Pesan Al-Qur’an Untuk Indonesia


SAMUDRA MAKNA TERSIRAT TOTAL AL-QUR’AN

DALAM PERSPEKTIF ANGKA

( Part-11 )

213167. Jika orang-orang Indonesia, atas ILMU (3) yang telah dianugerahkn TUHAN (1) kepadanya, mereka banyak yang lupa, enggan, atau bahkan tidak mau SUJUD (2) pada-NYA  (1) penuh KEYAKINAN (6) maka tunggu saja saat KEHANCURANNYA (7) … 

indonesia-4-nopember-2016

Kadang saya berfikir: “Ada apa dengan Indonesia? Mengapa akhir-akhir ini banyak terjadi hal-hal yang kurang mengenakkan? Bencana alam, pertikaian antar kelompok, dan seterusnya dan sebagainya? Apa penyebabnya? Adakah jawaban itu bisa dicari dari kode angka yang melekat pada Indonesia 17 Agustus 1945?” Saudaraku, jika angka-angka tersebut kita coba renung-fikirkan akan kita peroleh jawaban diantaranya dapat Saudaraku baca pada uraian di bawah.

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Jum’at 213 13 3
17 Agustus 1945 167 67 7
380
11 80 10
  2 8 1
Total Al-Qur’an
11  
    2
Ikhlas / Tidak Menduakan Tuhan

… Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 tahun Masehi, atau tanggal 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, yang dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat … (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia)

  • Jum’at, adalah hari ke-6. Jika angka enam (6) ini kita larikan pada surat adalah QS. Al-An’am/6 : 1 s/d 165 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat). Makna tersirat = 6 + (1+2+3+…+165) + (7+8) + 165 = 6 + (13695) + (15) + 165 = 13881  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+8+8+1 = 21 = 2+1 = 3  |  Tiga angka terkhir = 213 = KETUHANAN (godliness) = Bahwa ILMU (3) itu adalah sarana untuk MENGHAMBA / PATUH / TUNDUK / SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1), bukan untuk lainnya.
    —————
  • 17 – 8 – 1945, dapat dicari makna tersiratnya = (1+7) + 8 + (1+9+4+5) = (8) + 8 + (19) = 35 = 3+5 = 8  |  Tiga angka terakhir = 358. Agar sesuai dengan makna tersirat angka hari, 358 jika dikaitkan dengan surat dapat dilihat perhitungannya sebagai berikut:
    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Ali-Imran (3) 106 06 6
    Al-Ma’idah (5) 279 79 9
    Al-Anfal (8) 189 89 9
    574 174
    16 12 24
    7 3 6
    Dzikr (7) mengingat Sang Pencipta (1) penuh Keyakinan (6) Senantiasa mencari Ilmu (3) agar bisa Sujud (2) pada Sang Pencipta (1) dengan sebenarnya. Menyikapi setiap Problematika (4) kehidupan melalui perilaku Sujud (2) penuh Keyakinan (6)
    16
    7
    Barang siapa takut api Neraka (7), hendaknya senantiasa mendekatkan diri pada Sang Pencipta (1) penuh Keyakinan (6)

Sekarang kita bisa mengatakan bahwa makna tersirat Jum’at adalah 213, sedangkan 17 Agustus 1945 adalah 167. Kedua makna tersirat ini jika digabungkan dengan metode TOTAL 123 hasilnya dapat Saudaraku lihat pada tabel di atas (di awal artikel ini). Kode 182 bisa disebut sebagai makna tersirat Total Al-Qur’an seperti yang bisa Saudaraku lihat pada tabel (Google Sheet) atau pada tautan referensi di bawah. Bilangan 182 jika angka-angkanya dijumlahkan = 1+8+2 = 11 = 1+1 = 2  | Tiga angka terakhir = 112 = Ikhlas / Tidak Menyekutukan Tuhan (sincere / not associating partners with God) = QS. Al-Ikhlas/112 : 1 s/d 4 (Juz 30; Sejumlah 4 Ayat).

Kode 213 dan 167 jika angka-angkanya dijumlahkan dengan cara = (2+1+3) + (1+6+7) = (6) + (14) = 20  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+0 = 2  |  Tiga angka terakhir = 202 = Manusia Penyabar & Tawakkal (human patient and trust). Hanya mereka yang SUJUD (2) dan senantiasa SUJUD (2) disertai perilaku TIRAKAT / PUASA / SUWUNG / IKHLAS / SYUKUR / SABAR & TAWAKAL (0) yang lebih layak disebut sebagai manusia sejati. Dan seperti yang sudah sering kita bahas bahwa ketika 202 dilarikan pada QS. Taha/20 : 2 (Juz 16; Sejumlah 135 ayat) akan kita temukan makna tersirat 112 sebagai berikut:
—————
مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ
—————
Wahai Rasulullah, sesungguhnya Kami tidak menurunkan al-Qur’ân ini untuk menyusahkan dirimu karena ditinggalkan oleh orang-orang yang berpaling darimu. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
—————
Makna Tersirat = 20 + 2 + 16 + 135 = 173  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+7+3 = 11 + 1+1 = 2  |  Tiga Angka terakhir = 112Ikhlas / Tidak Menyekutukan Tuhan (sincere / not associating partners with God). Wahai orang Indonesia. Apakah semua ini hanya kebetulan saja?


Memperluas Kode 202

Kode 202 ini kalau kita renung-fikirkan lebih dalam, kemudian kita larikan ke nomor surat Al-Qur’an menurut saya ada tiga (3) surat terkait yakni: Al-Baqarah/2; Taha/20; dan Al-Hajj/22. Kemudin apabila ini kita hitung dengan tabel metode TOTAL 123 dapat kita lihat hasilnya sebagai berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Al-Baqarah (2) 167 67 7
Taha (20) 189 89 9
Al-Hajj (22) 213 13 3
569 169 19
20 16 10
2 7 1
SUJUD (2) dan senantiasa SUJUD (2) disertai perilaku TIRAKAT / PUASA / SUWUNG / IKHLAS / SYUKUR / SABAR & TAWAKAL (0) DZIKR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1) penuh KEYAKINAN (6) Berserah Diri = Mengembalikan setiap urusan HIDUP (1) dan MATI (0) hanya kepada ALLOH (1)
10
1
Mengembalikan setiap urusan HIDUP (1) dan MATI (0) hanya kepada ALLOH (1)
112
4
Menyikapi PROBLEMATIKA KEHIDUPAN / TIPU DAYA IBLIS (4) melalui perilaku SUJUD (2) dengan TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11)
142
7
Muhammad SAW / Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta / Selalu ingat MAUT (4) yang bisa menjemput sewaktu-waktu akan mengantarkan kita menjadi hamba yang senantiasa DZIKR (7) dan SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1)

Pesan 4 Nopember 2016

… Aksi 4 November (juga disebut Aksi Bela Al-Qur’an atau Aksi Damai 4 November) terjadi pada 4 November 2016 ketika demonstran berjumlah antara 50.000–200.000 turun ke jalan-jalan di Jakarta, Indonesia untuk memprotes pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (atau yang dikenal sebagai “Ahok”) yang dianggap menghina agama Islam … (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Aksi_4_November)

  • Jum’at, adalah hari ke-6. Jika angka enam (6) ini kita larikan pada surat adalah QS. Al-An’am/6 : 1 s/d 165 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat). Makna tersirat = 6 + (1+2+3+…+165) + (7+8) + 165 = 6 + (13695) + (15) + 165 = 13881 | Angka hasil dijumlahkan = 1+3+8+8+1 = 21 = 2+1 = 3 | Tiga angka terkhir = 213 = KETUHANAN (godliness) = Bahwa ILMU (3) itu adalah sarana untuk MENGHAMBA / PATUH / TUNDUK / SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1), bukan untuk lainnya.
    —————
  • 4 – 11 – 2016, dapat dicari makna tersiratnya = 4 + (1+1) + (2+0+1+6) = 4 + (2) + (9) = 15 = 1+5 = 6 | Tiga angka terakhir = 156 = IMAN (6) ISLAM (5) IHSAN (1). Agar sesuai dengan makna tersirat angka hari, 156 jika dikaitkan dengan surat dapat dilihat perhitungannya sebagai berikut:
    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Al-Fatihah (1) 101 1 1
    Al-Ma’idah (5) 279 79 9
    Al-An’am (6) 213 13 3
    593 93
    17 12 13
    8 3 4
    Alam Semesta Adam / Muhammad *) Ibrahim
    15
    6
    Iman (6) Islam (5) Ihsan (1)

    *) Jika dibaca 123 = Adam, tetapi jika dibaca 213 = Muhammad. Saudara bisa melihat perhitungannya pada artikel Khalifah dalam Sketsa 324 dan Di Balik 7 Hari dalam 1 Minggu.
    —————

  • Total Makna Tersirat
    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Jum’at 213 13 3
    4 Nopember 2016 156 56 6
    369 69
    18 15
    9 6 9
    24
    6
    Ha (6) Mim (24) / Teman Karib

Saudaraku. Sekarang perhatikan pesan 189 pada tabel di atas, dan renungkan kesesuaian kodenya dengan kutipan berikut:

… Pada 30 September 2016, dalam percakapan dengan warga di Kepulauan Seribu, Basuki menyatakan bahwa tidak masalah jika warga yang “dibohongi pake surah Al-Maidah 51 dan macem-macem” tidak memilihnya dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Ayat 51 dalam surat Al-Maidah adalah ayat yang sering ditafsirkan sebagai ayat yang melarang Muslim untuk menjadikan orang non-Muslim sebagai pemimpin, dan sebelumnya digunakan oleh rival Basuki sebagai argumen untuk tidak memilih Basuki pada pemilihan gubernur … (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Aksi_4_November)

QS. Al-Ma’dah/5 : 51 (Juz 6,7; Sejumlah 120 Ayat)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘبَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Tafsir
Wahai orang-orang yang beriman, kalian tidak diperkenankan menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai penolong yang kalian taati. Mereka itu sama saja dalam menentang kalian. Barangsiapa yang menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka ia telah masuk ke dalam golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka yang menzalimi diri sendiri, dengan menjadikan orang-orang kafir sebagai penguasa mereka. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
Makna Tersirat Ayat
5 + 51 + (6+7) + 120
189
Muhammad SAW / Hukum Alloh / Kesombongan = Bahwa yang pantas untuk SOMBONG (9) itu hanyalah pencipta – pemilik – penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1), bukan yang lain.

Saudaraku. Jika perenungan ini ada benarnya, artinya bahwa pesan Alloh untuk Indonesia terkait peristiwa 4 Nopember 2016 memang benar 189. Apa yang seharusnya kita lakukan? Saya tidak tahu. Tetapi apabila kode 189 ini kita lanjut larikan kepada nomor surat dapat kita lihat hasil perhitungannya sebagai berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Al-Fatihah (1) 101 01 1
Al-Anfal (8) 189 89 9
At-Taubah (9) 213 13 3
503 103 13
8 4 4
16
7
Dzikr (7) mengingat Sang Pencipta (1) penuh Keyakinan (6). Perhatikan pula kode yang ada di tengah 1374 = Sholat Wajib Lima Waktu (the obligatory prayers five times a day).

Sekarang perhatikan kode 1374. Kode ini ternyata sama dengan selisih / rentang waktu antara tahun kelahiran Muhammad SAW 571 dengan kemerdekaan Indonesia 1945. Bukankah 1945 – 571 =  1374? Apakah ini hanya kebetulan saja?

Kode Kembar 448

Jika kita tertarik mengamati terhadap munculnya kode yang mengandung angka kembar 44 yakni 448, dengan menggunakan metode TOTAL PLUS KODE SUMBER dapat dilihat makna tersiratnya pada uraian di bawah. Tetapi tunggu dulu, bahwa kode ini kalau saya pikir-pikir sangat erat kaitannya dengan karakter IBLIS (4). Jika memang demikian, 8 dalam hal ini bisa dibaca sebagai HARTA DUNIA. Sehingga 448 bisa saya baca: “Barang siapa suka memburu / menumpuk / memamerkan / mengagung-agungkan HARTA DUNIA / KEKAYAAN / PANGKAT / JABATAN / DAN SEJENISNYA (8), sesungguhnya mereka itu telah terperangkap tipu daya IBLIS (4), sesungguhnya mereka berada dalam KEGELAPAN / KEJAHATAN / DAN SEJENISNYA (4)”.

  • QS. Ad-Dukhan/44 : 1 s/d 59 (Juz 25; Sejumlah 59 Ayat)
    —————
    Surah Ad-Dukhan (bahasa Arab:الدخان) adalah surah ke 44 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surat makkiyah yang terdiri atas 59 ayat. Dinamakan Ad-Dukhan yang berarti Kabut diambil dari kata Ad-Dukhan yang terdapat pada ayat 10 surah ini. Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekkah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad s.a.w. sudah melewati batas, karena itu Nabi mendoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang. Doa Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai karena kelaparan. Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah. Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka. Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan. Setelah Allah mengabulkan doa Nabi dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula. Karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Ad-Dukhan)
    —————
    Makna Tersirat = 44 + (1+2+3+…+59) + 25 + 59 = 44 + (1770) + 25 + 59 = 1898  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+8+9+8 = 26 = 2+6 = 8  |  Tiga angka terakhir = 268 = Muhammad / An-Naas. Saudaraku bisa melihat perhitungannya pada artikel Khalifah dalam Sketsa 324.
    —————
  • QS. Ad-Dukhan/44 : 8 (Juz 25; Sejumlah 59 Ayat)
    —————
    لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ
    —————
    Tidak ada Tuhan yang pantas disembah selain Dia. Hanya Dia yang dapat menghidupkan dan mematikan, dan hanya Dia pulalah yang menciptakan kalian dan nenek moyang kalian dahulu. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 44 + 8 + 25 + 59 = 136 | Angka hasil dijumlahkan = 1+3+6 = 10 = 1+0 = 1 | Tiga angka terakhir = 101 = Berserah Diri (trust in God). Menyerahkan / mengembalikan segala urusan HIDUP (1) dan MATI (0) hanya kepada ALLOH (1) semata.
    —————
  • Total Makna Tersirat = 448 + 268 + 101 = 817  |  Angka hasil dijumlahkan = 8+1+7 = 16 = 1+6 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167 = Dzikr. Ternyata hasilnya sama persis dengan penjumlahan kode sumbernya 448 = 4+4+8 = 16 = 1+6 = 7. Sedangkan terkait dengan karakter IBLIS / SETAN (4) malah sama sekali tidak kelihatan. Tetapi saya curiga, mungkin saja ada di balik 268, sebab 6-2 itu = 4, dan 8 – 4 = 4.

Merenungkan 268 di sini, apabila kita ingin mengatakan bahwa kode tersebut sebagai nomor ayat maka hanya satu surat yang bisa kita tuju yakni Al-Baqarah sejumlah 286 ayat, sedangkan surat yang lain tidak mencapai angka tersebut. Jika memang ini yang dimaksud, maka ada dua ayat sebagai berikut:

  • QS. Al-Baqarah/2 : 268 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
    —————
    الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّـهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّـهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
    —————
    Setan menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan, memalingkan dari amal saleh sehingga kalian tidak berinfak di jalan kebaikan dan menyuruh kalian berbuat kejahatan. Ampunan Allah amatlah luas. Dia Mahakuasa untuk membuat kalian kaya. Tidak ada satu masalah pun yang tidak diketahui-Nya. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
  • QS. Al-Baqarah/2 : 286 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
    —————
    لَا يُكَلِّفُ اللَّـهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
    —————
    Allah tidak membebani hamba-hamba-Nya kecuali dengan sesuatu yang dapat dilaksanakan. Maka, setiap orang yang mukallaf, amalnya akan dibalas: yang baik dengan kebaikan, dan yang jelek dengan kejelekan. Tunduklah kamu sekalian, hai orang-orang Mukmin, dengan berdoa, “Ya Tuhan, jangan hukum kami jika kami lupa dalam melaksanakan perintah-Mu, atau bersalah karena beberapa sebab. Janganlah Engkau beratkan syariat untuk kami seperti Engkau memberatkan orang-orang Yahudi oleh sebab kekerasan dan kelaliman mereka. Dan janganlah Engkau bebankan kepada kami tugas yang tidak mampu kami lakukan. Berilah kami maaf dengan kemuliaan-Mu. Ampunilah kami dengan karunia-Mu. Berikan kami rahmat-Mu yang luas. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami, ya Tuhan–untuk menegakkan dan menyebarkan agamamu–terhadap kaum yang kafir.” Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
  • Makna Tersirat = 2 + (268+286) + (1+2+3) + 286 = 2 + (554) + (6) + 286 = 848  |  Angka hasil dijumlahkan = 8+4+8 = 20 = 2+0 = 2 | Tiga angka terakhir = 202 = Manusia Penyabar & Tawakkal (human patient and trust). Hanya mereka yang SUJUD (2) dan senantiasa SUJUD (2) disertai perilaku TIRAKAT / PUASA / SUWUNG / IKHLAS / SYUKUR / SABAR & TAWAKAL (0) yang lebih layak disebut sebagai manusia sejati. Dan seperti yang telah diuraikan di atas bahwa apabila kode 202 ini diperluas akan menghasilkan kode 1427 = Muhammad / Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta / Dzikr.

Memahami 7 Dalam Makna Kehancuran

Jika kode 7 boleh dibaca sebagai karakter NERAKA, maka kode 7 bisa pula diartikan sebagi sebuah KEHANCURAN. Dan apabila perenungan ini ada benarnya, menurut saya seharusnya di dalam lafadz dan pengulangan kata Neraka / An-Naar (النار) harus bisa menghasilkan kode ini.

  1. Lafadz
    No. Huruf Urutan
    1 ا 1
    2 ل 23
    3 ن 25
    4 ا 1
    5 ر 10
    15   60
    4 **) 6
    2

    **) Tidak seperti biasanya, melainkan setelah kita total kita cari selisihnya sehingga seperti terlihat pada tabel 15 = 4, 60 = 6, dan 46 = 2.

  2. Pengulangan Kata
    Kata An-Naar (النار) dalam Al-Qur’an diulang 105 kali dalam 102 ayat. Jika dari kedua kode ini kita renung-fikirkan dengan menggunakan spirit plus-minus dapat kita uraikan sebagai berikut:

    • Tambah = 105 + 102 =  207 = 2+0+7 = 9  |  079;
    • Kurang = 105 – 102 = 3  |  023;
    • Kali = 105 x 102 = 10710 = 1+0+7+1+0 = 9  |  109;
    • Bagi = 105 : 102 = 1,02941176471 = 1+0+2+9+4+1+1+7+6+4+7+1 = 43 = 4+3 = 7  |  437;
      —————
      Total = 079 + 023 + 109 + 437 = 648 = 6+4+8 = 18 = 1+8 = 9 | Tiga angka terakhir = 189 = KESOMBONGAN (the nature of vanity). Bahwa yang pantas untuk SOMBONG (9) itu hanyalah pencipta – pemilik – penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1), bukan yang lain.
      —————
  3. Lafadz + Pengulangan Kata
    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Lafadz 426 26 6
    Pengulangan Kata 189 89 9
    615
    12 115 15
    3 7 6
    4 3 1
    5
    10
    1
    Alloh

Saudaraku. Dari kode-kode yang bisa dihasilkan pada tabel di atas setelah saya lihat larikan dengan ayat ternyata kode 1157 memang memiliki makna kehancuran dalam hal kita kaitkan dengan QS. Hud/11 : 57 (Juz  11,12; Sejumlah 123 Ayat) sebagai berikut:
—————
فَإِن تَوَلَّوْا فَقَدْ أَبْلَغْتُكُم مَّا أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَيْكُمْ ۚ وَيَسْتَخْلِفُ رَبِّي قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّونَهُ شَيْئًا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ
—————
Kalau kalian menolak seruanku, maka sesungguhnya sikap kalian itu tidak akan merugikan aku. Akibat buruknya justru akan menimpa kalian. Aku sungguh telah menyampaikan pesan-pesan suci Tuhan kepada kalian. Tugasku hanyalah sekadar menyampaikan. Allah akan menghancurkan kalian dan mendatangkan kaum yang lain untuk mewarisi negeri dan harta kalian. Dengan sikap seperti itu kalian juga tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Tuhan. Sesungguhnya Tuhanku Mahakuasa dan Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Tidak ada satu pun perbuatan kalian yang tak tampak oleh-Nya. Dan Dia tidak akan pernah lalai untuk menghukum kalian.” (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)

Ada yang menarik pada ayat ini bahwa apabila dicari makna tersiratnya akan tetap menghasilkan angka terakhir 7 yakni 11 + 57 + (11+12) + 123 = 214  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+1+4 = 7 = Neraka  |  Empat angka terakhir = 2147. Kode ini bisa pula dibaca: “Barang siapa benar-benar takut api Neraka (7) hendaknya bisa mengendalikan segala bentuk Kejahatan (4) melalui perilaku senantiasa Sujud (2) pada Sang Maha Tunggal (1)“.

105 Kali dalam 102 Ayat Kata An-Naar ﴾النار﴿
Tafsir Muhammad Quraish Shihab

  1. Al-Baqarah/2 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
    • Ayat 24
      —————
      فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا وَلَن تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
      —————
      Jika kalian tidak dapat mendatangkan surat yang serupa–dan pasti kalian tidak akan bisa, sebab al-Qur’ân adalah kalam Tuhan, Sang Khalik, dan itu di luar kemampuan makhluk–maka yang harus kalian lakukan adalah menjauhi hal-hal yang dapat menjerumuskan kepada siksaan di akhirat, yaitu api yang bahan bakarnya terdiri atas orang-orang kafir dan patung-patung sembahan. Api tersebut disediakan untuk menyiksa orang-orang yang ingkar. (1)
      —————
    • Ayat 39
      —————
      وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
      —————
      Orang-orang yang ingkar serta mendustakan rasul-rasul Allah dan kitab-kitab-Nya adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya dan tidak akan dapat keluar serta tidak akan binasa. (2)
      —————
    • Ayat 80
      —————
      قَالُوا لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَّعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِندَ اللَّـهِ عَهْدًا فَلَن يُخْلِفَ اللَّـهُ عَهْدَهُ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّـهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
      —————
      Di antara hal-hal yang mereka perselisihkan adalah apa yang mereka terima dari pendeta-pendeta mereka bahwa api neraka tidak akan menyentuh orang Yahudi kecuali hanya beberapa hari saja, meskipun mereka telah berbuat bermacam maksiat. Maka katakanlah kepada mereka, wahai Muhammad, “Apakah kalian telah membuat perjanjian dengan Allah untuk itu, sehingga kalian merasa tenang karena Allah tidak akan memungkiri janji-Nya? Ataukah kalian hanya membuat kebohongan terhadap Allah?” (3)
      —————
    • Ayat 81
      —————
      بَلَىٰ مَن كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
      —————
      Yang benar adalah bahwa kalian membuat kebohongan terhadap Allah, karena hukum Allah secara umum diterapkan kepada seluruh makhluk-Nya. Tidak ada beda antara orang Yahudi dan selain Yahudi. Karena, barangsiapa yang berbuat dosa dan telah diliputi oleh dosa-dosanya hingga tidak lagi ada jalan keluar baginya, maka merekalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (4)
      —————
    • Ayat 126
      —————
      وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
      —————
      Ingatlah saat Ibrâhîm memohon kepada Tuhannya agar menjadikan bumi tempat tinggalnya sebagai negeri yang damai, memberi rezeki dari hasil bumi kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Allah menjawab bahwa Dia tidak akan menjamin penghidupan orang-orang kafir di dunia yang fana ini, bahkan menjerumuskan mereka ke dalam jurang siksa. Sungguh, alangkah buruknya tempat mereka kembali. (5)
      —————
    • Ayat 167
      —————
      وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا ۗ كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّـهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ ۖ وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ
      —————
      Di sini menjadi jelas bagi para pengikut itu bahwa selama di dunia mereka ada dalam kesesatan saat menjadi pengikut pemimpin mereka itu. Mereka berangan-angan andai saja dapat kembali ke dunia lalu mengingkari perintah para pemimpin itu seperti apa yang dilakukan pemimpin itu pada mereka saat ini. Akan tampak kejahatan-kejahatan mereka di akhirat sebagai penyesalan-penyesalan tiada guna. Mereka akan dilemparkan ke dalam api neraka dan tidak akan kuat menahan siksaannya. (6)
      —————
    • Ayat 174
      —————
      إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلَ اللَّـهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولَـٰئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّـهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
      —————
      Di antara mereka yang mengetahui hukum yang diturunkan Allah ada kalangan yang sengaja menyembunyikan sebagian wahyu demi mengejar kesenangan-kesenangan duniawi. Orang-orang Yahudi seringkali menyembunyikan apa yang terkandung dalam kitab suci mereka (Tawrât) antara lain merahasiakan sifat-sifat Rasulullah oleh perasaan khawatir bahwa pengikut-pengikut mereka itu akan mengikuti ajarannya sehingga mereka akan kehilangan mata pencarian, kedudukan dan kesenangan hidup. Maka barangsiapa yang sumber kehidupannya berasal dari pekerjaan-pekerjaan semacam itu seolah-olah menelan api sebab perbuatan itulah yang kelak akan menjerumuskan mereka ke neraka. Allah akan berpaling dari mereka, tidak akan menyucikan mereka dari dosa dan di depan mereka menunggu siksa yang keras dan menyakitkan. (7)
      —————
    • Ayat 175
      —————
      أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ
      —————
      Mereka adalah orang-orang berdosa yang lebih memilih jalan sesat daripada petunjuk, maka dari itu mereka berhak mendapat siksa dan bukan pengampunan. Mereka bagaikan menukar yang benar (haqq) dengan kepalsuan (bâthil) atau sesuatu yang menyesatkan dengan petunjuk. Sungguh keadaan mereka itu mengundang tanya, betapa mereka senang bergelimang dalam perbuatan yang mendatangkan siksa. (8)
      —————
    • Ayat 201
      —————
      وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
      —————
      Sebagian manusia ada yang diberi petunjuk oleh Allah sehingga, dengan sepenuh hati, mereka memohon kebaikan dunia dan akhirat serta memohon kepada Allah agar dijauhi siksa api neraka. (9)
      —————
    • Ayat 217
      —————
      سْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ اللَّـهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ اللَّـهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَـٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
      —————
      Orang-orang Muslim tidak suka berperang di bulan haram,(1) maka mereka pun bertanya kepadamu tentang hal itu. Katakan, “Ya, berperang di bulan haram itu memang merupakan dosa besar.” Tetapi ada yang lebih besar dari itu yaitu menghalang-halangi jalan Allah dan al-Masjid al-Harâm, dan pengusiran umat Islam dari Mekah yang dilakukan musuh-musuh kalian. Penindasan musuh terhadap umat Islam untuk mengeluarkan mereka dari agamanya, itu lebih besar dari segala bentuk pembunuhan. Oleh karena itu, perang di bulan suci dibolehkan karena kejamnya kejahatan-kejahatan itu. Perang itu adalah sebuah pekerjaan berat demi menghindari sesuatu yang lebih besar. Ketahuilah, wahai orang-orang Muslim, bahwa cara yang mereka tempuh adalah cara-cara curang. Mereka tidak menerima sikap adil dan logis yang kalian lakukan. Mereka masih akan memerangi sampai dapat mengeluarkan kalian dari agama Islam. Maka orang-orang yang lemah menghadapi serangan mereka, kemudian keluar dari Islam hingga mati dalam keadaan kafir, pekerjaan saleh mereka di dunia dan di akhirat akan sia-sia. Mereka adalah penghuni neraka dan akan kekal di dalamnya. (1) Ada empat bulan harâm (suci), disebutkan pada surat al-Tawbah: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ada dua belas dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Dia antaranya terdapat empat bulan haram. Itulah agama yang lurus. Maka, jangan kalian menganiaya diri sendiri pada bulan-bulan itu.” Dan dalam hadits riwayat al-Bukhâriy dari khutbah yang disampaikannya pada haji perpisahan (hajjat al-wadâ’), Rasulullah menyebutkan nama-nama bulan itu. Sabdanya, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya al-nasî” adalah penambahan kekufuran yang menyesatkan orang-orang kafir. Mereka menghalalkannya satu tahun kemudian menghalalkannya di tahun yang lain. Waktu itu berputar seperti pada bentuk semula saat penciptaan langit dan bumi. Jumlah bulan menurut Allah ada dua belas, empat di antaranya adalah bulan suci: Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajabnya suku Mudlarr yang berada di antara bulan Jumadilakhir dan Syakban.” Saat itu, suku Rabî’ah merasa berat melaksanakan perang di bulan Ramadan karena suhu yang sangat panas. Mereka lalu menamakan bulan Ramadan itu sebagai Rajab, menganggapnya suci dan tidak membolehkan perang di dalamnya. Oleh karena itu, Rasulullah menegaskan bahwa bulan Rajab yang harâm adalah Rajabnya suku Mudlarr yang berada di antara Jumadilakhir dan Syakban. Hikmah diharamkannya perang pada bulan-bulan haram ini adalah pemberlakuan gencatan senjata secara paksa untuk memberikan kesempatan istirahat dan mencari penghidupan. Pelarangan ini telah berlaku sejak zaman Ibrâhîm a. s. Kemudian, sejak diwajibkannya haji ke Bayt Allâh (Ka’bah) dan wukuf di padang Arafah pada 10 Zulhijah, perang pada hari ini pun dilarang juga. Diharamkannya perang pada bulan sebelum dan sesudah musim haji itu merupakan wujud kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, agar orang-orang yang melaksanakan haji pada bulan-bulan itu merasa aman terhadap jiwa dan kekayaannya, saat mulai meninggalkan kampung halaman sampai kembali lagi. Sedangkan bulan keempat, Rajab, merupakan pertengahan antara bulan-bulan itu. Perang di bulan-bulan haram itu terkadang dapat dibolehkan kalau bertujuan mempertahankan diri. Latar belakang turunnya ayat ini adalah kasus ‘Abd Allâh ibn Jahsy yang membawa surat. Oleh Rasulullah, ia dipesan agar tidak membuka surat itu sebelum menempuh waktu perjalan dua hari. Tetapi ‘Abd Allâh membukanya dan membacakannya di depan sahabat-sahabatnya. Setelah tahu isi surat itu, ia tidak memaksakan kepada salah seorang sahabatnya itu untuk melanjutkan perjalanan. Surat itu berbunyi: “Berjalanlah bersama beberapa orang yang mengikutimu sampai ke Nakhlah–tempat yang terletak di antara Nejd dan Taif. Amatilah kafilah Quraisy dan kabarkan kami tentang mereka.” Naskah surat itu memang menyebutkan secara jelas tidak adanya perintah perang. Hanya ada perintah untuk mengamati dan memata-matai pihak lawan. Akan tetapi, yang terjadi setelah membaca surat Rasulullah itu, dua orang pengikut ‘Abd Allâh ibn Jahsy memisahkan diri untuk mencari gembalanya yang hilang dan kemudian ditawan Quraisy. Dua orang itu bernama Sa’d ibn Abî Waqqâsh dan ‘Utbah ibn Ghazwân. Pasukan ‘Abd Allâh ibn Jahsy kemudian tiba di Nakhlah. Di sana mereka melihat kafilah Quraisy berlalu membawa barang dagangan di bawah pimpinan ‘Amr ibn al-Hadlramiy. Peristiwa ini terjadi di akhir bulan Rajab. Ketika masa hijrahnya umat Islam dari Mekah ke Madinah dahulu, orang-orang Quraisy sempat menahan harta dan barang-barang beberapa orang Muslim. Di antara mereka yang hartanya ditahan Quraisy itu ada yang bersama pasukan ‘Abd Allâh ibn Jahsy. Mereka akhirnya membicarakan apakah hendak memerangi Quraisy atau tidak. Mereka bingung, karena jika membiarkan kafilah Quraisy itu berlalu pada malam itu, mereka akan kehilangan kesempatan untuk merebut harta Quraisy sebagai ganti dari harta mereka yang dirampas dulu. Dan jika memerangi mereka, berarti mereka melakukan perang di bulan suci, Rajab. Akan tetapi mereka terdorong untuk perang dan berhasil membunuh ‘Amr al-Hadlramiy, menawan dua orang musyrik dan merebut harta rampasan. Ketika kembali ke Madinah dan menyerahkan satu perlima rampasan perang itu kepada Rasulullah, mereka ditolak. Rasul tidak mau menerima pemberian itu dan menilai buruk perbuatan mereka. Sabda Rasul, “Aku tidak memerintahkan kalian untuk perang di bulan suci.” Orang-orang Madinah pun akhirnya tidak menyambut baik mereka. Turunlah kemudian ayat ini. (10)
      —————
    • Ayat 221
      —————
      وَلَا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَـٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّـهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
      —————
      Tidak berdosa mempergauli anak-anak yatim. Yang berdosa adalah mempergauli orang-orang musyrik. Maka, seorang Mukmin tidak boleh menikahi wanita musyrik yang tidak beriman kepada kitab-kitab suci samawi. Janganlah kekayaan, kecantikan, status sosial dan keturunan yang dimiliki seorang wanita musyrik membuat salah seorang di antara kalian menikahinya. Seorang wanita budak Mukmin lebih baik daripada wanita musyrik merdeka yang memiliki kekayaan, kecantikan, kedudukan dan keturunan terhormat. Dan seorang Mukmin yang mempunyai hak perwalian juga tidak boleh menikahkan wanita dengan seorang musyrik yang tidak beriman kepada kitab-kitab suci samawi. Jangan sampai ada di antara kalian lebih memilih seorang musyrik hanya karena kekayaan dan status sosialnya yang tinggi. Seorang budak yang Mukmin lebih baik daripada dia. Orang-orang musyrik itu selalu berusaha mengajak keluarganya untuk berbuat maksiat yang akan menjerumuskan ke dalam api neraka. Allah, ketika memisahkan kalian dari orang-orang musyrik dalam masalah perkawinan, sebenarnya mengajak kalian kepada kebaikan dan petunjuk yang benar. Dengan begitu, kalian akan memperoleh surga dan ampunan serta mengarungi jalan kebaikan dengan mudah. Allah telah menjelaskan syariat dan petunjuk-Nya kepada manusia agar mereka mengetahui apa-apa yang mengandung maslahat dan baik buat mereka. (11)
      —————
    • Ayat 257
      —————
      اللَّـهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
      —————
      Allah mengurus segala urusan orang-orang Mukmin, menolong mereka dengan mengeluarkan mereka dari keraguan dan kebimbangan kepada cahaya kebenaran dan ketenangan. Orang-orang kafir dikuasai setan dan para propagandis kejahatan. Setan dan propagandis kejahatan itu selalu berusaha mengeluarkan mereka dari cahaya keimanan yang telah menjadi fitrah dan jelas dengan tanda-tanda kekuasaan Allah, kepada kekafiran dan kerusakan. Orang-orang kafir itu adalah penghuni neraka yang akan kekal di dalamnya. (12)
      —————
    • Ayat 275
      —————
      الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّـهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَن جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِ فَانتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّـهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
      —————
      Orang-orang yang melakukan praktek riba, usaha, tindakan dan seluruh keadaan mereka akan mengalami kegoncangan, jiwanya tidak tenteram. Perumpamaannya seperti orang yang dirusak akalnya oleh setan sehingga terganggu akibat gila yang dideritanya. Mereka melakukan itu, sebab mereka mengira jual beli sama dengan riba: sama-sama mengandung unsur pertukaran dan usaha. Kedua-duanya halal. Allah membantah dugaan mereka itu dengan menjelaskan bahwa masalah halal dan haram bukan urusan mereka. Dan persamaan yang mereka kira tidaklah benar. Allah menghalalkan praktek jual beli dan mengharamkan praktek riba. Barangsiapa telah sampai kepadanya larangan praktek riba lalu meninggalkannya, maka baginya riba yang diambilnya sebelum turun larangan, dengan tidak mengembalikannya. Dan urusannya terserah kepada ampunan Allah. Dan orang yang mengulangi melakukan riba setelah diharamkan, mereka itu adalah penghuni neraka dan akan kekal di dalamnya(1). (1) Riba yang dimaksud dalam ayat ini adalah riba jahiliah. Prakteknya berupa pungutan tambahan dari utang yang diberikan sebagai imbalan menunda pelunasan. Sedikit atau banyak hukumnya tetap haram. Imam Ahmad mengatakan, “Tidak seorang Muslim pun berhak mengingkarinya.” Kebalikannya adalah riba dalam jual beli. Dalam sebuah sabda Rasulullah saw. ditegaskan, “Gandum ditukar dengan gandum yang sejenis dengan kontan, begitu pula emas dengan emas, perak dengan perak, kurma dengan kurma, yang sejenis dan dibayar kontan. Barangsiapa menambah atau minta ditambah sesungguhnya ia telah melakukan riba.” Para ahli fikih sepakat bahwa hukum penambahan dalam tukar-menukar barang yang sejenis adalah haram. Mereka membolehkan penambahan kalau jenisnya berbeda, tetapi haram menunda pembayarannya. Mereka berselisih dalam masalah barang-barang yang disebut di atas. Pendapat yang paling bisa diterima, semua itu dikiaskan dengan bahan makanan yang dapat disimpan. Dalam hal riba ala jahiliah, ahli fikih menyepakati keharamannya. Yang mengingkari, berarti telah kafir. Riba tersebut membuat pihak yang terlibat mengalami depresi atau gangguan jiwa sebagai akibat terlalu terfokus pada uang yang dipinjamkan atau diambil. Pihak yang mengutangi gelisah karena jiwanya terbebas dari kerja. Sementara yang berutang dihantui perasaan was-was dan khawatir tak bisa melunasinya. Para pakar kedokteran menyimpulkan banyaknya terjadi tekanan darah tinggi dan serangan jantung adalah akibat banyaknya praktek riba yang dilakukan. Pengharaman riba dalam al-Qur’ân dan agama-agama samawi lainnya adalah sebuah aturan dalam perilaku ekonomi. Ini sesuai dengan pendapat para filosof yang mengatakan bahwa uang tidak bisa menghasilkan uang. Para ahli ekonomi menetapkan beberapa cara menghasilkan uang. Di antara cara yang produktif adalah dengan bekerja di beberapa bidang usaha seperti industri, pertanian dan perdagangan. Dan yang tidak produktif adalah bunga atau praktek riba, karena tidak berisiko. Pinjaman berbunga selamanya tidak akan merugi, bahkan selalu menghasilkan. Bunga adalah hasil nilai pinjaman. Kalau sebab penghasilannya pinjaman, maka berarti usahanya melalui perantaraan orang lain yang tentunya tidak akan rugi. Banyaknya praktek riba juga menyebabkan dominasi modal di suatu bidang usaha. Dengan begitu, akan mudah terjadi kekosongan dan pengangguran yang menyebabkan kehancuran dan kemalasan. (13)
      —————
  2. Ali-‘Imran/3 (Juz 3,4; Sejumlah 200 Ayat)
    • Ayat 10
      —————
      إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُم مِّنَ اللَّـهِ شَيْئًا ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ
      —————
      Orang-orang kafir, pada hari itu, harta dan anak-anaknya tidak dapat menyelamatkan mereka dari siksaan, meskipun jumlahnya banyak. Mereka akan menjadi bahan bakar yang membuat api neraka menyala. (14)
      —————
    • Ayat 16
      —————
      الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
      —————
      Balasan ini akan diterima orang-orang yang hatinya penuh dengan keimanan, yang tampak dari ucapan mereka, “Ya Tuhan kami, kami sungguh benar-benar beriman memenuhi panggilan-Mu. Maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari siksa neraka. (15)
      —————
    • Ayat 24
      —————
      ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ ۖ وَغَرَّهُمْ فِي دِينِهِم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ
      —————
      Orang-orang Yahudi yang berpaling itu memang telah tertipu oleh anggapan dan angan-angan kosong mereka. Mereka, misalnya, menganggap bahwa mereka hanya akan disiksa api neraka beberapa hari saja. Anggapan dan angan-angan kosong itu dilatarbelakangi oleh kesombongan dan kebohongan mereka yang terus menerus dalam sikap beragama mereka. (16)
      —————
    • Ayat 103
      —————
      وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّـهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّـهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّـهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
      —————
      Berpegang teguhlah kepada agama Allah dan tetaplah bersatu. Janganlah berbuat sesuatu yang mengarah kepada perpecahan. Renungkanlah karunia Allah yang diturunkan kepada kalian pada masa jahiliah, ketika kalian masih saling bermusuhan. Saat itu Allah menyatukan hati kalian melalui Islam, sehingga kalian menjadi saling mencintai. Saat itu kalian berada di jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian dengan Islam. Dengan penjelasan yang baik seperti itulah, Allah selalu menerangkan berbagai jalan kebaikan untuk kalian tempuh. (17)
      —————
    • Ayat 116
      —————
      إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُم مِّنَ اللَّـهِ شَيْئًا ۖ وَأُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
      —————
      Sesungguhnya orang-orang kafir tidak akan diselamatkan oleh tebusan harta mereka dan pertolongan anak-anak mereka dari siksaan Allah di hari akhir. Sebaliknya, mereka akan kekal dalam neraka. (18)
      —————
    • Ayat 131
      —————
      وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
      —————
      Dan waspadalah terhadap api neraka yang disediakan untuk orang-orang kafir, dengan menjahui sebab-sebabnya berupa penghalalan riba. (19)
      —————
    • Ayat 151
      —————
      سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّـهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ
      —————
      Juga, kalian tidak perlu menjadi lemah karena terkena musibah pada perang Uhud! Kami akan menanamkan rasa takut dan gentar ke dalam hati musuh-musuh kalian, karena mereka menyekutukan Allah dengan menyembah tuhan-tuhan lain yang tidak dapat mendatangkan keuntungan dan kerugian, tanpa suatu bukti pun yang pernah diturunkan Allah. Tempat tinggal mereka adalah neraka. Sungguh, neraka merupakan sejelek-jelek tempat tinggal bagi orang-orang zalim. (20)
      —————
    • Ayat 183
      —————
      الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّـهَ عَهِدَ إِلَيْنَا أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّىٰ يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ ۗ قُلْ قَدْ جَاءَكُمْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِي بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالَّذِي قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
      —————
      Merekalah yang berkata, “Allah memerintahkan kami di dalam Tawrât, agar kami tidak percaya dan tidak tunduk kepada seorang rasul, kecuali jika ia dapat membuktikan kebenarannya dengan mendatangkan sesuatu untuk dikorbankan demi perkenan Allah, lalu datang api dari langit untuk memakannya.” Katakan kepada mereka, wahai Nabi, “Sejumlah rasul telah datang kepada kalian sebelumnya dengan bukti yang jelas seperti yang kalian minta. Tetapi kalian tetap mendustakan dan bahkan membunuh mereka. Mengapa kalian lakukan hal itu, jika kalian benar-benar jujur dalam berjanji dengan menunjukkan keimanan ketika apa yang kalian inginkan itu terjadi?” (21)
      —————
    • Ayat 185
      —————
      كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
      —————
      Setiap jiwa yang hidup pasti akan merasakan mati. Apabila kamu sekalian mendapatkan kesengsaraan hidup di dunia, maka sesungguhnya kamu akan mendapatkan pahala secara penuh di hari kiamat. Barangsiapa yang dijauhkan dari api neraka, maka sesungguhnya ia telah memperoleh kemenangan. Dan kehidupan dunia itu tidak lebih dari perhiasan sementara yang menipu. (22)
      —————
    • Ayat 191
      —————
      الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّـهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
      —————
      Telah menjadi ciri Ulû al-Albâb bahwa mereka selalu merenungkan keagungan dan kebesaran Allah dalam hati di mana pun mereka berada, dalam keadaan duduk, berdiri dan berbaring. Mereka selalu merenungkan penciptaan langit dan bumi, dan keunikan yang terkandung di dalamnya sambil berkata, “Tuhanku, tidak Engkau ciptakan jagat ini tanpa ada hikmah yang telah Engkau tentukan di balik itu. Engkau tersucikan dari sifat-sifat serba kurang, bahkan ciptaan-Mu itu sendiri adalah bukti kekuasaan dan hikmah-Mu. Hindarkanlah kami dari siksa neraka, dan berilah kami taufik untuk menaati segala perintah-Mu. (23)
      —————
    • Ayat 192
      —————
      رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
      —————
      Wahai Zat yang menciptakan, mengendalikan segala urusan dan memelihara kami. Sesungguhnya orang yang berhak atas api neraka dan telah Engkau masukkan ke dalamnya, sungguh ia telah Engkau hinakan. (24)
      —————
  3. An-Nisa/4 : 145 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
    —————
    إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
    —————
    Sesungguhnya orang-orang munafik berada di dalam neraka Jahanam yang paling dalam akibat kemunafikan mereka. Mereka berada di bagian terendah neraka. Dan kamu, Muhammad, tidak akan menemukan penolong yang dapat melindungi mereka dari siksa neraka. (25)
    —————
  4. Al-Ma’idah/5 (Juz 6,7; Sejumlah 120 Ayat)
    • Ayat 29
      —————
      إِنِّي أُرِيدُ أَن تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ
      —————
      Aku tidak akan melawanmu kalau kamu membunuhku, supaya kamu menanggung sendiri dosa pembunuhan terhadap diriku dan dosa dirimu karena tidak berbuat ikhlas kepada Allah sebelumnya. Dengan demikian, kamu berhak mendapat siksa api neraka di akhirat kelak. Itulah balasan yang adil dari Allah bagi orang yang zalim.” (26)
      —————
    • Ayat 37
      —————
      يُرِيدُونَ أَن يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيمٌ
      —————
      Orang-orang kafir selalu mendambakan untuk dapat keluar dari neraka, padahal mereka sama sekali tidak akan dapat keluar. Mereka akan mendapatkan siksa yang kekal. (27)
      —————
    • Ayat 72
      —————
      لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّـهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّـهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّـهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّـهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
      —————
      Tidak beriman kepada Allah orang-orang yang mengira bahwa Allah masuk ke dalam tubuh ‘Isâ putra Maryam dan menjadikan ‘Isâ sebagai Tuhan, sebagaimana dikatakan orang-orang Nasrani sekarang ini. Padahal, ‘Isâ sendiri terbebas dari sangkaan itu. Sesungguhnya ‘Isâ memerintahkan Banû Isrâ’îl agar dengan tulus beriman kepada Allah semata dengan mengatakan, “Sesungguhnya Allahlah yang menciptakan aku dan kalian, dan menguasai segala urusan kita. Barangsiapa mengira bahwa Allah mempunyai sekutu, maka neraka adalah ganjaran baginya. Ia tidak akan masuk surga selamanya karena telah melampaui batas-batas yang telah ditentukan Allah. Orang-orang yang melampaui batas dan berbuat zalim, tidak akan mendapatkan penolong yang menyelamatkan mereka dari siksaan-Nya. (28)
      —————
  5. Al-An’am/6 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
    • Ayat 27
      —————
      وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
      —————
      Jika kamu, Muhammad, melihat orang-orang kafir itu saat berdiri di ambang neraka, dan mereka mulai merasakan kepedihan-kepedihannya, pasti kamu akan melihat hal yang aneh dan hebat. Karena mereka berangan-angan untuk kembali ke dunia dan mengatakan, “Andai kata kami dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah kami perbuat, tidak membohongi ayat-ayat Allah dan menjadi orang-orang Mukmin.” (29)
      —————
    • Ayat 128
      —————
      وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُم مِّنَ الْإِنسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُم مِّنَ الْإِنسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّـهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ
      —————
      Kalau orang-orang yang menempuh jalan lurus itu akan mendapat tempat aman dengan kekuasaan Allah, maka orang-orang yang menempuh jalan setan akan mendapat balasan juga atas pelanggaran itu pada saat semua manusia dikumpulkan di hari kiamat. Saat itu, Allah berkata kepada jin dan manusia yang berbuat dosa, “Wahai sekumpulan jin, kalian telah banyak menggoda manusia, hingga banyak yang mengikuti kalian.” Manusia-manusia yang mengikuti jin itu berkata, “Wahai Pencipta dan Penguasa kami, masing-masing kami telah memanfaatkan yang lain dan kami bersenang-senang dengan berbagai kenikmatan dunia. Kini kami telah sampai kepada ajal yang telah Engkau tentukan.” Allah berkata lagi, “Tempat kalian semua adalah neraka dan kalian akan kekal abadi di dalamnya. Kecuali orang-orang yang dikehendaki Allah untuk diselamatkan, yaitu orang-orang yang tidak mengingkari pesan-pesan Allah. Sungguh, perbuatan Allah selamanya selalu sejalan dengan kebijaksanaan dan pengetahuan-Nya.  (30)
      —————
  6. Al-A’raf/7 (Juz 8,9; Sejumlah 206 Ayat)
    • Ayat 36
      —————
      وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
      —————
      Kedua, orang-orang yang mendustakan pesan-pesan-Ku, menyombongkan diri dengan enggan mengikutinya dan memetik petunjuk darinya. Mereka itu adalah penghuni neraka, tersiksa di dalamnya dan kekal abadi dalam siksaan tersebut. (31)
      —————
    • Ayat 38
      —————
      قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُم مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ فِي النَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَّعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰ إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَـٰؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِّنَ النَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَـٰكِن لَّا تَعْلَمُونَ
      —————
      Pada hari kiamat Allah berfirman kepada mereka yang kafir, “Masuklah kalian ke dalam neraka besama umat-umat jin dan manusia terdahulu yang kafir. Setiap kali suatu umat masuk ke dalam neraka, dia akan mengutuk umat yang kafir seperti dia dan menjadikannya contoh teladan. Ketika telah terkumpul semua, setelah masuk secara bertahap, orang-orang yang mengikuti berkata dengan mencela kepada yang orang-orang diikuti, “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami karena kami telah mengikuti mereka, sebab mereka lebih dulu dan menguasai kami. Mereka berhasil memalingkan kami dari jalan kebenaran. Maka berilah mereka siksa dua kali lipat sebagai balasan atas apa yang mereka dan kami lakukan.” Allah menjawab dengan berfirman, “Masing-masing kalian memperoleh siksa dua kali lipat, tanpa ada yang terbebas.” Siksa para pengikut dibuat berlipat ganda karena kekafiran dan kesesatan mereka serta karena mereka mengikuti lainnya tanpa berfikir. Sementara siksa orang-orang yang diikuti dibuat berlipat ganda karena kekafiran dan kesesatan mereka serta pengkafiran dan penyesatan yang mereka lakukan terhadap orang lain. Akan tetapi kalian semua tidak mengetahui sepedih apa siksaan itu. (32) **]
      —————
    • Ayat 44
      —————
      وَنَادَىٰ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابَ النَّارِ أَن قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۖ قَالُوا نَعَمْ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَن لَّعْنَةُ اللَّـهِ عَلَى الظَّالِمِينَ
      —————
      Penghuni surga berseru kepada penghuni neraka dengan mengatakan, “Kami telah mendapatkan dengan sebenarnya pahala yang dijanjikan Tuhan kepada kami. Apakah kalian juga telah memperoleh siksa yang dijanjikan Tuhan dengan sebenarnya?” Mereka menjawab, “Ya.” Kemudian seorang penyeru, malaikat, di antara penghuni surga dan neraka berkata, “Keterputusan dan keterusiran dari kasih sayang Allah adalah balasan bagi orang-orang yang menganiaya diri sendiri dengan kekafiran dan kesesatan.” (33)
      —————
    • Ayat 47
      —————
      وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
      —————
      Setelah itu, ketika pandangan orang-orang Mukmin beralih ke arah penghuni neraka, mereka berkata karena melihat betapa menakutkannya neraka, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau masukkan kami ke dalamnya bersama orang-orang yang menzalimi diri, kebenaran dan manusia.” (34)
      —————
    • Ayat 50
      —————
      وَنَادَىٰ أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّـهُ ۚ قَالُوا إِنَّ اللَّـهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ
      —————
      Penghuni neraka menyeru penghuni surga dengan mengatakan, “Tinggalkan dan limpahkan untuk kami sedikit air. Atau berilah kami sedikit rezeki yang telah Allah berikan kepada kalian berupa makanan dan pakaian yang baik-baik, serta kenikmatan penghuni surga yang lainnya.” Penghuni surga menjawab, “Kami tidak bisa memberikannya. Sebab Allah telah melarang itu semua untuk kaum kafir yang mengingkari-Nya dan nikmat-nikmat-Nya di dunia.” (35)
      —————
  7. Al-Anfal/8 : 14 (Juz 9,10; Sejumlah 75 Ayat)
    —————
    ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابَ النَّارِ
    —————
    Begitulah peperangan, wahai orang-orang yang beriman. Maka, rasakanlah pahit-manisnya perang dengan jiwa penuh keyakinan bahwa kalian akan mendapat pertolongan dan kemenangan. Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah akan mendapatkan hukuman yang lain di hari kiamat berupa siksa neraka. (36)
    —————
  8. At-Taubah/9 : 17 (Juz 10,11; Sejumlah 129 Ayat)
    —————
    مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّـهِ شَاهِدِينَ عَلَىٰ أَنفُسِهِم بِالْكُفْرِ ۚ أُولَـٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ
    —————
    Orang-orang musyrik tidak pantas memakmurkan masjid-masjid Allah. Mereka terus-menerus dalam kekufuran dan menyatakannya terang-terangan. Semua perbuatan orang-orang musyrik itu tidak akan dihiraukan oleh Allah dan tidak akan diberikan pahala bagi mereka. Mereka kekal di dalam neraka pada hari kiamat. (37)
    —————
  9. Yunus/10 (Juz 11; Sejumlah 109 Ayat)
    • Ayat 8
      —————
      أُولَـٰئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
      —————
      Tempat tinggal mereka adalah neraka, sebagai ganjaran atas kekufuran dan perbuatan-perbuatan buruk. yang mereka lakukan. (38)
      —————
    • Ayat 27
      —————
      وَالَّذِينَ كَسَبُوا السَّيِّئَاتِ جَزَاءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ مَّا لَهُم مِّنَ اللَّـهِ مِنْ عَاصِمٍ ۖ كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِّنَ اللَّيْلِ مُظْلِمًا ۚ أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
      —————
      Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Allah, lalu mereka kufur dan melakukan kemaksiatan, maka mereka akan dibalas sesuai dengan kejahatan yang telah mereka lakukan. Mereka akan tertutupi oleh kehinaan. Tidak ada pelindung yang dapat menghindarkan diri mereka dari siksa Allah. Wajah mereka menjadi hitam karena kesusahan dan kesedihan, seakan-akan tertimpa oleh kegelapan malam. Mereka itulah penghuni neraka yang akan sengsara di dalamnya untuk selama-lamanya. (39)
      —————
  10. Hud/11  (Juz 11,12; Sejumlah 123 Ayat)
    • Ayat 16
      —————
      أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
      —————
      Mereka itulah orang-orang yang membatasi diri dengan hanya memikirkan kepentingan dunia. Karenanya, di akhirat kelak mereka tidak akan mendapatkan apa-apa selain siksa api neraka. Sungguh, apa yang mereka lakukan di dunia tidak akan mendatangkan manfaat karena, di samping di akhirat nanti mereka tidak mendapatkan bagian apa-apa, juga karena perbuatan mereka itu sendiri pada hakikatnya tidak berguna. Sebab, perbuatan yang tidak memberikan kebahagiaan abadi sebenarnya sama saja dengan tidak pernah ada. (40)
      —————
    • Ayat 17
      —————
      أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِّنْهُ وَمِن قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُولَـٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ ۚ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِّنْهُ ۚ إِنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ
      —————
      Apakah orang yang menjalani kehidupan dengan petunjuk Tuhan, dan mencari kebenaran secara ikhlas dengan didukung saksi kebenaran dari Allah yang ada pada zamannya, berupa al-Qur’ân, dan yang ada sebelumnya berupa, kitab suci Mûsâ, yang Allah turunkan sebagai pedoman dan wujud kasih sayang, sederajat dengan orang yang berjalan dalam kesesatan dan kebutaan, yang tidak memikirkan selain kesenangan dan perhiasan dunia? Mereka yang disebut pertama adalah orang-orang yang hatinya dicerahkan oleh Allah. Mereka adalah orang-orang yang mengimani Nabi dan kitab yang diturunkan kepadanya. Adapun yang disebut kedua, mereka adalah orang-orang yang menolak dan menentang kebenaran, dan neraka adalah tempatnya di hari kiamat. Maka janganlah kamu, wahai Nabi, menyangsikan kebenaran al-Qur’ân yang Allah turunkan ini, satu kitab suci yang tidak mengandung kesalahan sedikit pun. Kendati pun demikian, kebanyakan manusia lebih mengikuti hawa nafsu mereka yang menyesatkan sehingga mereka tidak mengimani apa yang mesti mereka imani. (41) *]
      —————
    • Ayat 98
      —————
      يَقْدُمُ قَوْمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَوْرَدَهُمُ النَّارَ ۖ وَبِئْسَ الْوِرْدُ الْمَوْرُودُ
      —————
      Pada hari kiamat, Fir’aun berada di muka kaumnya, memimpin mereka seperti halnya di dunia, kemudian dengan pasti memasukkan mereka ke dalam neraka. Di sana mereka terbakar dan merasakan kepedihan siksaannya. Sungguh merupakan tempat masuk yang amat jelek, tempat mereka meminum air yang amat panas untuk melepas dahaga. Tetapi yang terjadi malah perut mereka robek. (42)
      —————
    • Ayat 106
      —————
      فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ
      —————
      Orang-orang yang celaka, tempat mereka adalah neraka. Di situ mereka bernafas dengan disertai rintihan sakit ketika menghirup dan mengeluarkan nafas dari dada. (43)
      —————
    • Ayat 113
      —————
      وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّـهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ
      —————
      Janganlah sedikit pun kalian condong kepada musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian yang menzalimi diri mereka dan melanggar batasan-batasan Allah. Jangan kalian bergantung kepada mereka atau menganggap baik jalan yang mereka tempuh. Sebab, dengan condong kepada mereka, kalian pantas menerima siksa neraka, dan tidak ada seorang pun yang dapat menghindarkannya dari kalian. Sebagai kesudahan kalian, kalian tidak akan dibela oleh Allah dalam melawan musuh dengan cara tidak ditolong, oleh sebab kecenderungan kalian kepada musuh-Nya. (44)
      —————
  11. Ar-Ra’d/13 (Juz 13; Sejumlah 43 Ayat)
    • Ayat 5
      —————
      وَإِن تَعْجَبْ فَعَجَبٌ قَوْلُهُمْ أَإِذَا كُنَّا تُرَابًا أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ۗ أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ ۖ وَأُولَـٰئِكَ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ ۖ وَأُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
      —————
      Keadaan orang-orang musyrik dalam menghadapi bukti-bukti yang nyata dan jelas itu sungguh aneh! Kalau kamu merasa heran, wahai Muhammad, maka yang sebenarnya mengherankan adalah ucapan mereka yang mengatakan, “Apakah, setelah kami mati dan menjadi tanah, kami akan hidup kembali?” Itu adalah sikap orang yang kafir terhadap Sang Pencipta. Akal mereka telah sesat dan tempat kembali mereka adalah neraka yang akan hidup kekal di dalamnya. Padahal, Tuhan yang mampu menciptakan tentu mampu pula mengembalikan penciptaan-Nya. (45)
      —————
    • Ayat 17
      —————
      أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّـهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ۚ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّـهُ الْأَمْثَالَ
      —————
      Nikmat dan karunia Allah kepada kalian pun sungguh sangat jelas dan nyata, dan patung-patung kalian tidak mempunyai peran apa-apa tentang karunia-karunia itu. Hanya Dialah yang menurunkan hujan dari awan hingga mengakibatkan sungai dan lembah dapat mengalirkan air. Semua itu sesuai dengan ketentuan takdir yang telah ditetapkan Allah untuk dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan membuahkan pohon. Sungai-sungai itu, ketika mengalirkan air, membawa benda-benda yang tak berguna yang mengapung di atas permukaannya, mengalir mengikuti arah air, sedangkan di dalamnya terdapat benda-benda yang dapat dimanfaatkan dan tidak lenyap. Sementara benda yang tak berguna itu akan lenyap. Demikian pula halnya dengan kebenaran dan kebatilan. Yang pertama itu akan tetap, kekal dan tidak lenyap, sedangkan yang kedua akan lenyap. Selain itu, di antara tambang yang kalian olah dengan menggunakan api, ada yang dapat kalian ambil sebagai perhiasan seperti emas dan perak, ada pula yang dapat kalian pergunakan sebagaimana peralatan seperti besi dan tembaga. Ada juga yang tidak dapat dimanfaatkan, yang muncul di permukaan. Nah, yang tidak dapat dimanfaatkan itu hanya akan terbuang, sedangkan yang dapat digunakan akan bertahan. Demikian pula halnya dengan akidah dan kepercayaan. Akidah yang sesat akan lenyap tak berarti, dan akidah yang benar akan tetap, tidak akan lenyap. Dengan cara seperti ini Allah Swt. menerangkan yang sebenarnya. Allah mengumpamakan suatu dengan yang lainnya agar semuanya menjadi jelas(1). (1) Allah menjelaskan dua hal yang mirip dengan kebenaran, yaitu air jernih dan tambang murni, yang dapat diambil kegunaannya, juga dua hal yang mirip dengan kebaikan, yaitu buih air dan buih tambang yang larut, yang tidak dapat diambil kegunaannya. Dia menurunkan air hujan dari awan, lalu mengalirlah air lembah dan sungai dengan berbagai ukurannya, besar dan kecil. Air yang mengalir itu menghanyutkan buih yang muncul di atas permukaan air yang disebut busa air. Dari berbagai barang tambang yang dihasilkan orang melalui proses pembakaran seperti emas, perak, tembaga dan timah ada yang dapat dijadikan perhiasan atau peralatan seperti bejana. Ada juga yang berupa sampah seperti sampah air yang mengapung di atas permukaan air. Bagian barang tambang yang mengalir itu disebut khabîts (limbah). Dengan tamsil air dan limbahnya serta tambang dan limbahnya itu, Allah menerangkan kebenaran dan kebatilan. Kebenaran diibaratkan sebagai air dan tambang yang jernih, sedangkan kebatilan diibaratkan sebagai limbah air dan limbah tambang yang tidak mungkin dapat dimanfaatkan dan akan lenyap dan terbuang. Sedangkan air jernih dan tambang jernih yang dapat berguna untuk kepentingan manusia akan bertahan di dalam tanah agar dapat dimanfaatkan. Dengan tamsil yang sangat jelas seperti itulah Allah selalu memperlihatkan kebaikan dan kejahatan kepada manusia. Setelah menerangkan kebenaran dan kebatilan, Allah kemudian menerangkan orang yang mengikuti jalan yang benar dan jalan yang batil. Orang-orang yang mengikuti jalan yang benar dengan selalu bersikap patuh akan memperoleh pahala dan kenikmatan surga di akhirat. Sebaliknya, orang-orang yang lebih memilih jalan yang batil, meskipun mereka memiliki seluruh kekayaan dunia bahkan dua kali lebih banyak untuk menghindari siksaan Allah, tidak akan diterima. (46)
      —————
    • Ayat 35
      —————
      مَّثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا ۚ تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوا ۖ وَّعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ
      —————
      Jika mereka mendapat siksaan semacam itu, maka orang-orang Mukmin mendapatkan surga dengan kenikmatannya. Mereka memang telah dijanjikan untuk itu. Surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang berpegang teguh pada kebenaran, dan memiliki iman sebagai benteng yang melindungi mereka dari kebatilan, adalah surga yang di bawah pepohonannya dialiri sungai-sungai dengan airnya yang tawar. Buah- buahannya abadi, tak akan pernah habis. Naungannya pun kekal. Itu adalah akibat baik bagi orang-orang yang tidak berbuat jahat. Sedangkan orang-orang yang ingkar, akibat yang akan dirasakan adalah neraka. (47)
      —————
  12. Ibrahim/14 (Juz 13; Sejumlah 52 Ayat)
    • Ayat 30
      —————
      وَجَعَلُوا لِلَّـهِ أَندَادًا لِّيُضِلُّوا عَن سَبِيلِهِ ۗ قُلْ تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ
      —————
      Orang-orang musyrik itu juga membuat patung-patung sebagai sekutu Allah, satu-satunya Tuhan yang pantas disembah, sehingga perbuatan mereka itu mengakibatkan sesatnya manusia dari jalan Allah. Katakan, hai Muhammad, kepada orang-orang yang sesat itu, “Bersenang-senanglah dengan keinginan hawa nafsu kalian! Tetapi tempat kembali kalian nanti adalah neraka.” (48)
      —————
    • Ayat 50
      —————
      سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍ وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ النَّارُ
      —————
      Sekujur tubuh mereka dibalur dengan cairan sejenis tir, hingga seolah-olah seperti pakaian yang melekat di badan mereka, sementara wajah mereka tertutupi api. (49)
      —————
  13. An-Nahl/16 : 62 (Juz 14; Sejumlah 128 Ayat)
    —————
    وَيَجْعَلُونَ لِلَّـهِ مَا يَكْرَهُونَ وَتَصِفُ أَلْسِنَتُهُمُ الْكَذِبَ أَنَّ لَهُمُ الْحُسْنَىٰ ۖ لَا جَرَمَ أَنَّ لَهُمُ النَّارَ وَأَنَّهُم مُّفْرَطُونَ
    —————
    Orang-orang musyrik menyandangkan kepada Allah apa yang mereka tidak sukai jika disandangkan kepada diri mereka, seperti anak perempuan dan adanya saingan. Lidah mereka mengucapkan kedustaan ketika mereka mengira bahwa, dengan berbuat demikian, mereka–seperti halnya di dunia mereka memperoleh kekayaan dan kekuasaan–juga akan memperoleh balasan yang paling baik, yaitu surga dari Allah jika mereka dibangkitkan. Tidak diragukan lagi, bagi mereka adalah neraka. Mereka akan lebih dahulu segera dimasukkan ke dalamnya sebelum yang lainnya. (50)
    —————
  14. Al-Kahfi/18 : 53 (Juz 15,16; Sejumlah 110 Ayat)
    —————
    وَرَأَى الْمُجْرِمُونَ النَّارَ فَظَنُّوا أَنَّهُم مُّوَاقِعُوهَا وَلَمْ يَجِدُوا عَنْهَا مَصْرِفًا
    —————
    Orang-orang yang berdosa telah menyaksikan neraka dan mereka yakin akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak mendapatkan tempat pengganti yang lain untuk didiami. (51)
    —————
  15. Ta-Ha/20 : 10 (Juz 16; Sejumlah 135 Ayat)
    —————
    إِذْ رَأَىٰ نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّي آتِيكُم مِّنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى
    —————
    Ketika Mûsâ melihat api dalam perjalanannya pada suatu malam dari Madyan menuju Mesir, ia berkata kepada istri dan orang yang menyertainya, “Tunggulah di tempat kalian, karena aku melihat api. Mudah- mudahan aku dapat membawanya sedikit untuk menghangatkan tubuh kalian, atau mendapatkan seorang penunjuk jalan di sekitar api itu.” (52)
    —————
  16. Al-Anbiya/21 : 39 (Juz 17; Sejumlah 112)
    —————
    لَوْ يَعْلَمُ الَّذِينَ كَفَرُوا حِينَ لَا يَكُفُّونَ عَن وُجُوهِهِمُ النَّارَ وَلَا عَن ظُهُورِهِمْ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ
    —————
    Kalau saja orang-orang yang ingkar kepada Allah itu mengetahui keadaan mereka ketika tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka dan punggung mereka, serta tidak menemukan orang yang mampu menolong mereka mengelakkanya, niscaya mereka tidak akan mengatakan yang mereka katakan ini. (53)
    —————
  17. Al-Hajj/22 : 72 (Juz 17; Sejumlah 78 Ayat)
    —————
    وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ تَعْرِفُ فِي وُجُوهِ الَّذِينَ كَفَرُوا الْمُنكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِالَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكُمُ ۗ النَّارُ وَعَدَهَا اللَّـهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
    —————
    Apabila ada yang membacakan ayat-ayat Kami yang jelas kepada orang-orang musyrik itu–yaitu ayat yang berisi bukti kebenaranmu, Muhammad, dan ketidak-benaran peribadatan mereka–kamu akan melihat secara sepintas tanda-tanda kedongkolan di wajah mereka. Rasa dongkol yang tampaknya telah begitu mendarah daging hingga hampir-hampir membuat mereka menerkam setiap orang yang membacakan ayat Allah kepada mereka. Untuk mencerca dan memberi peringatan, katakanlah kepada mereka itu, wahai Nabi, “Apakah kalian mau mendengar jika aku beritahu kalian dengan sesuatu yang lebih menyakitkan daripada kedongkolan yang membakar jiwa kalian semua itu? Sesuatu itu adalah neraka yang dijanjikan Allah kepada orang-orang kafir seperti kalian, pada hari kiamat. Dan alangkah jeleknya tempat kembali dan tempat tinggal seperti itu.” (54)
    —————
  18. Al-Mu’minun/23 : 10 (Juz 18; Sejumlah 118 Ayat)
    —————
    تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ
    —————
    Wajah mereka dibakar dengan api. Karena begitu buruknya nasib mereka, mereka tampak menyeramkan dan kasar.  (55)
    —————
  19. An-Nur/24 : 57 (Juz 18; Sejumlah 64 Ayat)
    —————
    لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ ۚ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۖ وَلَبِئْسَ الْمَصِيرُ
    —————
    Wahai Muhammad, jangan kamu kira bahwa orang-orang kafir itu dapat menundukkan Allah untuk menimpakan azab karena dosa mereka, atau meneguhkan para penganut kebenaran di mana saja mereka berada. Sesungguhnya Dia Mahakuasa. Tempat kembali mereka pada hari kiamat adalah neraka. Itulah tempat kembali yang paling buruk. (56)
    —————
  20. An-Naml/27 (Juz 19,20; Sejumlah 93 Ayat)
    • Ayat 8
      —————
      فَلَمَّا جَاءَهَا نُودِيَ أَن بُورِكَ مَن فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَانَ اللَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
      —————
      Tatkala Mûsâ sampai ke tempat api itu, ia diseru, “Mereka yang berada di dekat atau di sekitar perapian, yaitu malaikat dan Mûsâ sendiri, akan mendapatkan berkah. Allah Mahasuci dari segala sifat yang tidak layak disandangkan kepada-Nya. (57)
      —————
    • Ayat 90
      —————
      وَمَن جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
      —————
      Sebaliknya, siapa saja yang berbuat kejahatan, syirik dan kemaksiatan, lalu mati dalam keadaan musyrik, maka sebagai balasannya Allah akan menjerumuskan muka mereka ke dalam api neraka pada hari kiamat. Saat itu akan dikatakan kepada mereka, “Kalian tidak diberikan balasan kecuali sebagai akibat dari kesyirikan dan kemaksiatan kalian.”  (58)
      —————
  21. Al-Qasas/28 (Juz 20; Sejumlah 88 Ayat)
    • Ayat 29
      —————
      فَلَمَّا قَضَىٰ مُوسَى الْأَجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِ آنَسَ مِن جَانِبِ الطُّورِ نَارًا قَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّي آتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِّنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ
      —————
      Setelah menyelesaikan pekerjaan sesuai masa yang telah dijanjikan, dan secara sah menjadi suami putri Syu’ayb, Mûsâ membawa istrinya kembali ke negeri Mesir. Di tengah perjalanan, dari arah bukit Sinai Mûsâ melihat api. Ia berkata kepada orang-orang yang mengikutinya, “Tetaplah kalian di sini. Aku melihat cahaya di tengah kegelapan. Aku akan mendatangi api itu agar aku mendapat keterangan mengenai jalan yang akan kita tempuh, atau membawa sebongkah apinya untuk menghangatkan badan kalian.” (59)
      —————
    • Ayat 41
      —————
      وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنصَرُونَ
      —————
      Allah berfirman, “Mereka Kami jadikan sebagai orang-orang yang mempropagandakan kekufuran yang menyeret ke neraka. Dan mereka tidak akan mendapatkan seseorang yang dapat menolong dan mengeluarkan mereka dari siksa ini pada hari kiamat. (60)
      —————
  22. Al-Ankabut/29 (Juz 20,21; Sejumlah 69 Ayat)
    • Ayat 24
      —————
      فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَن قَالُوا اقْتُلُوهُ أَوْ حَرِّقُوهُ فَأَنجَاهُ اللَّـهُ مِنَ النَّارِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
      —————
      Jawaban kaum Nabi Ibrâhîm, ketika ia menyuruh mereka untuk menyembah Allah dan meninggalkan penyembahan berhala, tidak lain hanya berupa semakin kuatnya kekufuran mereka. Sebagian mereka berkata kepada yang lain, “Bunuhlah atau bakarlah ia!” Lalu mereka melemparkannya ke dalam api. Kemudian Allah menjadikan api itu dingin dan memberikan keselamatan baginya serta menolongnya dari api. Sesungguhnya dalam penggagalan tipu daya mereka dan penyelamatan Ibrâhîm dari api serta ketiadaan pengaruh api pada dirinya, terdapat bukti-bukti yang jelas bagi kaum yang mempercayai keesaan dan kekuasaan Allah. (61)
      —————
    • Ayat 25
      —————
      وَقَالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُم مِّن دُونِ اللَّـهِ أَوْثَانًا مَّوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُم بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُم بَعْضًا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن نَّاصِرِينَ
      —————
      Ibrâhîm berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kalian hanya menyembah tuhan-tuhan palsu yang tidak boleh disembah. Dan sebagian dari kalian tidak mengingkari sebagian yang lain hanya dengan tujuan untuk mempertahankan kasih sayang yang penuh dosa yang kalian ridai dalam kehidupan dunia kalian. Kemudian keadaan akan berubah pada hari kiamat. Pemimpin-pemimpin berlepas tangan dari pengikut- pengikutnya dan pengikut-pengikut itu mengutuk para pemimpin mereka. Kalian tidak memiliki penolong yang dapat mencegah kalian dari masuk ke dalam neraka.” (62)
      —————
  23. As-Sadja/32 : 20 (Juz 21; Sejumlah 30 Ayat)
    —————
    وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۖ كُلَّمَا أَرَادُوا أَن يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ
    —————
    Sedangkan orang-orang yang tidak taat kepada Allah dengan bersikap kufur kepada-Nya, maka tempat yang disediakan bagi mereka adalah neraka. Setiap kali mereka berusaha untuk keluar, mereka selalu dikembalikan. Kepada mereka dikatakan, “Rasakan azab neraka yang selalu kalian dustakan di dunia ini!” (63) **]
    —————
  24. Al-Ahzab/33 : 66 (Juz 21,22; Sejumlah 73 Ayat)
    —————
    يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّـهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا
    —————
    Pada hari ketika wajah mereka dibolak-balikkan di atas api. Dan dengan penuh rasa sesal, mereka mengatakan, “Alangkah baiknya, kalau dulu kami menaati Allah dan Rasul-Nya.” (64)
    —————
  25. Saba’/34 : 42 (Juz 22; Sejumlah 54 Ayat)
    —————
    فَالْيَوْمَ لَا يَمْلِكُ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ نَّفْعًا وَلَا ضَرًّا وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ
    —————
    Saat hari kebangkitan tiba, tidak seorang pun dari kalangan orang-orang musyrik itu dapat memberikan bantuan pada yang lain atau menghindarkan yang lain dari siksaan. Kami firmankan kepada orang-orang zalim itu, “Rasakan siksa neraka yang telah kalian dustakan dulu di dunia. !” (65)
    —————
  26. Sad/38 (Juz 23; Sejumlah 88)
    • Ayat 27
      —————
      وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ
      —————
      Kami tidak menciptakan langit dan bumi beserta semua yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu hanya sangkaan orang-orang kafir sehingga mereka semena-mena memberikan keputusan sesuai hawa nafsunya. Dari itu, mereka akan memperoleh siksa yang pedih berupa api neraka. (66)
      —————
    • Ayat 59
      —————
      هَـٰذَا فَوْجٌ مُّقْتَحِمٌ مَّعَكُمْ ۖ لَا مَرْحَبًا بِهِمْ ۚ إِنَّهُمْ صَالُو النَّارِ
      —————
      Dikatakan kepada para pemimpin orang-orang musyrik yang durhaka, “Ini adalah sekelompok orang yang masuk neraka dengan penuh kesulitan dan berdesak-desakan. Mereka itu adalah para pengikut kalian.” Para pemimpin itu kemudian berkata, “Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka. Sesungguhnya mereka benar-benar masuk ke neraka dan merasakan panasnya.” (67)
      —————
    • Ayat 61
      —————
      قَالُوا رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَـٰذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِي النَّارِ
      —————
      Para pengikut itu berkata, “Wahai Tuhan kami, tambahkanlah orang yang menyebabkan kami mendapat siksa dengan siksa yang berlipat di neraka.” (68)
      —————
    • Ayat 64
      —————
      إِنَّ ذَٰلِكَ لَحَقٌّ تَخَاصُمُ أَهْلِ النَّارِ
      —————
      Sesungguhnya pembicaraan para penghuni neraka yang telah Kami sebutkan itu benar dan akan terjadi, yaitu perdebatan dan perselisihan antara sesama mereka. (69)
      —————
  27. Az-Zumar/39 (Juz 23,24; Sejumlah 75 Ayat)
    • Ayat 8
      —————
      وَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِن قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّـهِ أَندَادًا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِ ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا ۖ إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
      —————
      Apabila manusia tertimpa musibah, ia akan berdoa dan kembali kepada Tuhannya setelah sebelumnya menentang-Nya. Kemudian, apabila diberi kenikmatan yang banyak, ia melupakan musibah yang dulu ia mohon agar Tuhan menghilangkannya sebelum mendapatkan kenikmatan. Ia bahkan menyembah tuhan-tuhan lain yang dianggapnya sama dengan Allah. Ia melakukan hal itu untuk menyesatkan diri sendiri dan orang lain dari jalan Allah. Katakan, wahai Muhammad, kepada orang yang memiliki sifat seperti ini, dengan nada mengancam, “Bersenang-senanglah dengan sikap tidak mensyukuri nikmat Allah dalam waktu yang tidak lama. Kamu, sungguh, termasuk penghuni neraka.” (70)
      —————
    • Ayat 16
      —————
      لَهُم مِّن فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِّنَ النَّارِ وَمِن تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ۚ ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ اللَّـهُ بِهِ عِبَادَهُ ۚ يَا عِبَادِ فَاتَّقُونِ
      —————
      Untuk orang-orang yang merugi itu disediakan api neraka berlapis-lapis, dari arah atas dan bawah mereka. Dengan gambaran siksa seperti itu, Allah mengancam hamba-hamba-Nya, “Wahai hamba-hamba- Ku, takutilah murka-Ku.” (71)
      —————
    • Ayat 19
      —————
      أَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِي النَّارِ
      —————
      Apakah kamu memiliki hak mengatur pada kerajaan-Ku, lalu kamu dapat menghindarkan orang yang sudah ditetapkan mendapat siksa dari siksanya? Apakah kamu memiliki kekuatan seperti ini, lalu dapat menyelamatkan orang lain dari kekejaman neraka setelah ditetapkan bahwa ia akan memasukinya? (72)
      —————
  28. Ghafir/Al-Mu’min/40 (Juz 24; Sejumlah 85 Ayat)
    • Ayat 6
      —————
      وَكَذَٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّهُمْ أَصْحَابُ النَّارِ
      —————
      Sebagaimana telah ditetapkan siksaan terhadap umat-umat yang mendustakan nabinya, telah ditetapkan pula siksaan Tuhanmu terhadap orang-orang yang mengingkarimu, Muhammad. Mereka adalah penghuni neraka karena mereka lebih memilih kufur daripada iman. (73)
      —————
    • Ayat 41
      —————
      وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ
      —————
      “Wahai kaumku,” lanjutnya lagi, “Mana yang lebih baik bagi diriku: aku mengajak kalian ke jalan keselamatan, sedangkan kalian mengajakku ke jalan yang sesat menuju neraka? Kalian mengajakku untuk mengingkari Allah dan menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak aku ketahui, sedangkan aku mengajak kalian kepada Sang Mahakuat yang tak terkalahkan; Sang Maha Pengampun atas segala dosa. (74)
      —————
    • Ayat 43
      —————
      لَا جَرَمَ أَنَّمَا تَدْعُونَنِي إِلَيْهِ لَيْسَ لَهُ دَعْوَةٌ فِي الدُّنْيَا وَلَا فِي الْآخِرَةِ وَأَنَّ مَرَدَّنَا إِلَى اللَّـهِ وَأَنَّ الْمُسْرِفِينَ هُمْ أَصْحَابُ النَّارِ
      —————
      Sudah pasti bahwa tuhan yang kalian ajak aku untuk menyembahnya tidak memiliki kemampuan untuk mengabulkan seruan, baik di dunia apalagi di akhirat. Sudah pasti pula bahwa tempat kembali kita adalah Allah. Dan tidak diragukan lagi, bahwa orang-orang yang melampaui bataslah penghuni neraka, dan bukan orang Mukmin yang bersikap adil. (75)
      —————
    • Ayat 46
      —————
      النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
      —————
      Maka, Allah pun memelihara kaum Fir’aun yang Mukmin itu dari kekejaman tipu daya mereka, dan menampakkan neraka kepada keluarga Fir’aun pada pagi dan sore hari–di dunia, ketika berada di alam barzah. Dan pada hari kiamat, Allah berfirman, “Masukkanlah kaum Fir’aun ke dalam neraka yang paling dahsyat azabnya.” (76)
      —————
    • Ayat 47
      —————
      وَإِذْ يَتَحَاجُّونَ فِي النَّارِ فَيَقُولُ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنتُم مُّغْنُونَ عَنَّا نَصِيبًا مِّنَ النَّارِ
      —————
      Ingatkan pula kepada mereka, wahai Muhammad, ketika para penghuni neraka saling berdebat di dalamnya. Orang-orang lemah di antara mereka, yaitu para pengikut, berkata kepada orang-orang kuat, yaitu para pemimpin, “Dahulu, di dunia, kami adalah pengikut kalian. Dapatkah kalian menanggung sebagian dari azab neraka yang kami derita ini?” (77) **]
      —————
    • Ayat 49
      —————
      وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِّنَ الْعَذَابِ
      —————
      Orang-orang lemah dan para pembesar yang berada di dalam neraka itu berkata kepada para penjaga neraka dengan penuh pengharapan, “Mohonkanlah kepada Tuhan, agar meringankan azab-Nya kepada kami satu hari saja, agar kami bisa beristirahat.” (78)
      —————
    • Ayat 72
      —————
      فِي الْحَمِيمِ ثُمَّ فِي النَّارِ يُسْجَرُونَ
      —————
      Orang-orang yang mendustakan al-Qur’ân dan wahyu yang Kami turunkan kepada utusan-utusan Kami, pasti akan mengetahui akibat perbuatannya, pada saat lehernya dibelenggu dengan rantai, dan ditarik dalam air yang sangat panas kemudian dilempar ke dalam neraka yang mereka rasakan panasnya. Mereka diejek dengan dikatakan, “Mana sembahan kalian selain Allah yang dulu pernah kalian sembah itu?” Orang kafir menjawab, “Mereka telah menghilang dari kami. Bahkan sebenarnya, di dunia dulu kami belum pernah menyembah sesuatu yang pantas disembah.” Dengan cara seperti itu Allah menyesatkan orang kafir dari kebenaran, karena mengetahui bahwa mereka lebih memilih kesesatan dari pada petunjuk. (79)
      —————
  29. Fussilat/41 (Juz 24,25; Sejumlah 54 Ayat)
    • Ayat 19
      —————
      وَيَوْمَ يُحْشَرُ أَعْدَاءُ اللَّـهِ إِلَى النَّارِ فَهُمْ يُوزَعُونَ
      —————
      Sebutkan kepada mereka, wahai Nabi, saat musuh-musuh Allah dikumpulkan menjadi satu menuju neraka untuk diperlihatkan bahwa tuduhan yang memberatkan mereka itu adalah benar. (80)
      —————
    • Ayat 24
      —————
      فَإِن يَصْبِرُوا فَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ ۖ وَإِن يَسْتَعْتِبُوا فَمَا هُم مِّنَ الْمُعْتَبِينَ
      —————
      Kalau mereka menyembunyikan rasa sakit mereka, maka neraka adalah akhir dan tempat tinggal mereka yang abadi. Dan kalau mereka meminta perkenan Allah, maka permintaan itu tidak akan dikabulkan. (81) *]
      —————
    • Ayat 28
      —————
      ذَٰلِكَ جَزَاءُ أَعْدَاءِ اللَّـهِ النَّارُ ۖ لَهُمْ فِيهَا دَارُ الْخُلْدِ ۖ جَزَاءً بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ
      —————
      Siksa yang telah disebutkan itu adalah balasan yang sebenarnya bagi musuh-musuh Allah. Selain itu, bagi mereka juga telah disediakan neraka untuk tempat tinggal mereka yang abadi, sebagai balasan atas pengingkaran mereka yang terus-menerus terhadap ayat-ayat dan bukti-bukti dari Allah. (82)
      —————
    • Ayat 40
      —————
      نَّ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَا ۗ أَفَمَن يُلْقَىٰ فِي النَّارِ خَيْرٌ أَم مَّن يَأْتِي آمِنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ ۖ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
      —————
      Orang-orang yang menyimpang dari jalan yang lurus dan mendustakan tanda-tanda kebesaran Kami, urusan dan maksud mereka tidak akan tersembunyi dari Kami. Mereka akan Kami balas dengan yang semestinya mereka terima. Dan manakah yang lebih baik: orang yang dilempar ke dalam neraka, atau orang yang mendatangi hari kiamat dengan perasaan yakin akan selamat dari segala macam keburukannya? Katakan kepada mereka dengan nada mengancam, “Berbuatlah sekehendak kalian! Penglihatan Allah meliputi segala sesuatu. Dia akan membalas semuanya sesuai dengan amalan yang diperbuat.” (83)
      —————
  30. Al-Jasiyah/45 : 34 (Juz 25; Sejumlah 37 Ayat)
    —————
    وَقِيلَ الْيَوْمَ نَنسَاكُمْ كَمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن نَّاصِرِينَ
    —————
    Dengan nada mencela, hari itu akan dikatakan kepada orang-orang musyrik, “Hari ini Kami membiarkan kalian di dalam siksa sebagaimana kalian dahulu lupa membekali diri dengan ketaatan dan amal saleh untuk bertemu dengan Tuhanmu pada hari ini. Dan neraka adalah tempat kalian dan kalian sekali-kali tidak memperoleh penolong yang dapat menyelamatkan kalian dari siksaan api neraka. (84)
    —————
  31. Al-Ahqaf/46 (Juz 26; Sejumlah 35 Ayat)
    • Ayat 20
      —————
      وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُم بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَفْسُقُونَ
      —————
      Pada hari ketika orang-orang kafir dihadapakan ke neraka lalu dikatakan kepada mereka, “Kalian telah menghabiskan dan menikmati rezeki yang baik dalam kehidupan dunia. Pada hari ini kalian akan dibalas dengan azab yang menghinakan, karena kalian telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan tidak taat kepada Allah. (85)
      —————
    • Ayat 34
      —————
      وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَلَيْسَ هَـٰذَا بِالْحَقِّ ۖ قَالُوا بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ
      —————
      Ingatlah hari ketika orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka. Dengan nada mencela, kepada mereka dikatakan, “Bukankah azab ini benar seperti yang Kami peringatkan kepadamu di dunia dahulu?” Mereka menjawab, “Ya. Demi Tuhan, azab ini memang benar.” Lalu Allah berfirman, “Rasakan azab yang pedih akibat sikap kekafiran dan kebohongan kalian.” (86)
      —————
  32. Muhammad/47 (Juz 26; Sejumlah 38 Ayat)
    • Ayat 12
      —————
      إِنَّ اللَّـهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ
      —————
      Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya. Sedangkan orang-orang kafir akan menikmati sedikit kesenanganan dunia. Mereka makan seperti makannya binatang: lupa dan tidak memikirkan akibat perbuatan mereka. Mereka hanya mengikuti hawa nafsunya saja. Di akhirat kelak tempat mereka adalah neraka. (87) *]
      —————
    • Ayat 15
      —————
      مَّثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِّن مَّاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِّن لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ
      —————
      Surga yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa memiliki sungai yang airnya tak pernah berubah, sungai susu yang rasanya tak pernah rusak, sungai khamar yang rasanya lezat saat diminum, dan sungai madu yang telah disaring. Mereka akan memperoleh berbagai macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan. Apakah surga mereka itu sama dengan balasan orang yang kekal di dalam neraka dan diberi minum dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?(1). (1) Ayat di atas menjelaskan bahwa air yang tidak mengalir dan berubah adalah air yang membahayakan kesehatan. Dengan demikian, ayat ini telah menjelaskan hal itu jauh beberapa abad sebelum ditemukannya mikroskop. Kini, setelah ditemukan mikroskop, orang dapat mengetahui bahwa pada air yang tidak mengalir dan berubah terdapat jutaan bakteri yang dan virus yang membahayakan kesehatan manusia dan hewan melalui berbagai macam penyakit. (88)
      —————
  33. Adz-Dzariyat/51 : 13 (Juz 26,27; Sejumlah 60 Ayat)
    —————
    يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَ
    —————
    Pada saat mereka dihadapkan ke neraka, mereka disiksa dengan sengatan apinya. (89)
    —————
  34. At-Tur/52 : 14 (Juz 27; Sejumlah 49 Ayat)
    —————
    هَـٰذِهِ النَّارُ الَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ
    —————
    Dikatakan kepada mereka, “Inilah neraka yang dulu kalian dustakan di dunia. (90)
    —————
  35. Al-Qamar/54 : 48 (Juz 27; Sejumlah 55 Ayat)
    —————
    يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ
    —————
    Pada hari ketika mereka diseret ke neraka di atas muka mereka. Dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah sakit dan panasnya neraka jahanam ini!” (91)
    —————
  36. Al-Waqi’ah/56 : 71 (Juz 27; Sejumlah 96 Ayat)
    —————
    رَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ
    —————
    Tidakkah kalian melihat api yang kalian nyalakan? Kaliankah yang menciptakan kayunya kemudian membubuhinya api, atau Kamikah yang menciptakannya seperti itu? (92)
    —————
  37. Al-Hadid/57 : 15 (Juz 27; Sejumlah 29 Ayat)
    —————
    فَالْيَوْمَ لَا يُؤْخَذُ مِنكُمْ فِدْيَةٌ وَلَا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ مَأْوَاكُمُ النَّارُ ۖ هِيَ مَوْلَاكُمْ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
    —————
    Pada hari ini tebusan untuk membebaskan diri dari siksaan tidak akan diterima, berapa pun besarnya. Sama halnya dengan tebusan orang-orang yang dengan terang-terangan menyatakan diri mereka kafir, juga tidak akan diterima. Tempat kembali kalian adalah neraka, tempat tinggal yang paling pantas buat kalian dan merupakan seburuk-buruk tempat kembali.” (93)
    —————
  38. Al-Mujadilah/58 : 17 (Juz 28; Sejumlah 22 Ayat)
    —————
    لَّن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُم مِّنَ اللَّـهِ شَيْئًا ۚ أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
    —————
    Harta dan anak mereka tidak akan dapat menghalangi mereka dari siksa Allah sedikit pun. Mereka adalah penghuni neraka yang kekal di dalamnya. (94)
    —————
  39. Al-Hashr/59 (Juz 28; Sejumlah 24 Ayat)
    • Ayat 3
      —————
      وَلَوْلَا أَن كَتَبَ اللَّـهُ عَلَيْهِمُ الْجَلَاءَ لَعَذَّبَهُمْ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابُ النَّارِ
      —————
      Seandainya saja Allah belum menetapkan ketenentuan untuk mengusir mereka dengan cara yang tidak menyenangkan itu, niscaya Dia menyiksa mereka di dunia ini dengan cara yang lebih kejam daripada pengusiran itu. Di akhirat kelak mereka akan mendapatkan siksa neraka. (95)
      —————
    • Ayat 17
      —————
      فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ
      —————
      Tempat kembali setan dan orang yang digoda adalah neraka. Mereka berdua akan kekal di dalamnya. Hidup kekal di dalam neraka itu adalah balasan orang-orang yang melanggar jalan kebenaran. (96)
      —————
    • Ayat 20
      —————
      لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۚ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ
      —————
      Tidak sama antara penghuni neraka yang tersiksa dan penghuni surga yang bersenang-senang. Hanya penghuni surgalah yang berhasil mendapatkan semua yang disenangi. (97)
      —————
  40. At-Taghabun/64 : 10 (Juz 28; Sejumlah 18 Ayat)
    —————
    وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
    —————
    Orang-orang yang tidak beriman dan mendustakan mukjizat para rasul Kami, mereka adalah penghuni neraka yang akan kekal di dalamnya. Tempat mereka seburuk-buruk tempat. (98)
    —————
  41. At-Tahrim/66 : 10 (Juz 28; Sejumlah 12 Ayat)
    —————
    ضَرَبَ اللَّـهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّـهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ
    —————
    Allah menyebutkan suatu keadaan menakjubkan yang dapat menunjukkan kedaan serupa orang-orang kafir, yaitu istri Nabi Nûh dan istri Nabi Lûth. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba pilihan Kami yang saleh. Keduanya berkhianat dengan melakukan konspirasi untuk menjatuhkan suami mereka dan menyebarkan rahasianya. Kedua hamba yang saleh itu tidak mampu menolak sedikit pun azab Allah yang dijatuhkan kepada istri mereka. Saat kehancuran, dikatakan kepada kedua istri tersebut, “Masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama yang lain.” (99)
    —————
  42. Al-Muddassir/74 : 31 (Juz 29; Sejumlah 56 Ayat)
    —————
    وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً ۙ وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا ۙ وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ ۙ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّـهُ بِهَـٰذَا مَثَلًا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ اللَّـهُ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ ۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْبَشَرِ
    —————
    Kami tidak menjadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat. Kami pun tidak menjadikan jumlah penjaga neraka sebanyak sembilan belas malaikat melainkan untuk menguji orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi al-Kitab meyakini bahwa apa yang dikatakan al-Qur’ân mengenai penjaga neraka jahanam adalah benar dari sisi Allah sebagaimana terdapat dalam kitab-kitab suci mereka. Demikian juga, agar para pengikut Muhammad semakin bertambah imannya, dan mereka yang telah diberikan al-Kitab beserta orang-orang Mukmin tidak lagi meragukan kebenaran hal ini. Sebaliknya, orang-orang munafik dan orang-orang kafir akan bertanya-tanya, “Perumpamaan apakah yang Allah inginkan dari jumlah yang aneh ini?” Sesuai dengan kadar kesesatan atau petunjuk seperti disebutkan di atas, Allah akan membuat sesat orang-orang kafir dan memberi petunjuk kepada orang-orang Mukmin. Demikian banyaknya balatentara Allah sehingga tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia yang Mahasuci dan Mahaagung. Neraka Saqar tidak lain hanyalah suatu peringatan kepada manusia dan ancaman yang menakutkan bagi mereka. (100)
    —————
  43. Al-Buruj/85 : 5 (Juz 30; Sejumlah 22 Ayat)
    —————
    النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ
    —————
    Orang-orang yang mempunyai api dengan bahan bakar yang dinyalakan untuk menyiksa orang-orang Mukmin. (101)
    —————
  44. Al-A’la/87 : 12 (Juz 30; Sejumlah 19 Ayat)
    —————
    الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَىٰ
    —————
    Yaitu orang yang akan masuk ke dalam api yang amat besar yang disediakan untuk pembalasan. (102)
    —————

Sejumlah 105 dalam 102 ayat pengulangan kata An-Naar (النار) ternyata ada dalam 44 surat. Jika angka-angka ini kita kalikan = 105 x 102 x 44 = 471240  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+7+1+2+4+0 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 atau sama dengan Total Makna Tersirat Pengulangan Kata An-Naar (النار) dalam spirit plus minus. Namun jika 471240 disatupadu-urutkan = 01247, dan jika 0 dianggap tidak ada = 1247 = Muhammad SAW / Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta / Dzikr / Selalu ingat MAUT (4) yang bisa menjemput sewaktu-waktu akan mengantarkan kita menjadi hamba yang senantiasa DZIKR (7) dan SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1).

Yang perlu dicermati lagi bahwa dari 105 kata An-Naar (النار) tersebut tiga (3) diantaranya adalah (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab) kata:

  1. Hud/11 : 17 (Juz 11,12; Sejumlah 123 Ayat)
    —————
    أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِّنْهُ وَمِن قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُولَـٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ ۚ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِّنْهُ ۚ إِنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ
    —————
    Apakah orang yang menjalani kehidupan dengan petunjuk Tuhan, dan mencari kebenaran secara ikhlas dengan didukung saksi kebenaran dari Allah yang ada pada zamannya, berupa al-Qur’ân, dan yang ada sebelumnya berupa, kitab suci Mûsâ, yang Allah turunkan sebagai pedoman dan wujud kasih sayang, sederajat dengan orang yang berjalan dalam kesesatan dan kebutaan, yang tidak memikirkan selain kesenangan dan perhiasan dunia? Mereka yang disebut pertama adalah orang-orang yang hatinya dicerahkan oleh Allah. Mereka adalah orang-orang yang mengimani Nabi dan kitab yang diturunkan kepadanya. Adapun yang disebut kedua, mereka adalah orang-orang yang menolak dan menentang kebenaran, dan neraka adalah tempatnya di hari kiamat. Maka janganlah kamu, wahai Nabi, menyangsikan kebenaran al-Qur’ân yang Allah turunkan ini, satu kitab suci yang tidak mengandung kesalahan sedikit pun. Kendati pun demikian, kebanyakan manusia lebih mengikuti hawa nafsu mereka yang menyesatkan sehingga mereka tidak mengimani apa yang mesti mereka imani.
    —————
  2. Fussilat/41 : 24 (Juz 24,25; Sejumlah 54 Ayat)
    —————
    فَإِن يَصْبِرُوا فَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ ۖ وَإِن يَسْتَعْتِبُوا فَمَا هُم مِّنَ الْمُعْتَبِينَ
    —————
    Kalau mereka menyembunyikan rasa sakit mereka, maka neraka adalah akhir dan tempat tinggal mereka yang abadi. Dan kalau mereka meminta perkenan Allah, maka permintaan itu tidak akan dikabulkan.
    —————
  3. Muhammad/47 : 12 (Juz 26; Sejumlah 38 Ayat)
    —————
    إِنَّ اللَّـهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ
    —————
    Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya. Sedangkan orang-orang kafir akan menikmati sedikit kesenanganan dunia. Mereka makan seperti makannya binatang: lupa dan tidak memikirkan akibat perbuatan mereka. Mereka hanya mengikuti hawa nafsunya saja. Di akhirat kelak tempat mereka adalah neraka.
    —————

Sekarang perhatikan angka surat dan ayat ketiga ayat diatas: Hud/11 : 17, Fussilat/41 : 24, Muhammad/47 : 12. Jika disatupadu-urutkan (angka yang sama dilebur) = 1247. Apakah semua ini hanya kebetulan saja? Sedangkan apabila ketiga ayat ini dicari makna tersiratnya dapat Saudaraku lihat perhitungannya pada tabel berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Hud/11 : 17 (Juz 11,12; Sejumlah 123 Ayat) 123 23 3
Fussilat/41 : 24 (Juz 24,25; Sejumlah 54 Ayat) 156 56 6
Muhammad/47 : 12 (Juz 26; Sejumlah 38 Ayat) 236 36 6
515
11 1 5 15
2 7 6
Kehancuran = QS. Hud/11 : 57 (Juz 11,12; Sejumlah 123 Ayat)
15
6
Iman (6) Islam (5) Ihsan (1)

Saudaraku. Mari kita tarik nafas dalam-dalam, lebih dalam, lagi, lagi, dan lagi. Mengapa? Sebab QS. Hud/11 : 57 (Juz 11,12; Sejumlah 123 Ayat) jika dicari makna tersiratnya = 11 + 57 + (11+12) + 123 = 214  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+1+4 = 7  |  Empat angka terakhir = 2147 = Sesungguhnya segala PROBLEMATIKA (4) kehidupan itu bisa diselesaikan melalui perilaku senantiasa DZIKR (7) dan SUJUD (2) pada SANG KHALIK (1). Pembahasan terkait kode ini juga bisa Saudaraku lihat pada artikel Ketika Maut Merenggut.


Catatan:

  • Dibalik 808
    Perhatikan kembali tabel di awal artikel ini. Di sana kita temukan kode yang memiliki angka kembar 8 yakni 808. Sengaja saya ingin memperluas kode ini sebab jika kode ini kita pecah dan kaitkan dengan nomor surat akan kita peroleh kode 189 dan 112 yang mana kedua kode ini menurut saya terkait erat dengan keindonesiaan peristiwa 4 Nopember 2106. (189) dan 17 Agustus 1945 (112).Perhatikan uraian di bawah.

    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Al-Anfal / Harta Rampasan Perang (8) 189 89 9
    Abasa / Ia Bermuka Musam (80) 112 12 2
    Al-Gasyiyah / Hari Pembalasan (88) 189 89 9
    490 190
    13 10 20
    4 1 2
    7
    Muhammad SAW / Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta / Dzikr / Selalu ingat MAUT (4) yang bisa menjemput sewaktu-waktu akan mengantarkan kita menjadi hamba yang senantiasa DZIKR (7) dan SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1)

    Jika dari kode-kode yang dihasilkan tabel di atas bahwa kita belum juga memahaminya, ada baiknya kode 189 dan 112 ini kita kaitkan dengan ayat yang diantaranya dapat kita lihat makna-makna tersiratnya sebagai berikut:

    • QS. Al-Bayyina/98 : 1 (Juz 30; Sejumlah 8 Ayat)
      —————
      لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
      —————
      Orang-orang Yahudi, Nasrani dan orang-orang musyrik yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya, tidak akan berpaling dari kelengahan dan ketidaktahuan mereka akan kebenaran sampai datang kepada mereka bukti yang nyata. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 98 + 1 + 30 + 8 = 137  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+7 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = Ikhlas / Tidak Menyekutukan Tuhan (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11). Sebab ikhlas itu bisa diartikan Tidak Menduakan Tuhan / QS. Al-Ikhlas/112.
      —————
    • QS. Al-Anbiya/21 : 1 (Juz 17; Sejumlah 112)
      —————
      اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ
      —————
      Hari kiamat, saat perhitungan orang-orang musyrik itu, telah semakin mendekat, sementara mereka melalaikan kedahsyatannya dan menolak untuk mempercayainya. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 21 + 1 + 17 + 112 = 151  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+5+1 = 7  |  Tiga angka terakhir = 517 = Intisari Ajaran Islam (essence of Islamic teachings). Bahwa “Intisari ISLAM (5) adalah Ajaran 17 atau Sholat”. Jadi misalnya kita bertanya pada diri sendiri: “Apakah saya ini sholat?” Jika jawabnya YA = ISLAM, tetapi jika TIDAK = TIDAK / BUKAN ISLAM, atau BELUM = BELUM ISLAM.
      —————
    • Total Makna Tersirat
      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Al-Bayyina/98 : 1 (Juz 30; Sejumlah Ayat) 112 12 2
      Al-Anbiya/21 : 1 (Juz 17; Sejumlah 112 Ayat) 517 17 7
      629 29
      17 11
      8 2 9
      19
      بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
      10
      1
      اللَّـهِ

      Jika masing-masing kolom (Tiga, Dua, Satu) kita ambil satu angka terakhirnya diurutkan = 189 yang mana kode ini tentunya tidak bisa dipisahkan dengan 112, perhatikan kembali QS. Al-Bayyina/98 : 1 (Juz 30; Sejumlah 8 Ayat).
      —————
      Saudaraku. Apabila dari kedua ayat di atas bahwa kita ingin melihat perluasan makna dari kode sumbernya dalam arti 137 dan 151 dapat kita lihat perhitungannya sebagai berikut:

      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Al-Bayyina/98 : 1 (Juz 30; Sejumlah Ayat) 137 37 7
      Al-Anbiya/21 : 1 (Juz 17; Sejumlah 112 Ayat) 151 51 1
      288 88
      18 16
      9 7 8
      Muhammad / Hukum Alloh Dzikr (7) mengingat Sang Pencipta (1) penuh Keyakinan (6) Alam Semesta
      24
      6
      Ha (6) Mim (24) / Teman Karib
  • Dibalik 367
    Perhatikan kode ini ada dalam makna tersirat keindonesiaan 17 Agustus 1945 (lihat tabel di awal artikel ini). Ternyata kode ini juga ada dalam makna tersirat Lafadz + Penggulangan Kata An-Naar (النار). Ada apa sebenarnya di balik kode ini? Dengan menggunakan metode pengkaitan angka-angkanya kepada nomor surat dapat kita lihat kode-kode yang dihasilkan sebagai berikut:

    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Ali-Imran (3) 106 06 6
    Al-An’am (6) 213 13 3
    Al-A’raf (7) 145 45 5
    464 64
    14 10 14
    5 1 5
    Alloh
    11
    2
    Ikhlas / Tidak Menyekutukan Tuhan

    Ternyata hasil akhirnya 112. Dan saya harus mengatakan sekali lagi bahwa kode ini tidak bisa dipisahkan dengan 189 dimana pada tabel perhitungan di atas ditunjukkan melalui kode 255. Mengapa? Sebab jika 255 ini dianggap sebagai nomor ayat, tidak ada satu surat pun yang bisa dituju kecuali Al-Baqarah/2 : 255 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat) atau lebih dikenal dengan Ayat Kursi sebagai berikut:
    —————
    اللَّـهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
    —————
    Hanya Allahlah yang berhak untuk disembah. Dia hidup kekal dan terus-menerus mengurus makhluk ciptaan-Nya tanpa pernah lalai. Dia tidak pernah ceroboh atau tidur, sebab Dia tidak memiliki sifat kekurangan. Hanya Dialah yang memiliki langit dan bumi, tidak ada seorang pun yang menyertai-Nya. Maka dari itu, tak seorang makhluk pun dapat memberi syafaat kepada yang lainnya kecuali dengan izin Allah. Allah Swt. mengetahui segala sesuatu yang telah dan akan terjadi. Tidak ada seorang pun mampu mengetahui ilmu Allah kecuali orang-orang yang dipilih-Nya. Kekuasaan-Nya sangat luas, meliputi langit dan bumi. Tidak sulit bagi-Nya mengatur itu semua, sebab Dia terhindar dari sifat kurang dan lemah, dan Mahaagung dengan kekuasaan-Nya. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 2 + 255 + (1+2+3) + 286 = 549  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+4+9 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = Muhammad / Hukum Alloh / Keabadian (lihat artikel Khalifah dalam Sketsa 324). Kode ini juga bisa dibaca sebagai KESOMBONGAN (the nature of vanity) = Bahwa yang pantas untuk SOMBONG (9) itu hanyalah pencipta – pemilik – penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1), bukan yang lain.
    —————

  • 255 Terkait Surat
    Jika kode 255 diperluas ke dalam nomor surat, menurut saya ada lima surat yang bisa kita tuju yakni: Al-Baqarah/2, Al-Ma’idah/5, Al-Furqan/25, At-Tur/52, dan Ar-Rahman/55. Kelima surat ini melalui metode TOTAL 123 memiliki makna tersirat sebagai berikut:

    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Al-Baqarah (2) 167 67 7
    Al-Ma’idah (5) 279 79 9
    Al-Furqan (25) 101 01 1
    At-Tur (52) 123 23 3
    Ar-Rahman (55) 101 01 1
    771
    15 171 21
    6 9 3
    QS. An-Naas/114 : 1 s/d 5 (Juz 30; Sejumlah 5 Ayat)
    18
    9
    Muhammad / Hukum Alloh / Keabadian

    Mengapa hasil akhirnya sama persis dengan makna tersirat Ayat 255 (Ayat Kursi) yakni 189? Apakah yang ini juga Saudaraku anggap hanya kebetulan saja? Perhatikan pula kode yang berada lurus di atasnya 719. Lihat perhitungan selengkapnya di Google Sheet atau pada tautan referensi di bawah bahwa satu-satunya surat yang bisa menghasilkan makna tersirat dalam tiga angka terakhir 719 adalah QS. An-Naas/114 : 1 s/d 6 (Juz 30; Sejumlah 6 Ayat) = 114 + (1+2+3+4+5+6) + 30 + 6 = 171  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+7+1 = 9  |  Tiga angka terakhir = 719.
    —————

  • Membuktikan Kesucian Al-Qur’an Lewat 719
    Mengapa Al-Qur’an ditutup dengan surat An-Naas yang memiliki makna tersirat 719? Apakah ini hanya sekedar kemauan Muhammad SAW ataukah benar-benar kehendak Alloh? Mencoba merenungkan ini pertama-tama saya tabelkan kode lahir Muhammad 22 – 4 – 571 menggunakan metode sebagai berikut:

    Makna Tersirat Angka Kelahiran Muhammad SAW. Surat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Tahun 5 Al-Ma’idah 279 79 9
    7 Al-A’raf 145 45 5
    1 Al-Fatihah 101 01 1
    Bulan 4 An-Nisa 213 13 3
    Tanggal 2 Al-Baqarah 167 67 7
    2 Al-Baqarah 167 67 7
    1072 272
    10 11 32
    1 2 5
    8
    8215
    16
    7
    Dzikr / Kesempurnaan Penciptan Alam Semesta / Barang siapa benar-benar takut api Neraka (7), hendaknya selalu mendekatkan diri pada Sang Pencipta (1) penuh Keyakinan (6)

    Saudaraku. Sebelum kita lanjutkan pembahasan ini perlu kiranya kita meyakini bahwa tanggal lahir Muhammad SAW bukanlah kehendak beliau sendiri karena sekali pun seorang Rosul mustahil bisa menetapkan kelahirannya sendiri.
    —————
    Sekarang kembali pada tabel, perhatikan kode-kode yang dihasilkan. Sengaja saya perluas karena saya ingin mendapatkan tiga angka terakhir yang runtut sebab 258 atau 218 bukanlah kode yang runtut. Sehingga dalam hal ini kita gabungkan 1258 / bisa pula saya baca 8215 = 8+2+1+5 = 16 = 1+6 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167. Nah, sekarang terbentuklah kembali tahun lahir Rosul 571 dimana jika kode ini dibaca sebagai 517 tidak bisa dipisahkan dengan kode 719 dan tidak bisa pula dipisahkan dengan kode 112. Mengapa? Perhatikan uraian berikut:

    1. Muhammad (517), terkait QS. Adz-Dzariyat/51 : 7 (Juz 26,27; Sejumlah 60 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ
      —————
      (Demi langit yang mempunyai jalan-jalan) lafal Al Hubuk adalah bentuk jamak dari Habiikah, sama halnya dengan lafal Thariiqah yang bentuk jamaknya Thuruq, yakni sejak ia diciptakan mempunyai jalan-jalan, sebagaimana jalan di padang pasir. (Tafsir: Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat = 51 + 7 + (26+27) + 60 = 171  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+7+1 = 9  | Tiga angka terakhir = 719 =makna tersirat Surat Penutup Al-Qur’an / An-Naas;
      —————
    2. Penutup Al-Qur’an / An-Naas (719), terkait QS. Nuh/71 : 9 (Juz 29; Sejumlah 28 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      ثُمَّ إِنِّي أَعْلَنتُ لَهُمْ وَأَسْرَرْتُ لَهُمْ إِسْرَارًا
      —————
      Kemudian aku menyeru mereka kepada-Mu dengan suara keras, lalu pada suatu kesempatan aku seru mereka dengan terang-terangan dan pada kesempatan lain secara sembunyi-sembunyi dalam rangka mencoba melakukan segala cara. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 71 + 9 + 29 + 28 = 137 | Angka hasil dijumlahkan = 1+3+7 = 11 = 1+1 = 2 | Tiga angka terakhir = 112 = ALLOH (lihat QS. Al-Ikhlas/112);
      —————
    3. ALLOH (112), dibaca dari belakang 211 terkait dengan QS. Al-Anbiya/21 : 1 (Juz 17; Sejumlah 112 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ
      —————
      Hari kiamat, saat perhitungan orang-orang musyrik itu, telah semakin mendekat, sementara mereka melalaikan kedahsyatannya dan menolak untuk mempercayainya. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 21 + 1 + 17 + 112 = 151 | Angka hasil dijumlahkan = 1+5+1 = 7 | Tiga angka terakhir = 517 = Muhammad SAW;
      —————
    4. Total Makna Tersirat
      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Tahun Lahir Rosul (dibaca acak) 517 17 7
      Penutup Al-Qur’an / QS. An-Naas 719 19 9
      Alloh / QS. Al-Ikhlas 112 12 2
      1348 48
      16 12 18
      7 3 9
      19

      بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

      10
      1

      الله

      Di samping itu, ternyata ketika 719 dibaca urut sebagai 179, kode ini terkait dengan QS. Al-Isra’/17 : 9 (Juz 15; Sejumlah 111 Ayat) memiliki makna tersirat dalam empat angka 1528 sebagai berikut:
      —————
      إِنَّ هَـٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
      —————
      Sesungguhnya al-Qur’ân memberikan petunjuk kepada manusia menuju jalan yang paling lurus dan selamat untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia. Al-Qur’ân juga memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, yang tunduk kepada kebenaran dan melakukan perbuatan yang saleh berupa pahala yang besar pada hari kiamat. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 17 + 9 + 15 + 111 = 152 | Angka hasil dijumlahkan = 1+5+2 = 8  | Empat angka terakhir = 1528. Dan ketika ini dibaca dua angka dari belakang dan depan = 8215 terkait QS. Al-Infitar/82 : 15 (Juz 30; Sejumlah 19 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ
      —————
      Sedangkan orang-orang yang menyalahi perintah Allah akan menjadi penghuni neraka yang membakar. Mereka akan masuk ke dalamnya pada hari pembalasan nanti. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 82 + 15 + 30 + 19 = 146 | Angka hasil dijumlahkan = 1+4+6 = 11 = 1+1 = 2 | Tiga angka terakhir = 112 = ALLOH terkait dengan lafadz / huruf pembentuk kata Alloh (لله) yakni (ا) Alif = 1 + (ل) Lam = 23 + (ل) Lam = 23 + (ه) Ha’ = 27 = 74  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+4 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112.
      —————

Saudaraku. Semua apa yang telah Saudara baca dalam artikel ini di luar ayat suci Al-Qur’an hanyalah sebatas perenungan saya yang terlalu bodoh. Karena itu tidak harus Saudaraku yakini. Anggap saja semuanya tidak lebih dari sampah tiada guna. Hanya saja sedikit harapan saya semoga bisa kita jadikan sebagai bahan bermenung bersama.


Referensi:

  1. http://pojoksatu.id/wp-content/uploads/2016/10/demo-ahok-2.jpg
  2. https://docs.google.com/spreadsheets/d/1E9Ed6dWe37h8DeCN1wLpd-TEuYZ2pRVKer2l2C5W1I0/edit#gid=0
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Aksi_4_November
  5. https://ulamak.wordpress.com/2016/11/29/khalifah-dalam-sketsa-324/
  6. https://ulamak.wordpress.com/2016/12/17/di-balik-7-hari-dalam-1-minggu/
  7. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Ad-Dukhan
  8. http://tanzil.net/#search/quran/النار
  9. https://ulamak.wordpress.com/2016/08/12/ketika-maut-merenggut/
  10. http://tanzil.net/#112:1
  11. http://ki-demang.com/almanak/?do=kalender&tg=22&bl=4&th=571

Taut singkat: http://wp.me/p6rTrC-19R

والله أعلمُ بالـصـواب

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: