yang dihambur-hamburkan; sebagian di antaranya terbang beriring-iringan dengan yang lainnya secara semrawut. Demikian itu karena mereka dalam keadaan kebingungan, hal ini terus berlangsung hingga mereka dipanggil untuk menjalani perhitungan amal perbuatan. (QS. Al-Qari’ah/101 : 4 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        • وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ
          —————
          (Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan) atau bagaikan wool yang terhambur-hamburkan, karena ringannya, sehingga jatuh kembali rata dengan tanah. (QS. Al-Qari’ah/101 : 5 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        • فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ
          —————
          (Dan adapun orang yang berat timbangannya) artinya amal kebaikannya lebih berat daripada amal keburukannya. (QS. Al-Qari’ah/101 : 6 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        •  فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ
          —————
          (Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan) yaitu berada di dalam surga; atau dengan kata lain kehidupan yang diterimanya itu sangat memuaskannya. (QS. Al-Qari’ah/101 : 7 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        • وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ
          —————
          (Dan adapun orang yang ringan timbangannya) artinya amal keburukannya lebih berat daripada amal kebaikannya. (QS. Al-Qari’ah/101 : 8 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        • فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ
          —————
          (Maka tempat kembalinya) yaitu tempat tinggalnya (adalah neraka Haawiyah.) (QS. Al-Qari’ah/101 : 9 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        • وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ
          —————
          (Dan tahukah kamu, apakah Haawiyah itu?) atau apakah neraka Haawiyah itu? (QS. Al-Qari’ah/101 : 10 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        • نَارٌ حَامِيَةٌ
          —————
          Neraka Haawiyah itu adalah (api yang sangat panas) yang panasnya luar biasa; huruf Ha yang terdapat pada lafal Hiyah adalah Ha Sakat, baik dalam keadaan Washal ataupun Waqaf tetap dibaca. Tetapi menurut suatu qiraat tidak dibaca bila dalam keadaan Washal. (QS. Al-Qari’ah/101 : 11 – Tafsir Jalalayn)
          —————
          Makna Tersirat Ayat = 101 + (1+2+3+4+5+6+7+8+9+10+11) + 30 + 11 = 208 | Angka hasil dijumlahkan = 2+0+8 = 10 = 1+0 = 1 | Tiga (3) angka terakhir kembali = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain. Dan kode 101 seperti telah kita hitung di atas berujung pada kode 123.
          —————
    3. 178  |  JALAN MENUJU SURGA (way to heaven)
      —————
      Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya senantiasa DZIKR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1). Kode ini terkait erat dengan:

      • QS. Al-Isra’/17 : 1 s/d 111 (Juz 15; Sejumlah 111 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 17 + (1+2+3+…+111) + 15 + 111 = 17 + (6216) + 15 + 111 = 6359  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+3+5+9 = 23 = 5  |  Tiga angka terakhir = 235 = HAKIKAT ILMU DALAM ISLAM (the nature of science in Islam). Bahwa hakikat ILMU (3) dalam ISLAM (5) adalah sarana / media agar kita bisa selalu SUJUD (2). Atau bisa pula saya baca: ISLAM (5) adalah ILMU (3) untuk menyucikan RUH (2).
        —————
      • QS. Al-Isra’/17 : 8 (Juz 15; Sejumlah 111 Ayat)
        —————
        عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا
        —————
        Mudah-mudahan Tuhan kalian melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian setelah kali yang kedua, jika kalian bertobat. Tetapi jika kalian kembali berbuat kerusakan, Kami akan kembali memberikan hukuman. Kami jadikan neraka jahanam penjara dan tahanan bagi orang-orang kafir. (QS. Al-Isra’/17 : 8 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
        —————
        Makna Tersirat Ayat: 17 + 8 + 15 + 111 = 151 | Angka hasil dijumlahkan = 1+5+1 = 7  |  Tiga angka terakhir = 517 = INRISARI ISLAM (the essence of Islam). Bahwa Intisari ISLAM (5) adalah IBADAH SHOLAT (17).
        —————
      • Total = 178 + 235 + 517 = 930  |  Angka hasil dijumlahkan = 9+3+0 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123.
        —————
    4. 112  |  IKHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God)
      —————
      Prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11). Kode ini terkait erat dengan:

      • QS. Hud/11 : 1 s/d 123 (Juz 11,12; Sejumlah 123 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 11 + (1+2+3+…+123) + (11+12) + 123 = 11 + (7626) + (23) + 123 = 7783  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+7+8+3 = 25 = 7  |  Tiga angka terakhir = 257 = SELALU MENGINGAT ALLOH (always remember God). Bahwa DZIKR (7) dan SUJUD (2) adalah ajaran ISLAM (5) agar kita selalu mengingat ALLOH.
        —————
      • QS. Hud/11 : 2 (Juz 11,12; Sejumlah 123 Ayat)
        —————
        أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّـهَ إِنَّنِي لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ
        —————
        Ajari dan arahkanlah manusia, wahai Nabi, dengan al-Qur’ân. Katakan pada mereka, “Janganlah kalian menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk memberi peringatan kepada kalian akan azab yang ditimpakan jika kalian mengingkari-Nya. Sebagaimana aku pun diutus untuk menyampaikan kabar gembira akan pahala yang kalian dapatkan bila kalian mengimani dan menaati-Nya. (QS. Hud/11 : 2 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
        —————
        Makna Tersirat Ayat: 11 + 2 + (11+12) + 123 = 159 | Angka hasil dijumlahkan = 1+5+9 = 15 = 1+5 = 6 | Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) =  IMAN (6), ISLAM (5) dan IHSAN (1).
        —————
      • Total = 112 + 257 + 156 = 525  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+2+5 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123.
        —————
        Kode 112 juga erat kaitannya dengan QS. Al-Ikhlas/112 : 1 s/d 4 (Juz 30; Sejumlah 4 Ayat) sebagai berikut:

        • قُلْ هُوَ اللَّـهُ أَحَدٌ
          —————
          (Katakanlah, “Dialah Allah Yang Maha Esa”) lafal Allah adalah Khabar dari lafal Huwa, sedangkan lafal Ahadun adalah Badal dari lafal Allah, atau Khabar kedua dari lafal Huwa. (QS. Al-Ikhlas/112 : 1 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        • اللَّـهُ الصَّمَدُ
          —————
          (Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu) lafal ayat ini terdiri dari Mubtada dan Khabar; artinya Dia adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu untuk selama-lamanya. (QS. Al-Ikhlas/112 : 2 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        • لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
          —————
          (Dia tiada beranak) karena tiada yang menyamai-Nya (dan tiada pula diperanakkan) karena mustahil hal ini terjadi bagi-Nya. (QS. Al-Ikhlas/112 : 3 – Tafsir Jalalayn)
          —————
        • وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
          —————
          (Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia) atau yang sebanding dengan-Nya, lafal Lahu berta’alluq kepada lafal Kufuwan. Lafal Lahu ini didahulukan karena dialah yang menjadi subjek penafian; kemudian lafal Ahadun diakhirkan letaknya padahal ia sebagai isim dari lafal Yakun, sedangkan Khabar yang seharusnya berada di akhir mendahuluinya; demikian itu karena demi menjaga Fashilah atau kesamaan bunyi pada akhir ayat. (QS. Al-Ikhlas/112 : 4 – Tafsir Jalalayn)
          —————
          Makna Tersirat Ayat: 112 + (1+2+3+4) + 30 + 4 = 156 | Angka hasil dijumlahkan = 1+5+6 = 12 = 1+2 = 3 | Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa seseorang bisa memperoleh derajat IKHLAS jika ILMU (3) yang dimilikinya bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada SANG MAHA TUNGGAL (1).
          —————
    5. 189  |  KEABADIAN (eternity)
      —————
      Kode ini juga bisa dibaca sebagai simbol KEABADIAN. Mengapa? Sebab jika angka-angkanya dijumlahkan hasilnya TETAP / TIDAK BERUBAH / ABADI / KEKAL  |  1+8+9 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189. Kode ini terkait erat dengan:

      • QS. Al-Kahfi/18 : 1 s/d 110 (Juz 15,16; Sejumlah 110 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 18 + (1+2+3+…+110) + (15+16) + 110 = 18 + (6105) + (31) + 110 = 6264  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+2+6+4 = 18 = 9  |  Tiga angka terakhir kembali = 189 = KEABADIAN (eternity).  Sesungguhnya tidak ada yang bisa disebut kekal / abadi kecuali SANG MAHA PERKASA (9) pencipta, pemilik, dan penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1).
        —————
      • QS. Al-Kahfi/18 : 9 (Juz 15,16; Sejumlah 110 Ayat)
        —————
        أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا
        —————
        Orang-orang yang hanyut dalam godaan dunia dan kesenangan hidup benar-benar mengingkari adanya hari kebangkitan. Padahal, berbagai peristiwa yang telah terjadi menunjukkan adanya kehidupan sesudah tidur yang amat panjang. Kisah tentang penghuni gua di sebuah gunung dan lempengan yang bertuliskan nama-nama mereka setelah mereka mati, bukan satu-satunya kisah yang menakjubkan, meskipun merupakan kisah yang luar biasa. Kisah itu tidak lebih menakjubkan dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang lain. (QS. Al-Kahfi/18 : 9 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
        —————
        Makna Tersirat Ayat: 18 + 9 + (15+16) + 110 = 168  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+6+8 = 15 = 1+5 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM (5) dan IHSAN (1).
        —————
      • Total = 189 + 189 + 156 = 534  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+3+4 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123.
        —————
  • SATU (1)
    1. 202  |  PANDAI BERSYUKUR / PENYABAR & TAWAKKAL (clever gratefulhuman patient and trust)
      —————
      Hanya mereka yang senantiasa SUJUD (2) dan selalu SUJUD (2) disertai perilaku TIRAKAT / SYUKUR / IKHLAS / SABAR & TAWAKKAL (0) yang paling layak menyandang predikat sebagai MANUSIA SEJATI.  Kode ini terkait erat dengan:

      • QS. Taha/20 : 1 s/d 135 (Juz 16; Sejumlah 135 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 20 + (1+2+3+…+135) + 16 + 135 = 20 + (9180) + 16 + 135 = 9351  |  Angka hasil dijumlahkan = 9+3+5+1 = 18 = 9  |  Tiga angka terakhir kembali = 189 = KESOMBONGAN (the nature of vanity). Bahwa yang pantas SOMBONG (9) itu hanyalah pencipta, pemilik, sekaligus penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1), bukan yang lain.
        —————
      • QS. Taha/20 : 2 (Juz 16; Sejumlah 135 Ayat)
        —————
        مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ
        —————
        (Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu) hai Muhammad (agar kamu menjadi susah) supaya kamu letih dan payah disebabkan apa yang kamu kerjakan sesudah ia diturunkan, sehingga kamu harus berkepanjangan berdiri di dalam melakukan salat malam. Maksudnya berilah kesempatan istirahat bagi dirimu. (QS. Taha/20 : 2 – Tafsir Jalalayn)
        —————
        Wahai Rasulullah, sesungguhnya Kami tidak menurunkan al-Qur’ân ini untuk menyusahkan dirimu karena ditinggalkan oleh orang-orang yang berpaling darimu. (QS. Taha/20 : 2 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
        —————
        Makna Tersirat Ayat = 20 + 2 + 16 + 135 = 173 | Angka hasil dijumlahkan = 1+7+3 = 11 = 1+1 = 2 | Tiga (3) angka terakhir = 112 =  IKHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11).
        —————
      • Total = 202 + 189 + 112 = 503  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+0+3 = 8  |  Empat angka terakhir = 5038 = KEBAHAGIAAN (happiness). Bahwa kebahagiaan hidup itu adalah SURGA (8), yang itu bisa diraih melalui ILMU (3) disertai perilaku TIRAKAT / PUASA / IKHLAS / SYUKUR / SABAR & TAWAKKAL  (0) sesuai ajaran ISLAM (5).
        —————
  • ENAM (6)
    —————
    Adalah total dari LIMA (5) dan SATU (1) total makna tersirat Al-Qur’an di atas = 5 + 1 = 6  |  Tiga angka terakhir = 516 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM (5), dan IHSAN (1). Kode ini terkait erat dengan:

    • QS. Az-Zariyat/51 : 1 s/d 60 (Juz 26,27; Sejumlah 60 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat = 51 + (1+2+3+…+60) + (26+27) + 60 = 51 + (1830) + (53) + 60 = 1994  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+9+9+4 = 23 = 5  |  Tiga angka terakhir = 235 =  HAKIKAT ILMU DALAM ISLAM (the nature of science in Islam). Bahwa hakikat ILMU (3) dalam ISLAM (5) adalah sarana / media agar kita bisa selalu SUJUD (2). Atau bisa pula saya baca: ISLAM (5) adalah ILMU (3) untuk menyucikan RUH (2).
      —————
    • QS. Az-Zariyat/51 : 6 (Juz 26,27; Sejumlah 60 Ayat)
      —————
      وَإِنَّ الدِّينَ لَوَاقِعٌ
      —————
      (Dan Sesungguhnya pembalasan itu) yakni pembalasan sesudah hisab (pasti terjadi) pasti akan terjadi. (QS. Az-Zariyat/51 : 6 – Tafsir Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat = 51 + 6 + (26+27) + 60 = 170 | Angka hasil dijumlahkan = 1+7+0 = 8 | Tiga angka terakhir = 708 = SURGA & NERAKA (heaven and hell). Barang siapa takut NERAKA (7) dan mengharap SURGA (8) hendaknya senantiasa menjaga perilaku TIRAKAT / PUASA / IKHLAS / SYUKUR / SABAR & TAWAKKAL (0).
      —————
    • Total = 516 + 235 + 708 = 1459 | Angka hasil dijumlahkan = 1+4+5+9 = 19 = 1+9 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
      —————
      Demikian pula makna tersirat LIMA (5) = (123 x 5) + SATU (1) = (5038 x 1) =  (615) + (5038) = 5653  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+6+5+3 = 19 = 1+9 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
      —————
      Ternyata hasilnya sama dengan 19 huruf basmallah = 1+9 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101. Apakah semua ini hanya lelucon saja? Mari sama-sama kita renungkan!

MENEMUKAN KODE 123 DALAM 5038

MAKNA TERSIRAT TOTAL AL-QUR’AN 123, 101, 178, 112, dan 189 seperti yang telah kita hitung dengan menggunakan metode seperti di atas semuanya berujung pada kode yang sama yakni 123. Sedangkan kode 202 berujung pada kode dalam tiga angka = 038. Entah kenapa kemudian saya berfikir untuk kode ini saya ambil empat angka = 5038. Kemudian saya fikir lagi bahwa di dalam kode ini seharusnya bisa kita temukan kode 123 dengan mudah. Setelah saya cermati ternyata kode ini bisa kita kaitkan dengan:

  • QS. Sad/38 : 1 s/d 88 (Juz 23; Sejumlah 88 Ayat)
    —————
    Surah Sad (Arab: ص , “Ṣad”) adalah surah ke-38 dalam al-Qur’an. Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar. Dinamai dengan Sad karena surah ini dimulai dengan huruf Shaad. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Sad)
    —————
    Makna Tersirat = 38 + (1+2+3+…+88) + 23 + 88 = 38 + (3916) + 23 + 88 = 4065  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+0+6+5 = 15 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM (5), dan IHSAN (1).
    —————
  • QS. Sad/38 : 50 (Juz 23; Sejumlah 88 Ayat)
    —————
    جَنَّاتِ عَدْنٍ مُّفَتَّحَةً لَّهُمُ الْأَبْوَابُ
    —————
    Allah telah menyediakan surga ‘Adn yang pintu-pintunya selalu terbuka untuk mereka. Tak seorang pun dapat menghalangi mereka. (QS. Sad/38 : 50 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 38 + 50 + 23 + 88 = 199 | Angka hasil dijumlahkan = 1+9+9 = 19 = 1+9 = 10 = 1 | Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
    —————
  • Total = 3850 + 156 + 101 = 4107  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+1+0+7 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
    —————

Catatan:

  • Modulo 19 Al-Qur’an
    —————
    … bahwa Al-Quran itu diturunkan secara cermat dalam modulo 19 atau kelipatan 19? Semua angka tersebut tampak seperti deretan bilangan acak (random), namun setelah diteliti merupakan kelipatan angka 19. Subhanallah! Allaahu Akbar! Fenomena angka 19 ini membuktikan bahwa Al-Quran bukanlah buatan manusia, tetapi ia benar-benar berasal dari Allah SWT. Fenomena 19 bukan pula suatu kebetulan atau mengada-ada, tetapi sebagai bukti kebenaran Al-Quran itu sendiri … (Sumber: https://ulamak.wordpress.com/2015/08/27/mencermati-angka-19-dalam-al-quran/)
    —————
  • Mistis 19 Al-Qur’an
    —————
    Kode 19 Al-Qur’an juga bisa kita dapatkan dari perhitungan seluruh angka Surat + Juz + Ayat + Jumlah Angka Ayat dengan menggunakan sebuah metode seperti yang bisa Saudaraku lihat di sini. Dimana pada perhitungan tersebut kita dapatkan kode Total Al-Qur’an = 568  |  Angka kode ini dijumlahkan = 5+6+8 = 19.
    —————
    Jika perhitungan 19 diteruskan = 1+9 = 10 = 1+0 = 1 | Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
    —————
  • Di Balik 268 Total Al-Qur’an
    —————
    Bilangan 268 ternyata juga merupakan kode tersirat Al-Qur’an dalam total 30 Juz + 114 Surat + 6236 Ayat dengan menggunakan metode sebagai berikut: (3+0) + (1+1+4) + (6+2+3+6) = 3 + 6 + 17 = 26  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+6 = 8  |  Tiga angka terakhir = 268 = HAMBA YANG BERIMAN (faithful slave). Sesungguhnya HARTA / SURGA (8) itu bisa diperoleh melalui perilaku MENGHAMBA / SUJUD (2) penuh KEIMANAN (6). Kode ini terkait dengan:

    • QS. Asy-Syu’ara’/26 : 1 s/d 227  (Juz 19; Sejumlah 227 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat = 26 + (1+2+3+…+227) + 19 + 227 = 26 + (25878) + 19 +227 = 26150  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+6+1+5+0 = 14 = 5  |  Tiga angka terakhir = 145 = HAKIKAT KEBAIKAN & KEJAHATAN (the reality of good and evil). Bahwa BAIK / BENAR / TERANG (5) dan JELEK / SALAH / GELAP / JAHAT (4) itu tetaplah menjadi milik dan rahasia ALLOH (1) semata.
      —————
    • QS. Asy-Syu’ara’/26 : 8  (Juz 19; Sejumlah 227 Ayat)
      —————
      إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ
      —————
      Sesungguhnya adanya beraneka ragam tumbuh-tumbuhan di bumi merupakan bukti yang jelas akan adanya Sang Pencipta Yang Mahakuasa. Tetapi kebanyakan kaum, ternyata, tidak mau beriman. (QS. Asy-Syu’ara’/26 : 8 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat Ayat: 26 + 8 + 19 + 227 = 280 | Angka hasil dijumlahkan = 2+8+0 = 10 = 1+0 = 1 | Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
      —————
    • Total = 268 + 145 + 101 = 514 | Angka hasil dijumlahkan = 5+1+4 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
      —————
  • Kode 459  |  Muslim Yang Sombong (Islamic people are arrogant)
    —————
    Barang siapa mengaku MUSLIM (5) tetapi tidak bisa mengendalikan KESOMBONGAN / KEANGKUHANNYA (9), maka sesungguhnya mereka yang demikian itu sama dengan IBLIS (4). Kode ini terkait erat dengan:

    • QS. Al-Jatsiyah/45 : 1 s/d 37 (Juz 25; Sejumlah 37 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat = 45 + (1+2+3+…+37) + 25 + 37 = 45 + (703) + 37 = 810  |  Angka hasil dijumlahkan = 8+1+0 = 9  |  Tiga angka terakhir = 109 = MENGENDALIKAN KEANGKUHAN (controlling vanity). Bahwa KEANGKUHAN / KESOMBONGAN (9) itu sesungguhnya bisa dikendalikan dengan mendekatkan diri pada SANG PENCIPTA (1) disertai perilaku TIRAKAT / PUASA / SYUKUR / SABAR & TAWAKKAL (0).
      —————
    •  QS. Al-Jatsiyah/45 : 9 (Juz 25; Sejumlah 37 Ayat)
      —————
      وَإِذَا عَلِمَ مِنْ آيَاتِنَا شَيْئًا اتَّخَذَهَا هُزُوًا أُولَـٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ
      —————
      Jika orang yang menyombongkan diri itu mengetahui sedikit tentang ayat Allah, seluruh ayat-ayat Allah dijadikannya sebagai bahan olokan dan hinaan. Orang-orang pendusta yang penuh dengan dosa seperti itu akan memperoleh azab yang menghinakan. (QS. Al-Jasiyah/45 : 9 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat Ayat: 45 + 9 + 25 + 37 = 116 | Angka hasil dijumlahkan = 1+1+6 = 8 | Tiga angka terakhir = 168. Kode ini juga bisa dimaknai sebagai HAMBA YANG BERIMAN (faithful slave). Sesungguhnya HARTA / SURGA (8) itu bisa diperoleh melalui perilaku mendekatkan / berserah diri pada SANG PENCIPTA (1) dengan penuh KEYAKINAN (6).
      —————
    • Total = 459 + 109 + 168 = 736 | Angka hasil dijumlahkan = 7+3+6 = 16 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167 = KESEMPURNAAN PENCIPTAAN ALAM SEMESTA (perfection of creation of the universe). Bahwa ALLOH (1) telah menyempurnakan penciptaan TUJUH (7) lapis langit dan bumi alam semesta dalam ENAM (6) masa.
      —————
  • Kode 189 dan 202 Nabi Muhammad SAW
    —————
    Jika kata Muhammad (محمد) kita lihat nomor urut huruf pembentuknya: (م) mim = 24; (ح) ha’ = 6; (م) mim = 24; dan (د) dal = 8  |  Dijumlahkan = 24 + 6 + 24 + 8 = 62  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+2 = 8  |  Tiga angka terakhir = 628. Kode ini jika dipecah ke dalam angka satuan bisa kita kaitkan dengan:

    • QS. Al-An’am/6 : 1 s/d 165 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat = 6 + (1+2+3+…+165) + (7+8) + 165 = 6 + (13695) + (15) + 165 = 13881  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+8+8+1 = 21 = 3  |  Tiga angka terakhir = 213;
      —————
    • QS. Al-Baqarah/2 : 1 s/d 286 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat = 2 + (1+2+3+…+286) + (1+2+3) + 286 = 2 + (41041) + (6) + 286 = 41335  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+1+3+3+5 = 16 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167;
      —————
    • QS. Al-Anfal/8 : 1 s/d 75 (Juz 9,10; Sejumlah 75 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat = 8 + (1+2+3+…+75) + (9+10) + 75 = 8 + (2850) + (19) + 75 = 2952  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+9+5+2 = 18 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189;
      —————
    • Total Makna Tersirat = 628 + 213 + 167 + 189 = 1197  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+1+9+7 = 18 = 9  |  Tiga angka terkhir = 189 = KEABADIAN (eternity).  Sesungguhnya tidak ada yang bisa disebut kekal / abadi kecuali SANG MAHA PERKASA (9) pencipta, pemilik, dan penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1).
      —————
      Tetapi jika kode pembentuknya tidak diikutkan = 213 + 167 + 189 = 569  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+6+9 = 20 = 2  |  Tiga angka terkhir = 202 = PANDAI BERSYUKUR / PENYABAR & TAWAKKAL (clever grateful / human patient and trust). Hanya mereka yang senantiasa SUJUD (2) dan selalu SUJUD (2) disertai perilaku TIRAKAT / SYUKUR / IKHLAS / SABAR & TAWAKKAL (0) yang paling layak menyandang predikat sebagai MANUSIA SEJATI.
      —————
      Dalam cara pandang saya, kode 628 sebenarnya secara mistis bisa pula dibaca sebagai 268 (diurutkan dari angka kecil), dan ini adalah merupakan kode MAKNA TERSIRAT TOTAL AL-QUR’AN seperti telah kita uraikan di atas.

Wahai Saudaraku. Semua apa yang baru saja Saudaraku baca hanyalah sebatas perenungan yang teramat bodoh. Karena itu tulisan ini tidak bertujuan menggiring Saudara untuk meyakininya. Anggaplah tulisan ini tidak lebih dari sampah tiada guna. Namun demikian saya berharap bisa kita gunakan sebagai bahan bermenung bersama.

Referensi:

  1. https://ulamak.wordpress.com/2016/02/22/multi-tafsir-alif-lam-mim-qs-al-baqarah21/
  2. https://ulamak.wordpress.com/2016/02/26/majapahit-negeri-112/
  3. https://ulamak.wordpress.com/misteri-1347/
  4. https://ulamak.wordpress.com/2015/08/29/3-ajaran-muhammad/
  5. https://ulamak.wordpress.com/2015/11/05/mengenal-karakter-diri-lewat-angka/
  6. https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra
  7. https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Hindia
  8. https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Arktik
  9. https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Atlantik
  10. https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Pasifik
  11. https://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Antartika
  12. https://id.wikipedia.org/wiki/Perspektif
  13. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah
  14. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Sad
  15. https://docs.google.com/spreadsheets/d/1E9Ed6dWe37h8DeCN1wLpd-TEuYZ2pRVKer2l2C5W1I0/edit?usp=sharing
  16. https://ulamak.wordpress.com/2015/08/27/mencermati-angka-19-dalam-al-quran/
  17. https://ulamak.wordpress.com/2016/02/08/jari-jemari-tuhan/

Taut singkat: http://wp.me/P6rTrC-Rb

والله أعلمُ بالـصـواب

Iklan
%d blogger menyukai ini: