Di Balik 7 Hari dalam 1 Minggu


SAMUDRA MAKNA TERSIRAT TOTAL AL-QUR’AN

DALAM PERSPEKTIF ANGKA

( Part-9 )

… Jika kode 167178 dianggap sebagai deret hitung, saya pikir akal kita bisa menerimanya. Tetapi kalau kemudian meloncat ke belakang / mundur ke bilangan 112, hal ini nampaknya sulit diterima oleh akal. Di sinilah sebenarnya kita ditantang untuk melakukan pembuktian bahwa Al-Qur’an itu benar-benar kalam Alloh ataukah sekedar omong kosong Muhammad. Dan ternyata Al-Qur’an membuktikan lagi kesuciannya pada kita bahwa 167, 178 ke 112 adalah benar-benar kehendak-NYA. Kita bisa memahami ini ketika kode 167 dan 178 dibaca dari belakang sebagai 761 dan 871 …

muhammad-saw

Pada artikel sebelumnya Khalifah dalam Sketsa 324 kita telah belajar banyak terkait pengulangan kata khalifah dalam kitab suci Al-Qur’an. Tetapi ada yang masih menjadi pertanyaan bagi saya dan perlu direnungkan lebih dalam yakni: “Mengapa pengulangan kata Muhammad dan An-Naas sama-sama menghasilkan tiga angka terakhir 628?” Saya coba mencari tahu tentang rahasia di balik kode ini dengan mengaitkan kepada ayat-ayat Al-Qur’an. Di tengah-tengah perenungan tersebut entah kenapa tiba-tiba terbersit dalam pikiran saya: “Mungkinkah ini terkait dengan kode Tujuh (7) Hari dalam Satu (1) Minggu?” Mulailah saya ambil 7 surat pertama Al-Qur’an dalam tabel perenungan sebagai berikut:

No. Surat Hari Makna Tersirat
Tiga Dua Satu
1 Al-Fatihah Ahad 101 01 1
2 Al-Baqarah Senin 167 67 7
3 Ali ‘Imran Selasa 106 06 6
4 An-Nisa’ Rabu 213 13 3
5 Al-Ma’idah Kamis 279 79 9
6 Al-An’am Jum’at 213 13 3
7 Al-A’raf Sabtu 145 45 5
1224 224 34
28 9 8 7
10 24
1 6
7

Lihat perhitungan lebih detil di Google Sheets atau pada tautan referensi di bawah. Jika dari tabel di atas kita hanya mengambil satu makna tersirat dalam tiga angka terakhir = 167 = Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta (perfection of creation of the universe) = Meyakini bahwa ALLOH (1) telah menyempurnaan penciptaan TUJUH (7) langit dan bumi alam semesta ini dalam ENAM (6) masa. Keyakinan ini harus dibuktikan melalui perilaku senantiasa MENGINGAT / DZIKR (7) pada SANG PENCIPTA (1) penuh KEIMANAN (6). Sedang jika kita ambil tiga makna tersirat dalam tiga angka terakhir kita dapatkan (baca dari belakang) kode sebagai berikut:

No. Nama Surat Surat Ayat Juz Jml. Ayat Bunyi Ayat Tafsir Muhammad Quraish Shihab Total
1 Al-Insan (761) 76 1 29 31 هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا Sungguh, manusia telah melewati suatu masa sebelum ditiupkan ruh ke dalam dirinya. Ketika itu, manusia adalah sesuatu yang tak bernama dan belum diketahui akan diperlakukan apa. 137
2 Yunus (101) 10 1 11 109 الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ Alif, Lâm, Ra’ merupakan huruf-huruf yang digunakan Allah untuk membuka sebagian surat. Dialah yang Maha Mengetahui makna sebenarnya dari huruf-huruf itu. 131
3 At-Tagabun (642) 64 2 28 18 هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنكُمْ كَافِرٌ وَمِنكُم مُّؤْمِنٌ ۚ وَاللَّـهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ Hanya Dia yang menciptakan kalian dari ketiadaan. Lalu sebagian dari kalian mengingkari ketuhanan-Nya dan sebagian lain meyakininya. Allah Maha Melihat segala perbuatan kalian dan akan membalasnya. 112
380
11
6 2
8

Apakah ini hanya kebetulan saja? Kode tiga angka terakhir yang kita dapatkan 628 atau 268 yang keduanya merupakan makna tersirat lafadz Muhammad (محمد) dimana (م) Mim = 24, (ح) Ha’ = 6, (م) Mim = 24, dan (د) Dal = 8 dengan perhitungan sebagai berikut:

  • Metode I = 24 + 6 + 24 + 8 = 62  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+2 = 8  |  Tiga angka terakhir = 628;
    —————
  • Metode II = (2+4) + 6 + (2+4) + 8 = (6) + 6 + (6) + 8 = 26  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+6 = 8  |  Tiga angka terakhir = 268.

Bagaimana jika kode 268 kita kaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an? Apa kira-kira pelajaran yang bisa kita petik? Mari sama-sama kita lakukan. Menurut pendapat saya, kode ini dapat kita kaitkan dengan ayat-ayat (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab) sebagai berikut:

METODE 11  |  1 Angka Surat, 1 Angka Ayat

  1. QS. Al-Baqarah/2 : 6 dan 8  (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
    • Ayat 6
      —————
      إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
      —————
      Begitulah ihwal golongan yang diberi petunjuk. Adapun golongan manusia yang bodoh, yang tidak memiliki kesiapan beriman oleh sebab keacuhan dan sikap membangkang mereka, baik kamu beri peringatan kepada mereka atau tidak, sekali-kali mereka tidak akan memenuhi panggilan Tuhan.
      —————
    • Ayat 8
      —————
      وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّـهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ
      —————
      Di antara golongan yang ingkar itu terdapat sekelompok manusia yang mengatakan sesuatu yang sesungguhnya tidak lahir dari dalam hati nurani mereka. Dengan maksud memperlihatkan keimanan, mereka berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari kiamat.” Padahal sesungguhnya perkataan itu tidak benar. Maka dari itu, mereka tidak termasuk golongan orang yang beriman.
      —————
  2. QS. Al-An’am/6 : 2 dan 8 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
    • Ayat 2
      —————
      هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُّسَمًّى عِندَهُ ۖ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ
      —————
      Dialah yang mula-mula menciptakan kalian dari tanah,(1) lalu menetapkan bagi kehidupan tiap orang di antara kalian suatu umur tertentu. Hanya wewenang Dia juga penentuan waktu pembangkitan dari kubur. Kemudian kalian, wahai orang-orang kafir, setelah itu memperdebatkan kemampuan Allah dalam pembangkitan, dan keberhakan-Nya untuk disembah. (1) Maksud ayat ini bisa dipahami bahwa penciptaan Adam a. s., bapak manusia, adalah dari tanah seperti yang tersebut dalam ayat- ayat lain, juga bahwa badan manusia terdiri atas semua unsur yang dipunyai oleh tanah. Tetapi, berkat kekuasaan-Nya, dari unsur- unsur itu Allah menciptakan suatu kehidupan sehingga terwujudlah manusia yang sempurna.
      —————
    • Ayat 8
      —————
      وَقَالُوا لَوْلَا أُنزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ ۖ وَلَوْ أَنزَلْنَا مَلَكًا لَّقُضِيَ الْأَمْرُ ثُمَّ لَا يُنظَرُونَ
      —————
      Mereka juga mengatakan, “Kami minta agar Allah menurunkan seorang malaikat yang membenarkanmu.” Apabila Kami penuhi permintaan mereka itu, lalu Kami utus juga bersama nabi itu seorang malaikat seperti yang mereka minta, kemudian mereka tetap keras kepala dan tidak beriman, maka sungguh akan terlaksana perintah untuk membinasakan mereka, tanpa ditunda sedetik pun.
      —————
  3. QS. Al-Anfal/8 : 2 dan 6  (Juz 9,10; Sejumlah 75 Ayat)
    • Ayat 2
      —————
      إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّـهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
      —————
      Sesungguhnya hati orang-orang yang benar-benar beriman selalu dipenuhi rasa takut dan tunduk kepada Allah. Apabila disebut asma Allah hati mereka bergetar dan diliputi rasa takut (haybah). Semakin mereka mendengar ayat-ayat al-Qur’ân dibacakan, semakin kokoh keimanan mereka dan semakin mendalam rasa tunduk serta semakin bertambah pengetahuan mereka pada Allah. Sehingga, pada akhirnya, mereka tidak menyandarkan diri selain kepada Allah yang menciptakan, melindungi, dan memelihara mereka.
      —————
    • Ayat 6
      —————
      يُجَادِلُونَكَ فِي الْحَقِّ بَعْدَ مَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنظُرُونَ
      —————
      Golongan yang enggan berperang itu membantahmu dan berusaha mempertahankan pendapat sendiri dengan maksud menentang perintah yang benar untuk berjihad. Karena pada saat yang bersamaan kelompok itu bersama kolega-kolega mereka tengah berangkat mencegat iring-iringan kafilah Quraisy yang berangkat ke Syam untuk merampas harta mereka. Akan tetapi usaha mereka menemui kegagalan. Mereka kemudian kembali ke Madinah dan bergabung dengan pasukan Nabi, setelah Nabi sendiri memberitahukan melalui wahyu, bahwa Tuhan telah menjanjikan kemenangan dan orang-orang musyrik akan menjadi gentar. Karena rasa enggan dan takut pada akibat-akibat perang itu, seolah-olah ketika berangkat menuju medan laga, mereka bagaikan orang yang digiring menuju kematian, dengan menyaksikan sebab-sebab kematian itu.
      —————
  4. Makna Tersirat Ayat
    No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
    1 Al-Baqrah 2 6 8 1 2 3 286 308
    2 Al-An’am 6 2 8 7 8 165 196
    3 Al-Anfal 8 2 6 9 10 75 110
    614
    11
    6 2
    8

METODE 12  |  1 Angka Surat, 2 Angka Ayat

  1. QS. Al-Baqarah/2 : 68 dan 86 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286)
    • Ayat 68
      —————
      قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَ ۚ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا فَارِضٌ وَلَا بِكْرٌ عَوَانٌ بَيْنَ ذَٰلِكَ ۖ فَافْعَلُوا مَا تُؤْمَرُونَ
      —————
      Di sini mereka berkata kepada Mûsâ dengan ragu atas perintah penyembelihan sapi ini, “Mohonkan Tuhanmu agar menerangkan ciri-ciri sapi itu kepada kami.” Mûsâ berkata, “Allah berfirman kepadaku bahwa sapi itu adalah sapi yang tidak tua dan tidak muda: pertengahan antara tua dan muda. Sekarang lakukanlah apa yang diperintahkan kepada kalian.”
      —————
    • Ayat 86
      —————
      أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۖ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ
      —————
      Hal ini disebabkan karena mereka lebih mengutamakan kesenangan dunia yang fana daripada kenikmatan akhirat yang abadi. Dengan begitu, mereka bagaikan orang yang menukar akhirat dengan dunia. Maka Allah tidak akan meringankan siksa Jahanam dari mereka, dan mereka tidak akan menemukan seseorang yang bisa menolong mereka dari kekejaman neraka.
      —————
  2. QS. Al-An’am/6 : 28 dan 82 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
    • Ayat 28
      —————
      بَلْ بَدَا لَهُم مَّا كَانُوا يُخْفُونَ مِن قَبْلُ ۖ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
      —————
      Mereka mengatakan itu karena telah terwujud suatu hal yang pernah diberitahukan Rasulullah dan tidak mungkin disembunyikan dan dipungkiri lagi. Apabila mereka dikembalikan ke dunia seperti mereka yang mereka angan-angankan, mereka pasti akan kembali kepada kekufuran yang telah dilarang oleh Allah, karena tertipu oleh hiasan-hiasannya dan menuruti hawa nafsu. Mereka benar-benar bohong atas pengakuan iman, bila dikembalikan ke dunia.”
      —————
    • Ayat 82
      —————
      الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَـٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
      —————
      Orang-orang yang beriman kepada Allah, dan tidak mencampur keimanan mereka itu dengan penyembahan siapa pun selain-Nya, hanya merekalah yang lebih berhak untuk mendapatkan ketenangan, dan petunjuk menuju jalan kebenaran dan kebaikan.
      —————
  3. QS. Al-Anfal/8 : 26 dan 62 (Juz 9,10; Sejumlah 75 Ayat)
    • Ayat 26
      —————
      وَاذْكُرُوا إِذْ أَنتُمْ قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُم بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
      —————
      Ingatlah kembali wahai orang-orang yang beriman–meskpiun saat ini kalian telah menjadi bangsa yang kuat–masa-masa ketika masih menjadi kaum minoritas, kaum tertindas, di mana semua musuh mengeksploitasi kelemahan kalian dan kalian dicekam rasa takut oleh tindakan-tindakan penculikan yang dilakukan oleh musuh-musuh itu. Kemudian kalian berhijrah atas perintah Allah ke kota Yatsrib, yang selanjutnya menjadi tempat tinggal kalian. Kalian menang dengan bantuan dan dukungan-Nya. Allah memberikan pada kalian harta rampasan perang yang baik-baik agar kalian bersyukur atas pemberian itu dan terus berjuang demi menjunjung tinggi kalimat yang benar.
      —————
    • Ayat 62
      —————
      وَإِن يُرِيدُوا أَن يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّـهُ ۚ هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ
      —————
      Apabila usulan damai mereka itu ternyata hanya siasat, tipu daya dan makar, niscaya Allah akan melindungi dirimu dari perbuatan mereka dengan berbagai bentuk. Sebelum itu Allah telah menguatkan dirimu dengan pertolongan-Nya, dengan mempersiapkan faktor-faktor yang tersurat dan tersirat, demi meneguhkan hati orang-orang yang beriman dari kalangan Muhâjirîn dan Anshâr.
      —————
  4. Makna Tersirat Ayat
    No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
    1 Al-Baqrah 2 68 86 1 2 3 286 448
    2 Al-An’am 6 28 82 7 8 165 296
    3 Al-Anfal 8 26 62 9 10 75 190
    934
    16
    6 7
    13
    4

METODE 21  |  2 Angka Surat, 1 Angka Ayat

  1. 268  |  QS.  Ash-Shu’ara/26 : 8 (Juz 19; Sejumlah 227 Ayat)
    —————
    إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ
    —————
    Sesungguhnya adanya beraneka ragam tumbuh-tumbuhan di bumi merupakan bukti yang jelas akan adanya Sang Pencipta Yang Mahakuasa. Tetapi kebanyakan kaum, ternyata, tidak mau beriman.
    —————
  2. 286  |  QS. Al-Qasas/28 : 6  (Juz 20; Sejumlah 88 Ayat)
    —————
    وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَنُرِيَ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُم مَّا كَانُوا يَحْذَرُونَ
    —————
    Mereka Kami tempatkan di bumi yang layak sebagai tempat tinggal. Lalu Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan menterinya, Hâmân, dan segenap bala tentaranya sesuatu yang mereka khawatirkan: runtuhnya kekuasaan mereka di tangan seorang pemuda yang lahir dari kalangan Banû Isrâ’îl.
    —————
  3. 628  |  QS. Al-Jumu’ah/62 : 8 (Juz 28; Sejumlah 11 Ayat)
    —————
    قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
    —————
    Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kalian hindari itu tidak akan dapat terelakkan. Kematian itu pasti akan menemui kalian. Kemudian kalian akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata. Dia akan memberitahukan kalian segala apa yang telah kalian lakukan.
    —————
  4. 682  |  QS. Al-Qalam/68 : 2  (Juz 29; Sejumlah 52 Ayat)
    —————
    مَا أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ
    —————
    Aku bersumpah demi pena yang biasa digunakan oleh malaikat dan lainnya untuk menulis, dan demi kebaikan dan manfaat yang mereka tuliskan, bahwa sesungguhnya kamu–dengan kenabian yang diberikan oleh Allah kepadamu–bukanlah seorang yang lemah akal dan bodoh.
    —————
  5. 826  |  QS. Al-Infitar/82 : 6 (Juz 30; Sejumlah 19 Ayat)
    —————
    يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ
    —————
    Wahai manusia, apa yang membuat kalian tergoda sehingga berani mendurhakai Tuhanmu Yang Maha Pemurah?
    —————
  6. 862  |  QS. At-Tariq/86 : 2 (Juz 30; Sejumlah 17 Ayat)
    —————
    وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ
    —————
    Tahukah kalian apa hakikat bintang itu? Bintang adalah benda langit yang cahayanya menembus kegelapan.
    —————
  7. Makna Tersirat Ayat
    No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
    1 Ash-Shu’ara 26 8 19 227 280
    2 Al-Qasas 28 6 20 88 142
    3 Al-Jumu’ah 62 8 28 11 109
    4 Al-Qalam 68 2 29 52 151
    5 Al-Infitar 82 6 30 19 137
    6 At-Tariq 86 2 30 17 135
    954
    21 18
    3 9
    12
    3

Dari ketiga metode pengkaitan kode 268 dengan ayat-ayat Al-Qur’an di atas apabila kita hanya mengambil masing-masing tiga angka terakhirnya dapat kita peroleh makna tersirat Muhammad (268), Ibrahim (134), dan Adam (123) yang jika kita tabelkan menggunakan metode TOTAL 123 sebagai berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Muhammad 268 68 8
Ibrahim 134 34 4
Adam 123 23 3
525
12 125 15
3 8 6
17
8
Total Alam Semesta / Al-‘Aalamiin (العالمين)

Ternyata gabungan ketiga kode yang semula berawal dari kode Muhammad / An-Naas (628) pada perhitungan di atas kita peroleh kode Alam Semesta (178). Apakah ini ada kaitannya dengan kutipan berikut?

Dari Jabir, Rasulullah bersabda:

عَن جَابِر رَضِى الله عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ بِأبِىوَأمِى أخْبِرْنِى عَنْ أوَّلِ شَيْءٍ خَلَقَهُ الله تَعَالَى قَبْلَ الأشْيَآء. قَالَ يَا جَابِر إنَّ الله تَعَالىَ خَلَقَ قَبْلَ الأشْيَآءِ نُوْرَ نَبِيِّكَ مِنْ نُوْرِهِ فَجَعَلَ ذَالِكَ النُوْرَ يدور بِالقُدْرَةِ حَيْثُ شَاء الله وَلَمْ يَكُنْ فِى ذَالِكَ الْوَقْتِ قَلَم وَلاَ لَوْح وَلاَ عَرْش وَلاَ كُرْسِى وَلاَ مَلَك وَلاَ رُوْح وَلاَ جَنَة وَلاَ نَار وَلاَ سَمَاء وَلاَ أَرْض وَلاَ شَمْس وَلاَ قَمَر وَلاَ إِنْس وَلاَ جَن. فَلَمَّا أرَادَ الله أنْ يَخْلُقَ الْخَلْقَ قسم ذَالِكَ النُوْر أرْبَعَة أجْزاء فَخَلَقَ مِنْ الجُزءِ الأوَّلِ الْقَلَم وَمِن الثَانِى اللَوْح وَمِن الثَالِث الْعَرْش ثُمَّ قسم الْجُزء الْرَابِع أَرْبَعَة أجْزَاء فَخَلَقَ مِن الأ وَّلِ حملة العَرْشِ وَ مِن الثَانِى الكُرْسى وَ مِن الثَالِث بَاقى المَلاَئِكَة ثُمَّ قسم الرَابِع أرْبَعَة أجْزَاء فَخَلَقَ مِن الأ وَّلِ الجَنَّة وَالنَار وَمِن الثَانِى السَّمَوَات ، وَمِن الثَالِثِ الأرْض ثُمَّ قسم الرَابِع أجْزَاء فَخَلَقَ مِن الأ وَّلِ الشَمْس وَ القَمَر وَ النُجُوم وَمِن الثَانِى البُرُوج وَالأفْلاَق وَ مِن الثَالِث العَقْل وَالأبْصَاروَالبَصَائِر وَنُور الإيمَانِ

“Dari Jabir berkata: Demi ayah dan ibuku, Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang suatu yang diciptakan Allah swt sebelum segalanya yang lain. Rasulullah menjawab: Wahai Jabir, sesungguhnya Allah telah menciptakan nur Nabimu dari nur-Nya sebelum sesuatu yang lain. Maka dijadikan nur itu berkeliling sesuai dengan yang dikehendaki Allah swt, dan tidaklah dijadikan pada saat itu qalam, lauh, arsy, kursy, malaikat, ruh, surga, neraka, langit, bumi, matahari, bulan, manusia, dan jin. Dan ketika Allah swt menghendaki untuk menciptakan makhluqnya, maka nur tersebut dibagi menjadi empat bagian. Dari bagian pertama diciptakan qalam, dari bagian kedua diciptakan lauh, dari bagian ketiga diciptakan arsy, dan dari bagian keempat, nur tersebut dibagi lagi menjadi empat bagian, dari bagian pertama diciptakan isi arsy, dari bagian yang kedua diciptakan kursy, dari bagian yang ketiga diciptakan malaikat, kemudian dari bagian keempat, nur tersebut dibagi menjadi empat bagian, dari bagian pertama diciptakan surga dan neraka, dari bagian kedua diciptakan langit, dari bagian ketiga diciptakan bumi, dan dari bagian keempat dibagi menjadi empat bagian, dari bagian pertama diciptakan matahari, bulan dan bintang, dari bagian kedua diciptakan planet dan benda-benda langit, dari bagian yang ketiga diciptakan akal dan penglihatan dan cahaya iman”.
(Sumber: https://ahlulbaitrasulullah.blogspot.co.id/2014/01/nur-muhammad-nur-muhammad-saw-makhluq.html)

Jika hadist pada kutipan di atas memang benar, artinya kalau Alam Semesta (178) ini memang benar dimulai dari Nur Muhammad maka saya fikir kode 178 alam semesta harus bisa mengembalikan kepada salah satu dari kode Muhammad (101, 628, 189, 202, 1427) atau gabungan kesemuanya = 101 + 628 + 189 + 202 + 1427 = 2547  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+5+4+7 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = Muhammad / Hukum Alloh.

Dan ternyata apabila kita hanya mengambil satu angka terakhir dari kode Alam Semesta (178) yakni 8 kemudian kode ini kita larikan kepada nomor surat adalah QS. Al-Anfal/8 : 1 s/d 75 (Juz 9,10; Sejumlah 75 Ayat). Total makna tersirat dari surat ini = 8 + (1+2+3+…+75) + (9+10) + 75 = 8 + (2850) + (19) + 75 = 2952  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+9+5+2 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = Muhammad / Hukum Alloh.

Bahkan dalam tiga angka kode Alam Semesta (178) jika kita larikan kepada nomor surat Al-Quran kemudian kita tabelkan menggunakan metode TOTAL 123 akan menghasilkan kode akhir 189 sebagai berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
1. Al-Fatihah 101 01 1
7. Al-A’raf 145 45 5
8. Al-Anfal 189 89 9
435
12 135 15
3 9 6
18
9
Total Muhammad / Hukum Alloh

Namun pada kenyataannya tidak semua ulama membenarkan hadist di atas dengan berbagai alasan seperti yang bisa Saudaraku baca di antaranya pada kutipan berikut:

Salah satu penyimpangan aqidah yang menimpa kaum muslimin adalah sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam mencintai Rasulullah saw. Mereka menyangka bahwa sikap ghuluw adalah sifat yang terpuji namun mereka lupa atau bahkan tidak tahu bahwa sifat ghuluw adalah sifat yang tercela. Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah bersabda :

إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِي الدِّين ِ رواه أحمد، ابن ماجح والنسائي

“Hati-hatilah kalian terhadap perbuatan ghuluw di dalam agama karena sesungguhnya hancurnya orang-orang sebelum kalian dikarenakan sikap ghuluw di dalam beragama” (HR. Ahmad (1/215;347), Ibnu Majah (2/1008) dan An Nasa’I (5/268) .Shahih atas syarat Muslim). Penyimpangan aqidah ummat ini yang berkaitan dengan sifat ghuluw kepada Rasulullah saw yang paling menonjol dan paling banyak yang terkena pengaruhnya adalah pemahaman Nur Muhammad atau hakikat Muhammadiyah, dimana paham ini banyak dipopulerkan dan dipropagandakan oleh kaum sufi atau pengikut tarekat.
(Sumber: http://wahdah.or.id/nur-muhammad/)

Saudaraku. Saya tidak akan mempermasalahkan perbedaan penafsiran di antara mereka karena sesungguhnya mana yang benar dan mana yang salah bukan ada pada pemikiran / pendapat orang per orang melainkan bahwa KEBENARAN ITU ADALAH MUTLAK MILIK ALLOH. Hanya saja terkait dengan tiga kode terakhir yang kita dapatkan pada tabel di atas yakni 189, 156, dan 123 menurut saya merupakan tiga kode yang mustahil dipisahkan (kecuali bagi mereka yang tidak meyakini pengkodean Al-Qur’an):

  1. 189  |  QS. Al-Kahfi/18 : 9  (Juz 15,16; Sejumlah 110 Ayat)
    —————
    أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا
    —————
    Orang-orang yang hanyut dalam godaan dunia dan kesenangan hidup benar-benar mengingkari adanya hari kebangkitan. Padahal, berbagai peristiwa yang telah terjadi menunjukkan adanya kehidupan sesudah tidur yang amat panjang. Kisah tentang penghuni gua di sebuah gunung dan lempengan yang bertuliskan nama-nama mereka setelah mereka mati, bukan satu-satunya kisah yang menakjubkan, meskipun merupakan kisah yang luar biasa. Kisah itu tidak lebih menakjubkan dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang lain. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 18 + (15+16) + 110 = 159  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+5+9 = 15 = 1+5 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM, dan IHSAN (1).
    —————
  2. 156  |  QS. Al-Hijr/15 : 6 (Juz 13,14; Sejumlah 99 Ayat)
    —————
    وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ
    —————
    Salah satu bentuk keburukan dan kedunguan mereka adalah apa yang mereka katakan kepada Nabi dengan nada mengejek, “Wahai orang yang diberi kitab suci yang berisikan peringatan, sesungguhnya kamu menderita penyakit gila yang berkepanjangan.” Seruan itu tidak lebih dari sekadar ejekan. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 15 + (13+14) + 99 = 147 | Angka hasil dijumlahkan = 1+4+7 = 12 = 1+2 = 3 | Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness) = Senantiasa mencari ILMU (3) agar bisa MENGHAMBA / SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1) dengan sebenarnya.
    —————
  3. 123  |  QS. As-Sadja/32 : 1 (Juz 21; Sejumlah 30 Ayat)
    —————
    الم
    —————
    Alif, Lâm, Mîm adalah huruf-huruf yang membentuk kata dan kalimat al-Qur’ân, sama seperti huruf yang membentuk kata dan kalimat yang kalian gunakan dalam pembicaraan kalian. Sehingga, apabila kalian tidak mampu untuk mendatangkan sesuatu yang semisal, maka hal itu merupakan bukti bahwa al-Qur’ân datang dari sisi Allah dan bukan perkataan manusia. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 32 + 21 + 30 = 84 | Angka hasil dijumlahkan = 8+4 = 12 = 1+2 = 3 | Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness) = Senantiasa mencari ILMU (3) agar bisa MENGHAMBA / SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1) dengan sebenarnya.
    —————
    Mengapa 123 dibaca dari belakang? Ya. Karena ada yang menarik untuk diperhatikan dimana 321 QS. As-Sadja/32 : 1 (Juz 21; Sejumlah 30 Ayat) memiliki makna tersirat kebalikannya saja. Yang perlu dicermati lagi bahwa bunyi ayat tersebut = Alif Lam Mim (الم) dimana (ا) Alif = 1, (ل) Lam = 23, dan (م) Mim = 24 jika angka-angka ini dijumlahkan = 1 + (2+3) + (2+4) = 1 + (5) + (6) = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123. Bahkan enam surat Al-Qur’an yang diawali dengan Alif Lam Mim jika angka-angkanya dijumlahkan juga menghasilkan 123 sebagai berikut:

    No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
    1 Al-Baqarah 2 1 1 2 3 286 295
    2 Ali ‘Imran 3 1 3 4 200 211
    3 Al-Ankabut 29 1 21 69 120
    4 Ar-Rum 30 1 21 60 112
    5 Luqman 31 1 21 34 87
    6 As-Sadja 32 1 21 30 84
    909
    21 18
    3 9
    12
    3

    Hasil akhir perhitungan pada tabel di atas sama persis dengan makna tersirat kode 628 ketika dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an melalui Metode 21 seperti yang telah Saudara baca pada uraian di atas. Kemudian lagi jika kode 123 kita larikan kepada tiga surat pertama dalam Al-Qur’an dapat dilihat pada tebal berikut:

    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    1. Al-Fatihah 101 01 1
    2. Al-Baqarah 167 67 7
    3. Ali ‘Imran 106 06 6
    374 74
    14 11 14
    5 2 5
    12
    3

    Sekarang perhatikan hasil perhitungan tabel di atas. Bahwa yang membentuk kode 123 adalah kode 112 dan 145. Di sinilah kita akan segera tahu bahwa 123 tidak bisa dipisahkan dengan 156 dan 189 melalui makna tersirat ayat-ayat Al-Qur’an sebagai berikut:

    • 112  |  QS. Hud/11 : 2 (Juz 11,12; Sejumlah 123 Ayat)

      —————
      أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّـهَ ۚ إِنَّنِي لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ
      —————
      Ajari dan arahkanlah manusia, wahai Nabi, dengan al-Qur’ân. Katakan pada mereka, “Janganlah kalian menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk memberi peringatan kepada kalian akan azab yang ditimpakan jika kalian mengingkari-Nya. Sebagaimana aku pun diutus untuk menyampaikan kabar gembira akan pahala yang kalian dapatkan bila kalian mengimani dan menaati-Nya. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 11 + 2 + (11+12) + 123 = 159  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+5+9 = 15 = 1+5 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM, dan IHSAN (1).
      —————

    • 145  |  QS. Ibrahim/14 : 5 (Juz 13; Sejumlah 52 Ayat)
      —————
      وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُم بِأَيَّامِ اللَّـهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
      —————
      Sungguh, Kami telah mengutus Mûsâ dengan diperkuat oleh sejumlah mukjizat. Kami katakan kepadanya, “Keluarkan kaummu (Banû Isrâ’îl), dari gelapnya kekafiran dan kebodohan menuju terangnya cahaya keimanan dan ilmu pengetahuan! Ingatkan mereka akan kejadian dan bencana yang ditimpakan oleh Allah kepada bangsa-bangsa sebelum mereka! Dalam peringatan itu terdapat bukti-bukti kuat tentang keesaan Allah yang bisa mengajak kepada keimanan orang-orang yang selalu tabah menghadapi cobaan dan selalu bersyukur atas segala nikmat. Itulah sifat orang Mukmin. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 14+ 5 + 13 + 52 = 84 | Angka hasil dijumlahkan = 8+4 = 12 = 1+2 = 3 | Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness) = Senantiasa mencari ILMU (3) agar bisa MENGHAMBA / SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1) dengan sebenarnya.
      —————
    • Total Makna Tersirat = 156 + 123 = 279  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+7+9 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = Muhammad / Hukum Alloh / Keabadian. Yang kekal dan abadi itu hanyalah SANG MAHA PERKASA (9), pencipta – pemilik – penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1) semata. Bukankah 189 = 1+8+9 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = tetap / tidak berubah / abadi = 189?
      —————

      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Ketuhanan 123 23 3
      Keislaman 156 56 6
      Keabadian 189 89 9
      468 168
      18 15 18
      9 6 9
      24
      6
      Teman Karib / Ha Mim

Ketika kode 123, 156, dan 189 digabungkan menggunakan metode TOTAL 123 ternyata hasil akhirnya kembali lagi pada total makna tersirat TUJUH (7) surat pertama Al-Qur’an seperti yang telah kita hitung pada awal artikel ini yakni 246. Rupanya kita disuruh pula untuk mencermati kode ini yang sebagiannya dapat Saudaraku lihat pada artikel Multi Tafsir Ham Mim juga pada sub bahasan di bawah.


624  |  Ha Mim (Teman Karib)

Terkait dengan tujuh hari dalam satu minggu yang menurut saya perlu dicermati pula adalah kode 624. Pertama, tidak ada satu pun surat dalam Al-Qur’an yang jika dicari makna tersiratnya melalui metode No. Surat + (Ayat 1+2+… dan seterusnya sampai dengan terakhir) + Juz + Jml. Ayat bisa menghasilkan kode ini. Kedua, jika 6 = (ح) Ha’ dan 24 = (م) Mim, ternyata Ha Mim (حم) diulang 7 kali dalam 7 ayat Al-Qur’an (dua kali angka yang sama dengan jumlah hari dalam satu minggu). Ketiga, jika kode Ha Mim digabungkan = 624 dan jika angka-angkanya dijumlahkan = 6+2+4 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 (sama dengan total makna tersirat kode 268 melalui Metode 21 seperti terlihat pada tabel di atas). Tujuh (7) ayat Ha Mim adalah sebagai berikut:

No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
1 Ghafir 40 1 24 85 150
2 Fussilat 41 1 24 25 54 145
3 Asy-Syura 42 1 25 53 121
4 Az-Zukhruf 43 1 25 89 158
5 Ad-Dukhan 44 1 25 59 129
6 Al-Jasiyah 45 1 25 37 108
7 Al-Ahqaf 46 1 26 35 108
919
28 19
10 10
1 1
2

Nama Hamim artinya adalah Teman karib yang diberikan untuk seorang anak Laki-Laki. Nama Hamim berasal dari Arab (Islam), dengan huruf awal H dan terdiri atas 5 huruf. Kata Hamim memiliki pengertian, definisi, maksud atau makna Teman karib, bisa digunakan untuk nama bayi (nama anak), nama perusahaan, nama merek produk, nama tempat, dan lain sebagainya. Kata Hamim yang bermakna Teman karib serta berasal dari Arab (Islam) ini boleh anda gunakan selama arti Hamim tidak berkonotasi negatif di lingkungan anda. (Sumber: http://www.organisasi.org/1970/01/arti-nama-hamim-kamus-nama-kata-dunia.html)

Jika Ha Mim yang diartikan sebagai Teman Karib pada kutipan di atas benar, “Siapa sebenarnya yang patut disebut sebagai Teman Karib?”  Jika dari tabel di atas kita ambil tiga angka terakhirnya cukup jelas bahwa jawabnya adalah ALLOH (112). Siapa itu ALLOH dapat dibaca dan dipahami pada QS. Al-Ikhlas/112.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya, “Mengapa di atas 112 kita diingatkan dengan munculnya kode 101 hingga dua kali?” Ternyata 2 x 101 = 202 itu juga bisa dibaca sebagai ALLOH, sebab lafadz Alloh terbentuk dari huruf (ا) Alif = 1; (ل) Lam = 23; (ل) Lam = 23; (ه) Ha = 27 sehingga 1 + (2+3) + (2+3) + (2+7) = 1 + (5) + (5) + (9) = 20  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+0 = 2  |  Tiga angka terakhir = 202 = ALLOH. Apakah ini hanya kebetulan saja?

Namun jika maksudnya bahwa kita disuruh melarikan 101 pada QS. Yunus/10 : 1, ayat ini berbunyi Alif Lam Ro’ (الر). Sebagian makna tersirat Alif Lam Ro’ dapat Saudaraku lihat pada artikel sebelumnya Khalifah dalam Sketsa 324. Apabila perenungan ini ada benarnya, menurut saya Ha Mim dan Alif Lam Ro’ tidaklah bisa dipisahkan yang jika keduanya ditabelkan bersama terlihat sebagai berikut:

No. Huruf Urutan
1 ح 6
2 م 24
3 ا 1
4 ل 23
5 ر 10
64
15 10
6 1
7

Tiga angka terakhir 167. Sekarang kita bisa mengatakan bahwa teman karib kita adalah senantiasa DIZKR (7) mengingat ALLOH (1) dengan penuh KEYAKINAN (6). Apa bentuk / praktek riilnya? Jawabnya ada pada tiga kode terakhir dalam tiga angka yakni 101, 156, dan 167 dalam metode TOTAL 123 sebagai berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Menyerahkan HIDUP (1) dan MATI (0) hanya kepada ALLOH (1) 101 01 1
IMAN (6), ISLAM (5), dan IHSAN (1) 156 56 6
Senantiasa DIZKR (7) mengingat ALLOH (1) dengan penuh KEYAKINAN (6). Meyakini (6) bahwa SATU (1) minggu sama dengan TUJUH (7) Hari 167 67 7
424
10 124 14
1 7 5
13
4

Hasil tabel di atas sama dengan Khalifah Kelompok II yakni Adam beserta anak-cucunya (123) yang senantiasa MENGESAKAN (112) sekaligus peduli dan bersedia menjalankan HUKUM ALLOH (189). Atau dengan kata lain cinta pada ROSUL / MUHAMMAD (189). Lihat detil penjelasannya pada artikel sebelumnya Khalifah dalam Sketsa 324.


Menemukan 624 / 246 Tanpa Mengaitkan Surat

Di balik kode 7 hari dalam 1 minggu sebenarnya kita bisa menemukan kode 624 / 246 tanpa harus mengaitkannya terlebih dahulu dengan 7 surat pertama Al-Qur’an yakni menggunakan perhitungan dengan metode (dalam bahasa saya) SPIRIT PLUS MINUS sebagai berikut:

  • Tambah  =  7 + 1 = 8  |  Tiga angka terakhir = 718;
  • Kurang  =  7 – 1 = 6  |  Tiga angka terakhir = 716;
  • Kali  =  7 x 1 = 7  |  Tiga angka terakhir = 717;
  • Bagi  =  7 : 1 = 7  |  Tiga angka terakhir = 717;
    —————
    Total Makna Tersirat = 718 + 716 + 717 + 717 =  2868  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+8+6+8  = 24 = 2+4 = 6  |  Tiga angka terakhir = 246 = Teman Karib. Mengapa hasilnya bisa sama dengan ketika 71 kita kaitkan 7 surat pertama dalam Al-Qur’an? Apakah ini hanya kebetulan saja?

Bagaimana jika sekarang kode sumber dari 246 yakni 718, 716, dan 717 kita kaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an? Ada pelajaran apa yang bisa kita ambil? Mari sama-sama kita lakukan. Untuk mempersempit pembahasan, kali ini kita akan satupadukan sehingga hasilnya = 1678  |  Dijumlahkan = 1+6+7+8 = 22 = 2+2 = 4  |  Tiga angka terakhir = 224. Kode ini bisa kita kaitkan dengan ayat-ayat (Tafsir Muhammad Quraish Shihab) sebagai berikut:

Metode 11  |  1 Angka Surat, 1 Angka Ayat

  • 224  |  QS. Al-Baqarah/2 : 2 dan 4 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
    • Ayat 2
      —————
      ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
      —————
      Inilah kitab yang sempurna, yaitu al-Qur’ân yang telah Kami turunkan. Orang-orang yang berakal sehat tidak akan dihinggapi rasa ragu bahwa al-Qur’ân diturunkan oleh Allah Swt. dan membenarkan apa-apa yang tercakup di dalamnya berupa hukum, kebenaran dan petunjuk yang berguna bagi orang-orang yang siap mencari kebenaran, menghindari bahaya dan sebab yang menjurus kepada hukuman.
      ————–
    • Ayat 4
      ————–
      وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
      ————–
      Mereka beriman kepada al-Qur’ân yang diturunkan kepadamu, Muhammad, yang mengandung hukum dan kisah, dan melaksanakan yang diperintahkan. Mereka beriman kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul sebelummu seperti Tawrât, Injîl dan lain-lainnya, karena pada prinsipnya, risalah-risalah Allah itu satu. Dan ciri-ciri mereka adalah percaya dengan teguh akan datangnya hari kiamat, yaitu hari hisab, pembalasan dan hukuman.
      ————–
  • 422  |  QS. An-Nisa/4 : 2 dan 2 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
    • Ayat 2
      ————–
      وَآتُوا الْيَتَامَىٰ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا
      ————–
      Berikanlah kepada anak yatim harta yang berhak mereka miliki. Peliharalah harta itu demi kemaslahatan mereka. Berikan kepada mereka yang baik dan jangan kalian berikan yang buruk. Jangan pula kalian mengambil harta mereka lalu memasukkannya ke dalam bagian dari harta kalian. Sungguh, hal itu merupakan dosa besar.
      ————–
    • Ayat 2
      ————–
      وَآتُوا الْيَتَامَىٰ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا
      ————–
      Berikanlah kepada anak yatim harta yang berhak mereka miliki. Peliharalah harta itu demi kemaslahatan mereka. Berikan kepada mereka yang baik dan jangan kalian berikan yang buruk. Jangan pula kalian mengambil harta mereka lalu memasukkannya ke dalam bagian dari harta kalian. Sungguh, hal itu merupakan dosa besar.
      ————–
      Melalui kode 422 kita diingatkan hingga dua kali terkait bagaimana seharusnya orang yang beriman menyikapi harta anak yatim.
      —————
  • Total Makna Tersirat
    No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
    1 Al-Baqarah 2 2 4 1 2 3 286 300
    2 An-Nisa 4 2 2 4 5 6 176 199
    499
    22
    3 4
    7

Metode 12  |  1 Angka Surat, 2 Angka Ayat

  • 224  |  QS. Al-Baqarah/2 : 24 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
    —————
    فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا وَلَن تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
    —————
    Jika kalian tidak dapat mendatangkan surat yang serupa–dan pasti kalian tidak akan bisa, sebab al-Qur’ân adalah kalam Tuhan, Sang Khalik, dan itu di luar kemampuan makhluk–maka yang harus kalian lakukan adalah menjauhi hal-hal yang dapat menjerumuskan kepada siksaan di akhirat, yaitu api yang bahan bakarnya terdiri atas orang-orang kafir dan patung-patung sembahan. Api tersebut disediakan untuk menyiksa orang-orang yang ingkar.
    —————
  • 242  |  QS. Al-Baqarah/2 : 24 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
    —————
    وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
    —————
    Janganlah kalian gabungkan antara kebenaran yang datang dari-Ku dengan kepalsuan yang kalian buat, agar tidak terjadi pencampuradukan. Janganlah kalian sembunyikan kebenaran, termasuk di dalamnya kebenaran Muhammad, sedangkan kalian mengetahui kebenaran hal itu.
    —————
  • 422  |  QS. An-Nisa/4 : 22 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
    —————
    وَلَا تَنكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُم مِّنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا
    —————
    Janganlah mengawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayah kalian. Hal itu merupakan perbuatan keji dan buruk yang dimurkai Allah dan manusia. Itulah jalan dan tujuan yang paling jelek. Walaupun demikian, Allah tetap akan memaafkan apa yang telah lampau di zaman jahiliah(1). (1) Bangsa Arab jahiliah mempunyai tradisi yang menempatkan wanita pada posisi yang rendah. Apabila seorang bapak meninggal dunia dan meninggalkan anak laki-laki dan istri lain selain ibunya, maka anak laki-laki harus mengawini janda ayahnya itu tanpa akad nikah baru. Seorang istri yang sudah digauli suami kemudian dijatuhi talak, berkewajiban mengembalikan maskawin yang pernah diterimanya. Lebih dari itu, di antara orang-orang Arab jahiliah ada yang melarang dengan semena-mena istri yang ditinggalkan bapaknya untuk kawin kecuali dengan dirinya. Setelah Islam datang, semua perilaku tersebut dihilangkan. Al-Qur’ân menyebut perbuatan-perbuatan tersebut dengan kata “maqt” yang sering diartikan sebagai ‘kemurkaan’, karena semua itu merupakan hal yang sangat jelek yang dimurkai Allah dan orang-orang yang berakal sehat. Di situlah letak keadilan Allah.
    —————
  • Total Makna Tersirat
    No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
    1 Al-Baqarah 2 24 42 1 2 3 286 360
    2 An-Nisa 4 22 4 5 6 176 217
    577
    19
    10
    3 1
    4

Metode 21  |  2 Angka Surat, 1 Angka Ayat

  • 224  |  QS. Al-Hajj/22 : 4 (Juz 17; Sejumlah 78 Ayat)
    —————
    كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُ مَن تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُ يُضِلُّهُ وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِ
    —————
    Allah telah menetapkan bahwa barangsiapa yang mengikuti dan menjadikan setan itu sebagai petunjuk dan penolong, maka ia akan disesatkan dari jalan kebenaran dan diarahkan kepada kebatilan yang dapat menjerumuskannya ke dalam neraka yang menyala berkobar-kobar.
    —————
  • 242  |  QS. An-Nur/24 : 2  (Juz 18; Sejumlah 64 Ayat)
    —————
    الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّـهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ
    —————
    Di antara ketentuan hukum itu adalah hukum wanita dan laki-laki yang berzina. Cambuklah masing-masing mereka seratus kali cambukan. Dalam melaksanakan ketentuan hukum itu, kalian tidak perlu merasa terhalangi oleh rasa iba dan kasihan, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Sebab, konsekuensi iman adalah mendahulukan perkenan Allah daripada perkenan manusia. Pelaksanaan hukum cambuk itu hendaknya dihadiri oleh sekelompok umat Islam, agar hukuman itu menjadi pelajaran yang membuat orang lain selain mereka berdua jera (1).
    —————
    (1) Komentar para ahli mengenai ayat 2 sampai ayat 4 surat ini: Kriminalitas dalam syariat Islam merupakan larangan-larangan yang tidak dibolehkan dengan ancaman sanksi hadd atau ta’zîr. Larangan-larangan itu bisa berupa tindakan mengerjakan sesuatu yang dilarang atau tindakan meninggalkan sesuatu yang diperintahkan. Alasan pengharaman larangan-larangan itu adalah bahwa tindakan pelanggaran larangan merupakan tindakan yang bertentangan dengan salah satu dari lima maslahat/kepentingan yang diakui dalam syariat Islam, yaitu: a. Memelihara jiwa. b. Memelihara agama. c. Memelihara akal pikiran. d. Memelihara harta kekayaan. e. Memelihara kehormatan.
    —————
    Tindakan pembunuhan, misalnya, merupakan perlawanan terhadap jiwa. Keluar dari Islam (riddah: ‘menjadi murtad’) merupakan perlawanan terhadap agama. Meminum khamar merupakan perlawanan terhadap pikiran. Mencuri merupakan perlawanan terhadap harta dan kekayaan. Dan zina merupakan perlawanan terhadap kehormatan. Para ahli hukum Islam (fuqahâ’) membagi tindakan kriminalitas menjadi beberapa kategori, tergantung pada sudut pandang masing-masing. Sehubungan dengan hal itu, berikut ini akan disinggung pembagian hukum dari segi besarnya sanksi dan cara menetapkannya. Berdasarkan hal ini kriminalitas terbagi dalam tiga kelompok, yaitu (a) yang terkena sanksi hudûd, (b) yang terkena sanksi qishâsh dan (c) yang terkena sanski ta’zîr.

    • Yang dimaksud dengan hudûd adalah kejahatan yang dianggap berlawanan dengan hak Allah atau kejahatan yang mengandung pelanggaran hak Allah dan hak manusia, tetapi hak Allah lebih dominan yang oleh karenanya dibatasi oleh Allah dengan jelas, baik melalui al-Qur’ân maupun al-Hadîts.
      —————
    • Kemudian, yang dimaksud dengan qishâsh (termasuk di dalamnya diyat) adalah kejahatan yang mengandung pelanggaran hak Allah dan hak manusia, tetapi hak manusia lebih dominan. Dalam hal ini, sebagian ketentuan hukumnya ditetapkan oleh Allah melalui al-Qur’ân dan al-Hadîts dan sebagian lainnya diserahkan kepada kebijakan pemerintah untuk menentukan hukumnya. Tindak pembunuhan, memotong salah satu organ tubuh, termasuk dalam kategori kedua ini.
      —————
    • Sedangkan yang dimaksud dengan ta’zîr adalah sejumlah sanksi, baik berat maupun ringan, yang penentuan dan pelaksanaannya diserahkan kepada pemerintah, sesuai kondisi masyarakat di mana terjadi kejahatan itu.
      —————
      Ada tujuh macam kejahatan yang terkena sanksi hudûd, yaitu zina, menuduh orang yang sudah kawin berbuat zina (qadzaf), menentang penguasa (baghy), mencuri, menyamun, meminum khamar dan keluar dari Islam (murtad). Ketujuh macam kejahatan itu beserta sanksi-sanksinya telah ditentukan sanksi hudûdnya di dalam al-Qur’ân, kecuali sanski pelaku zina yang sudah kawin yang dikenakan hukum rajam, meminum khamar yang dikenakan sanksi 80 kali cambuk, dan sanksi keluar dari Islam yaitu hukum mati., yang ditentukan oleh al-Hadits. Sementara itu, hukum positif modern memberlakukan sanksi yang terlalu rendah, seperti penjara, terhadap zina. Akibatnya, prostitusi dan kejahatan merajalela di kalangan masyarakat. Kehormatan menjadi terinjak-injak. Selain itu, akan timbul berbagai penyakit dan ketidakjelasan keturunan.
      —————
      Yang cukup mengherankan, bahwa undang-undang yang berlaku di beberapa negara modern saat ini malah melindungi kejahatan semacam itu. Dalam undang-undang Perancis, misalnya, terdapat ketentuan bahwa pelaku zina–baik laki-laki maupun perempuan–yang belum kawin tidak dikenakan sanksi apa-apa, selama mereka telah mencapai usia dewasa. Hal itu berdasar pada prinsip kebebasan individu yang menjamin kebebasan berbuat apa saja. Sedangkan jika pelaku zina itu sudah kawin, baik laki-laki maupun perempuan, maka sanksinya adalah penjara. Contoh lain dari praktik hukum positif, lembaga hukum seperti niyâbah (kejaksaan) tidak mempunyai hak untuk melakukan penyelidikan kecuali atas permintaan salah seorang suami istri. Selain itu, seorang suami yang telah melaporkan tuduhan zina, boleh menarik kembali tuduhannya. Berdasarkan hal itu penyelidikan pun harus dihentikan. Suami juga memiliki hak untuk memaafkan istrinya yang telah dijatuhi hukuman penjara sebelum habis masa hukuman, walaupun keputusan hakim sudah bersifat final.
      —————
      Beberapa kalangan menganggap sanksi zina yang ditetapkan Islam itu terlalu berat. Tetapi semestinya mereka melihat pula bahwa di samping sanksi itu berat, proses pembuktiannya pun tidak mudah. Pada tindak pembunuhan, misalnya, Islam hanya menetapkan keharusan adanya dua saksi yang adil. Tetapi pada pembuktian zina justru menetapkan adanya empat orang saksi adil yang menyaksikan kejadian itu secara langsung, atau pengakuan si pelaku zina. Dapat dicatat di sini bahwa al-Qur’ân mewajibkan pelaksanaan hukum cambuk secara terang-terangan di hadapan khalayak ramai masyarakat Muslim dengan maksud sebagai pemberitahuan kepada mereka siapa pelaku zina itu di samping agar mereka merasa takut dan ngeri hingga menghindari tindakan yang hina itu.
      —————
  • 422  |  QS. Ash-Shura/42 : 2 (Juz 25; Sejumlah 53 Ayat)
    —————
    عسق
    —————
    Hâ, Mîm. ‘Ain, Sîn, Qâf. Seperti gaya al-Qur’ân dalam mengawali beberapa suratnya, surat ini pun diawali dengan lima huruf fonemis.
    —————
  • Total Makna Tersirat
    No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
    1 Al-Hajj 22 4 17 78 121
    2 An-Nur 24 2 18 64 108
    3 Ash-Shura 42 2 25 53 122
    351
    6 9
    15
    6

Dari ketiga metode pengkaitan kode 224 dengan ayat-ayat Al-Qur’an di atas apabila kita hanya mengambil masing-masing tiga angka terakhirnya dapat kita peroleh makna tersirat Metode 11 (347), Metode 12 (314), dan Metode 21 (156) yang jika kita tabelkan menggunakan metode TOTAL 123 sebagai berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Metode 11 347 47 7
Metode 12 314 14 4
Metode 21 156 56 6
817 1 1 7
16 17
7 9 8
24
6
Teman Karib / Ha Mim

Ternyata hasil akhirnya kembali lagi pada kode 246 atau sama persis Total Makna Tersirat 7 hari dalam 1 minggu dalam SPIRIT PLUS MINUS = 718 + 716 + 717 + 717 = 2868 | Angka hasil dijumlahkan = 2+8+6+8 = 24 = 2+4 = 6 | Tiga angka terakhir = 246. Apakah yang ini juga Saudaraku anggap hanya kebetulan saja?

Kemudian jika kode akhir yang diperoleh melalui Metode 12 (314) kita urutkan dari angka kecil = 134, hasil perhitungan  melalui metode TOTAL 123 dapat Saudaraku lihat pada tabel berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Metode 11 347 47 7
Metode 12 134 34 4
Metode 21 156 56 6
637 137
16 11 17
7 2 8
17
8
Alam Semesta / Al-‘Aalamiin

Bagi saya, (إِن شَاءَ اللَّـهُ) sampai pembahasan ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa apa pun kejadian yang ada di alam semesta ini (termasuk ketetapan 7 hari dalam 1 minggu) sesungguhnya merupakan kehendak ALLOH s.w.t. Sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa MUHAMMAD s.a.w benar-benar UTUSAN / ROSUL ALLOH. Sudah lebih dari cukup sebagai bukti bahwa AL-QUR’AN adalah kitab suci sekaligus mukjizat Nabi MUHAMMAD s.a.w yang benar-benar kalam ALLOH s.w.t. 


 719  = Surat 114 Al-Qur’an
Do’a Pelindung dari Kejahatan Jin dan Manusia

 

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
—————
—–

  1. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

    (Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabb manusia) Yang menciptakan dan Yang memiliki mereka; di sini manusia disebutkan secara khusus sebagai penghormatan buat mereka; dan sekaligus untuk menyesuaikan dengan pengertian Isti’adzah dari kejahatan yang menggoda hati mereka.

  2. مَلِكِ النَّاسِ

    (Raja manusia.)

  3. إِلَـٰهِ النَّاسِ

    (Sesembahan manusia) kedua ayat tersebut berkedudukan sebagai Badal atau sifat, atau ‘Athaf Bayan, kemudian Mudhaf Ilaih. Lafal An-Naas disebutkan di dalam kedua ayat ini, dimaksud untuk menambah jelas makna.

  4. مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

    (Dari kejahatan bisikan) setan; setan dinamakan bisikan karena kebanyakan godaan yang dilancarkannya itu melalui bisikan (yang biasa bersembunyi) karena setan itu suka bersembunyi dan meninggalkan hati manusia bila hati manusia ingat kepada Allah.

  5.  الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

    (Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia) ke dalam kalbu manusia di kala mereka lalai mengingat Allah.

  6. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

    (Dari jin dan manusia”) lafal ayat ini menjelaskan pengertian setan yang menggoda itu, yaitu terdiri dari jenis jin dan manusia, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat lainnya, yaitu melalui firman-Nya, “yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin.” (Q.S. Al-An’am, 112) Atau lafal Minal Jinnati menjadi Bayan dari lafal Al-Waswaasil Khannaas, sedangkan lafal An-Naas di’athafkan kepada lafal Al-Waswaas. Tetapi pada garis besarnya telah mencakup kejahatan yang dilakukan oleh Lubaid dan anak-anak perempuannya yang telah disebutkan tadi. Pendapat pertama yang mengatakan bahwa di antara yang menggoda hati manusia adalah manusia di samping setan, pendapat tersebut disanggah dengan suatu kenyataan, bahwa yang dapat menggoda hati manusia hanyalah bangsa jin atau setan saja. Sanggahan ini dapat dibantah pula, bahwasanya manusia pun dapat pula menggoda manusia lainnya, yaitu dengan cara yang sesuai dengan keadaan dan kondisi mereka sebagai manusia. Godaan tersebut melalui lahiriah, kemudian merasuk ke dalam kalbu dan menjadi mantap di dalamnya, yaitu melalui cara yang dapat menjurus ke arah itu. — Wallahu A’lam – Akhirnya hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui.

Tafsir Jalalayn QS. An-Naas/114 : 1 s/d 6 (Juz 30 Sejumlah 6 Ayat). Jika dari angka-angka terkait surat ini kita cari makna tersiratnya = 114 + (1+2+3+4+5+6) + 30 + 6 = 114 + (21) + 30 + 6 = 171  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+7+1 = 9  |  Tiga angka terakhir = 719. Surat ini merupakan surat terakhir/penutup Al-Qur’an dan dengan menggunakan metode perhitungan ini merupakan satu-satunya surat yang bisa menghasilkan kode 719.

Surah An-Nas (bahasa Arab:النَّاسِ, “Manusia”) adalah surah penutup (ke-114) dalam Al-Qur’an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang berarti manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah adalah anjuran supaya manusia memohon perlindungan kepada Allah terhadap pengaruh hasutan jahat setan yang menyelinap di dalam diri. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Naas)

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Doa 719 719 19 9
Penutup Al-Qur’an 114 114 14 4
833 Dibaca x
14 33 13
5 6 4
15
6
IMAN (6) ISLAM (5) IHSAN (1)

Saya berdo’a (إِن شَاءَ اللَّـهُ) : “Bagi yang bersedia mengamalkan rutin membaca surat ini (719) minimal 33 kali sehari semoga bisa mengantarkannya menjadi hamba yang selalu dekat dengan ALLOH / MALAIKAT ALLOH (101) dan ROSULNYA (213)”. Mengapa? Sebab 719 x 33 = 23727  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+3+7+2+7 = 21 = 2+1 = 3  |  Angka hasil dijumlahkan = 213. Karena dalam artikel ini sangat bersentuhan dengan kode 268, sedang satu-satunya surat Al-Qur’an yang memiliki jumlah ayat menggunakan kode ini adalah Al-Baqarah sejumlah 286 ayat maka:

213  |  QS. Al-Baqarah/2 : 13 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
—————
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ۗ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَـٰكِن لَّا يَعْلَمُونَ
—————
(Apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain beriman!”) yakni sebagaimana berimannya para sahabat Nabi. (Jawab mereka, “Apakah kami akan beriman sebagaimana berimannya orang-orang yang bodoh?”) Artinya kami tidak akan melakukan seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang bodoh itu. Maka firman Allah menolak ucapan mereka itu: (Ketahuilah, merekalah orang-orang bodoh tetapi mereka tidak tahu) akan hal itu. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
—————
Makna Tersirat = 2 + 13 + (1+2+3) + 286 = 307  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+0+7 = 10 = 1+0 = 1 = ALLOH. Jika diambil tiga angka terakhir = 101 = MALAIKAT (lihat perenungannya di artikel Khalifah dalam Sketsa 324).

Mengapa 213 disebut sebagai karakter ROSUL? Hal ini terkait dengan tanggal kelahiran Rosululloh (Muhammad s.a.w) seperti yang bisa Saudaraku baca pada kutipan berikut:

… Tetapi belakangan ini ada beberapa pendapat yang memastikan bulan dan tanggal lahir Nabi. Seperi yang direkam oleh Shafiyyurrahaman Al-Mubarakfuri dalam Ar-Rahiiq Al-Makhtuum bahwa penghulu para rasul dilahirkan pada hari Senin tanggal 9 bulan Rabiul Awal tahun Gajah atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 Masehi, sesuai dengan perhitungan ilmuan besar Muhammad Sulaiman Al-Manshurfuri dan ahli falak Mahmud Basya. Hal ini juga diamini oleh Abdullah bin Ibrahim bin Muhammad As-Sulaim dalam Taqwim Al-Azmaan fiy Tahqiiq Maulid An-Nabiy dan Shalih Al-Utsaimin dalam Al-Qaul Al-Mufiid ‘Alaa Kitaab At-Tauhiid … (Sumber: http://www.kompasiana.com/wahidmunfarid/)

Ternyata masih ada dua tanggal 20 atau 22. Mana yang lebih benar? Apabila dalam Sketsa Khalifah  324 ada benarnya, saya pribadi akhirnya lebih memilih 22 April 571. Alasan ini didukung juga perumusan yang dibuat Saudara kita yang beralamatkan di http://ki-demang.com/almanak/?do=kalender&tg=22&bl=4&th=571. Maka tanggal kelahiran Rosul 22 April 571 memiliki makna tersirat (dalam cara pandang saya) = (2+2) + 4 + (5+7+1) = (4) + 4 + 13 = 21  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+1 = 3  |  Tiga angka terakhir = 213 = MUHAMMAD.


7 Hari dalam 1 Minggu
Sholat Lima Waktu Semata-mata Karena Alloh
—————

Tiga Keyakinan Dasar:

  1. Penjumlahan 1 dan 7 = 8  |  Tiga angka terakhir diurutkan = 178 = Alam Semesta (universe) = Meyakini bahwa Tujuh (7) lapis langit dan bumi / alam semesta (8) itu adalah benar-benar kehendak-Nya (1);
  2. Diantara / selisih 1 dan 7 adalah 6  |  Tiga angka terakhir diurutkan = 167 = Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta (the perfection of creation of the universe) = Meyakini bahwa Alloh (1) telah menyempurnakan penciptaan Tujuh (7) lapis langit dan bumi alam semesta ini dalam Enam (6) masa;
  3. Meyakini bahwa semua apa yang ada di alam semesta ini adalah kekendak 112 = Alloh semata bukan yang lain. Siapa sebenarnya Alloh dapat dipahami dalam QS. Al-Ikhlas/112.

Kedekatan / keterkaitan tiga kode 167, 112, dan 178 dapat dilihat pada tabel di akhir sub bahasan Menemukan 624 / 246 Tanpa Mengaitkan Surat di atas. Ketiga kode tersebut jika kita tabelkan lagi dengan perenungan melalui metode TOTAL 123 menghasilkan kode-kode sebagai berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Alam Semesta 178 78 8
Penciptaan Alam Semesta 167 67 7
Ikhlas / Tidak Menduakan Tuhan 112 12 2
457 1 5 7
16 13 17
7 4 8
Membaca Al-Fatihah termasuk rukun shalat pada setiap rakaat, baik bagi imam maupun munfarid (shalat seorang diri) berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wasallam :

( لا صَلاة لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ ) رواه البخاري (الأذان/714)

“Tidak (sah) shalat bagi seseorang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al-Fatihah).” (HR.Bukhari, Azan/714)

Sementara bacaan Al-Fatihah bagi makmum di belakang imam dalam shalat jahriyah (shalat yang dikeraskan suaranya), ada dua pendapat ulama dalam masalah ini:

Pendapat pertama: Surat Al-Fatihah wajib dibaca. Dalilnya adalah keumuman sabda Nabi sallallahu’alaihi wasallam,

“Tidak (sah) shalat bagi seseorang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al-Fatihah)”.

Dalil lainnya, ketika Nabi sallallahu’alaihi wasallam mengajarkan kepada orang yang shalatnya keliru, (beliau) memerintahkannya untuk membaca Al-Fatihah. Disamping terdapat riwayat shahih dari Nabi sallallahu’alaihi wasallam bahwa beliau membacanya pada setiap rakaat.

https://islamqa.info/id/10995

19

10

1

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

… Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya.
Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum
(peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)”
.
Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya,
dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”.
Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi sinaran itu …
(Sumber: http://www.mozaikislamterkini.com/2015/12/inilah-pesan-rasulullah-saw-sebelum-wafat.html)

Saudaraku. Jika kode 167178 dianggap sebagai deret hitung, saya pikir akal kita bisa menerimanya. Tetapi kalau kemudian meloncat ke belakang / mundur ke bilangan 112, hal ini nampaknya sulit diterima oleh akal. Di sinilah sebenarnya kita ditantang untuk melakukan pembuktian bahwa Al-Qur’an itu benar-benar kalam Alloh ataukah sekedar omong kosong Muhammad. Dan ternyata Al-Qur’an membuktikan lagi kesuciannya pada kita bahwa 167, 178 ke 112 adalah benar-benar kehendak-NYA. Kita bisa memahami ini ketika kode 167 dan 178 dibaca dari belakang sebagai 761 dan 871 sehingga terkait dengan:

  1. 761  |  Al-Insan / Manusia
    • QS. Al-Insan/76 : 1 (Juz 29; Sejumlah 31 Ayat)
      —————
      هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا
      —————
      Sungguh, manusia telah melewati suatu masa sebelum ditiupkan ruh ke dalam dirinya. Ketika itu, manusia adalah sesuatu yang tak bernama dan belum diketahui akan diperlakukan apa. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 76 + 1 + 29 + 31 = 137  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+7 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS.
      —————
    • QS. Al-Insan/76 : 1 s/d 31 (Juz 29; Sejumlah 31 Ayat)
      —————
      —————
      Makna Tersirat = 76 + (1+2+3+…+31) + 29 + 31 = 76 + (496) + 29 + 31 = 632  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+3+2 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS.
      —————
  2. 871  |  Al-A’la / Yang Paling Tinggi
    • QS. Al-A’la/87 : 1 (Juz 30; Sejumlah 19 Ayat)
      —————
      سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
      —————
      (Sucikanlah nama Rabbmu) maksudnya sucikanlah Dia dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya lafal Ismu adalah lafal Za’id (Yang Maha Tinggi) lafal Al-A’laa berkedudukan sebagai kata sifat bagi lafal Rabbika. (Tafsir: Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat = 87 + 1 + 30 + 19 = 137  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+7 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS.
      —————
    • QS. Al-A’la/87 : 1 s/d 19 (Juz 30; Sejumlah 19 Ayat)
      —————
      —————
      Makna Tersirat = 87 + (1+2+3+…+19) + 30 + 19 = 87 + (190) + 30 + 19 = 326  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+2+6 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS.
      —————
  3. Total Makna Tersirat
    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Al-Insan/76 : 1 137 37 7
    Al-Insan 632 32 2
    Al-A’la/87 : 1 137 37 7
    Al-A’la 326 26 6
    1232 1 3 2 22
    8 6 4
    18
    9
    Muhammad / Hukum Alloh / Keabadian

Angka-angka perhitungan tabel di atas (menurut saya) bisa dibaca antara lain: “Bahwa Insan/Manusia (761) Yang Paling Tinggi (871) derajatnya menurut ALLOH (112) adalah mereka yang mau Berserah Diri (101) dengan senantiasa memperhatikan dan mengikuti Muhammad / Hukum Alloh (189) minimal bisa menjaga / memelihara SHOLATNYA (151|71|243)”. Hal ini bisa diupayakan melalui perilaku 3216 = Senantiasa memperdalam Ilmu (3) disertai Sujud (2) pada Sang Khalik (1) penuh Keyakinan (6). Jika kode 3216 dikaitkan dengan ayat menggunakan Metode 22 | 2 Angka Surat, 2 Angka Ayat adalah QS. Sadja/32 : 16 (Juz 21; Sejumlah 30 Ayat) sebagai berikut:
—————
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
—————
(Lambung mereka jauh) diri mereka jauh (dari tempat tidurnya) dari tempat pembaringannya disebabkan mereka selalu melakukan salat tahajud di malam hari (sedangkan mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut) akan azab-Nya (dan penuh harap) akan rahmat-Nya (dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka) yaitu menyedekahkannya. (Tafsir: Jalalayn)
—————
Makna Tersirat = 32 + 16 + 21 + 30 = 99  |  Angka hasil dijumlahkan = 9+9 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = Muhammad / Hukum Alloh. Apakah ini hanya kebetulan saja?
—————

Kode (151|71|243bisa dibaca: “Tiga Puluh Empat (34) kali Sujud (2) terangkai dalam Tujuh Belas (17) rekaat tiap-tiap Satu (1) hari dikerjakan dalam Lima (5) waktu semata-mata karena Alloh (1)”. Jika angka-angka kode sholat ini kita jumlahkan = (3+4+2) + (1+7) + (1+5+1) = (9) + (8) + (7) = 24  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+4 = 6 = IMAN  |  Tiga angka terakhir = 246 = Ha Mim / Teman Karib. Jadi di sini bisa dimengerti bahwa sholat itulah sesungguhnya teman karib kitaApakah ini hanya kebetulan saja? Bagaimana jika 246 dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an?

Metode 11  |  1 Angka Surat, 1 Angka Ayat

  • 246  |  QS. Al-Baqarah/2 : 4 dan 6 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
    • Ayat 4
      —————
      وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
      —————
      Mereka beriman kepada al-Qur’ân yang diturunkan kepadamu, Muhammad, yang mengandung hukum dan kisah, dan melaksanakan yang diperintahkan. Mereka beriman kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul sebelummu seperti Tawrât, Injîl dan lain-lainnya, karena pada prinsipnya, risalah-risalah Allah itu satu. Dan ciri-ciri mereka adalah percaya dengan teguh akan datangnya hari kiamat, yaitu hari hisab, pembalasan dan hukuman.
      —————
    • Ayat 6
      —————
      إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
      —————
      Begitulah ihwal golongan yang diberi petunjuk. Adapun golongan manusia yang bodoh, yang tidak memiliki kesiapan beriman oleh sebab keacuhan dan sikap membangkang mereka, baik kamu beri peringatan kepada mereka atau tidak, sekali-kali mereka tidak akan memenuhi panggilan Tuhan.
      —————
  • 462  |  QS. An-Nisa/4 : 6 dan 2 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
    • Ayat 6
      —————
      وَابْتَلُوا الْيَتَامَىٰ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَن يَكْبَرُوا ۚ وَمَن كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ ۖ وَمَن كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّـهِ حَسِيبًا
      —————
      Ujilah kemampuan berpikir anak-anak yatim tersebut, selidikilah keadaannya dan kemampuannya menggunakan harta sebelum menginjak dewasa. Jika mereka telah memenuhi kelayakan untuk menikah, dan menurut pendapat kalian mereka telah pandai memelihara harta, maka serahkanlah harta-harta mereka. Janganlah kalian memakan harta anak-anak yatim dengan melampaui batas dan juga janganlah tergesa-gesa memanfaatkannya selagi mereka belum dewasa. Barangsiapa, di antara pemelihara harta itu, yang mampu, maka hendaknya ia menahan diri untuk tidak memakannya. Barangsiapa yang fakir, maka ia cukup memakan harta itu menurut yang sepatutnya. Dan, bila kalian telah benar-benar menyerahkan harta itu kepada mereka, hendaknya kalian menyediakan saksi. Cukuplah Allah sebagai pembalas dan pengawas atas persaksian itu.
      —————
    • Ayat 2
      —————
      وَآتُوا الْيَتَامَىٰ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا
      —————
      Berikanlah kepada anak yatim harta yang berhak mereka miliki. Peliharalah harta itu demi kemaslahatan mereka. Berikan kepada mereka yang baik dan jangan kalian berikan yang buruk. Jangan pula kalian mengambil harta mereka lalu memasukkannya ke dalam bagian dari harta kalian. Sungguh, hal itu merupakan dosa besar.
      —————
  • 624  |  QS. Al-An’am/6 : 2 dan 4 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
    • Ayat 2
      —————
      هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُّسَمًّى عِندَهُ ۖ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ
      —————
      Dialah yang mula-mula menciptakan kalian dari tanah,(1) lalu menetapkan bagi kehidupan tiap orang di antara kalian suatu umur tertentu. Hanya wewenang Dia juga penentuan waktu pembangkitan dari kubur. Kemudian kalian, wahai orang-orang kafir, setelah itu memperdebatkan kemampuan Allah dalam pembangkitan, dan keberhakan-Nya untuk disembah. (1) Maksud ayat ini bisa dipahami bahwa penciptaan Adam a. s., bapak manusia, adalah dari tanah seperti yang tersebut dalam ayat- ayat lain, juga bahwa badan manusia terdiri atas semua unsur yang dipunyai oleh tanah. Tetapi, berkat kekuasaan-Nya, dari unsur- unsur itu Allah menciptakan suatu kehidupan sehingga terwujudlah manusia yang sempurna.
      —————
    • Ayat 4
      —————
      وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ آيَةٍ مِّنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ
      —————
      Orang-orang musyrik, setiap kali diberikan suatu bukti dari Pencipta mereka tentang keesaan-Nya dan kebenaran utusan-utusan-Nya, selalu berpaling dan tidak merenungkannya.
      —————
  • Total Makna Tersirat
    No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
    1 Al-Baqarah 2 4 6 1 2 3 286 304
    2 An-Nisa 4 6 2 4 5 6 176 203
    3 Al-An’am 6 2 4 7 8 165 192
    699
    24
    6 6
    12
    3

Metode 12  |  1 Angka Surat, 2 Angka Ayat

  • 246  |  QS. Al-Baqarah/2 : 46 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
    —————
    الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
    —————
    Orang-orang yang tunduk dan berhati tenang itu adalah mereka yang beriman kepada hari akhir dan meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhan pada hari kebangkitan. Hanya kepada-Nyalah mereka akan kembali untuk dihisab dan diberi ganjaran atas perbuatan mereka.
    —————
  • 264  |  QS. Al-Baqarah/2 : 64 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
    —————
    ثُمَّ تَوَلَّيْتُم مِّن بَعْدِ ذَٰلِكَ ۖ فَلَوْلَا فَضْلُ اللَّـهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَكُنتُم مِّنَ الْخَاسِرِينَ
    —————
    Kemudian, setelah perjanjian itu, kalian berpaling. Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah, serta penundaan siksa-Nya yang ditimpakan kepada kalian, tentu kalian akan menjadi orang-orang yang sesat dan binasa.
    —————
  • 426  |  QS. An-Nisa/4 : 26 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
    —————
    يُرِيدُ اللَّـهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ وَيَتُوبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَاللَّـهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
    —————
    Allah ingin menjelaskan kepada kalian jalan yang paling benar. Sedang orang-orang kafir, yang selalu berbuat maksiat dan mengikuti hawa nafsu, sebelum kalian, dan mengembalikan kalian untuk taat kepada- Nya. Allah Maha mengetahui segala urusan kalian dan Mahabijaksana dalam menetapkan hukum-hukum yang sesuai dengan keadaan kalian. (1) (1) Dalam tafsir edisi bahasa Arab pada ayat ini terdapat kesalahan cetak yang dapat mengaburkan pemahaman. Menurut hemat kami, kalimat “Sedang orang-orang kafir, yang selalu berbuat maksiat dan mengikuti hawa nafsu, sebelum kalian” semestinya tidak ada. Kalimat itu merupakan terjemahan ayat selanjutnya. Penafsiran yang mungkin lebih bisa dipahami adalah sebagai berikut: Allah ingin menjelaskan kepada kalian jalan yang paling benar, menunjukkan kalian ketentuan-ketentuan yang telah diberlakukan kepada orang-orang sebelum kalian, dan mengembalikan kalian untuk taat kepada-Nya. Allah Maha Mengetahui segala urusan kalian dan Mahabijaksana dalam menetapkan hukum-hukum yang sesuai dengan keadaan kalian. Wa Allâh a’lam bi al-shawâb.
    —————
  • 462  |  QS. An-Nisa/4 : 62 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
    —————
    فَكَيْفَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَاءُوكَ يَحْلِفُونَ بِاللَّـهِ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا إِحْسَانًا وَتَوْفِيقًا
    —————
    Betapa buruk keadaan mereka, saat mereka tertimpa musibah dan tidak mendapatkan tempat mengadu kecuali kepadamu, lalu mereka mendatangimu dan bersumpah bahwa perkataan dan tindakan yang mereka lakukan itu tidak lain untuk mendapatkan kebaikan dan mencari petunjuk.
    —————
  • 624  |  QS. Al-An’am/6 : 24 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
    —————
    انظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ ۚ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ
    —————
    Lihatlah, bagaimana mereka membohongi diri sendiri dengan perbuatan itu. Patung-patung yang mereka buat, mereka sembah dan mereka anggap sebagai sekutu-sekutu Allah, dan penyembahan mereka kepada patung-patung tersebut, lenyap dari hadapan mereka.
    —————
  • 642  |  QS. Al-An’am/6 : 42 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
    —————
    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَاهُم بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ
    —————
    Wahai Nabi, tidak akan memberatkanmu segala perlakuan yang engkau dapatkan dari kaummu. Karena sebelum mengutusmu, Kami telah mengutus rasul-rasul kepada banyak bangsa sebelum bangsamu, tapi mereka semua tidak mempercayai rasul-rasul itu. Maka, Kami lalu menghukum mereka dengan menimpakan bermacam kesulitan dan hal-hal yang membahayakan tubuh mereka, agar mereka khusyuk dan kembali kepada Allah.
    —————
  • Total Makna Tersirat
    No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
    1 Al-Baqarah 2 46 64 1 2 3 286 404
    2 An-Nisa 4 26 62 4 5 6 176 283
    3 Al-An’am 6 24 42 7 8 165 252
    939
    21
    6 3
    9

Metode 21  |  2 Angka Surat, 1 Angka Ayat

  • 246  |  QS. An-Nur/24 : 6 (Juz 18; Sejumlah 64 Ayat)
    —————
    وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُن لَّهُمْ شُهَدَاءُ إِلَّا أَنفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّـهِ ۙ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ
    —————
    Orang-orang yang menuduh istrinya melakukan zina tanpa ada sejumlah saksi yang menguatkan tuduhannya, dituntut melakukan sumpah sebanyak empat kali bahwa ia benar dalam tuduhan itu, untuk membela dirinya dari sanksi hudûd dan hukuman lainnya.
    —————
  • 264  |  QS. Ash-Shu’ara/26 : 4 (Juz 19; Sejumlah 227 Ayat)
    —————
    إِن نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِم مِّنَ السَّمَاءِ آيَةً فَظَلَّتْ أَعْنَاقُهُمْ لَهَا خَاضِعِينَ
    —————
    Sesungguhnya Kami Mahakuasa untuk mendatangkan kepada mereka suatu mukjizat yang dapat memaksa mereka untuk beriman, sehingga–sebagaimana yang kamu harapkan–mereka semua menjadi patuh dan tunduk kepada-Ku. Tetapi Kami tidak akan melakukan hal seperti itu, karena sudah menjadi ketetapan hukum Kami (sunnatullâh) untuk menyuruh mereka beriman tanpa paksaan. Dengan demikian, perintah dan larangan yang akan menghasilkan pahala atau siksa itu tidak kehilangan maknanya.
    —————
  • 426  |  Asy-Syura/42 : 6 (Juz 25; Sejumlah 53 Ayat)
    —————
    وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ اللَّـهُ حَفِيظٌ عَلَيْهِمْ وَمَا أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ
    —————
    Orang-orang yang meminta pertolongan kepada selain Allah, amal perbuatan mereka akan selalu diawasi oleh-Nya. Sedang kamu tidak diberi mandat untuk mengawasi mereka.
    —————
  • 462  |  QS. Al-Ahqaf/46 : 2 (Juz 26; Sejumlah 35 Ayat)
    —————
    تَنزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّـهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
    —————
    Al-Qur’ân diturunkan dari sisi Allah, Tuhan Yang Mahaperkasa atas segala sesuatu dan Mahabijaksana dalam setiap tindakan-Nya.
    —————
  • 624  |  QS. Al-Jumu’ah/62 : 4 (Juz 28; Sejumlah 11 Ayat)
    —————
    ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّـهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّـهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
    —————
    Pengutusan tersebut adalah karunia dari Allah untuk memuliakan para hamba yang dipilih-Nya. Dan hanya Allahlah pemilik karunia yang agung.
    —————
  • 642  |  QS. At-Tagabun/64 : 2 (Juz 28; Sejumlah 18 Ayat)
    —————
    هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنكُمْ كَافِرٌ وَمِنكُم مُّؤْمِنٌ ۚ وَاللَّـهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
    —————
    Hanya Dia yang menciptakan kalian dari ketiadaan. Lalu sebagian dari kalian mengingkari ketuhanan-Nya dan sebagian lain meyakininya. Allah Maha Melihat segala perbuatan kalian dan akan membalasnya.
    —————
  • Total Makna Tersirat

    No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
    1 An-Nur 24 6 18 64 112
    2 Ash-Shu’ara 26 4 19 227 276
    3 Asy-Syura 42 6 25 53 126
    4 Al-Ahqaf 46 2 26 35 109
    5 Al-Jumu’ah 62 4 28 11 105
    6 At-Tagabun 64 2 28 18 112
    840
    21 12
    3 3
    6

Ayat-ayat terkait kode 246 menghasilkan total makna tersirat tiga angka terakhir masing-masing Metode 11 (123), Metode 12 (639), dan Metode 21 (336). Apabila ketiga hasil ini kita padukan menggunakan perenungan TOTAL 123 akan menghasilkan makna tersirat sebagai berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Metode 11 123 23 3
Metode 12 639 39 9
Metode 21 336 36 6
1098 98
18 17 18
9 8 9
Muhammad Alam Semesta Hukum Alloh
26
8
Muhammad / An-Naas (Manusia)

Wahai Saudaraku. Empat hasil akhir perhitungan di atas dapat dibaca: “Bahwa An-Naas / Manusia (268) itulah sesungguhnya inti daripada Alam Semesta (178), yang kesemuanya berdasarkan Hukum Alloh (189) bermula / dimulai dari Muhammad (189). Bernarkah dimulai dari Muhammad?

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Hukum Alloh 189 89 9
Muhammad 189 89 9
Alam Semesta 178 78 8
Manusia 268 68 8
824
14 324 34
5 9 7
Manusia Khalifah Sujud
21
3
Muhammad

Jadi Manusia (145) sebagai Khalifah (3249) memiliki tugas utama Sujud (347). Sedangkan bagaimana tata cara sujud yang benar haruslah mengikuti ajaran Muhammad s.a.w (213).

  • Untuk Sujud (347), kode ini sama dengan total makna tersirat tujuh (7) surat pertama Al-Qur’an dalam satu (1) angka yang bisa Saudaraku lihat pada tabel di awal artikel ini. Kode ini sama dengan makna tersirat Alif Lam Ro’ (الر) yang ulasannya bisa dilihat pada artikel Khalifah dalam Sketsa 324;
  • Untuk Khalifah (3249), saya kira bisa diterima sebab kode khalifah itu 324 yang jika angka-angkanya dijumlahkan = 3+2+4 = 9  |  Empat angka terakhir = 3249. Ulasan lebih banyak tentang khalifah juga bisa dilihat pada artikel Khalifah dalam Sketsa 324;
  • Untuk Manusia (145), kode ini adalah makna tersirat lafadz + pengulangan kata An-Naas dalam Al-Qur’an yang metode perhitungannya bisa Saudaraku lihat pada artikel Khalifah dalam Sketsa 324. Karena 145 itu berasal dari 14, bilangan ini sama dengan Empat Belas (14) jumlah ruas jari-jari tangan manusia normal yang Saudaraku bisa menghitungnya sendiri. Uraian lebih banyak menyangkut jari-jari tangan dapat dilihat pada artikel JARI-JEMARI TUHAN;
  • Untuk Muhammad (213), terkait dengan makna tersirat tanggal lahir beliau seperti yang telah Saudaraku baca uraiannya pada sub bahasan Doa 719 di atas;
  • Jika empat kode ini dijumlahkan = 347 + 3249 + 145 + 213 = 3954  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+9+5+4 = 21 = 2+1 = 3  |  Tiga angka terakhir = 213 = Muhammad. Apakah ini hanya kebetulan saja?

Karena semua berawal dari satu sumber yakni Muhammad (268) maka kita bisa pula mengatakan bahwa semua An-Naas / Manusia (268) itu sesungguhnya bersaudara. Al-Qur’an mengistilahkan ini sebagai min nafsin wahidatin (من نفس واحدة) bahwa manusia itu berasal dari satu nafs. Kata min nafsin wahidatin (من نفس واحدة) dalam Al-Qur’an diulang 4 kali dalam 4 ayat atau angka yang sama dengan pengulangan kata (محمد) Muhammad. Apakah ini hanya kebetulan saja? Ayat-ayat tersebut (Tafsir Muhammad Quraish Shihab) adalah sebagai berikut:

  1. QS. An-Nisa/4 : 1 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
    —————
    يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّـهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّـهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبً
    —————
    Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan yang telah menciptakan kalian dari satu nafs (jiwa). Dari satu nafs itu Dia menciptakan pasangannya, dan dari sepasang nafs tersebut Dia kemudian memperkembangbiakkan banyak laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya dari nafs yang satu itulah kalian berasal. Takutlah kepada Allah, tempat kalian memohon segala yang kalian butuhkan dan yang nama-Nya kalian sebut dalam setiap urusan. Peliharalah tali silaturahmi dan janganlah kamu putuskan hubungan silaturahmi itu, baik yang dekat maupun yang jauh. Sesungguhnya Allah selalu mengawasi diri kalian. Tidak ada satu pun urusan kalian yang tersembunyi dari-Nya. Allah akan membalas itu semua.
    —————
  2. QS. Al-An’am/6 : 98 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
    —————
    وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ
    —————
    Dialah yang menciptakan kalian dari satu keturunan, Adam, bapak manusia. Adam sendiri tercipta dari tanah. Tanah, kemudian, menjadi tempat kalian menetap selama hidup dan tempat kalian disimpan setelah mati. Telah Kami terangkan dengan jelas bukti-bukti kekuasaan Kami kepada orang-orang yang menangkap dan memahami segala sesuatu secara benar dan apa adanya.
    —————
  3. QS. Al-A’raf/7 : 189 (Juz 8,9; Sejumlah 206 Ayat)
    —————
    هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ ۖ فَلَمَّا أَثْقَلَت دَّعَوَا اللَّـهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَّنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ
    —————
    Dialah, Allah, yang menciptakan kalian dari satu nafs (jiwa). Lalu dijadikanlah istri dari jenis nafs tadi sehingga lahirlah kemudian keturunan-keturunannya. Kalian pun kemudian menjadi suami istri. Dengan bercampurnya kalian, sang istri mengandung kandungan yang ringan saat janin masih berbentuk ‘alaqah(1) dan mudlghah(2). Di saat kandungan semakin besar, suami istri itu memohon kepada Tuhan, “Ya Allah, jika Engkau memberi kami anak yang sehat dan tidak cacat, kami akan menjadi orang yang mensyukuri nikmat- nikmat-Mu.” (1) ‘alaqah: (2) mudlghah
    —————
  4. QS. Az-Zumar/39 : 6 (Juz 23,24; Sejumlah 75 Ayat)
    —————
    خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِّن بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّـهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۖ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ
    —————
    Allah telah menciptakan kalian, wahai umat manusia, dari satu nafs yaitu Adam, bapak manusia. Dari satu nafs itu, Dia menciptakan pasangannya yaitu Hawâ’. Untuk kepentingan kalian, Dia menurunkan delapan macam hewan ternak, jantan dan betina, yaitu unta, sapi, domba dan kambing. Dia juga menciptakan kalian di dalam rahim ibu melalui tiga fase kegelapan: kegelapan perut, rahim dan plasenta. Yang memberikan hikmat itu kepada kalian adalah Allah, Pemelihara dan Penguasa segala urusan kalian. Hanya Dialah, bukan yang lain, yang memiliki kekuasaan segala urusan. Tak ada yang pantas disembah selain Dia. Lalu mengapa kalian tidak menyembah-Nya dan berpaling menyembah yang lain?(1).
    —————
    (1) Ovum berada pada salah satu indung telur wanita. Ketika mencapai puncak kematangannya, ovum akan keluar dari dalam indung telur untuk kemudian ditangkap oleh salah satu tabung valub. Di dalam saluran valub itu, ovum kemudian berjalan menuju rahim dan baru akan sampai ke rahim setelah beberapa hari. Pada masa berjalan menuju rahim itulah, ovum dapat dibuahi oleh sperma laki-laki. Mulailah, setelah itu, masa perkembangannya. Fase selanjutnya dialami janin di dalam rahim, di mana janin dilapisi oleh dua pembalut: charlon yang turun membantu membentuk plasenta, dan awnion yang langsung melapisi janin. Mengenai penafsiran “tiga fase kegelapan” dalam ayat ini, memang terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli. Di antaranya, bahwa yang dimaksud dengan tiga fase kegelapan itu, adalah: a. perut, rahim dan plasenta (atau selaput pembalut janin pada umumnya), b. perut, charlon dan awnion, c. perut, punggung dan rahim, d. indung telur, saluran valub dan rahim. Tampaknya, pendapat terakhirlah yang paling kuat karena merupakan tiga masa yang terpisah dan berbeda-beda tempatnya. Sedangkan pendapat yang lain pada kenyataannya hanya menunjukkan satu fase gelap pada satu tempat dengan beberapa tingkatan. Allah, Sang Pencipta, telah mengisyaratkan fakta ilmiah ini di dalam kitab suci-Nya pada saat orang belum menemukan ovum pada binatang mamalia, serta perjalanannya di dalam tubuh wanita yang jauh dari penglihatan mata.
    —————
    Total Makna Tersirat Ayat

    No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
    1 An-Nisa 4 1 4 5 6 176 196
    2 Al-An’am 6 98 7 8 165 284
    3 Al-A’raf 7 189 8 9 206 419
    4 Az-Zumar 39 6 23 24 75 167
    1066
    10 13
    1 4
    5
    An-Naas (Manusia)

    Ternyata hasil akhirnya kembali kepada makna tersirat An-Naas (الناس) yang detil ulasannya dapat Saudaraku lihat pada artikel Khlaifah dalam Sketsa 324. Sedangkan uraian menyangkut tiga kode terakhir pada tabel di atas yakni 145, 134, dan 101 dapat Saudaraku baca pada catatan di bawah pada ulasan Alif Lam Mim Ra’ (المر).

    No. Huruf Urutan
    1 م 24
    2 ن 25
    3 ن 25
    4 ف 20
    5 س 12
    6 و 26
    7 ا 1
    8 ح 6
    9 د 8
    10 ة 3
    55
    10 150
    1 6
    7
    Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta

Tabel di atas adalah makna tersirat kata min nafsin wahidatin (من نفس واحدة) ditinjau dari huruf pembentuknya. Bagaimana jika ditinjau dari pengulangan kata 4 kali dalam 4 ayat Al-Qur’an? Tentunya sama dengan pengulangan kata Muhammad yang sudah pernah kita hitung pada artikel Khalifah dalam Sketsa 324 sebagai berikut:

  • Tambah = 4 + 4 = 8 | 448;
  • Kurang = 4 – 4 = 0 | 440;
  • Kali = 4 x 4 = 16 = 1+6 = 7 | 167;
  • Bagi = 4 : 4 = 1 | 441;
    —————
    Total = 448 + 440 + 167 + 441 = 1496 = 1+4+9+6 = 20 = 2+0 = 2 | Tiga angka terakhir = 202. Apabila makna tersirat dalam lafadz (huruf pembentuknya) di atas dan makna tersirat dalam pengulangan kata ini digabungkan dengan metode TOTAL 123 akan menghasilkan kode sebagai berikut:

    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Lafadz 167 67 7
    Pengulangan Kata 202 2 2
    369 69
    18 15
    9 6 9
    24
    6
    Ha Mim / Teman Karib / Saudara

Saudaraku. Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kode-kode yang muncul pada perhitungan lafadz + pengulangan kata  min nafsin wahidatin (من نفس واحدة) tabel di atas? Empat kode sempurna (bilangan yang runtut) tiga angka terakhir adalah 246, 156, 189, dan 729. Dari empat kode ini kita bisa mengatakan:

  • Sesungguhnya 729 itu = 189, sebab 7+2+9 = 18  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = Muhammad;
  • Sesungguhnya 246 atau 156 itu = 123, sebab 2+4+6 = 12 atau 1+5+6 = 12  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = Adam.

Apabila kedua kode tersebut dibaca dari belakang, kemudian dikaitkan dengan ayat Al-Qur’an (Tafsir: Muhmmad Quraish Shihab) menggunakan metode Metode 21 akan kita peroleh makna tersirat sebagai berikut:

  • 981  |  QS. Al-Bayyina/98 : 1 (Juz 30; Sejumlah 8 Ayat)
    —————
    مْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
    —————
    Orang-orang Yahudi, Nasrani dan orang-orang musyrik yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya, tidak akan berpaling dari kelengahan dan ketidaktahuan mereka akan kebenaran sampai datang kepada mereka bukti yang nyata.
    —————
    Makna Tersirat = 98 + 1 + 30 + 8 = 137  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+7 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = Ikhlas / Mengesakan Alloh.
    —————
  • 321  |  QS. Sadja/32 : 1 (Juz 21; Sejumlah 30 Ayat)
    —————
    الم
    —————
    Alif, Lâm, Mîm adalah huruf-huruf yang membentuk kata dan kalimat al-Qur’ân, sama seperti huruf yang membentuk kata dan kalimat yang kalian gunakan dalam pembicaraan kalian. Sehingga, apabila kalian tidak mampu untuk mendatangkan sesuatu yang semisal, maka hal itu merupakan bukti bahwa al-Qur’ân datang dari sisi Allah dan bukan perkataan manusia.
    —————
    Makna Tersirat = 32 + 1 + 21 + 30 = 84 | Angka hasil dijumlahkan = 8+4 = 12 = 1+2 = 3 | Tiga angka terakhir = 123 = Adam.
    —————

Maka tiga kode terakhirnya adalah 189, 112, 123. Tugas pokok anak Adam (123) adalah Mengesakan Alloh (112) sesuai apa yang diajarkan / mengikuti Muhammad (189). Apa bentuk / praktel riilnya? Pertanyaan tersebut dijawab oleh gabungan ketiga kode ini dalam metode TOTAL 123 sebagai berikut:

Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
Adam 123 23 3
Alloh 112 12 2
Muhammad 189 89 9
424 1 2 4
10 14
1 7 5
13
4

Hubungan Ha Mim dan ‘Ain Sin Qof

Seperti telah diuraikan di atas bahwa kata Ha Mim (حم) dalam Al-Qur’an diulang 7 kali dalam 7 ayat yakni surat ke 40 s/d 46. Surat-surat tersebut semuanya diawali dengan Ha Mim (حم), tetapi khusus untuk surat ke 42 bahwa ayat ke 2 berbunyi ‘Ain Sin Qof (عسق). Ada hubungan apa dengan Ha Mim (حم)? Berikut adalah sebagian yang bisa saya renungkan:

No. Huruf Urutan
1 ح 6
2 م 24
30
3 3
6
Adam
No. Huruf Urutan
1 ع 18
2 س 12
3 ق 21
51
6 6
12
3
Ibrahim
Ibrahim Total Adam
123 336
Al-Baqarah/2 : 31 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)  

459

Al-Ahzab/33 : 6 (Juz 21,22; Sejumlah 73 Ayat)
325  7 155
10 18 11
1 9 2
Malaikat Muhammad / Hukum Alloh / Keabadian Iblis
12
3
Adam

Pengambilan Kode:

  • 336  |  Adam (آدم)
    —————
    Kode ini mengambil makna tersirat dari huruf pembentuknya yakni (ا) Alif 1 + (د) Dal 8 + (م) Mim 24 = 33  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+3 = 6  |  Tiga angka terakhir = 336;
    —————
  • 123  |  Ibrahim (ابراهيم)
    —————
    Kode ini juga mengambil makna tersirat dari huruf pembentuknya yakni (ا) Alif 1 + (ب) Ba = 2 + (ر) Ro’ = 10 + (ا) Alif 1 + (ه) Ha = 27 + (ي) Ya’ = 28 + (م) Mim 24 = 93  |  Angka hasil dijumlahkan = 9+3 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123;
    —————
  • 189  |  Muhammad;  101  |  Malaikat;  112  |  Iblis;  123  |  Adam 
    —————
    Kode-kode ini mengambil gabungan makna tersirat yang perhitungannya dapat Saudaraku lihat pada artikel Khalifah dalam Sketsa 324.

Tiga kode terakhir yang terbentuk yakni 123, 112, dan 101 adalah makna tersirat lafadz Alloh seperti yang bisa Saudaraku baca pada catatan di bawah. Ha Mim dan ‘Ain Sin Qof lewat perenungan ini juga membentuk makna tersirat total Al-Qur’an dalam 101, 178, dan 112 yang bisa dilihat pada Google Sheets atau tautan referensi di bawah.

Saudaraku. Ada yang menarik dari pertemuan kode 459, 178, dan 189 jika ketiga kode ini kita baca dari belakang dan kita kaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab) dimana semuanya akan menghasilkan makna tersirat 112 sebagai berikut:

  • 954  |  QS. At-Tin/95 : 4 (Juz 30; Sejumlah 8 Ayat)
    —————
    لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
    —————
    Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk dan sifat yang sebaik-baiknya.
    —————
    Makna Tersirat = 95 + 4 + 30 + 8 = 137  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+7 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = Ikhlas / Mengesakan Alloh.
    —————
  • 981  |   QS. Al-Bayyina/98 : 1 (Juz 30; Sejumlah 8 Ayat)
    —————
    مْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
    —————
    Orang-orang Yahudi, Nasrani dan orang-orang musyrik yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya, tidak akan berpaling dari kelengahan dan ketidaktahuan mereka akan kebenaran sampai datang kepada mereka bukti yang nyata.
    —————
    Makna Tersirat = 98 + 1 + 30 + 8 = 137 | Angka hasil dijumlahkan = 1+3+7 = 11 = 1+1 = 2 | Tiga angka terakhir = 112 = Ikhlas / Mengesakan Alloh.
    —————
  • 871  |  QS. Al-A’la/87 : 1 (Juz 30; Sejumlah 19 Ayat)
    —————
    سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
    —————
    (Sucikanlah nama Rabbmu) maksudnya sucikanlah Dia dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya lafal Ismu adalah lafal Za’id (Yang Maha Tinggi) lafal Al-A’laa berkedudukan sebagai kata sifat bagi lafal Rabbika. (Tafsir: Jalalayn)
    —————
    Makna Tersirat = 87 + 1 + 30 + 19 = 137 | Angka hasil dijumlahkan = 1+3+7 = 11 = 1+1 = 2 | Tiga angka terakhir =112 = Ikhlas / Mengesakan Alloh.
    —————
  • Total Makna Tersirat
    Makna Tersirat Sumber Hasil
    Tiga Dua Satu Tiga Dua Satu
    At-Tin (954) 954 54 4 112 12 2
    Al-Bayyina (981) 981 81 1 112 12 2
    Al-A’la (871) 871 71 1 112 12 2
    2806 336
    16 206 12 36
    7 8 6 3 9 6
    21 18
    3 9
    Total

    محمد رسول الله

    لا إله إلا الله

Barang siapa mencintai dan ingin dicintai ALLOH (189) dan ROSULULLOH (213) , hendaknya senantiasa memperdalam ILMU (3) agar bisa MENGHAMBA / PATUH / SUJUD (2) pada SANG MAHA TUNGGAL (1) dengan sebenar-benarnya. Menghindari sifat MERASA TINGGI / MERASA BESAR / MERASA PALING BENAR / SOMBONG / ANGKUH / (9), tidak terseret terhadap germerlapnya HARTA / DUNIA (8), dan tidak menjadikan yang lain sebagai sesembahan kecuali ALLOH (1).

Mengapa 189 disebut Alloh? Ya. Karena yang paling pantas untuk SOMBONG (9) itu hanyalah pencipta – pemilik – penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1), bukan yang lain. Mengapa 213 disebut Rosululloh? Ya. Ini terkait dengan makna tersirat tanggal lahir beliau, silahkan dibaca kembali sub bahasan Sholat Lima Waktu Semata-mata Karena Alloh di atas.

Terkait Keindonesiaan

Tidakkah Saudaraku perhatikan bahwa ketiga kode 954, 981, dan 871 tersebut sangat erat kaitannya dengan kode keindonesiaan? Bukankah Republik Indonesia itu 17-8-1945? Demikian pula dengan 3 makna tersiratnya 112. Bukankah sila pertama Pancasila itu Ketuhanan Yang Maha Esa (112)? Bahkan jika kutipan di bawah ini benar, 3 x 112 = 336 juga terkait erat dengan keindonesian.

… Indonesia adalah satu-satunya negara yang daratannya akan dilintasi GMT. Fenomena ini pernah terjadi sebelumnya, yaitu pada tahun 1983. Kemudian akan terjadi pada 9 Maret 2016. Setelah itu, Anda bisa melihatnya kembali pada tahun 2049. “GMT di Indonesia ini unik, karena hanya terjadi 33 tahun sekali. Jadi ini event sekali seumur hidup,” ucap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, baru-baru ini … (Sumber: http://lifestyle.okezone.com/read/2015/07/09/)

336  |  Al-Ahzab/33 : 6 (Juz 21,22; Sejumlah 73 Ayat)
—————
النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ۗ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّـهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلَّا أَن تَفْعَلُوا إِلَىٰ أَوْلِيَائِكُم مَّعْرُوفًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا
—————
Nabi Muhammad lebih berhak untuk memberikan hak perwaliannya kepada orang-orang beriman. Kasih sayang Rasulullah pada mereka melebihi kasih sayang mereka pada diri mereka sendiri. Maka cintailah dan taatilah ia. Istri-istri nabi adalah seperti ibu mereka yang wajib dihormati dan tidak boleh dinikahi sepeninggal nabi. Orang-orang yang terikat dalam hubungan kekerabatan (pertalian darah) lebih utama dari orang-orang beriman lain dan orang-orang muhajirin untuk saling mewarisi dan diwarisi. Ini adalah suatu persoalan yang wajib hukumnya dalam al-Qur’ân. Namun demikian, kalian tidak dilarang untuk memberikan sebagian hak milik kepada orang Mukmin yang membela agama meskipun mereka tidak memiliki hubungan persaudaraan, sebagai suatu bentuk kebajikan. Kalian juga diperbolehkan memberikan harta kalian melalui wasiat. Pewarisan harta bagi para kerabat merupakan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dan tidak dapat berubah. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
—————

Jika ingin mengaitkan Indonesia tempoe doeloe, kita bisa membaca tabel di atas sebagai Majapahit (10-11-1293). Kemudian terkait spirit angka tujuh (7), mungkin ini bisa dilihat dalam pembagian 7 kasta di era Majapahit saat itu seperti yang bisa Saudaraku baca pada kutipan berikut:

… Parameter atau ukurannya pembagian golongan sosial masyarakat ketika itu ditentukan berdasarkan pada kuat tidaknya keterikatan seseorang atau kelompok warga pada materi atau urusan keduniawian. Makin jauh keterikatan seorang atau warga dengan kepentingan materi keduniawian, makin tinggi martabatnya di tengah masyarakat. Dan sebaliknya semakin kuat keterikatannya seseorang pada materi keduniawian dan hasrat-hasrat keduniawian makin rendah martabatnya.

  1. Karena itu lapisan masyarakat tertinggi di Majapahit diduduki oleh kaum rohaniawan yang umumnya juga sekaligus menjadi seorang budayawan, mereka hidup di hutan-hutan, di gunung-gunung, di gua-gua yang jauh dari keramaian dan jauh dari hiruk pikuk perebutan akses dan penguasaan atas urusan duniawi. Seluruh lapisan masyarakat yang ada di bawahnya hormat dan melindungi kaum rohaniawan (Brahmana, Mpu). Mereka inilah yang dianggap sebagai warga kelas satu alias golongan tertinggi, tugasnya membimbing masyarakat yang ada di bawahnya.
    —————
  2. Lapis berikutnya adalah golongan Ksatria yang menjadi abdi negara, yaitu orang-orang yang tidak memiliki kekayaan pribadi, mereka mengabdi pada negara dan hidup dari negara (dalam arti dibiayai kebutuhan makan, pakaian, dan diberi rumah). Termasuk dari golongan ini adalah raja dan keluarganya, para menteri dan pembesar kerajaan, para raja bawahan atau adipati termasuk di dalamnya kalangan tentara kerajaan. Mereka ini jika perang dan berhasil membawa pampasan perang, kekayaan itu bukan untuk dimiliki secara pribadi tapi untuk negara. Jika ada seorang ksatria yang diketahui memiliki rumah pribadi besar, maka dia disebut ksatria panten. Yaitu ksatria yang harus dihindari atau dikucilkan. Masyarakat tidak boleh melayani orang seperti itu. Negara harus bersih dari orang yang mempunyai pamrih pribadi.
    —————
  3. Golongan berikutnya adalah Waisya, yaitu kaum petani. Kaum petani lebih rendah dibandingkan dua golongan yang disebutkan di atas; sebab kaum petani ini dianggap sudah punya keterikatan pada materi keduniawian, sebab mereka punya rumah, punya tanah atau pekarangan, punya sawah, punya ternak, atau dengan kata lain ada kepemilikan atas aset kekayaan yang notabene adalah manifestasi hasrat keduniawian. Meskipun demikian kedudukan mereka dihargai karena merekalah yang menjamin ketersediaan pangan seluruh warga.
    —————
  4. Di bawah itu adalah golongan Sudra, yaitu para saudagar, para rentenir, para tuan tanah, atau mereka yang memiliki kekayaan berlebihan. Mereka ini tidak boleh bicara tentang agama. Mereka tidak boleh membahas kitab suci. Menurut pandangan yang berlaku kala itu menumpuk kekayaan adalah manifestasi nafsu atau hasrat akan keduniawian. Dan mereka dilarang bicara agama sebab mental dagang dan mencari keuntungan, maka dikuatirkan mereka akan menjual ayat-ayat untuk keuntungan pribadi.
    —————
    Di sini perlu digaris bawahi, sebenarnya Islam sudah masuk wilayah nusantara sejak abad 8 Masehi, tapi Islam ternyata tak berkembang. Salah satu alasan yang menyebabkan tidak bisa berkembang agama Islam di nusantara pada awal kedatangannya adalah karena yang menyebarkan adalah kaum saudagar. Di mata penduduk pribumi nusantara profesi berdagang tidak cukup dipandang sebagai pekerjaan yang baik. Karena itu agama Islam baru berkembang pesat dan bisa diterima penduduk nusantara di abad 14 ketika yang menyebarkannya para tokoh intelektual yang mempunyai wawasan budaya, suci dari hasrat keduniawian, yang tinggi tingkat spiritualitasnya, yakni kalangan Wali Songo.
    —————
  5. Berikutnya di bawah Sudra adalah golongan yang disebut Candala, yaitu mereka yang berprofesi sebagai jagal, pembunuh, dan termasuk di dalamnya petugas negara yang tugasnya membunuh, seperti algojo. Mereka ini dianggap lebih rendah strata sosialnya karena untuk hidup saja mereka harus membunuh sesama makhluk. Meskipun dia disahkan oleh negara, tapi hidupnya dibayar atau mendapatkan nafkah dari membunuh orang. Termasuk golongan ini adalah mereka yang kerjanya mengkremasi mayat.
    —————
  6. Di bawah golongan Candala ada golongan Mleccha, yaitu orang-orang asing yang tinggal di Majapahit. Sejak jaman Mataram kuno golongan ini sudah ada. Di mana semua orang asing dimasukan golongan wong kiwahan, yang artinya orang rendahan atau pelayan. Karena penduduk asli diberi kedudukan sebagai wong yekti, wong mulia atau orang agung. Jadi orang asing jaman itu jika ada di wilayah Mataram kuno sampai Majapahit, mereka bekerja sebagai pelayan. Dan tidak boleh lebih dari itu. Saat itu jika ada pribumi bekerja sebagai pelayan, akan diadili. Karena tidak boleh pribumi bekerja sebagai pelayan.
    —————
  7. Terakhir di bawah golongan Mleccha adalah golongan Tuccha yaitu kalangan pecinta materi duniawi yang tidak mau memahami hak orang lain. Yang termasuk golongan ini di antaranya: para penipu, maling, begal, rampok, dan perompak (termasuk untuk istilah sekarang mereka yang melakukan korupsi, tapi saat itu tak ada korupsi). Mereka ini dianggap paling rendah martabatnya sebab untuk hidup saja melanggar hak-hak orang lain …
    (Sumber: https://caknun.com/2014/masyarakat-nusantara-dulu-masyarakat-indonesia-kini/)

Catatan:

  • Ketika 3 Makna Tersirat 7 Surat Pertama Al-Qur’an Dibaca dari Depan
    No. Nama Surat Surat Ayat Juz Jml. Ayat Bunyi Ayat Tafsir Muhammad Quraish Shihab Total
    1 An-Nahl (167) 16 7 14 128 وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍ لَّمْ تَكُونُوا بَالِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ الْأَنفُسِ ۚ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ Binatang-binatang tersebut membawa barang-barang kalian yang berat ke suatu negeri yang tidak bisa kalian capai kecuali dengan susah payah. Sesungguhnya Tuhan yang telah menyediakan semua itu, untuk kenyamanan kalian, Maha Pengasih lagi Mahaluas rahmat-Nya. 165
    2 Yunus (101) 10 1 11 109 الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ Alif, Lâm, Ra’ merupakan huruf-huruf yang digunakan Allah untuk membuka sebagian surat. Dialah yang Maha Mengetahui makna sebenarnya dari huruf-huruf itu. 131
    3 An-Nur (246) 24 6 18 64 وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُن لَّهُمْ شُهَدَاءُ إِلَّا أَنفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّـهِ ۙ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ Orang-orang yang menuduh istrinya melakukan zina tanpa ada sejumlah saksi yang menguatkan tuduhannya, dituntut melakukan sumpah sebanyak empat kali bahwa ia benar dalam tuduhan itu, untuk membela dirinya dari sanksi hudûd dan hukuman lainnya. 112
    408
    12
    6 3
    9

    Ternyata kode akhir yang dihasilkan 639. Terhadap makna perluasan kode ini Saudaraku bisa mencarinya sendiri. Saya hanya ingin mengatakan bahwa pada artikel Khalifah dalam Sketsa 324 kode 639 ini merupakan makna tersirat Iblis ditinjau dari huruf pembentuknya. Menurut saya kode ini merupakan peringatan kepada manusia agar berhati-hati terhadap karakter Iblis. Hal ini terlihat pada ayat-ayat terkait (Tafsir Muhammad Quraish Shihab) diantaranya sebagai berikut:

    • 369  |  QS. Ali ‘Imran/3 : 69 (Juz 3,4; Sejumlah 200 Ayat)
      —————
      وَدَّت طَّائِفَةٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يُضِلُّونَكُمْ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
      —————
      Sebagian Ahl al-Kitâb merasa ingin sekali menyesatkan dan menebar fitnah pada agama orang-orang Mukmin dengan melemparkan berbagai tuduhan yang menggoyah keyakinan. Mereka, dalam perbuatannya itu, hanya akan menyesatkan diri sendiri dengan tetap berada dalam kesesatan yang hanya meliputi mereka sendiri. Mereka tidak tahu bahwa akibat perbuatannya itu pasti akan sampai kepada mereka, dan tidak merugikan orang-orang Mukmin.
      —————
    • 693  |  QS. Al-An’am/6 : 93 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
      —————
      وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّـهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَا أَنزَلَ اللَّـهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّـهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ
      —————
      Nabi tidak berbohong ketika mengatakan bahwa al-Qur’ân datang dari Allah. Tidak ada yang lebih lalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan tentang Allah, atau orang yang mengatakan, “Aku menerima wahyu dari Allah,” padahal tidak pernah menerima wahyu apa pun. Juga tidak ada yang lebih lalim daripada orang yang mengatakan, “Aku akan mendatangkan ucapan seperti wahyu yang diturunkan Allah.” Kalau engkau tahu keadaan orang-orang zalim–ketika menghadapi kekejaman maut–dan saat itu malaikat sedang mencabut nyawa dari tubuh mereka dengan amat keras dan kejamnya, engkau tentu akan melihat ketakutan yang luar biasa pada diri mereka. Saat itu dikatakan kepada mereka, “Hari ini dimulai pembalasan kalian dengan siksa yang menghinakan dan menyakitkan, sebagai balasan atas kebohongan yang kalian katakan tentang Allah, yang sama sekali tidak benar. Juga sebagai balasan atas kesombongan kalian untuk memikirkan dan merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah, baik yang berupa alam raya maupun yang berupa al-Qur’ân.
      —————
    • 936  |  QS. At-Tawba/9 : 36 (Juz 10,11; Sejumlah 129 Ayat)
      —————
      إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّـهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّـهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّـهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
      —————
      Sesungguhnya jumlah bulan pada tahun kamariah menurut hukum dan ketentuan Allah, serta menurut apa yang telah diterangkan dalam kitab–kitab suci-Nya sejak awal kejadian alam, adalah dua belas bulan. Di antara dua belas bulan itu terdapat empat bulan ketika berperang pada saat itu diharamkan, yaitu Rajab, Zulkaidah, Zulhijah dan Muharam. Pengharaman empat bulan tersebut di atas adalah termasuk ajaran agama Allah yang benar, yang bersifat konstan, tidak mengalami perubahan atau pergantian. Maka janganlah berbuat lalim kepada diri kalian pada bulan-bulan ini dengan menghalalkan perang. Tapi jangan pula kalian berpangku tangan jika musuh menyerang. Perangilah, hai orang-orang Mukmin, kelompok orang-orang musyrik tanpa terkecuali, seperti mereka memerangi kalian semuanya. Yakinlah bahwa Allah adalah penolong bagi orang-orang yang takut pada Allah. Berpegang teguhlah kepada perintah Allah dan jauhilah semua larangan-Nya.
      —————
      Yang menarik dari ayat ini adalah ketetapan Alloh terkait bulan larangan untuk berperang dalam kalimat tafsir di atas: “Di antara dua belas (12) bulan itu terdapat empat (4) bulan ketika berperang pada saat itu diharamkan, yaitu Rajab, Zulkaidah, Zulhijah dan Muharam”. Jika disatukan = 142, sebab empat itu berada di dalam dua belas. Angka-angkanya dijumlahkan = 1+4+2 = 7  |  Empat angka terakhir = 1427 = makna tersirat Muhammad ditinjau dari gabungan lafadz + pengulangan kata Muhammad dalam Al-Qur’an. Kode ini tentunya sebanding dengan kode tiga angka 167. Apakah ini Saudaraku anggap hanya kebetulan saja?
      —————
    • Makna Tersirat Ayat
      No. Nama Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
      1 Ali ‘Imran 3 69 3 4 200 279
      2 Al-An’am 6 93 7 8 165 279
      3 At-Tawba 9 36 10 11 129 195
      753
      15
      6 6
      12
      3

      Perhatikan tiga angka akhir tabel di atas. Jika kita baca sebagai 132 akan kembali terkait angka 7 hari dalam 1 minggu dalam hal kita kaitkan dengan QS. Ar-R’ad/13 : 2 (Juz 13; Sejumlah 43 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      اللَّـهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُم بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ
      —————
      Yang menurunkan kitab suci ini adalah Allah Swt. yang meninggikan langit, dengan bintang-bintangnya yang beredar, tanpa tiang yang dapat dilihat dan tanpa seorang pun tahu kecuali Dia. Namun begitu, Allah menghubungkan langit dan bumi dengan berbagai ikatan yang tak akan putus kecuali jika Dia menghendaki. Allah juga menundukkan matahari dan bulan dengan kekuasaan-Nya untuk kepentingan kalian. Matahari dan bulan itu berputar secara teratur sampai masa waktu yang telah ditentukan. Hanya Dialah yang mengatur segala sesuatu di langit dan di bumi, dan menerangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam raya, agar kalian meyakini konsep keesaan Tuhan. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 13 + 2 + 13 + 43 = 71  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+1 = 8  |  Tiga angka terakhir = 718. Kode ini jika diacak bisa menghasilkan 178 = Alam Semesta / Al-‘Aalamiin.

  • 167  |  Perintah Sholat Jum’at
    ————–
    Bahwa ALLOH (1) mewajibkan kepada mukmin dalam setiap TUJUH (7) hari sekali untuk melaksanakan ibadah sholat JUM’AT (6). Ibadah ini akan membedakan antara mereka / insan yang memahami dan benar-benar menjalani 3216 = Senantiasa mencari ILMU (3) dan SUJUD / PATUH (2) pada SANG PENCIPTA (1) penuh KEIMANAN (6) dengan yang tidak. Ini masuk akal diantaranya melalui khotbah Jum’at tentu kita akan banyak memperoleh ilmu darinya, kecuali kalau datangnya terlambat atau enggan mendengarkan atau tidak mau mengambil manfaatnya. Perhatikan kembali tabel di atas: “Jum’at adalah hari ke 6 memiliki makna tersirat dalam tiga angka 213, digabungkan = 6213. Kode ini jika diacak bisa menghasilkan 3216 = KEABADIAN (eternity)”.
    —————
    Berbicara tentang hal ini tentu sangat erat kaitannya dengan kode 628. Mengapa? Bukankah 6+2+8 = 16 = 1+6 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167? Bukankan 628 seperti telah ditulis di atas = QS. Al-Jumu’ah/62 : 8 (Juz 28; Sejumlah 11 Ayat)?  Berikut saya kutip kembali bersama makna tersiratnya:
    —————
    قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
    —————
    Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kalian hindari itu tidak akan dapat terelakkan. Kematian itu pasti akan menemui kalian. Kemudian kalian akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata. Dia akan memberitahukan kalian segala apa yang telah kalian lakukan. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 62 + 8 + 28 + 11 = 109  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+0+9 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = Berserah Diri (trust in God). Menyerahkan sepenuhnya urusan HIDUP (1) dan MATI (0) hanya kepada ALLOH (1).
    —————
    Kode 101 ini sama persis makna tersirat jumlah hari dalam satu minggu seperti yang telah Saudaraku baca pada tabel di atas dan dari segi kalimat / bahasa dapat kita kaitkan QS. Al-An’am/6 : 162 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat) sebagai berikut:
    —————
    قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
    —————
    Katakanlah, “Sesungguhnya salatku, seluruh ibadahku, ketaatanku selama hidup, iman dan amal saleh yang akan aku bawa mati, semuanya murni hanya untuk Allah yang telah menciptakan semua makhluk. Hanya Allah yang pantas disembah dan ditaati. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 6 + 162 + (7+8) + 165 = 348 | Angka hasil dijumlahkan = 3+4+8 = 15 = 1+5 = 6 | Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM (5), dan IHSAN (1).
    —————
    Total Makna Tersirat = 101 + 156 = 257  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+5+7 = 14 = 1+4 = 5  |  Tiga angka terakhir = 145. Jika kode ini dimengerti sebagai makna tersirat kata An-Naas / Manusia (lihat kembali artikel Khalifah dalam Sketsa 324). Maka SHOLAT JUM’AT (167) bisa diartikan sebagai perintah kepada seluruh umat MANUSIA / AN-NAAS (145) agar memahami sekaligus mengamalkan 3216 dan 101 dalam bangunan suci / dalam rangka meraih KEISLAMAN (156).
    —————
    Saudaraku. Ada yang menarik dari kode-kode di atas jika kita gabungkan yakni 167 + 145 + 3216 + 101 + 156 = 3785  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+7+8+5 = 23 = 2+3 = 5  |  Tiga angka terakhir = 235. Dimana menariknya? Perhatikan ketika kode ini kita ambil dua angka dari depan (23) dan dari belakang (53), kemudian kita kaitkan dengan nomor surat dalam Al-Qur’an akan sama-sama menghasilkan kode 167 sebagai berikut:
  • 23  |  QS. Al-Mu’minun/23 : 1 s/d 118 (Juz 18; Sejumlah 118 Ayat)
    —————
    Surah Al-Mu’minun (bahasa Arab: المؤمنون, “Orang-Orang Yang Beriman”) adalah surah ke-23 dari al-Qur’an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al-Mu’minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia. Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Mu’minun)
    —————
    Makna Tersirat = 23 + (1+2+3+…+118) + 18 + 118 = 23 + (7021) + 18 + 118 = 7180  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+1+8+0 = 16 = 1+6 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167;
    —————
  • 53  |  QS. An-Najm/53 : 1 s/d 62 (Juz 27; Sejumlah 62 Ayat)
    —————
    SuraH An-Najm (bahasa Arab :النّجْم) adalah surah ke-53 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 62 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Ikhlas. Nama An Najm yang berarti bintang, diambil dari perkataan An Najm yang terdapat pada ayat pertama surat ini. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Najm)
    —————
    Makna Tersirat = 53 + (1+2+3+…+62) + 27 + 62 = 53 + (1953) + 27 + 62 = 2095  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+0+9+5 = 16 = 1+6 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167;
    —————
  • Jika kedua kode 167 ini kita gabungkan = 167 + 167 = 334  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+3+4 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101. Kode 235 sendiri jika langsung dijumlahkan = 2+3+5 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = Berserah Diri (trust in God). Menyerahkan sepenuhnya urusan HIDUP (1) dan MATI (0) hanya kepada ALLOH (1). Apakah semua ini hanya kebetulan saja?
    • Ayat  |  QS. Yunus/10 : 1 (Juz 11; Sejumlah 109 Ayat)
      —————
      الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ
      —————
      Alif, Lâm, Mîm merupakan huruf-huruf yang digunakan Allah untuk membuka sebagian surat. Dialah yang Maha Mengetahui makna sebenarnya dari huruf-huruf itu. Huruf-huruf itu mengisyaratkan bahwa al-Qur’ân terdiri atas huruf-huruf seperti itu. Kendati demikian, orang-orang musyrik tetap tidak dapat mendatangkan sesuatu yang semisal dengan al-Qur’ân! Sekalipun mereka telah bersepakat untuk tidak mendengarkan ayat-ayat suci ini atau ayat-ayat al-Qur’ân lain yang memiliki gaya bahasa dan makna sangat sempurna, dan juga mengandung hikmah serta segala yang bermanfaat bagi manusia dalam urusan dunia maupun akhirat, huruf-huruf fonetis ini merangsang perhatian orang-orang musyrik, sehingga mereka mendengarkannya.
      —————
      Makna Tersirat = 10 + 1 + 11 + 109 = 131  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+1 = 5  |  Tiga angka terakhir = 315;
      —————
    • Surat  |  QS. Al-Qari’ah/101 : 1 s/d 11 (Juz 30; Sejumlah 11 Ayat)
      —————
      Surah Al-Qari’ah (bahasa Arab:القارعة) adalah surah ke-101 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Quraisy. Nama Al-Qari’ah diambil dari kata Al-Qari’ah yang terdapat pada ayat pertama, artinya menggebrak atau mengguncang, kemudian kata ini dipakai untuk nama hari kiamat. Pokok isi surah ini adalah kejadian-kejadian pada hari kiamat, yaitu manusia bertebaran, gunung berhamburan, amal perbuatan manusia ditimbang dan ancaman Neraka Hawiyah. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Qari’ah)
      —————
      Makna Tersirat = 101 + (1+2+3+…+11) + 30 + 11 = 101 + (66) + 30 + 11 = 208  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+0+8 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101;
      —————
Makna Tersirat Dalam
Tiga Dua Satu
QS. Yunus/10 : 1 (Juz 11; Sejumlah 109 Ayat) 315 15 5
QS. Al-Qari’ah/101 : 1 s/d 11 (Juz 30; Sejumlah 11 Ayat) 101 01 1
416
11 16
2 7 6
15
6
  • 178  |  KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM (5), dan IHSAN (1)
    —————
    Merenungkan 7 Hari dalam 1 Minggu, dalam benak saya yang muncul pertama kali adalah angka 17. Melalui perhitungan sederhana angka 17 ini akan bisa menghasilkan dua kode perluasan yakni:
  • Tambah  |  1+7 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178 = Alam Semesta / Al-‘Aalamiin. Pembahasan terkait ini dapat Saudaraku lihat pada artikel Delapan (8) Sebagai Kode Alam Semesta.
  • Kurang / Selisih  |  7 – 1 = 6  |  Tiga angka terakhir = 716 atau jika diurutkan = 167 = Rentang Waktu Proses Penciptaan Alam Semesta. Atau sering saya bahasakan 167 = Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta (perfection of creation of the universe) = Meyakini bahwa ALLOH (1) telah menyempurnaan penciptaan TUJUH (7) langit dan bumi alam semesta ini dalam ENAM (6) masa.
    —————
    Pada artikel ini kode 167 memiliki perluasan makna sebagai Perintah Sholat Jum’at seperti telah diuraikan di atas. Di akhir pembahasan ternyata kita temukan kode 156 = KEISLAMAN. Kemudian saya berfikir jika 167 bisa menghasilkan kode ini, seharusnya kode 178 juga bisa menghasilkannya. Itulah sebabnya saya menyebut kode 178 juga bisa dibaca sebagai KEISLAMAN. Setelah saya cari-cari ternyata memang benar adanya bahwa 156 dapat kita temukan di dalam 178 yakni terkait DELAPAN (8) surat Al-Qur’an yang memiliki total makna tersirat 178 sebagai berikut:

    No. Surat Makna Tersirat
    Tiga Dua Satu
    1 Ibrahim 178 78 8
    2 An-Nahl 178 78 8
    3 An-Nur 178 78 8
    4 As-Sajdah 178 78 8
    5 Al-Ahqaf 178 78 8
    6 Al-Hadid 178 78 8
    7 At-Takwir 178 78 8
    8 Al-Humazah 178 78 8
    1424 624 64
    11 12 10
    36 2 3 1
    9 6
    15
    6

    Perhitungan detilnya dapat Saudaraku lihat pada Google Sheets atau pada tautan referensi di bawah. Ada yang menarik pada perhitungan tabel terkait 178 di atas dimana kita temukan juga di sini makna tersirat lafadz ALLOH yakni 112, 101, dan 123 dengan perhitungan sebagai berikut:

    No. Huruf Urutan
    1 ا 1
    2 ل 23
    3 ل 23
    4 ه 27
    74
    10 الر 11
    1 2
    المر 3 الم
  • Alif Lam Mim Ra’  |  Pengelompokan Manusia Sebagai Khalifah
    —————
    Perhatikan tabel di atas. Surat ke 10, 11, dan 12 ayat 1 = Alif Lam Ra’ (الر); surat ke 13 ayat 1 = Alif Lam Mim Ra’ (المر), dan surat ke 32 ayat 1 = Alif Lam Mim (الم). Jika ketiganya disatupadukan = Alif Lam Mim Ra’ (المر). Ini memiliki makna tersirat (dalam cara pandang saya) sebagai pengelompokkan khalifah sebagai berikut:

    • 145  |  Kelompok I (Dimurkai)
      —————
      Yakni anak Adam (123) yang mengesakan Alloh (112) tetapi tidak peduli terhadap ajaran Muhammad / Hukum Alloh (189);
      —————
    • 134  |  Kelompok II (Diberi Nikmat)
      —————
      Yakni anak Adam (123) yang mengesakan Alloh (112) sekaligus peduli / patuh terhadap ajaran Muhammad / Hukum Alloh (189);
      —————
    • 101  |  Kelompok III (Sesat)
      —————
      Yakni anak Adam (123) yang Ingkar (0) terhadap Keesaan (1) Alloh (1). Lihat lebih detil pada artikel Khalifah dalam Sketsa 324.

      No. Huruf Urutan
      1 ا 1
      2 ل 23
      3 م 24
      4 ر 10
      58
      10 Khalifah 13
      1 50% 4
      25% 5 25%
      III I II
      Manusia / An-Naas (الناس)

      Angka prosentase mengambil dari pengulangan kata (آدم) Adam 25 kali dalam 25 ayat yang pada tabel saya letakkan pada kelompok II dan III sehingga kelompok I menjadi 50. Karena menurut pendapat saya kelompok I inilah tabiat manusia pada umumnya (terbanyak). Apakah ini benar? Saya tidak tahu. Hanya saja pengelompokkan khalifah yang demikian ini terkait erat dengan angka 7 Hari dalam 1 Minggu yakni QS. Al-Fatihah/1 : 7 (Juz 1; Sejumlah 7 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
      —————
      (Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka), yaitu melalui petunjuk dan hidayah-Mu. Kemudian diperjelas lagi maknanya oleh ayat berikut: (Bukan (jalan) mereka yang dimurkai) Yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi. (Dan bukan pula) dan selain (mereka yang sesat.) Yang dimaksud adalah orang-orang Kristen. Faedah adanya penjelasan tersebut tadi mempunyai pengertian bahwa orang-orang yang mendapat hidayah itu bukanlah orang-orang Yahudi dan bukan pula orang-orang Kristen. Hanya Allahlah Yang Maha Mengetahui dan hanya kepada-Nyalah dikembalikan segala sesuatu. Semoga selawat dan salam-Nya dicurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan para sahabatnya, selawat dan salam yang banyak untuk selamanya. Cukuplah bagi kita Allah sebagai penolong dan Dialah sebaik-baik penolong. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan hanya berkat pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Tafsir: Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat = 1 + 7 + 1 + 7 = 16  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+6 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167 = Barang siapa mengaku IMAN (6), hendaknya senantiasa DIZKR (7) mengingat mengesakan SANG PENCIPTA (1). Sedangkan praktek riilnya ada di balik kode 624 seperti telah diuraikan di atas dengan kata kunci IKHLAS/112.

      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      QS. Al-Fatihah/1 : 7 (Juz 1; Sejumlah 7 Ayat) 167 67 7
      Total Al-Qur’an Surat 1 s/d 7 624 24 4
      791 91
      17 10 11
      8 1 2
      11
      2
      IKHLAS

      Sekarang perhatikan kode yang dihasilkan tabel di atas 101, 178, dan 112 dan bandingkan dengan angka yang dihasilkan perhitungan total Al-Qur’an pada potongan tabel di bawah (tabel selengkapnya dapat dilihat pada Google Sheets atau pada tautan referensi di bawah):

      Total *)
      1 2 3
      568 4238 19838
      19 17 29
      10 8 11
      1 24644 2
      202

      Seperti yang sudah sering kita bahas bahwa kode 202 tidak bisa dipisahkan dengan kode 112. Semuanya ada di dalam / merupakan makna tersirat lafadz Alloh seperti telah diuraikan di atas. Di samping itu kode 202 jika dilarikan ke ayat = QS. Taha/20 :  2 (Juz 16; Sejumlah 135 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ
      —————
      Wahai Rasulullah, sesungguhnya Kami tidak menurunkan al-Qur’ân ini untuk menyusahkan dirimu karena ditinggalkan oleh orang-orang yang berpaling darimu. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 20 + 2 + 16 + 135 = 173  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+7+3 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS.

Sejak awal kita belajar bersama merenungkan karakter angka / bilangan, bagaimana mengolahnya, metode apa yang digunakan, dan sebagainya. Sekali pun tidak bisa dikatakan bahwa ini benar, tetapi saya merasa di artikel ini sudah lebih baik. Ternyata angka / bilangan yang sama bisa memiliki karakter berbeda tergantung dari sudut pandang mana, dalam spirit apa, dan dengan dasar apa kita membacanya. Misalnya 112 bisa dibaca IKHLAS terkait QS. Al-Ikhlas/112; bisa pula dibaca ALLOH karena lafadz Alloh terbentuk dari (ا) Alif 1 + (ل) Lam (23) + (ل) Lam 23 + (ه) Ha’ 27 = 74  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+4 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir 112; bisa pula disebut IBLIS karena makna tersirat lafadz + pengulangan kata Iblis dalam Al-Qur’an melalui metode tertentu bisa menghasilkan 112. Ringkasnya bahwa angka / bilangan mana pun bisa memiliki karakter positif (baik) maupun negatif (jelek) layaknya manusia. Karena itu, mengakhiri artikel ini ada baiknya kita cermati lagi satu ayat yang berbicara terkait ini yakni QS. An-Nisa/4 : 19 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176) sebagai berikut:
—————
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَن يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّـهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
—————
Wahai orang-orang yang beriman, kalian tidak diperkenankan memperlakukan wanita seperti barang pusaka yang kalian warisi sebagai istri tanpa mahar, sedang mereka dalam keadaan terpaksa. Jangan merugikan mereka dengan menekan agar tidak mengambil mahar. Jangan memaksa mereka mengembalikan harta yang telah kalian berikan kecuali bila mereka jelas-jelas berbuat dosa seperti berselingkuh atau berperilaku buruk. Kalian boleh menekan atau mengambil sebagian apa yang telah diberikan kepada mereka ketika bercerai. Hendaknya kalian, hai orang-orang yang beriman, mempergauli istri dengan ucapan dan tindakan yang baik. Apabila kalian tidak menyukai mereka karena cacat fisik, cacat moral atau lainnya, maka bersabarlah dan jangan tergesa-gesa menceraikan mereka. Sebab, bisa jadi dalam sesuatu yang tidak kalian senangi, Allah memberikan kebaikan yang banyak. Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
—————
Makna Tersirat = 4 + 19 + (4+5+6) + 176 = 214  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+1+4 = 7  |  Empat angka terakhir = 2147 = Muhammad. Bahwa setiap PROBLEMATIKA (4) dalam kehidupan ini hendaknya disikapi dengan senantiasa DZIKIR (7) dan SUJUD (2) memohon pertolongan SANG PENCIPTA (1). Begitulah sebagian ajaran dari Muhammad s.a.w bagi mereka yang bertanya.
—————

Saudaraku. Terhadap semua yang telah Saudara baca dalam artikel ini di luar ayat-ayat Al-Qur’an hanyalah sebatas hasil perenungan saya yang teramat bodoh. Karenanya Saudara tidak harus meyakininya. Anggap saja semua perenungan saya ini tidak lebih dari sampah tiada guna. Namun sedikit harapan saya semoga bisa kita jadikan sebagai bahan bermenung bersama.


Referensi:

  1. https://thepatria.files.wordpress.com/2010/07/nabi_saw.jpg
  2. https://docs.google.com/spreadsheets/d/1E9Ed6dWe37h8DeCN1wLpd-TEuYZ2pRVKer2l2C5W1I0/edit#gid=0
  3. https://ulamak.wordpress.com/2016/11/29/khalifah-dalam-sketsa-324/
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Mu’minun
  5. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Najm
  6. http://www.organisasi.org/1970/01/arti-nama-hamim-kamus-nama-kata-dunia.html
  7. https://ulamak.wordpress.com/2016/08/16/multi-tafsir-ha-mim/
  8. https://ulamak.wordpress.com/2016/08/19/delapan-8-sebagai-kode-alam-semesta/
  9. https://ahlulbaitrasulullah.blogspot.co.id/2014/01/nur-muhammad-nur-muhammad-saw-makhluq.html
  10. http://wahdah.or.id/nur-muhammad/
  11. http://tanzil.net/#search/quran/آدم
  12. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Naas
  13. http://www.kompasiana.com/wahidmunfarid/12-rabiul-awal-lahir-atau-wafatnya-nabi_550dad02a33311811b2e3c90
  14. https://ulamak.files.wordpress.com/2016/11/khalifah-324.jpg
  15. http://ki-demang.com/almanak/?do=kalender&tg=22&bl=4&th=571
  16. https://islamqa.info/id/10995
  17. http://www.mozaikislamterkini.com/2015/12/inilah-pesan-rasulullah-saw-sebelum-wafat.html
  18. http://tanzil.net/#search/quran/من نفس واحدة
  19. http://tanzil.net/#search/quran/محمد
  20. http://lifestyle.okezone.com/read/2015/07/09/406/1178610/gerhana-matahari-total-di-indonesia-terjadi-33-tahun-sekali
  21. https://caknun.com/2014/masyarakat-nusantara-dulu-masyarakat-indonesia-kini/

Taut singkat: http://wp.me/p6rTrC-12Y

والله أعلمُ بالـصـواب

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: