Tujuh (7) itu Karakter Dzikr


SAMUDRA MAKNA TERSIRAT TOTAL AL-QUR’AN

DALAM PERSPEKTIF ANGKA

( Part-10 )

…Bahwa sebagian ciri orang bisa dikatakan IMAN (6) ISLAM (5) dan IHSAN (1) apabila mereka bisa mengendalikan segala bentuk KESOMBONGAN (9) dan KEJAHATAN (4) dengan senantiasa mendekatkan diri pada SANG PENCIPTA (1). Bisa menjaga TIGA PULUH EMPAT (34) kali SUJUD (2) terangkai dalam TUJUH BELAS (17) rekaat LIMA (5) waktu PER HARI (1) semata-mata karena ALLOH (1) dengan penuh KEYAKINAN (6). Mereka juga dalam setiap nafasnya senantiasa DZIKR (7) mengingat SANG KHALIK (1)…

allah-muhammad

Pada artikel-artikel sebelumnya, saya sering membahasakan angka 7 (tujuh) sebagai karakter Dzikr. Pemikiran awalnya berasal dari kode 1247 bahwa ALLOH (1) telah menciptakan alam semesta ini dalam Empat (4) masa dan menyempurnakan ke dalam Tujuh (7) lapis bumi dan langit dalam Dua (2) masa berikutnya. Kode ini biasa juga saya baca: 1 = Alloh, 2 = Manusia, 4 = Iblis, dan 7 = Malaikat. Bukankah Malaikat itu makhluk yang senantiasa DZIKR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1)? Jika perenungan ini ada benarnya maka saya berfikir bahwa lafadz / huruf pembentuk dan pengulangan kata Adz-Dzikr (الذكر) dalam Al-Qur’an haruslah bisa menghasilkan kode 7 (tujuh). Melihat kode 1 dan 7, saya berfikir bahwa ini juga harus terkait dengan rahasia Dibalik Tujuh (7) Hari dalam Satu (1) Minggu.

  1. Lafadz
    No. Huruf Urutan
    1 ا 1
    2 ل 23
    3 ذ 9
    4 ك 22
    5 ر 10
    65
    15 11
    6 2
    8
    Muhammad / An-Naas

    Tiga angka terakhir yang dihasilkan adalah 628. Kode ini sama persis dengan makna tersirat lafadz Muhammad / An-Naas. Perhitungannya dapat Saudaraku lihat pada artikel Di Balik 7 Hari dalam 1 Minggu dan Khalifah dalam Sketsa 324.

  2. Pengulangan Kata
    Kata Adz-Dzikr (الذكر) dalam Al-Qur’an diulang 19 kali dalam 19 ayat. Jika dari kedua kode ini kita renung-fikirkan dengan menggunakan spirit plus-minus dapat kita uraikan sebagai berikut:

    • Tambah = 19 + 19 = 38 = 3+8 = 11 = 1+1 = 2 | 112;
    • Kurang = 19 – 19 = 0 | 190;
    • Kali = 19 x 19 = 361 = 3+6+1 = 10 = 1+0 = 1 | 101;
    • Bagi = 19 : 19 = 1 | 191;
      —————
      Total = 112 + 190 + 101 + 191 = 594 = 5+9+4 = 18 = 1+8 = 9 | Tiga angka terakhir = 189. Ternyata hasil akhirnya juga sama dengan makna tersirat kata Muhammad, atau kode 189 ini juga bisa dibaca sebagai Hukum Alloh (lihat artikel Khalifah dalam Sketsa 324).
      —————
  3. Lafadz + Pengulangan Kata
    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Lafadz 628 28 8
    Pengulangan Kata 189 89 9
    817
    16 1 1 7 17
    7 9 8
    24
    6
    Teman Karib / Ha Mim

    Perhatikan tabel di atas. Melalui metode TOTAL 123 bahwa untuk yang tiga angka sangat jelas menghasilkan kode akhir 7 = Dzikr. Apakah ini hanya kebetulan saja? Di samping itu juga menghasilkan kode 178 = Alam Semesta. Tetapi apabila kita ingin mengatakan kode 7 harus ditemukan melalui pintu terakhir 246, hal ini bisa kita lihat pada QS. Al-Baqarah/2 : 64 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat) sebagai berikut:
    —————
    ثُمَّ تَوَلَّيْتُم مِّن بَعْدِ ذَٰلِكَ ۖ فَلَوْلَا فَضْلُ اللَّـهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَكُنتُم مِّنَ الْخَاسِرِينَ
    —————
    Kemudian kamu berpaling) menyalahi ikrar (setelah itu) maksudnya setelah berikrar tadi (maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu) yaitu dengan menerima tobatnya atau menangguhkan siksa terhadapmu (niscayalah kamu akan termasuk orang-orang yang merugi) atau celaka. (Tafsir: Jalalayn)
    —————
    Makna Tersirat = 2 + 64 + (1+2+3) + 286 = 358 | Angka hasil dijumlahkan = 3+5+8 = 16 = 1+6 = 7 = Dzikr | Tiga Angka Terakhir = 167. Apakah yang ini juga Saudaraku anggap hanya kebetulan saja?

Saudaraku. Sekarang perhatikan empat kode yang ada di tengah yakni 1427. Kode ini juga bisa dibentuk melalui 876 dalam hal kita kaitkan dengan QS. Al-A’la/87 : 6 (Juz 30; Sejumlah 19 Ayat) sebagai berikut:
—————
سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰ
—————
Kami hendak menjadikanmu, Muhammad, dengan ilham dari Kami sebagai pembaca al-Qur’ân, lalu kamu tidak akan lupa apa yang kamu hafal. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
—————
Makna Tersirat = 87 + 6 + 30 + 19 = 142  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+4+2 = 7  |  Empat Angka Terakhir = 1427 = Muhammad / Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta (the perfection of creation of the universe). Bahwa ALLOH (1) telah menciptakan alam semesta ini dalam Empat (4) masa dan menyempurnakan ke dalam Tujuh (7) lapis bumi dan langit dalam Dua (2) masa berikutnya.


Menemukan Kode Sholat Wajib Dalam Adz-Dzikr

Menurut saya bahwa Dzikir (7) yang diwajibkan Alloh (1) atas mereka yang Beriman (6) adalah Sholat Wajib Lima Waktu (3417). Saya mencoba mengaitkan kode-kode yang telah terbentuk melalui metode TOTAL 123 namun tidak juga saya dapatkan. Ternyata kode sholat tersembunyi di balik empat kode yang ada di tengah yakni 1924 sebagai berikut:

19  |  24
QS. Maryam/19 : 24 (Juz 16; Sejumlah 98 Ayat)
فَنَادَاهَا مِن تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا
Tafsir Jalalayn
(Maka Jibril menyerunya dari tempat yang lebih rendah,) pada saat itu malaikat Jibril berada di tempat yang lebih rendah dari tempat Maryam (“Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Rabbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu”) yaitu sebuah sungai yang dahulunya kering kini berair kembali, berkat kekuasaan Allah.
Makna Tersirat:
19 + 24 + 16 + 98
1 5 7
13
4
Sholat Wajib Lima Waktu (the obligatory prayers five times a day)

Merenungkan ini sekaligus mencoba memahami tafsirnya di atas dalam kalimat “… sungai yang dahulunya kering kini berair kembali, berkat kekuasaan Allah”, bagi mereka yang yakin sesungguhnya apa yang kita butuhkan itu bisa dimohonkan dan diperoleh melalui perilaku sholat. Atau dengan kata lain: “Jika dengan sholat kita masih saja merasa kurang, maka sholatnya perlu dipertanyakan. Kualitas sholat terus-menerus perlu diperbaiki”. Jika ini yang kita lakukan, hampir tidak ada waktu bagi kita untuk ngerumpi, apalagi mencari-cari kesalahan orang lain.

Saudaraku. Sebenarnya saya belum puas dengan hasil ini. Kode-kode yang dihasilkan perhitungan tabel Lafadz + Pengulangan Kata Adz-Dzikr di atas seharusnya bisa menghasilkan kode sholat melalui perluasan metode TOTAL 123 jika Al-Qur’an itu memang benar adanya. Hanya, mungkin saya kurang bisa konsentrasi. Dikarenakan 1924 yang bisa menghasilkan kode sholat adalah kode dalam empat angka, maka kemudian saya berfikir mengambil empat (4) kode terakhir dalam tiga (3) angka yakni 871, 761 (dibaca dari belakang) dan 719, 624 (dibaca secara acak). Sehingga hasil perhitungannya adalah sebagai berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Al-A’la/87 871 71 1
Al-Insan/76 761 61 1
Nuh/71 719 19 9
Ha (6) Mim (24) 624 24 4
2975 1 7 5
23 13 15
5 4 6
15
6
IMAN (6) ISLAM (5) IHSAN (1)

Sekarang perhatikan angka-angka yang ada di tengah. Bahwa sebagian ciri orang bisa dikatakan IMAN (6) ISLAM (5) dan IHSAN (1) apabila mereka bisa mengendalikan segala bentuk KESOMBONGAN (9) dan KEJAHATAN (4) dengan senantiasa mendekatkan diri pada SANG PENCIPTA (1). Bisa menjaga TIGA PULUH EMPAT (34) kali SUJUD (2) terangkai dalam TUJUH BELAS (17) rekaat LIMA (5) waktu PER HARI (1) semata-mata karena ALLOH (1) dengan penuh KEYAKINAN (6). Mereka juga dalam setiap nafasnya senantiasa DZIKR (7) mengingat SANG KHALIK (1).
—————
Seluruh angka ini jika dijumlahkan = (6+5+1) + (9+4+1) + (3+4+2+1+7+5+1) + (1+6) + (7+1) = (12) + (14) + (23) + (7) + (8) = 64  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+4 = 10 = 1+0 = 1 = ALLOH   |   Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (trust in God). Menyerahkan / mengembalikan segala urusan HIDUP (1) dan MATI (0) hanya kepada dan untuk ALLOH (1) semata.


19 Ayat Terkait Kata Adz-Dzikr (الذكر)

(Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)

  1. Ali-‘Imran/3 : 36 (Juz 3,4; Sejumlah 200 Ayat)
    —————
    فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنثَىٰ وَاللَّـهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
    —————
    Dengan meminta maaf setelah melahirkan bayinya, ia berkata, “Aku melahirkan bayi permpuan.” Padahal Allah mengetahui bayi yang dilahirkan. Dan bayi perempuan yang dilahirkannya itu lebih baik dari bayi laki-laki yang dimintanya. Ia berkata, “Aku menamakannya Maryam dan aku memohon agar Engkau melindunginya dan keturunannya dari setan yang terkutuk.”
    —————
  2. Al-Hijr/15 : 6 dan 9 (Juz 13,14; Sejumlah 99 Ayat)
    • Ayat 6
      —————
      وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ
      —————
      Salah satu bentuk keburukan dan kedunguan mereka adalah apa yang mereka katakan kepada Nabi dengan nada mengejek, “Wahai orang yang diberi kitab suci yang berisikan peringatan, sesungguhnya kamu menderita penyakit gila yang berkepanjangan.” Seruan itu tidak lebih dari sekadar ejekan.
      —————
    • Ayat 9
      —————
      إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
      —————
      Dan sesungguhnya, agar dakwah Nabi tetap berlaku hingga hari kiamat, Kami tidak menurunkan malaikat. Tetapi Kami menurunkan al-Qur’ân yang akan terus disebut dan diingat. Kami akan memelihara al-Qur’ân itu dari berbagai perubahan dan penggantian sampai hari kiamat nanti.
      —————
  3. An-Nahl/16 : 43 dan 44 (Juz 14; Sejumlah 128 Ayat)
    • Ayat 43
      —————
      وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِي إِلَيْهِمْ ۚ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
      —————
      Wahai Muhammad, Kami tidak mengutus para rasul sebelum kamu kepada umat-umat terdahulu kecuali orang-orang lelaki yang telah Kami beri wahyu sesuai dengan kehendak Kami. Kami tidak pernah mengutus malaikat sebagaimana yang dikehendaki oleh kaummu yang kafir. Jika kalian, hai orang-orang kafir, tidak mengetahui itu, maka bertanyalah kepada orang-orang berilmu yang mengetahui kitab-kitab samawi. Kalian akan tahu bahwa semua rasul Allah itu manusia, bukan malaikat.
      —————
    • Ayat 44
      —————
      لْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ ۗ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
      —————
      Para rasul itu Kami kuatkan dengan beberapa mukjizat dan bukti yang menjelaskan kebenaran mereka. Kami turunkan kepada mereka kitab-kitab yang menjelaskan beberapa ketentuan yang membawa maslahat. Kami turunkan kepadamu, wahai Muhammad, al-Qur’ân untuk menjelaskan kepada manusia pelbagai akidah dan hukum yang terkandung di dalamnya. Juga agar kamu mengajak mereka untuk merenungkan isinya, dengan harapan mereka mau merenungkan dan menjadikannya sebagai pelajaran sehingga mereka mendapatkan kebenaran.
      —————
  4. Al-Anbiya/21 : 7 dan 105 (Juz 17; Sejumlah 112 Ayat)
    • Ayat 7
      —————
      وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِي إِلَيْهِمْ ۖ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
      —————
      Orang-orang yang Kami utus sebagai rasul sebelummu, Muhammad, hanyalah orang laki-laki biasa yang kemudian Kami berikan wahyu untuk disampaikan kepada umat manusia. Cobalah kalian bertanya, wahai orang-orang yang ingkar, kepada orang-orang yang tahu tentang kitab-kitab suci samawi, jika kalian tidak tahu.
      —————
    • Ayat 105
      —————
      وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِن بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ
      —————
      Kami sungguh telah menuliskan dalam kitab Zabûr, kitab suci Dâwûd, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang pantas untuk membangun dan menyediakan keperluan hidup yang layak di dalamnya.
      —————
  5. Al-Furqan/25 : 18 dan 29 (Juz 18,19; Sejumlah 77 Ayat)
    • Ayat 18
      —————
      قَالُوا سُبْحَانَكَ مَا كَانَ يَنبَغِي لَنَا أَن نَّتَّخِذَ مِن دُونِكَ مِنْ أَوْلِيَاءَ وَلَـٰكِن مَّتَّعْتَهُمْ وَآبَاءَهُمْ حَتَّىٰ نَسُوا الذِّكْرَ وَكَانُوا قَوْمًا بُورًا
      —————
      Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau. Tidak pantas sama sekali bagi kami untuk mencari penolong dan yang menangani urusan kami selain Engkau. Maka bagaimana mungkin kami mengajak orang lain untuk menyembah selain Engkau? Akan tetapi kekafiran mereka adalah disebabkan nikmat-nikmat yang Engkau berikan kepada mereka. Engkau jadikan mereka dan nenek moyang mereka berlama-lama dalam kesenangan di dunia. Kesenangan itu lalu membuat mereka lalim dan lupa bersyukur dan menyembah hanya kepada-Mu. Karena kezaliman dan kekafiran itulah mereka menjadi kaum yang berhak untuk dibinasakan.
      —————
    • Ayat 29
      —————
      لَّقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولًا
      —————
      Sesungguhnya si Polan itu telah menjauhkan kami dari mengingat Allah dan al-Qur’ân, padahal hal itu sangat mudah bagi kami.” Demikianlah setan menaklukkan manusia dan menjerumuskannya ke jurang kehancuran.
      —————
  6. Ya-Sin/36 : 11 (Juz 22,23; Sejumlah 83 Ayat)
    —————
    إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَـٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ
    —————
    Peringatanmu itu hanya berguna bagi mereka yang mengikuti petunjuk al-Qur’ân dan takut kepada Sang Maha Penyayang, meskipun mereka tidak melihat-Nya. Kepada mereka ini berilah kabar gembira berupa ampunan Allah atas segala kesalahan. Amal perbuatan mereka pun akan mendapatkan balasan kebaikan.
    —————
  7. Shad/38 : 1 dan 8 (Juz 23; Sejumlah 88 Ayat)
    • Ayat 1
      —————
      ص ۚ وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ
      —————
      Shâd adalah huruf yang mengawali surat ini yang merupakan salah satu cara al-Qur’ân mengawali sebagian surat-suratnya dengan beberapa huruf fonemis. Aku bersumpah dengan al-Qur’ân yang mempunyai kemuliaan dan keagungan bahwa al-Qur’ân itu adalah benar dan tidak ada keraguan di dalamnya.
      —————
    • Ayat 8
      —————
      أَأُنزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِن بَيْنِنَا ۚ بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِّن ذِكْرِي ۖ بَل لَّمَّا يَذُوقُوا عَذَابِ
      —————
      Apakah di antara kita hanya Muhammad yang mendapat kemuliaan berupa turunnya al-Qur’ân?” Apa yang mereka perkirakan itu tidak benar sama sekali. Mereka bimbang dan ragu terhadap al-Qur’ân. Mereka bimbang dan ragu karena belum merasakan azab-Ku. Sungguh mereka akan merasakannya.
      —————
  8. Az-Zukhruf/43 : 5 (Juz 25; Sejumlah 89 Ayat)
    —————
    أَفَنَضْرِبُ عَنكُمُ الذِّكْرَ صَفْحًا أَن كُنتُمْ قَوْمًا مُّسْرِفِينَ
    —————
    Apakah Kami mengabaikan kalian sehingga Kami berhenti menurunkan al-Qur’ân, sebagai sikap memalingkan diri dari kalian akibat perlaku kalian yang terlalu berlebihan dalam kekafiran? Tidak, karena ketentuan hukum Kami menuntut kalian memberikan alasan.
    —————
  9. An-Najm/53 : 21 dan 45 (Juz 27; Sejumlah 62 Ayat)
    • Ayat 21
      —————
      أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنثَىٰ
      —————
      Apakah kalian membagi-bagi, sehingga kalian mengatakan anak laki-laki adalah milik kalian dan anak perempuan adalah milik Allah.
      —————
    • Ayat 45
      —————
      وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰ
      —————
      Bahwa Dia menciptakan pasangan–laki-laki dan perempuan, jantan dan betina–pada manusia dan binatang dari air mani yang memancar. (1) Ayat ini menunjukkan kemahakuasaan Allah yang menciptakan pasangan–laki-laki dan perempuan pada manusia dan jantan dan betina pada binatang–dari sperma yang proses pengeluarannya dilakukan bersama oleh laki-laki dan perempuan. Meski kandungan sperma itu begitu halus dan sangat kecil, ia merupakan sumber kehidupan dan penghidupan. Dengan demikian, ayat ini merupakan salah satu bentuk kemukjizatan al-Qur’ân yang sejak dini telah mengungkap suatu fakta sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan, yaitu bahwa di dalam cairan laki-laki terdapat spermatozoa dan di dalam cairan wanita terdapat ovum. Apabila kedua cairan itu bertemu dan menyatu maka akan tejadi pembuahan dan kehamilan.
      —————
  10. Al-Qamar/54 : 25 (Juz 27; Sejumlah 55 Ayat)
    —————
    أَأُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِن بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌ
    —————
    Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya, sementara di antara kita ada yang lebih pantas daripada dirinya? Sebenarnya ia hanyalah seorang yang banyak berbohong dan mengingkari nikmat.”
    —————
  11. Al-Qalam/68 : 51 (Juz 29; Sejumlah 52 Ayat)
    —————
    وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ
    —————
    Orang-orang kafir itu benar-benar hampir mengenyahkanmu dari tempatmu dengan pandangan marah dan bermusuhan tatkala mereka mendengar al-Qur’ân seraya mengatakan, “Sesungguhnya kamu benar- benar gila.”
    —————
  12. Al-Qiyamah/75 : 39 (Juz 29; Sejumlah 40 Ayat)
    —————
    فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰ
    —————
    Lalu ia dijadikan berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan.
    —————
  13. Al-Lail/92 : 3 (Juz 30; Sejumlah 21 Ayat)
    —————
    وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰ
    —————
    Demi Zat yang telah menciptakan dua jenis: laki-laki dan perempuan, jantan dan betina, dari setiap makhluk yang berkembang biak.
    —————

Saudaraku. Ternyata 19 kali kata Adz-Dzikr (الذكر) ada dalam 13 Surat. Kalimat “19 kali dalam 13 surat” dapat ditulis dalam bahasa matematika = 19 x 13 = 247  |  Jika angka hasil dijumlahkan = 2+4+7 = 13 = 4  |  Empat angka terakhir = 3417 = Sholat Wajib Lima Waktu (the obligatory prayers five times a day). Tetapi apabila dikurangkan = 7-4-2 = 1  |  Empat angka terakhir 1247 = Muhammad / Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta (the perfection of creation of the universe). Dan apabila kita tabelkan menggunakan spirit plus-minus bisa menghasilkan kode-kode sebagai berikut:

Minus Kode Plus
2 2 4 6
3 4 7 11
5 7 2 9
10 26
1 8
Alloh 9 Muhammad
Hukum Alloh

Bandingkan hasil perhitungan tabel di atas dengan makna tersirat lafadz Muhammad (محمد) yang bisa Saudaraku lihat perhitungannya pada artikel Khalifah dalam Sketsa 324. Apakah semua itu Saudaraku anggap hanya kebetulan saja? Jadi sekarang kita bisa mengatakan bahwa: “Al-Qur’an adalah benar-benar datang dari ALLOH (101) yang diturunkan kepada MUHAMMAD SAW (628), dan itu telah menjadi HUKUMNYA (189) yang TETAP / TIDAK BERUBAH / KEKAL / ABADI”. Bukankah 1+8+9 = 18 = 9  |  Tiga angka terakhir = TIDAK BERUBAH / KEKAL? Kemudian jika tiga kode ini ditabelkan menggunakan metode TOTAL 123 dapat dilihat hasilnya sebagai berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Alloh 101 01 1
Muhammad 628 28 8
Hukum Alloh 189 89 9
918 118
18 10 18
9 1 9
Hukum Alloh 19 Muhammad
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
10
1
Alloh (اللَّـهِ) Alloh

Saudaraku. Perhatikan kembali tabel di atas terkait 247 dalam perhitungan plus. Jika 6, 11, 9 dijumlahkan dengan cara 6 + 1 + 1 + 9 = 17 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178 = Alam Semesta. Karena itu kemudian kita bisa mengatakan pula bahwa: “Muhammad (628) itu sama dengan Alam Semesta (178)”. Bagi yang meyakini, hal ini selaras dengan kutipan berikut:

… Kemudian disebut bagaimana Nur Muhammad itu sujud lima kali, dengan itu, menjadi fardu sujud, lalu difardukan sembahyang yang lima waktu atas Muhammad dan ummatnya. Kemudian disebut Allah menilik kepada nur itu, lalu ia malu, berpeluh kerana malunya. Daripada peluh hidungnya Allah jadikan malaikat, daripada peluh mukanya Allah jadikan ‘Arasy, Kursi, Lauh dan Qalam, matahari, bulan, hijab, segala bintang, dan barang-barang yang ada di langit. Daripada peluh dadanya dijadikan anbia, mursalin, ulama, syuhada dan solihin. Daripada peluh belakangnya dijadikan Bait al-ma’mur, Ka’bah, Bait al-Maqdis, dan segala tempat masjid dalam dunia. (hal. 3-4) … (Sumber: https://salafytobat.wordpress.com/category/nur-muhammad-menurut-al-quran-hadits/)

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Muhammad 628 28 8
Alam Semesta 178 78 8
806
14 106 16
5 7 7
Islam 19 Dzikr
10
1
Alloh
5 1 7
13
4
Sholat Wajib Lima Waktu

Apabila Saudara kurang / bahkan tidak meyakini bahwa sesungguhya Alam Semesta (178) ini dimulai dari Nur Muhammad (628), itu adalah keyakinan Saudara. Saudara juga boleh mengingkari bahwa di dalam 628 + 178 itu ada kode 3417 terlihat pada perhitungan tabel di atas. Bahkan pula Saudara boleh saja tidak percaya bahwa 5 + 1 + 7 itu = 13 = 4. Karena di sini / tulisan ini hanyalah sebuah perenungan yang tidak bermaksud menggiring Saudara untuk meyakininya.

Hanya saja semua itu bukan tanpa resiko. Tetapi diantara kita tidak layak menjustifikasi bahwa kitalah yang paling benar dan mereka pasti salah. Karena diantara kita sesungguhnya sama-sama pemain, bukan wasit. Biarlah Alloh yang tetap menjadi wasit sekaligus yang pasti akan mengadilinya. Mengakhiri sub bahasan ini saya akan menunjukkan sekali lagi keterkaitan kode Alam Semesta (178) dan Muhammad / Hukum Alloh (189) melalui:

  1. QS. An-Nur/24 : 1 s/d 64 (Juz 18; Sejumlah 64 Ayat)
    —————
    Makna Tersirat = 24 + (1+2+3+…+64) + 18 + 64 = 24 + (2080) + 18 + 64 = 2186  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+1+8+6 = 17 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178 = Alam Semesta.
    —————
  2. QS. An-Nur/24 : 35 (Juz 18; Sejumlah 64 Ayat)
    —————
    اللَّـهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّـهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّـهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّـهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
    —————
    Allah adalah sumber segala cahaya di langit dan di bumi. Dialah yang menerangi keduanya dengan cahaya yang bersifat materiil yang dapat kita lihat dan berjalan di bawah cahayanya. Cahayanya juga ada yang bersifat maknawi seperti cahaya kebenaran, keadilan, pengetahuan, keutamaan, petunjuk dan keimanan. Dia juga menerangi langit dan bumi dengan bukti-bukti yang terkandung di dalam alam raya ini dan segala sesuatu yang menunjukkan wujud Allah serta mengajak untuk beriman kepada-Nya. Kejelasan cahaya-Nya yang agung dan bukti-buktinya yang mengagumkan adalah seperti cahaya sebuah lampu yang sangat terang. Lampu itu diletakkan di sebuah celah dinding rumah yang dapat membantu mengumpulkan cahaya dan memantulkannya. Lampu itu berada dalam kaca yang bening dan bersinar seperti matahari, mengkilap seperti mutiara. Bahan bakar lampu itu diambil dari minyak pohon yang banyak berkahnya, berada di tempat dan tanah yang baik, yaitu pohon zaitun. Pohon itu ditanam di tengah-tengah antara timur dan barat yang membuatnya selalu mendapat sinar matahari sepanjang hari, pagi dan sore. Pohon itu bahkan berada di puncak gunung atau di tanah kosong yang yang mendapatkan sinar matahari dalam sehari penuh. Karena teramat jernih, minyak pohon itu seakan hampir menyala, meskipun lampu tersebut tidak disentuh api. Semua faktor tersebut menambah sinar dan cahaya lampu menjadi berlipat ganda. Demikianlah bukti-bukti materi dan maknawi yang terpancar di alam raya ini menjadi tanda-tanda yang jelas yang menghapus keraguan akan wujud Allah dan kewajiban beriman kepada-Nya serta risalah-risalah-Nya. Melalui itu semua, Allah merestui siapa saja yang dikehendaki untuk beriman jika dia mau menggunakan cahaya akalnya. Allah memaparkan contoh-contoh yang bersifat materiil agar persoalan-persoalan yang bersifat rasionil mudah ditangkap. Allah Swt. Mahaluas pengetahuan-Nya. Dia mengetahui siapa saja yang memperhatikan ayat-ayat-Nya dan siapa yang enggan dan sombong. Dia akan memberi balasan kepada mereka atas itu semua. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 24 + 35 + 18 + 64 = 141  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+4+1 = 6  |  Tiga angka terakhir = 416 = Fitrah Manusia (human nature). Ketika manusia bisa menyikapi segala bentuk PROBLEMATIKA KEHIDUPAN (4) dengan senantiasa mendekatkan diri pada SANG PENCIPTA (1) penuh KEIMANAN (6), inilah yang disebut manusia telah kembali pada fitrahnya.
    —————
  3. Total Makna Tersirat
    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Alam Semesta 178 78 8
    Fitrah Manusia 416 16 6
    594 94
    18 13 14
    9 4 5
    Muhammad Ibrahim Manusia
    18
    9
    Hukum Alloh / Keabadian

    Tentang perenungan makna tersirat Manusia (145), Ibrahim (134), dan Muhammad / Hukum Alloh (189) lebih detil dapat Saudaraku ikuti pada artikel Khlaifah dalam Sketsa 324. Perhatikan pula kode 459. Bahwa kode ini sama dengan makna tersirat total Al-Qur’an dalam 6236 Ayat. Mengapa? Sebab 1+2+3+…+6236 = 19446966  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+9+4+4+6+9+6+6 = 45 = 9  |  Tiga angka terakhir = 459 = ISLAM TETAPI SOMBONG (Islam but arrogant). Barang siapa mengaku ISLAM (5) tetapi SOMBONG (9), berarti ia sama dengan IBLIS (4).

    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Al-Bayyina/98 : 1 (Juz 30; Sejumlah 8 Ayat) 112 12 2
    At-Tin/95 : 4 (Juz 30; Sejumlah 8 Ayat) 112 12 2
    Al-Qamar/54 : 1 (Juz 27; Sejumlah 55 Ayat) 112 12 2
    Az-Zukhruf/43 : 1 (Juz 25; Sejumlah 89 Ayat) 145 45 5
    481
    13 81 11
    4 9 2
    Ibrahim Muhammad Alloh
    15
    6
    IMAN (6) ISLAM (5) IHSAN (1)
    246
    Ha Mim / Teman Karib
    12
    3
    Adam
    324
    Khalifah
    9
    Angkuh / Sombong / Merasa Benar / Merasa Besar

Sesungguhnya seluruh MANUSIA (145) / anak ADAM (123) itu KHALIFAH (324). Tetapi kebanyakan dari mereka ANGKUH / SOMBONG / MERASA BENAR / MERASA BESAR (9). Kecuali mereka yang bisa menyikapi setiap PROBLEMATIKA (4) hidup ini dengan senantiasa SUJUD (2) penuh KEYAKINAN (6) dalam keadaan IMAN (6) ISLAM (5) dan IHSAN (1), yakni mereka yang beribadah secara IKHLAS / SEMATA-MATA KARENA ALLOH (112) – mengikuti ajaran MUHAMMAD (189) dan IBRAHIM (134).

Jika seluruh angka ini dijumlahkan = (1+4+5) + (1+2+3) + (3+2+4) + (9) + (4+2+6) + (6+5+1) + (1+1+2) + (1+8+9) + (1+3+4) = (10) + (6) + (9) + (9) + (12) + (12) + (4) + (18) + (8) = 88  |  Angka hasil dijumlahkan = 8+8 = 16 = 7 = Dzikr  |  Tiga angka terakhir = 167 = Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta (the perfection of creation of the universe). Bahwa ALLOH (1) telah menyempurnakan penciptaan TUJUH (7) lapis langit dan bumi alam semesta ini dalam ENAM (6) masa.

Tetapi apabila yang dimaksud bahwa hasil penjumlahan angka-angka ayat terkait langsung ditabelkan maka hasilnya dapat Saudaraku lihat sebagai berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Al-Bayyina/98 : 1 (Juz 30; Sejumlah 8 Ayat) 137 37 7
At-Tin/95 : 4 (Juz 30; Sejumlah 8 Ayat) 137 37 7
Al-Qamar/54 : 1 (Juz 27; Sejumlah 55 Ayat) 137 37 7
Az-Zukhruf/43 : 1 (Juz 25; Sejumlah 89 Ayat) 158 58 8
569 169 29
20 16 11
2 7 2
Alloh Dzikr Alloh
11
2
Ikhlas
222
6
Sujud (2), Sujud (2), dan Sujud (2) penuh Keyakinan (6)
262
10
1
Berserah Diri, artinya menyerahkan segala urusan Hidup (1) dan Mati (0) hanya kepada Alloh (1)

Pemberian karakter Alloh (202) dan Alloh (112) terkait dengan makna tersirat lafadz Alloh (إلله) yang perhitungannya dapat Saudaraku lihat pada artikel Di Balik 7 Hari dalam 1 Minggu. Tentang kode 226 dapat pula Saudaraku ikuti ulasannya pada artikel Memahami Kode 123 dalam Arti Sujud. Sedangkan untuk Ikhlas (112) saya pikir cukup jelas terkait dengan QS. Al-Ikhlas/112.

Saudaraku. Apabila dalam hal ini kita tidak suka memperluas kode ke dalam 222 kemudian 262, melainkan kita langsung jumlahkan 112 + 167 + 202 + 112 = 593  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+9+3 = 17 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178 = Alam Semesta. Apakah ini hanya kebetulan saja?


Catatan:

Artikel ini masih dalam proses perenungan dan pencarian sumber-sumber pendukung. Jika saja Alloh masih berkehendak, ingin rasanya bisa segera menyelesaikannya.

  • 624  |  Al-An’am/6 + An-Nur/24
    Jika kode 624 dimaksudkan agar kita melihatnya sebagai Al-An’am/6 + An-Nur/24 maka di sini kita akan menemukan kode Muhammad (213) dan Alam Semesta (178). Perhitungannya adalah sebagai berikut:
  • QS. Al-An’am/6 : 1 s/d 165 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
    —————
    Surah Al-An’am (bahasa Arab:الانعام, al-An’ām, “Binatang Ternak”) adalah surah ke-6 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah. Dinamakan Al-An’am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka. Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut. Dalam surah al-An’am ini, terdapat do’a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara. Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah. Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-An’am)
    —————
    Makna Tersirat = 6 + (1+2+3+…+165) + (7+8) + 165 = 6 + (13695) + (15) + 165 = 13881  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+8+8+1 = 21 = 2+1 = 3  |  Tiga angka terakhir = 213 = Muhammad (lihat artikel Di Balik 7 Hari dalam 1 Minggu).
    —————
  • QS. An-Nur/24 : 1 s/d 64 (Juz 18; Sejumlah 64 Ayat)
    —————
    Surah An-Nur (bahasa Arab: النّور) adalah surah ke-24 dari al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah. Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35. Dalam ayat ini, Allah s.w.t. menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk. Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta. Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Nur)
    —————
    Makna Tersirat = 24 + (1+2+3+…+64) + 18 + 64 = 24 + (2080) + 18 + 64 =  2186 |  Angka hasil dijumlahkan = 2+1+8+6 = 17 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178 = Alam Semesta (lihat artikel Delapan Sebagai Kode Alam Semesta).
    —————
  • Total Makna Tersirat
    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Al-An’am/6 213 13 3
    An-Nur/24 178 78 8
    391 91
    13 10 11
    4 1 2
    7
    Dzikr / Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta / Muhammad
  • 1924 dalam Sketsa

Referensi:

  1. http://img07.deviantart.net/c8a3/i/2015/108/c/8/allah___muhammad_pbuh_by_baraja19-d71q0eu.jpg
  2. https://docs.google.com/spreadsheets/d/1E9Ed6dWe37h8DeCN1wLpd-TEuYZ2pRVKer2l2C5W1I0/edit#gid=0
  3. https://ulamak.wordpress.com/2016/12/17/di-balik-7-hari-dalam-1-minggu/
  4. https://ulamak.wordpress.com/2016/11/29/khalifah-dalam-sketsa-324/
  5. http://tanzil.net/#search/quran/”الذكر”
  6. https://ulamak.wordpress.com/2016/08/19/delapan-8-sebagai-kode-alam-semesta/
  7. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-An%27am
  8. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Nur
  9. https://salafytobat.wordpress.com/category/nur-muhammad-menurut-al-quran-hadits/
  10. https://ulamak.wordpress.com/2016/07/14/fitrah-manusia/
  11. https://mujahidintempos.wordpress.com/about/jumlah-ayat-al-quran-6666-atau-6236-2/
  12. https://ulamak.wordpress.com/2016/08/01/memahami-kode-123-dalam-arti-sujud/

Taut singkat: http://wp.me/p6rTrC-18o

والله أعلمُ بالـصـواب

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: