Khalifah dalam Sketsa 324


khalifah-324

Kata khalifah dalam bentuk tunggal terulang dua kali dalam Al-Quran, yaitu dalam Al-Baqarah ayat 30 dan Shad ayat 26. Ada dua bentuk plural yang digunakan oleh Al-Quran, yaitu: Khalaif yang terulang sebanyak empat kali, yakni pada surah Al-An’am 165, Yunus 14, 73, dan Fathir 39; dan Khulafa’ terulang sebanyak tiga kali pada surah-surah. Al-A’raf 7:69, 74, dan Al-Naml 27:62. Keseluruhan kata tersebut berakar dari kata khulafa’ yang pada mulanya berarti “di belakang”. Dari sini, kata khalifah seringkali diartikan sebagai “pengganti” (karena yang menggantikan selalu berada atau datang di belakang, sesudah yang digantikannya). (Sumber: Membumikan Al-Quran karya Muhammad Quraish Shihab)

Inilah awal mula mengapa kemudian saya membuat sebuah sketsa dengan tujuan mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan di benak saya antara lain:

  1. Siapa khalifah (siapa yang diganti dan siapa penggantinya) dilihat dalam sketsa?
  2. Apa sebenarnya tugas utama (inti) khalifah dilihat dalam sketsa?
  3. Apakah Iblis dan Malaikat juga khalifah jika dilihat dalam sketsa?

Siapa Khalifah?

Jika Adam beserta anak-cucunya disebut khalifah (lihat tafsir QS. Al-Baqarah/2 : 30 pada catatan di bawah) dan kata khalifah diartikan sebagai pengganti, “Siapa yang digantikan Adam beserta anak-cucunya?” Sungguh saya tidak tahu jawabannya. Tetapi jika kita coba membuat sketsa sederhana dari kode dasar 324 dapat kita peroleh jawaban sebagai berikut:

  1. Tulis 324;
  2. Jumlahkan angka-angkanya = 3+2+4 = 9;
  3. Letakkan 9 di bawahnya lurus dengan angka 2;
  4. Kurangi 9 dengan 2 = 7;
  5. Letakkan 7 di atas 2.

Sekarang terbentuklah kode vertikal dalam tiga angka (baca dari atas) = 729. Kode ini terkait erat dengan QS. Al-Jin/72 : 9 (Juz 29; Sejumlah 28 Ayat). Apakah ini berarti yang digantikan oleh Adam beserta anak-cucunya sebagai khalifah adalah bangsa Jin? Perhatikan dan renungkan kutipan berikut:

Sebelum dilaknat oleh Allah, Azâzîl memiliki wajah rupawan cemerlang, mempunyai empat sayap, banyak ilmu, terbanyak dalam hal ibadah serta menjadi kebanggaan para malaikat dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyyuun, memiliki tempat dibeberapa langit, mendengarkan berita-berita rahasia Tuhan dan masih banyak lagi.

“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang, barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) (Al-Jin 72:9) ”

Setelah ia enggan untuk bersujud kepada Adam, Allah memanggilnya Iblis dan mengubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlang menjadi bentuk seperti babi hutan. Allah mengubah kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti ketel tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Azazil)

Kalau pun Adam memang benar menggantikan Jin sebagai khalifah, dalam gambar sketsa di atas dapat dilihat keterkaitannya dimana kode 729 terletak lurus vertikal dengan kode Adam (123).  Bahkan QS. Al-Jin/72 : 9 (Juz 29; Sejumlah 28 Ayat) jika dicari makna tersiratnya = 72 + 9 + 29 + 28 = 138  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+8 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123. Apakah ini hanya kebetulan saja? Bahkan pula dengan menggunakan sebuah metode seperti yang akan Saudaraku lihat pada uraian di bawah kode 729 dapat ditemukan dengan mudah pada lafadz + pengulangan kata Adam dalam Al-Qur’an.

Adam – Muhammad – Ibrahim

  1. 123  |  Adam (آدم)
    • Lafadz
      No. Huruf Urutan
      1 ا 1
      2 د 8
      3 م 24
      33
      6 6
      12
      3
    • Pengulangan Kata
      Kata Adam (آدم) dalam Al-Qur’an diulang 25 kali dalam 25 ayat. Jika dari kedua kode ini kita renung-fikirkan dengan menggunakan spirit plus-minus dapat kita uraikan sebagai berikut:

      • Tambah = 25 + 25 = 50 = 5+0 = 5  |  505;
      • Kurang = 25 – 25 = 0  |  250;
      • Kali = 25 x 25 = 625 = 6+2+5 = 13 = 1+3 = 4  |  134;
      • Bagi = 25 : 25 = 1  |  251;
        —————
        Total = 505 + 250 + 134 + 251 = 1140 = 1+1+4+0 = 6  |  Tiga angka terakhir = 406.
        —————
    • Lafadz + Pengulangan Kata
      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Lafadz 123 23 3
      Pengulangan Kata 406 06 6
      529 29
      16 11
      7 2 9
      18
      9
  2. 189  |  Muhammad (محمد)
    • Lafadz
      No. Huruf Urutan
      1 م 24
      2 ح 6
      3 م 24
      4 د 8
      10 62
      1 8
      9
    • Pengulangan Kata
      Kata Muhammad (محمد) dalam Al-Qur’an diulang 4 kali dalam 4 ayat. Jika dari kedua kode ini kita renung-fikirkan dengan menggunakan spirit plus-minus dapat kita uraikan sebagai berikut:

      • Tambah = 4 + 4 = 8  |  448;
      • Kurang = 4 – 4 = 0  |  440;
      • Kali = 4 x 4 = 16 = 1+6 = 7  |  167;
      • Bagi = 4 : 4 = 1  |  441;
        —————
        Total = 448 + 440 + 167 + 441 = 1496 = 1+4+9+6 = 20 = 2+0 = 2  |  Tiga angka terakhir = 202.
        —————
    • Lafadz + Pengulangan Kata
      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Lafadz 189 89 9
      Pengulangan Kata 202 02 2
      391 91
      13 10 11
      4 1 2
      7
  3. 134  |  Ibrahim (إبراهيم)
    • Lafadz
      No. Huruf Urutan
      1 ا 1
      2 ب 2
      3 ر 10
      4 ا 1
      5 ه 27
      6 ي 28
      7 م 24
      28 93
      10 12
      1 3
      4
    • Pengulangan Kata
      Kata Ibrahim (ابراهيم) dalam Al-Qur’an diulang 69 kali dalam 63 ayat. Jika dari kedua kode ini kita renung-fikirkan dengan menggunakan spirit plus-minus dapat kita uraikan sebagai berikut:

      • Tambah = 69 + 63 = 132  = 1+3+2 = 6  |  326;
      • Kurang = 69 – 63 = 6  |  636;
      • Kali = 69 x 63 = 4347 = 4+3+4+7 = 18 = 1+8 = 9 |  189;
      • Bagi = 69 : 63 =  1,09523809524 = 1+0+9+5+2+3+8+0+9+5+2+4 = 48 = 4+8 = 12 = 1+2 = 3 |  123;
        —————
        Total = 326 + 636 + 189 + 123 = 1274 = 1+2+7+4 = 14 = 1+4 = 5  |  Tiga angka terakhir = 145.
        —————
    • Lafadz + Pengulangan Kata
      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Lafadz 134 34 4
      Pengulangan Kata 145 45 5
      279 79
      18 16
      9 7 9
      25
      7
  4. Total
    • Lafadz
      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Adam 123 23 3
      Muhammad 189 89 9
      Ibrahim 134 34 4
      446 146
      14 11 16
      5 2 7
      14
      5
    • Pengulangan Kata
      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Adam 406 6 6
      Muhammad 202 2 2
      Ibrahim 145 45 5
      753 53
      15 53 13
      6 8 4
      18
      9
    • Lafadz + Pengulangan Kata

      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Adam 189 89 9
      Muhammad 127 27 7
      Ibrahim 257 57 7
      573 173
      15 11 23
      6 2 5
      13
      4

      Maka ketiga total di atas = 145 + 189 + 134 = 468  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+6+8 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = Muhammad (محمد). Atau sama dengan ayat kursi QS. Al-Baqarah/2 : 255 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      اللَّـهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
      —————
      Hanya Allahlah yang berhak untuk disembah. Dia hidup kekal dan terus-menerus mengurus makhluk ciptaan-Nya tanpa pernah lalai. Dia tidak pernah ceroboh atau tidur, sebab Dia tidak memiliki sifat kekurangan. Hanya Dialah yang memiliki langit dan bumi, tidak ada seorang pun yang menyertai-Nya. Maka dari itu, tak seorang makhluk pun dapat memberi syafaat kepada yang lainnya kecuali dengan izin Allah. Allah Swt. mengetahui segala sesuatu yang telah dan akan terjadi. Tidak ada seorang pun mampu mengetahui ilmu Allah kecuali orang-orang yang dipilih-Nya. Kekuasaan-Nya sangat luas, meliputi langit dan bumi. Tidak sulit bagi-Nya mengatur itu semua, sebab Dia terhindar dari sifat kurang dan lemah, dan Mahaagung dengan kekuasaan-Nya. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat Ayat Kursi = 2 + 255 + (1+2+3) + 286 = 549  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+4+9 = 18 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = KEKEKALAN / KEABADIAN (eternity). Bukankah 1+8+9 = 18 = 9  |  Tiga angka terakhir kembali lagi (tetap / tidak berubah / kekal / abadi) = 189?
      —————

Saudaraku, apabila perenungan di atas ada benarnya. Maka sesungguhnya Ibrahim itu tidak benar-benar ada, begitu pula dengan Adam. Yang ada tinggal Muhammad (189). Dan kalau kita pikir-pikir lagi, Muhammad pun juga tidak benar-benar ada, yang ada tinggal SANG MAHA PERKASA (9) pencipta dan penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1).

Jadi, SEGALA APA (9) yang ada di  ALAM SEMESTA (8) ini sesungguhnya perwujudan dari ALLOH (1). Itulah sebabnya ketika kode ini kita baca dari belakang sebagai 981 terkait erat dengan QS.  Al-Bayyina/98 : 1 (Juz 30; Sejumlah 8 Ayat) sebagai berikut:

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ

Orang-orang Yahudi, Nasrani dan orang-orang musyrik yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya, tidak akan berpaling dari kelengahan dan ketidaktahuan mereka akan kebenaran sampai datang kepada mereka bukti yang nyata. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)

Ayat ini memiliki makna tersirat = 98 + 1 + 30 + 8 = 137  |  Angka hasil dijumlahkan 1+3+7 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = ALLOH. Mengapa 112 dibaca Alloh? Ya, sebab dalam huruf hijaiyah lafadz Alloh terbentuk dari huruf Alif = 1 + Lam = 23 + Lam = 23 + Ha’ = 27 = 74  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+4 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112. Apakah ini hanya kebetulan?

Di samping itu, jika 112 kita kaitkan dengan QS. Al-Ikhlas/112 : 1 s/d 4 (Juz 30; Sejumlah 4 Ayat) dalam tafsir Jalalayn sebagai berikut:

  1. قُلْ هُوَ اللَّـهُ أَحَدٌ
    —————
    (Katakanlah, “Dialah Allah Yang Maha Esa”) lafal Allah adalah Khabar dari lafal Huwa, sedangkan lafal Ahadun adalah Badal dari lafal Allah, atau Khabar kedua dari lafal Huwa.
    —————
  2. اللَّـهُ الصَّمَدُ
    —————
    (Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu) lafal ayat ini terdiri dari Mubtada dan Khabar; artinya Dia adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu untuk selama-lamanya.
    —————
  3. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
    —————
    (Dia tiada beranak) karena tiada yang menyamai-Nya (dan tiada pula diperanakkan) karena mustahil hal ini terjadi bagi-Nya.
    —————
  4. وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
    —————
    (Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia) atau yang sebanding dengan-Nya, lafal Lahu berta’alluq kepada lafal Kufuwan. Lafal Lahu ini didahulukan karena dialah yang menjadi subjek penafian; kemudian lafal Ahadun diakhirkan letaknya padahal ia sebagai isim dari lafal Yakun, sedangkan Khabar yang seharusnya berada di akhir mendahuluinya; demikian itu karena demi menjaga Fashilah atau kesamaan bunyi pada akhir ayat.
    —————
    Makna Tersirat = 112 + (1+2+3+4) + 30 + 4 = 156  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+5+6 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = Adam. Di sini dapat dipahami bahwa melalui perilaku senantiasa meng-esa-kan atau SUJUD (2) dengan TIDAK MENDUAKAN ALLOH (11) akan memunculkan kembali eksistensi / keberadaan Adam (123).

Sampai pembahasan ini apabila kita telah yakin bahwa khalifah dimaksud dalam Al-Qur’an adalah Adam beserta anak-cucunya, bahwa pada kenyataannya mereka memiliki tabiat yang tidak sama. Menurut pendapat saya setidaknya ada tiga kelompok besar sebagai berikut:

  1. 123 + 112  |  Mereka (123) meng-ESA-kan TUHAN (112) tetapi tidak peduli terhadap HUKUM TUHAN (189);
  2. 123 + 112 + 189  |  Mereka (123) meng-ESA-kan TUHAN (112) sekaligus peduli dan bersedia menjalankan HUKUM TUHAN (189);
  3. 123 + 011  |  Mereka (123) INGKAR (0) terhadap ke-ESA-an (1) TUHAN (1).

Jika kemudian masing-masing kita uraikan menggunakan medode perhitungan TOTAL 123 (dalam bahasa saya) maka dapat kita lihat hasilnya sebagai berikut:

  1. Kelompok I  |  145
    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Adam 123 23 3
    Tuhan 112 12 2
    235 35
    10
    1 8 5
    14
    5
  2. Kelompok II  |  134
    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Adam 123 23 3
    Tuhan 112 12 2
    Hukum Tuhan 189 89 9
    424 124
    10 14
    1 7 5
    13
    4
  3. Kelompok III  |  101
    Makna Tersirat Dalam
    Tiga Dua Satu
    Adam 123 23 3
    Mengingkari Tuhan 011 11 1
    134 34
    8 7 4
    19
    10
    1

Jika Saudaraku termasuk dalam Kelompok II, bahwa  apabila kita ambil empat angka yang ada di tengah kita peroleh dua kode istimewa yakni:

  • 1427  |  KESEMPURNAAN PENCIPTAAN ALAM SEMESTA (the perfection of creation of the universe)
    • Bahwa ALLOH (1) telah menciptakan alam semesta ini dalam EMPAT (4) masa dan menyempurnakan menjadi TUJUH (7) lapis langit dan bumi dalam DUA (2) masa berikutnya.
    • Mengingat KEMATIAN / MAUT (4) yang bisa datang kapan saja akan mengantarkan kita menjadi khalifah yang selalu INGAT / DZIKIR (7) dan SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1). Lihat pula artikel KETIKA MAUT MERENGGUT.
    • QS. Ibrahim/14 : 27 (Juz 13; Sejumlah 52 Ayat)
      —————
      يُثَبِّتُ اللَّـهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّـهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّـهُ مَا يَشَاءُ
      —————
      Allah mengokohkan orang-orang Mukmin di atas kata kebenaran di dunia dan akhirat, dan menjauhkan orang-orang kafir dari situ karena jeleknya persiapan mereka. Allah mengokohkan sebagian orang dan menyesatkan yang lain menurut kehendak-Nya. Tak ada yang dapat menyanggah dan menghalangi keputusan-Nya. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 14 + 27 + 13 + 52 = 106  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+0+6 = 7  |  Tiga angka terakhir = 067.
      —————
  • 3417  |  SHOLAT WAJIB LIMA WAKTU (praying five times)
    • Bahwa kewajiban seorang khalifah yang bersedia menjalankan hukum Tuhan adalah sholat wajib lima waktu TIGA PULUH EMPAT (34) kali sujud terangkai dalam TUJUH BELAS (17) rekaat.
    • Perilaku 3417 ini akan membedakan siapa yang benar-benar IMAN (6), ISLAM (5), dan IHSAN (1) dengan yang tidak. Mengapa? Sebab 3+4+1+7 = 15 = 1+5 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156.
    • QS. Saba’/34 : 17 (Juz 22; Sejumlah 54 Ayat)
      —————
      ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُم بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ
      —————
      Hukuman itu Kami jatuhkan lantaran mereka ingkar dan enggan mensyukuri nikmat. Bukankah balasan itu sudah sepantasnya Kami berikan kepada orang-orang yang sangat kufur kepada Allah dan karunia-karunia-Nya? (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 34 + 17 + 22 + 54 = 127  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+2+7 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101. Berhati-hatilah wahai orang sholat, jangan sampai sholatmu bertanda 101. Bukankah ini sama dengan kode kelompok III?
      —————
  • Total Makna Tersirat = 067 + 110 = 168  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+6+8 = 15 = 1+5 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156. Semoga Alloh menetapkan hati kita selalu dalam IMAN (6), ISLAM (5), dan IHSAN (1).

Apabila kedua kode istimewa (dalam cara pandang saya) langsung kita jumlahkan = 1427 + 3417 = 4844. Angka hasil penjumlahan ini bisa memiliki dua makna tersirat:

  1. Langsung Dijumlahkan
    • 4+8+4+4 = 20 = 2+0 = 2  |  Tiga angka terakhir = 202. Kode ini sangat dekat dengan 112 (ALLOH) jika dikaitkan dengan QS. Taha/20 : 2 (Juz 16; Sejumlah 135 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ
      —————
      Wahai Rasulullah, sesungguhnya Kami tidak menurunkan al-Qur’ân ini untuk menyusahkan dirimu karena ditinggalkan oleh orang-orang yang berpaling darimu. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 20 + 2 + 16 + 135 = 173  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+7+3 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112. Lihat pula artikel JARI-JEMARI TUHAN.
      —————
  2. Disatupadukan
    • 48 = 4+8 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = Adam. Hal ini bisa dimengerti bahwa menyatupadukan perilaku 1427 dan 3417 akan mempertahankan eksistensi / keberadan Adam dan anak-cucunya. Jika dibaca dari belakang sebagai 321, kode ini dapat kita kaitkan dengan QS. Sajdah/32 : 1 (Juz 21; Sejumlah 30 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      الم
      —————
      Alif, Lâm, Mîm adalah huruf-huruf yang membentuk kata dan kalimat al-Qur’ân, sama seperti huruf yang membentuk kata dan kalimat yang kalian gunakan dalam pembicaraan kalian. Sehingga, apabila kalian tidak mampu untuk mendatangkan sesuatu yang semisal, maka hal itu merupakan bukti bahwa al-Qur’ân datang dari sisi Allah dan bukan perkataan manusia. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 32 + 1 + 21 + 30 = 84  |  Angka hasil dijumlahkan = 8+4 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = SUJUD. Lihat pula artikel MEMAHAMI KODE 123 DALAM ARTI SUJUD.
      —————
  3. Total Makna Tersirat = 202 + 112 + 123 = 437 | Angka hasil dijumlahkan = 4+3+7 = 14 = 1+4 = 5 | Tiga angka terakhir = 145. Berhati-hatilah wahai orang sholat, jangan sampai sholatmu bertanda 145. Bukankah ini sama dengan kode kelompok I?

Bagaimana nasib Saudara kita yang berada di kelompok III dan I? Sungguh saya tidak bisa menjawabnya. Tetapi jika kita menggunakan metode yang sama dengan ulasan kelompok II di atas, dalam arti kita ambil empat angka terakhir yang ada di tengah dapat kita peroleh keterangan diantaranya sebagai berikut:

  • Kelompok I  |  145
    • 5418  |  QS. Al-Qamar/54 : 18 (Juz 27; Sejumlah 55 Ayat)
      —————
      كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ
      —————
      (Kaum Ad pun telah mendustakan) nabi mereka yaitu Nabi Hud, karena itu mereka diazab. (Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku) peringatan-Ku kepada mereka, bahwa mereka akan Kami azab sebelum azab itu turun menimpa mereka. Kemudian dijelaskan oleh firman berikutnya. (Tafsir: Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat = 54 + 18 + 27 + 55 = 154 | Angka hasil dijumlahkan = 1+5+4 = 10 = 1+0 = 1 | Tiga angka terakhir = 101. Kode ini sama dengan kode kelompok III dalam tiga angka.
      —————
    • 1853  |  QS. Al-Kahfi/18 : 53 (Juz 15,16; Sejumlah 110 Ayat)
      —————
      وَرَأَى الْمُجْرِمُونَ النَّارَ فَظَنُّوا أَنَّهُم مُّوَاقِعُوهَا وَلَمْ يَجِدُوا عَنْهَا مَصْرِفًا
      —————
      (Dan orang-orang yang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini) merasa yakin (bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya) akan dicampakkan ke dalamnya (dan mereka tidak menemukan tempat berpaling daripadanya) tidak menemui jalan untuk menyelamatkan diri daripadanya. (Tafsir: Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat = 18 + 53 + (15+16) + 110 = 212 | Angka hasil dijumlahkan = 2+1+2 = 5 | Tiga angka terakhir = 125.
      —————
    • Total Makna Tersirat = 101 + 125 = 226  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+2+6 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101. Kode ini sama dengan kode kelompok III dalam tiga angka.
      —————
  • Kelompok III  |  101
    • 1019  |  QS. Yunus/10 : 19 (Juz 11; Sejumlah 109 Ayat)
      —————
      وَمَا كَانَ النَّاسُ إِلَّا أُمَّةً وَاحِدَةً فَاخْتَلَفُوا وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
      —————
      Pada awal penciptaannya, fitrah manusia itu satu. Kemudian Kami mengutus rasul-rasul kepada mereka untuk memberikan arahan dan petunjuk sesuai dengan wahyu Allah. Tabiat manusia yang berpotensi untuk menerima kebaikan dan keburukan adalah penyebab berkuasanya keburukan, hawa nafsu dan godaan setan kepada sebagian mereka. Oleh sebab itu, mereka berselisih satu sama lain. Kalau bukan karena ketetapan terdahulu dari Tuhanmu dengan menangguhkan perkara orang kafir itu denganmu, Muhammad, serta menangguhkan kebinasaan mereka sampai saat yang telah Dia tentukan, niscaya Dia akan mempercepat kebinasaan dan azab bagi mereka, oleh sebab perselisihan yang terjadi di antara mereka, sebagaimana yang terjadi pada umat-umat sebelum mereka. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 10 + 19 + 11 + 109 = 149 | Angka hasil dijumlahkan = 1+4+9 = 14 = 1+4 = 5 | Tiga angka terakhir = 145. Kode ini sama dengan kode kelompok I dalam tiga angka.
      —————
    • 7910  |  QS. An-Nazi’at/79 : 10 (Juz 30; Sejumlah 46 Ayat)
      —————
      يَقُولُونَ أَإِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ
      —————
      Dahulu, saat masih berada di dunia, mereka mengingkari hari kebangkitan ini dengan mengatakan, “Apakah kami akan dihidupkan kembali seperti sedia kala? (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 79 + 10 + 30 + 46 = 165 | Angka hasil dijumlahkan = 1+6+5 = 12 = 1+2 = 3 | Tiga angka terakhir = 123 = Adam. Ternyata makna tersirat ayat ini menjawab atas keraguan mereka terhadap hari kebangkitan. Bahwa Alloh mengembalikan mereka semua dalam 123 (Adam).
      —————
    • Total Makna Tersirat = 145 + 123 = 268  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+6+8 = 16 = 1+6 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167.
      —————
  • Total Makna Tersirat Kelompok I + III = 101 + 167 = 268  |  Angka hasil dijumlahkan = 2 + 6 + 8 = 16 = 1+6 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167. Ternyata kode kembali lagi 167. Hal ini seakan menyuruh kita untuk melihat lebih detil dalam ayat, sehingga jika kita menggunakan metode TOTAL PLUS KODE SUMBER dapat kita uraikan sebagai berikut:
    • Depan
      • QS. An-Nahl/16 : 1 s/d 128 (Juz 14; Sejumlah 128 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 16 + (1+2+3+…+128) + 14 + 128 = 16 + (8256) + 14 + 128 = 8414  |  Angka hasil dijumlahkan = 8+4+1+4 = 17 = 1+7 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178.
        —————
      • QS. An-Nahl/16 : 7 (Juz 14; Sejumlah 128 Ayat)
        —————
        وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍ لَّمْ تَكُونُوا بَالِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ الْأَنفُسِ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ
        —————
        Binatang-binatang tersebut membawa barang-barang kalian yang berat ke suatu negeri yang tidak bisa kalian capai kecuali dengan susah payah. Sesungguhnya Tuhan yang telah menyediakan semua itu, untuk kenyamanan kalian, Maha Pengasih lagi Mahaluas rahmat-Nya. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
        —————
        Makna Tersirat = 16 + 7 + 14 + 128 = 165  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+6+5 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123.
        —————
      • Total Makna Tersirat = 167 + 178 + 123 = 468  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+6+8 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189. Apakah ini dimaksudkan agar kelompok I dan III benar-benar memperhatikan MUHAMMAD / HUKUM TUHAN (189)?
        —————
    • Belakang
      • QS. Al-Insan/76 : 1 s/d 31 (Juz 29; Sejumlah 31 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 76 + (1+2+3+…+31) + 29 + 31 = 76 + (496) + 29 + 31 = 632  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+3+2 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112.
        —————
      • QS. Al-Insan/76 : 1 (Juz 29; Sejumlah 31 Ayat)
        —————
        هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا
        —————
        Sungguh, manusia telah melewati suatu masa sebelum ditiupkan ruh ke dalam dirinya. Ketika itu, manusia adalah sesuatu yang tak bernama dan belum diketahui akan diperlakukan apa. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
        —————
        Makna Tersirat = 76 + 1 + 29 + 31 = 137 | Angka hasil dijumlahkan = 1+3+7 = 11 = 1+1 = 2 | Tiga angka terakhir = 112.
        —————
      • Total Makna Tersirat = 761 + 112 + 112 = 985  |  Angka hasil dijumlahkan = 9+8+5 = 22 = 2+2 = 4  |  Tiga angka terakhir = 224. Di sini bahwa Alloh memberikan pesan 112 hingga dua kali (112 x 2 = 224), dan ketika kita jumlahkan dengan kode sumbernya (761) ternyata hasilnya tetap 224. Apa ini maksudnya? Salah satu jawaban atas pertanyaan ini dapat Saudaraku lihat pada artikel  MULTI TAFSIR HA-MIM.

Saudaraku, sesungguhnya ketiga kelompok khalifah tersebut tidaklah bisa dipisahkan karena sama-sama anak-cucu Adam. Mereka semua adalah saudara / kerabat / teman karib (حم). Hal ini nampak jelas ketika kode kelompok II dalam tiga angka yakni 134 kita kaitkan dengan ayat  Al-Qur’an sebagai berikut:

  • Belakang  |  QS. Az-Zukhruf/43 : 1 (Juz 25; Sejumlah 89 Ayat)
    —————
    حم
    —————
    Hâ, mîm. Surat ini dibuka dengan menyebut dua huruf fonemis yang merupakan gaya al-Qur’ân dalam mengawali beberapa suratnya. (Tafsir: Muhammad Quraish)
    —————
    Makna tersirat = 43 + 1 + 25 + 89 = 158  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+5+8 = 14 = 1+4 = 5  |  Tiga angka terakhir = 145. Bukankah ini sama persis dengan kode kelompok I dalam tiga angka?
    —————
  • Depan  |  QS. Ar-Ra’d/13 : 4 (Juz 13; Sejumlah 43 Ayat)
    —————
    وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِّنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
    —————
    Bumi juga mengandung berbagai keajaiban. Ada kepingan-kepingan tanah yang saling berdekatan. Meskipun demikian, jenis tanahnya dapat berbeda-beda. Ada yang kering tandus, ada pula yang basah subur. Ada pula tanah yang, kalaupun jenisnya sama, menjadi lahan perkebunan anggur, lahan persawahan, dan lahan perkebunan korma. Kebun-kebun itu ada yang berkumpul di atas satu area, ada pula yang tumbuh berpisah-pisah. Selain itu, meskipun kebun-kebun itu disiram dan tumbuh dari sumber air yang sama, rasa yang dihasilkan oleh buah-buahannya beraneka ragam. Sungguh, di dalam keajaiban alam itu, benar-benar terdapat bukti yang jelas atas kemahakuasaan Allah bagi orang yang memiliki akal dan mau berfikir. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna tersirat = 13 + 4 + 13 + 43 = 73  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+3 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101. Bukankah ini sama persis dengan kode kelompok III dalam tiga angka? Bukankah pada tabel perhitungan kelompok II di atas bahwa kode 134 itu berada diantara / diapit oleh 101 dan 145?
    —————
  • Total Makna Tersirat = 145 + 101 = 246  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+4+6 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = Adam. Dan jika 134 kita ikutkan / semua kelompok disatukan = 145 + 134 + 101 = 380  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+8+0 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = ALLOH. Kode 112 itu sama dengan makna tersirat dua kali pengulangan “basmallah” dalam Al-Qur’an = 19 x 2 = 38 = 3+8 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112. Lihat artikel EXPLORER FOR BASMALLAH.  Apakah semua ini hanya kebetulan saja?

Tugas Utama Khalifah

Sampai pembahasan ini, sesungguhnya kita sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa tugas khalifah yang paling utama adalah MENGESAKAN TUHAN (112).  Hal ini bisa kita lihat pada Total Makna Tersirat Ayat-ayat Al-Qur’an terkait kata kata khalifah = 112 (lihat pada catatan di bawah). Hanya saja yang perlu dipahami adalah: “Ada apa di dalam 112?”. Seberapa dalam kita bisa / mampu menyelami makna di balik 112 inilah yang menurut saya akan membedakan kualitas kekhalifahan seseorang. Sedang diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. 112  |  Basmallah
    • QS. Al-Fatihah/1 : 1 (Juz 1; Sejumlah 7 Ayat)
      —————
      بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
      —————
      Surat ini dimulai dengan menyebut nama Allah–satu-satunya Tuhan yang berhak disembah–Yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan tersucikan dari segala bentuk kekurangan. Dialah Pemilik rahmah (sifat kasih) yang tak habis-habisnya, Yang menganugerahkan segala macam kenikmatan, baik besar maupun kecil. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
    • QS. An-Naml/27 : 30 (Juz 19,20; Sejumlah 93 Ayat)
      —————
      إِنَّهُ مِن سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
      —————
      Balqîs membacakan surat itu yang berbunyi: “Dari Sulaymân. Bismillâh al-Rahmân al-Rahîm’ (Dengan Nama Allah Pemilik Kebesaran dan Karunia, yang selalu mencurahkan kasih sayang-Nya kepada makhluk ciptaan-Nya). (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
  2. 112  |  QS. Al-Ikhlas/112 (Juz 30; Sejumlah 4 Ayat)
    —————

    • قُلْ هُوَ اللَّـهُ أَحَدٌ
    • اللَّـهُ الصَّمَدُ
    • لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
    • يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
      —————
      Tafsir Muhammad Quraish Shihab:

      • Mereka yang, dengan nada mengolok dan menghina, berkata, “Gambarkan kepada kami tentang Tuhanmu,” katakan kepada mereka, wahai Muhammad, “Allah adalah Tuhan Yang Esa, bukan selain Dia, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. (1)
      • Hanya Allahlah tempat tujuan segala kebutuhan dan permintaan. (2)
      • Dia tidak menciptakan anak, dan juga tidak dilahirkan dari bapak atau ibu. (3)
      • Tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya. (4)
        —————
  3. 112  |  QS. Hud/11 : 2 (Juz 11,12; Sejumlah 123 Ayat)
    —————
    أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّـهَ إِنَّنِي لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ
    —————
    Ajari dan arahkanlah manusia, wahai Nabi, dengan al-Qur’ân. Katakan pada mereka, “Janganlah kalian menyembah selain Allah”. Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk memberi peringatan kepada kalian akan azab yang ditimpakan jika kalian mengingkari-Nya. Sebagaimana aku pun diutus untuk menyampaikan kabar gembira akan pahala yang kalian dapatkan bila kalian mengimani dan menaati-Nya. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
  4. 112  |  Al-Anbiya’/21 : 1 (Juz 17; Sejumlah 112 Ayat)
    —————
    اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ
    —————
    Hari kiamat, saat perhitungan orang-orang musyrik itu, telah semakin mendekat, sementara mereka melalaikan kedahsyatannya dan menolak untuk mempercayainya. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
  5. 112  |  QS. Yusuf/12 : 1 (Juz 12,13; Sejumlah 111 Ayat)
    —————
    الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ
    —————
    Alif, Lâm, Râ’. Huruf-huruf tersebut, dan huruf-huruf serupa lainnya yang merupakan bagian dari bahasa kalian, bangsa Arab, adalah juga bagian dari ayat-ayat al-Qur’ân yang mengandung mukjizat. Al-Qur’ân itu juga jelas dan menjelaskan kepada orang yang mencari kebenaran dan petunjuk. Huruf-huruf fonetis ini juga untuk menggugah perhatian mereka sehingga memperhatikan apa yang akan dibacakan walaupun mereka telah sepakat untuk tidak mendengarkannya. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
  6. 112  |  QS. Al-Baqarah/2 : 11 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
    —————
    وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ
    —————
    Apabila salah seorang yang telah diberi petunjuk oleh Allah berkata kapada orang-orang munafik, “Janganlah kalian berbuat kerusakan di atas bumi dengan menghalang-halangi orang yang berjuang di jalan Allah, menyebarkan fitnah dan memicu api peperangan,” mereka justru mengklaim bahwa diri mereka bersih dari perusakan. Mereka mengatakan, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang melakukan perbaikan.” Itu semua adalah akibat rasa bangga diri mereka yang berlebihan. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab). Ayat ini tidak dapat dipisahkan dengan 1 ayat berikutnya (12) sebagai berikut:
    —————
    QS. Al-Baqarah/2 : 12 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
    —————
    إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَـٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ
    —————
    Ingat dan waspadalah kalian, wahai orang-orang yang beriman, bahwa mereka itulah sebenarnya yang berbuat kerusakan, akan tetapi mereka tidak menyadarinya karena rasa bangga atas diri sendiri, juga akibat buruk yang akan menimpa mereka oleh sebab kemunafikan. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat (Al-Baqarah 11 s/d 12) = 2 + (11+12) + (1+2+3) + 286 = 317  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+1+7 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112.
    —————
  7. 112  |  Iblis
    —————
    Karena kode 112 berasal dari 11 = 1+1 = 2, menurut saya kode ini juga bisa dimengerti sebagai pesan Tuhan agar manusia memahami dan berhati-hati terhadap karakter Iblis. Mengapa? Hal ini telihat jelas pada pengulangan kata Iblis (إبليس) dalam Al-Qur’an 11 kali pada 11 ayat sebagai berikut (Tafsir Muhammad Shihab):

    • QS. Al-Baqarah/2 : 34 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
      —————
      وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
      —————
      Dan renungkan kembali, wahai Nabi, ketika Kami berkata kepada malaikat, “Tunduklah kepada Adam sebagai penghormatan dan pengakuan atas kelebihan-kelebihannya!” Seluruh malaikat menaati perintah itu kecuali Iblîs yang enggan untuk bersujud, bahkan masuk ke dalam golongan yang mendurhakai-Nya dan mengingkari nikmat, hikmah dan ilmu-Nya. (1)
      —————
    • QS. Al-A’raf/7 : 11 (Juz 8,9; Sejumlah 206 Ayat)
      —————
      وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ
      —————
      Di dalam kisah-kisah umat terdahulu terdapat banyak pelajaran dan nasihat dan di situ jelas bahwa setan selalu berusaha menghilangkan nikmat-nikmat dari kalian dengan membuat kalian lupa perintah Allah. Kami telah menciptakan bapak kalian, Adam, dan membentuknya dengan sempurna. Setelah itu Kami berfirman kepada malaikat, “Hormatilah ia!” Lalu mereka menghormatinya sebagai bukti ketaatan mereka kepada Tuhan. Semua menghormatinya kecuali Iblîs yang tidak taat. (2)
      —————
    • QS. Al-Hijr/15 : 31 (Juz 13,14; Sejumlah 99 Ayat)
      —————
      إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَن يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ
      —————
      Tetapi Iblîs tidak mau bersujud dan merasa sombong. Ia tidak mau bersama-sama malaikat yang tunduk kepada perintah Allah. (3)
      —————
    • QS. Al-Hijr/15 : 32 (Juz 13,14; Sejumlah 99 Ayat)
      —————
      قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ
      —————
      Saat itu Allah berfirman, “Wahai Iblîs, apa yang mendorongmu melanggar perintah-Ku dan tidak mau bersama mereka yang patuh dan sujud?” (4)
      —————
    • QS. Al-Isra’/17 : 61 (Juz 15; Sejumlah 111 Ayat)
      —————
      وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا
      —————
      Sesungguhnya Allah telah mengingatkan asal mula penciptaan dan menjelaskan permusuhan antara anak keturunan Adam dengan Iblis. Yaitu ketika Dia berfirman kepada malaikat, “Bersujudlah kalian semua kepada Adam dengan menundukkan kepala sebagai penghormatan kepadanya!” Mereka pun langsung bersujud kepadanya, kecuali Iblis yang tidak mau sujud kepadanya. Dengan ingkar, Iblis berkata, “Bagaimana aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah, sedangkan aku Engkau ciptakan dari api. Sesungguhnya aku lebih baik daripada dia.” (5)
      —————
    • QS. Al-Kahf/18 : 50 (Juz 15,16; Sejumlah 110 Ayat)
      —————
      وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا
      —————
      Wahai Rasul, ingatkan saat awal penciptaan diri mereka dari tanah. Tidak ada yang patut mereka banggakan. Tidak ada alasan yang membenarkan untuk tunduk kepada Iblis, musuh leluhur mereka, karena Iblis adalah dari golongan jin yang sombong dan membangkang kepada Allah. Bagaimana kalian menjadikan Iblis dan keturunannya sebagai penolong selain Allah, setelah kalian mengerti bahwa Iblis itu adalah musuh kalian. Alangkah buruknya perbuatan itu, perbuatan orang-orang yang menganiaya diri sendiri dan menuruti kemauan setan. (6)
      —————
    • QS. Taha/20 : 116 (Juz 16; Sejumlah 135 Ayat)
      —————
      وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ
      —————
      Ingatlah, wahai Muhammad, ketika Allah memerintahkan para malaikat untuk menghormat Adam sesuai dengan cara yang dikehendaki-Nya, kemudian mereka pun melaksanakan perintah itu. Tetapi iblis, sebangsa jin, yang sedang berada bersama mereka saat itu, melanggar perintah itu. Ia pun akhirnya dikeluarkan dan diusir oleh Allah. (7)
      —————
    • QS. Ash-Shu’ara/26 : 95 (Juz 19; 227 Ayat)
      —————
      وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ
      —————
      Mereka juga akan ditemani para kaki tangan iblis. Yakni, mereka yang selalu mengemas kejahatan dan dosa sehingga terlihat indah oleh manusia, atau jin dan manusia pelaku kemaksiatan yang selalu mengikuti jalan Iblîs. (8)
      —————
    • QS. Saba’/34 : 20 (Juz 22; Sejumlah 54 Ayat)
      —————
      وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ
      —————
      Iblis berhasil mewujudkan rayuannya pada diri mereka, sehingga mereka mengikuti jejak langkahnya. Hanya sebagian kecil, yaitu orang-orang beriman, yang tidak mengikutinya. (9)
      —————
    • QS. Sad/38 : 74 (Juz 23; Sejumlah 88 Ayat)
      —————
      إِلَّا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
      —————
      Semua malaikat pun melaksanakan perintah itu dan melakukan sujud penghormatan kepada Adam, kecuali Iblîs yang tidak mau bersujud. (10)
      —————
    • QS. Sad/38 : 75 (Juz 23; Sejumlah 88 Ayat)
      —————
      قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ الْعَالِينَ
      —————
      Allah berkata, “Wahai Iblîs, apa yang membuatmu tidak mau bersujud hormat kepada makhluk yang Aku ciptakan sendiri tanpa perantara? Merasa besarkah kamu, padahal kamu tidak besar, atau kamu benar-benar tinggi?” (11)

    —————
    Mencoba memahami 11 ayat terkait kata Iblis, menurut saya ada benang merah yang bisa kita tarik sebagai inti karakter iblis yakni sifat sombong antara lain:

    • Membanggakan diri;
    • Merasa benar, merasa besar, merasa tinggi;
    • Merasa sempurna;
    • Tidak mau menghormati sesama makhluk;
    • Tidak mengindahkan perintah / ketetapan / hukum Tuhan.
      —————
      Maka sekali pun manusia itu seperti halnya Iblis yang sama-sama MENGESAKAN TUHAN (112), tetapi apabila dalam dirinya dihinggapi sifat-sifat / tabiat seperti di atas dapat dikatakan yang demikian itu tidak ada bedanya dengan Iblis. Apakah ini juga berarti bahwa kelompok I seperti telah diuraikan di atas termasuk golongan Iblis?
      —————
      Hal lain yang menarik dari pengulangan kata Iblis adalah: “Mengapa dua ayat terakhir berada dalam QS. Sad/38?” Jika kita ambil spirit nomor suratnya adalah 38 = 3+8 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112. Namun jika kita lihat makna tersirat kedua ayat ini = 38 + (74+75) + 23 + 88 = 298  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+9+8 = 19 = 1+9 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101. Apakah ini artinya:

      • Diciptakannya karakter Iblis adalah bentuk rahman dan rahim-Nya Alloh. Hal ini jika 101 dibaca sebagai QS. Al-Fatihah/1 : 1 s/d 7 (Juz 1; Sejumlah 7 Ayat) = 1 + (1+2+3+4+5+6+7) + 1 + 7 = 37  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+7 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101?
      • Ataukah 101 sebagai peringatan untuk Saudara kita yang ada di dalam kelompok III seperti telah diuraikan di atas termasuk golongan Iblis?
        —————
  8. 112  |  ALLOH
    —————
    Seperti telah disinggung di atas bahwa 112 juga bisa dibaca sebagai ALLOH terkait dengan huruf pembentuk lafadz ALLOH (الله) yakni Alif-Lam-Lam-Ha’. Lebih rinci dapat Saudaraku lihat pada tabel berikut:

    No. Huruf Urutan
    1 ا 1
    2 ل 23
    3 ل 23
    4 ه 27
    74
    10 11
    1 2
    3

    Saudaraku, perhatikan tabel di atas. Ternyata hasil akhirnya 123. Jika 112 dibaca sebagai ALLOH sedangkan 123 dibaca sebagai Adam (beserta anak-cucunya) / manusia, hal ini dapat dimengerti bahwa Alloh itu sangat dekat dengan manusia dan kedekatan tersebut disebabkan oleh kode 101. Rupanya di sini kita disuruh pula untuk memahami 101 lebih dalam yang diantaranya ada dalam QS. Al-Fatihah dan terkait pula dengan kelompok III yang telah diuraikan di atas. Yang lain dapat dilihat pada uraian berikut:

    • 101  |  QS. Yunus/10 : 1 (Juz 11; Sejumlah 109 Ayat)
      —————
      الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ
      —————
      Alif, Lâm, Râ’ merupakan huruf-huruf yang digunakan Allah untuk membuka sebagian surat. Dialah yang Maha Mengetahui makna sebenarnya dari huruf-huruf itu. Huruf-huruf itu mengisyaratkan bahwa al-Qur’ân terdiri atas huruf-huruf seperti itu. Kendati demikian, orang-orang musyrik tetap tidak dapat mendatangkan sesuatu yang semisal dengan al-Qur’ân! Sekalipun mereka telah bersepakat untuk tidak mendengarkan ayat-ayat suci ini atau ayat-ayat al-Qur’ân lain yang memiliki gaya bahasa dan makna sangat sempurna, dan juga mengandung hikmah serta segala yang bermanfaat bagi manusia dalam urusan dunia maupun akhirat, huruf-huruf fonetis ini merangsang perhatian orang-orang musyrik, sehingga mereka mendengarkannya.
      —————
    • 101  |  QS. Al-Qari’ah/101 : 1 s/d 11 (Juz 30; Sejumlah 11 Ayat)
      —————
      Dalam Tafsir Muhammad Quraish Shihab sebagai berikut:

      • الْقَارِعَةُ
        Hari kiamat, yang dimulai dengan tiupan pertama dan diakhiri dengan penetapan keputusan untuk manusia.
      • مَا الْقَارِعَةُ
        Betapa mengherankannya peristiwa itu, dengan kebesaran dan segala bahayanya!
      • وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ
        Tahukah kamu apakah peristiwa besar yang begitu dahsyat dalam jiwa itu?
      • يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ
        Peristiwa itu adalah hari ketika manusia menjadi seperti anai-anai yang diterbangkan, melayang ke kanan dan ke kiri, dalam keadadaan lemah dan terhina.
      • وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ
        Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu berwarna yang dihamburkan, bagian-bagiannya terpisah beterbangan di udara ke sana ke mari.
      • فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ
        Maka, barangsiapa yang berat timbangannya, karena kebaikannya lebih banyak daripada kejahatannya, akan berada dalam kehidupan yang menyenangkan hati.
      • فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ
        Maka, barangsiapa yang berat timbangannya, karena kebaikannya lebih banyak daripada kejahatannya, akan berada dalam kehidupan yang menyenangkan hati.
      • وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ
        Dan barangsiapa yang ringan timbangan, karena kejahatannya lebih banyak daripada kebaikannya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
      • فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ
        Dan barangsiapa yang ringan timbangan, karena kejahatannya lebih banyak daripada kebaikannya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
      • وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ
        Tahukah kamu apa neraka Hawiyah itu?
      • نَارٌ حَامِيَةٌ
        Yaitu api yang sangat panas, yang tingkat kepanasannya tidak akan pernah dicapai jenis api yang lain, walaupun menyala-nyala dengan diisi bahan bakar.

      —————
      Begitu pentingnya memahami 101 ini hingga ketika surat ini kita cari makna tersiratnya = 101 + (1+1+2+…+11) + 30 + 11 = 208  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+0+8 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101. Hasilnya kembali lagi 101. Apakah ini hanya kebetulan saja?
      —————

    • 101  |  Malaikat
      —————
      Jika 101 dilihat dalam Al-Fatihah dihasilkan oleh angka sebelumnya yakni 37, apabila 101 boleh dihasilkan oleh 73 = 7+3 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101. Maka kita bisa membaca 101 ini sebagai Malaikat. Mengapa? Sebab kata Malaikat (ملائكة) dalam Al-Qur’an diulang 73 kali dalam 73 ayat. Atau jika kita mengikuti tata bahasa “73 kali dalam 73 ayat” = 73 x 73 = 5329  |  Angka 5+3+2+9 = 19 = 1+9 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101. Ayat-ayat terkait kata malaikat (Tafsir Muhammad Quraish Shihab) adalah sebagai berikut:

      • QS. Al-Baqarah/2 : 30 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
        ————–
        وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
        —————
        Allah Swt. telah menerangkan bahwa Dialah yang menghidupkan manusia dan menempatkannya di bumi. Lalu Dia menerangkan asal penciptaan manusia dan apa-apa yang diberikan kepadanya berupa pengetahuan tentang berbagai hal. Maka ingatlah, hai Muhammad, nikmat lain dari Tuhanmu yang diberikan kepada manusia. Nikmat itu adalah firman Allah kepada malaikat-Nya, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan makhluk yang akan Aku tempatkan di bumi sebagai penguasa. Ia adalah Adam beserta anak- cucunya. Allah menjadikan mereka sebagai khalifah untuk membangun bumi.” Dan ingatlah perkataan malaikat, “Apakah Engkau hendak menciptakan orang yang menumpahkan darah dengan permusuhan dan pembunuhan akibat nafsu yang merupakan tabiatnya? Padahal, kami selalu menyucikan-Mu dari apa-apa yang tidak sesuai dengan keagungan-Mu, dan juga selalu berzikir dan mengagungkan-Mu.” Tuhan menjawab, “Sesungguhnya Aku mengetahui maslahat yang tidak kalian ketahui.” (1)
        —————
      • QS. Al-Baqarah/2 : 31 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
        —————
        وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَـٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
        —————
        Setelah menciptakan Adam, lalu mengajarkannya nama dan karakteristik benda agar ia dapat hidup dan mengambil manfaat dari alam, Allah memperlihatkan benda-benda itu kepada malaikat.”Sebutkanlah kepada-Ku nama dan karakteristik benda-benda ini, jika kalian beranggapan bahwa kalian lebih berhak atas kekhalifahan, dan tidak ada yang lebih baik dari kalian karena ketaatan dan ibadah kalian itu memang benar,” firman Allah kepada malaikat. (2)
        —————
      • QS. Al-Baqarah/2 : 34 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
        —————
        وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
        —————
        Dan renungkan kembali, wahai Nabi, ketika Kami berkata kepada malaikat, “Tunduklah kepada Adam sebagai penghormatan dan pengakuan atas kelebihan-kelebihannya!” Seluruh malaikat menaati perintah itu kecuali Iblîs yang enggan untuk bersujud, bahkan masuk ke dalam golongan yang mendurhakai-Nya dan mengingkari nikmat, hikmah dan ilmu-Nya. (3)
        —————
      • QS. Al-Baqarah/2 : 98 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
        —————
        مَن كَانَ عَدُوًّا لِّلَّـهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّـهَ عَدُوٌّ لِّلْكَافِرِينَ
        —————
        Barangsiapa yang menjadi musuh bagi Jibrîl, Mikâ’îl, rasul dari jenis malaikat, atau rasul-rasul Allah yang tidak akan melakukan atau menyampaikan apa pun kecuali apa yang diperintahkan oleh-Nya, maka dengan begitu ia akan menjadi musuh bagi Allah dan kafir terhadap-Nya. Allah adalah musuh bagi orang-orang kafir. (4)
        —————
      • QS. Al-Baqarah/2 : 161 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
        —————
        إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَـٰئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّـهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
        —————
        Adapun mereka yang tetap bersikukuh mempertahankan kekufuran mereka sampai mati tanpa ada rasa sesal dan bertobat maka mereka akan dilaknat oleh Allah, malaikat dan seluruh umat manusia. (5)
        —————
      • QS. Al-Baqarah/2 : 177 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
        —————
        لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَـٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
        —————
        Sering dan banyak sekali manusia berbicara tentang kiblat seolah-olah kiblat itu sebagai satu-satunya kebaikan, padahal tidak demikian. Sekadar menghadapkan muka ke barat atau ke timur bukan merupakan pokok persoalan keagamaan atau kebajikan. Sumber kebajikan itu bermacam-macam, sebagian merupakan pokok-pokok kepercayaan (akidah) dan sebagian lagi induk kebajikan dan ibadah. Termasuk dalam kategori pertama, beriman pada Allah, pada hari kebangkitan, hari pengumpulan seluruh makhluk dan hari pembalasan. Beriman pada malaikat dan pada kitab-kitab suci yang diturunkan kepada para nabi dan beriman pada para nabi itu sendiri. Kedua, menafkahkan harta secara sukarela untuk para fakir dari kerabat terdekat, anak-anak yatim dan bagi siapa yang sangat membutuhkan juga para musafir yang kehabisan sebelum sampai di tempat tujuan, para peminta-minta dan mengeluarka harta demi memerdekakan budak. Ketiga, menjaga dan memelihara sembahyang. Keempat, menunaikan kewajiban zakat. Kelima, menepati janji pada diri sendiri dan hak milik. Keenam, bersabar atas segala cobaan yang menimpa diri dan harta atau termasuk bersabar di tengah medan perang mengusir musuh. Orang-orang yang menyatukan dalam diri mereka pokok-pokok kepercayaan (akidah) dan kebajikan, mereka adalah orang yang benar-benar beriman. Mereka itulah yang membentengi diri dari kufur dan moral yang rendah. (6)
        —————
      • QS. Al-Baqarah/2 : 210 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
        —————
        هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا أَن يَأْتِيَهُمُ اللَّـهُ فِي ظُلَلٍ مِّنَ الْغَمَامِ وَالْمَلَائِكَةُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَإِلَى اللَّـهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ
        —————
        Apakah berpalingnya mereka itu dari Islam karena masih menunggu kelonggaran untuk melihat Allah secara langsung di bawah naungan para malaikat-Nya? Allah telah memutuskan untuk tidak menuruti kemauan mereka itu. Dan semuanya berada dalam kekuasaan Allah, Dia berhak melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya. Karena Allah telah memutuskan untuk menolak angan-angan mereka, maka hal itu pasti akan terlaksana. (7)
        —————
      • QS. Al-Baqarah/2 : 248 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
        —————
        وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَن يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَىٰ وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
        —————
        Nabi mereka berkata, “Bukti kebenaran pemilihan Thâlût sebagai penguasa kalian ialah kembalinya peti tempat menyimpan Tawrât yang telah dirampas dari kalian. Peti itu dibawa oleh malaikat. Di situ terdapat sebagian peninggalan keluarga Mûsâ dan keluarga Hârûn yang datang setelahnya. Kembalinya peti tersebut membuat hati kalian tenang. Sesungguhnya itu semua mengandung bukti yang kuat bagi kalian untuk mengikuti dan rela menerimanya, jika kalian tunduk pada kebenaran dan meyakininya.” (8)
        —————
      • QS. Al-Baqarah/2 : 285 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
        —————
        آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّـهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
        —————
        Sesungguhnya apa yang diturunkan kepada Rasulullah, Muhammad, itu adalah kebenaran dari Allah. Ia telah mengimaninya. Begitu juga orang-orang Mukmin yang bersamanya. Mereka semuanya beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab, dan Rasul-rasul-Nya. Mereka menyamakan penghormatan dan keimanan kepada rasul-rasul Allah dengan mengatakan, “Kami tidak membeda-bedakan rasul-rasul-Nya, satu dengan yang lainnya.” Dan mereka menegaskan keimanan hati dengan ungkapan lisan seraya menengadah kepada Allah, “Ya Tuhan, kami dengar pesan-pesan-Mu dan kami ikuti, maka berikanlah kami ampunan, ya Allah. Hanya kepada-Mulah tempat kembali.” (9)
        —————
      • QS. Ali ‘Imran/3 : 18 (Juz 3,4; Sejumlah 200 Ayat)
        —————
        شَهِدَ اللَّـهُ أَنَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
        —————
        Melalui bukti-bukti dan tanda-tanda dalam alam raya yang tidak dapat dipungkiri lagi oleh orang yang berakal sehat, Allah menerangkan bahwa Dia Mahaesa, tak bersekutu, dan bahwa Dia mengatur urusan makhluk-Nya secara seimbang. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu mengakui dan meyakini hal itu. Demikian juga, Allah menjelaskan bahwa hanya Dialah yang memiliki sifat-sifat ketuhanan, yang tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun, dan yang meliputi segala sesuatu dengan kebijakan-Nya. (10)
        —————
      • QS. Ali ‘Imran/3 : 39 (Juz 3,4; Sejumlah 200 Ayat)
        —————
        فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّـهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللَّـهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِّنَ الصَّالِحِينَ
        —————
        Doa Zakariyyâ dikabulkan. Ketika sedang menghadapkan diri kepada Allah di tempat ibadahnya, ia diseru oleh malaikat, “Sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepadamu dengan memberikan anak bernama Yahyâ. Yahyâ percaya bahwa ‘Isâ akan lahir, dengan kalimat(1) Allah, di luar kebiasaan proses kelahiran. Yahyâ dijadikan panutan untuk kaumnya dengan ilmu dan kesalehannya, dan dijadikan tidak tertarik kepada nafsu, serta dijadikan sebagai salah seorang nabi yang saleh.” (1) Kalimat di sini adalah ungkapan “kun” (jadilah) yang diucapakan Allah saat menciptakan Nabi ‘Isâ. (11)
        —————
      • QS. Ali ‘Imran/3 : 42 (Juz 3,4; Sejumlah 200 Ayat)
        —————
        وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّـهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ
        —————
        Renungkan pula, wahai Nabi, ketika malaikat berucap kepada Maryam, “Hai Maryam, sesugguhnya Allah memilihmu untuk menjadi ibu bagi seorang nabi-Nya. Dia menyucikanmu dari segala noda dan memberikan kelebihan kepadamu, bukan kepada wanita-wanita lain di dunia, sebagai ibu ‘Isâ. (12)
        —————
      • QS. Ali ‘Imran/3 : 45 (Juz 3,4; Sejumlah 200 Ayat)
        —————
        إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّـهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ
        —————
        Renungkan juga, wahai Nabi, saat Allah memberi kabar gembira kepada Maryam dengan seorang bayi bernama ‘Isâ putra Maryam, yang diciptakan melalui kalimat-Nya, di luar kebiasaan proses kelahiran. Allah memposisikan ‘Isâ di dunia sebagai orang yang terhormat dengan menjadikannya sebagai nabi dan terbebas dari cela. Sedangkan di akhirat, dengan memasukkannya ke dalam kelompok nabi-nabi pilihan yang dekat kepada Allah, yaitu ulû al-‘azm. (13)
        —————
      • QS. Ali ‘Imran/3 : 80 (Juz 3,4; Sejumlah 200 Ayat)
        —————
        وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَن تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا أَيَأْمُرُكُم بِالْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ
        —————
        Seorang nabi juga tidak akan mungkin memerintah kalian untuk menjadikan malaikat atau nabi-nabi sebagai tuhan selain Allah. Sebab, hal itu termasuk kekufuran yang tidak mungkin diperintahkan kepada kalian setelah kalian berserah diri kepada Allah. (14)
        —————
      • QS.QS. Ali ‘Imran/3 : 87 (Juz 3,4; Sejumlah 200 Ayat)
        —————
        أُولَـٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللَّـهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
        —————
        Di hadapan Allah, mereka akan dibalas hukuman murka dan laknat-Nya, dan laknat semua malaikat dan manusia pilihan. (15)
        —————
      • QS. Ali ‘Imran/3 : 124 (Juz 3,4; Sejumlah 200 Ayat)
        —————
        إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَن يَكْفِيَكُمْ أَن يُمِدَّكُمْ رَبُّكُم بِثَلَاثَةِ آلَافٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُنزَلِينَ
        —————
        Dan datanglah kemenangan pada saat Rasulullah berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tidakkah cukup menenangkan hati kamu sekalian pertolongan Allah yang berupa pengiriman tiga ribu malaikat untuk menguatkan kamu sekalian?” (16)
        —————
      • QS. Ali ‘Imran/3 : 125 (Juz 3,4; Sejumlah 200 Ayat)
        —————
        بَلَىٰ إِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُم مِّن فَوْرِهِمْ هَـٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ
        —————
        Ya, cukup. Bahkan bila kalian sama-sama bertahan dalam peperangan dan istikamah dalam ketakwaan, kemudian musuh-musuh datang pada saat itu juga, niscaya Allah akan menambah bantuan-Nya menjadi lima ribu malaikat. (17)
        —————
      • QS. An-Nisa/4 : 97 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
        —————
        إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّـهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَـٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
        —————
        Seorang Muslim berkewajiban untuk hijrah ke wilayah Islam demi menghindari hidup dalam kehinaan. Kepada mereka yang tidak berhijrah, malaikat akan bertanya, “Dalam keadaan bagaimana kalian ini, hingga rela hidup tercela dan hina?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang tertindas di muka bumi dan orang-orang lain telah menghinakan kami.” Malaikat bertanya lagi, “Bukankah bumi Allah sangat luas sehingga kalian dapat berhijrah ke berbagai tempat dan tidak lagi hidup dalam keadaan hina dan tercela?” Orang-orang yang rela hidup dalam keadaan hina, sedangkan mereka mampu untuk berhijrah, tempat kembalinya adalah neraka Jahanam. Dan Jahanam adalah seburuk-buruk tempat kembali. Orang Muslim harus hidup mulia dan tidak terhina. (18)
        —————
      • QS. An-Nisa/4 : 136 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
        —————
        يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّـهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزَلَ مِن قَبْلُ وَمَن يَكْفُرْ بِاللَّـهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
        —————
        Risalah-risalah samawi pada hakikatnya adalah satu, karena yang mengutus para rasul hanya satu pula: Allah Swt. Maka tunduklah, wahai orang-orang yang beriman, kepada Allah dan ikhlaskan dirimu kepada-Nya. Percayalah kepada Nabi Muhammad dan apa yang dibawa dalam al-Qur’ân yang diturunkan kepadanya, dan laksanakanlah. Percayalah kepada kitab-kitab suci yang turun sebelumnya seperti saat diturunkan tanpa penyelewengan dan kealpaan. Barangsiapa yang ingkar kepada Allah, Sang Pencipta, malaikat, alam gaib, kitab-kitab Allah dan rasul-rasul-Nya, serta hari akhir, maka ia telah tersesat dari jalan yang benar dan berada dalam jalan kesesatan. (19)
        —————
      • QS. An-Nisa/4 : 166 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
        —————
        لَّـٰكِنِ اللَّـهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنزَلَ إِلَيْكَ أَنزَلَهُ بِعِلْمِهِ وَالْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُونَ وَكَفَىٰ بِاللَّـهِ شَهِيدًا
        —————
        Namun jika mereka tidak mau mengakui kebenaranmu, Allah akan tetap memberikan persaksian atas kebenaran al-Qur’ân yang diturunkan kepadamu. Dia menurunkannya sesuai dengan ilmu-Nya. Malaikat- malaikat pun menjadi saksi atas hal itu. Persaksian Allah sudah cukup bagimu, Muhammad, hingga kamu tidak memerlukan lagi persaksian yang lain. (20)
        —————
      • QS. An-Nisa/4 : 172 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
        —————
        لَّن يَسْتَنكِفَ الْمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبْدًا لِّلَّـهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ وَمَن يَسْتَنكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا
        —————
        ‘Isâ al-Masîh tidak akan sombong lalu enggan menjadi hamba Allah. Begitu juga malaikat-malaikat yang dekat kepada-Nya. Barangsiapa sombong dan enggan menyembah Allah, maka ia tidak akan lepas dari siksa-Nya pada hari ketika Dia mengumpulkan manusia untuk diperhitungkan amal perbuatannya. (21)
        —————
      • QS. Al-An’am/6 : 93 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
        —————
        وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّـهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَا أَنزَلَ اللَّـهُ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّـهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ
        —————
        Nabi tidak berbohong ketika mengatakan bahwa al-Qur’ân datang dari Allah. Tidak ada yang lebih lalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan tentang Allah, atau orang yang mengatakan, “Aku menerima wahyu dari Allah,” padahal tidak pernah menerima wahyu apa pun. Juga tidak ada yang lebih lalim daripada orang yang mengatakan, “Aku akan mendatangkan ucapan seperti wahyu yang diturunkan Allah.” Kalau engkau tahu keadaan orang-orang zalim–ketika menghadapi kekejaman maut–dan saat itu malaikat sedang mencabut nyawa dari tubuh mereka dengan amat keras dan kejamnya, engkau tentu akan melihat ketakutan yang luar biasa pada diri mereka. Saat itu dikatakan kepada mereka, “Hari ini dimulai pembalasan kalian dengan siksa yang menghinakan dan menyakitkan, sebagai balasan atas kebohongan yang kalian katakan tentang Allah, yang sama sekali tidak benar. Juga sebagai balasan atas kesombongan kalian untuk memikirkan dan merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah, baik yang berupa alam raya maupun yang berupa al-Qur’ân. (22)
        —————
      • QS. Al-An’am/6 : 111 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
        —————
        وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَىٰ وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَّا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّـهُ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ
        —————
        Orang-orang yang bersumpah bahwa jika datang suatu bukti mereka akan beriman, benar-benar bohong. Allah lebih tahu tentang keimanan mereka yang sebenarnya. Kalaupun Kami menurunkan malaikat yang dapat mereka lihat dengan mata kepala, kemudian mereka diajak bicara (mendengar pembicaraan) orang mati setelah dihidupkan kembali dan dikeluarkan dari kubur, serta Kami kumpulkan segala sesuatu yang menerangkan kebenaran, mereka tidak juga akan beriman kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, kebanyakan mereka tidak memahami dan tidak tunduk kepada kebenaran, karena hati mereka telah tertutup oleh perilaku jahiliah. (23)
        —————
      • QS. Al-An’am/6 : 158 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
        —————
        هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا أَن تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا قُلِ انتَظِرُوا إِنَّا مُنتَظِرُونَ
        —————
        Bukti atas keharusan beriman sudah jelas, tetapi mereka tetap saja tidak beriman. Apa gerangan yang mereka tunggu untuk mau beriman? Apakah mereka menunggu kedatangan malaikat sebagai pengganti rasul jenis manusia, atau sebagai saksi atas kebenaranmu? Atau, apakah mereka menunggu kedatangan Tuhan agar dapat melihat-Nya atau agar Dia menyaksikan kebenaranmu? Atau menunggu tanda-tanda Tuhanmu yang membuktikan kebenaranmu? Ketika tanda-tanda itu datang dan membuat mereka beriman, keimanan itu tidak berarti apa-apa bagi mereka, karena merupakan keimanan yang terpaksa. Sekarang tidak ada gunanya lagi pertobatan dan ketaatan orang yang berbuat maksiat. Fase penugasan kewajiban (taklîf) telah berakhir. Katakan kepada pembangkang-pembangkang yang mendustakan itu, “Tunggulah salah satu dari tiga hal di atas ini. Teruskan pendustaan kalian. Kami pun menunggu ketentuan hukum Allah tentang kalian.” (24)
        —————
      • QS. Al-A’raf/7 : 11 (Juz 8,9; Sejumlah 206 Ayat)
        —————
        وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ
        —————
        Di dalam kisah-kisah umat terdahulu terdapat banyak pelajaran dan nasihat dan di situ jelas bahwa setan selalu berusaha menghilangkan nikmat-nikmat dari kalian dengan membuat kalian lupa perintah Allah. Kami telah menciptakan bapak kalian, Adam, dan membentuknya dengan sempurna. Setelah itu Kami berfirman kepada malaikat, “Hormatilah ia!” Lalu mereka menghormatinya sebagai bukti ketaatan mereka kepada Tuhan. Semua menghormatinya kecuali Iblîs yang tidak taat. (25)
        —————
      •  QS. Al-Anfal/8 : 9 (Juz 9,10; Sejumlah 75 Ayat)
        —————
        إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ
        —————
        Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah–sementara kalian berebut dan mempersengketakan harta rampasan perang–saat kalian berbondong-bondong menghadap Allah memohon pertolongan karena kalian tidak mempunyai pilihan selain berperang. Lalu Allah memperkenankan doa itu dan mengirimkan bala bantuan berupa seribu malaikat yang datang secara berturut-turut. (1). (1) Pada saat pejuang-pejuang Mukmin tidak mempunyai pilihan lain selain berperang, mereka segera memohon kemenangan kepada Allah, lalu Allah memperkenankan doa mereka dan mengirimkan seribu malaikat secara berturut-turut. Artinya, saat itu mulai turun perintah mengirim satu pasukan yang diikuti dengan pengiriman pasukan-pasukan berikutnya, mirip dengan strategi pengiriman pasukan penguat pada taktik perang modern. Prinsip dasar peperangan modern menyatakan perlunya pengiriman pasukan secara berturut-turut untuk memudahkan proses penempatan setiap pasukan pada posnya masing-masing, tanpa harus terjadi kekosongan dan tanpa terjadi kepadatan. Di samping itu, tibanya pasukan penguat itu kepada pasukan inti akan dapat membangkitkan semangat juang dan jiwa patriotisme. Itulah yang diinginkan Allah. Pengiriman pasukan tentara itu hanya dimaksudkan untuk memberi kabar gembira, agar hati kalian menjadi tenang. Kemenangan hanya dan selalu datang dari Allah. (26)
        —————
      • QS. Al-Anfal/8 : 12 (Juz 9,10; Sejumlah 75 Ayat)
        —————
        إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ
        —————
        Wahai orang-orang yang beriman, ketahuilah bahwa Allah telah mewahyukan kepada para malaikat itu untuk membisikkan ke dalam hati kalian. Allah berfirman kepada malaikat, “Aku akan menyertai kalian untuk membantu dan memenangkan kalian. Kuatkanlah hati orang-orang yang beriman, tunduklah kepada kebenaran dan berjihadlah di jalan Allah. Kami akan menjadikan hati orang-orang musyrik itu dicekam rasa takut dan gentar menghadapi kalian. Tebaslah batang leher mereka dan potonglah jari tangan mereka yang membawa pedang.” (27)
        —————
      • QS. Al-Anfal/8 : 50 (Juz 9,10; Sejumlah 75 Ayat)
        —————
        وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ
        —————
        Andaikata dirimu, wahai Muhammad, menyaksikan pemandangan mengerikan pada saat malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir, kalian akan mendapatkan malaikat itu memukuli tubuh orang-orang kafir itu dari depan dan belakang, seraya berkata, “Rasakan siksa api neraka, akibat perbuatan kalian.” (28)
        —————
      • QS. Ar-Ra’d/13 : 13 (Juz 13; Sejumlah 43 Ayat)
        —————
        وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّـهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ
        —————
        Selain itu, tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa guruh pun tunduk dan patuh kepada Allah dengan sepenuhnya. Suara petir yang kalian dengar itu tak ubahnya sebagai tasbih yang telah menciptakannya, sebagai bukti kepatuhannya kepada Sang Pencipta. Demikian pula malaikat yang tidak dapat kalian lihat, mereka bertasbih pula memuji Allah Swt. Dialah yang menurunkan angin badai yang panas dan membakar, lalu menimpakannya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Namun, meskipun bukti-bukti tentang kemahakuasaan Allah begitu nyata dan jelas, mereka masih saja mendebat tentang hakikat Allah. Padahal, Allah Mahakuat dan siasat-Nya dalam membalas makar kepada musuh-musuh-Nya pun sungguh sangat tajam. (29)
        —————
      • QS. Ar-Ra’d/13 : 23 (Juz 13; Sejumlah 43 Ayat)
        —————
        جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ
        —————
        Akibat baik itu adalah tempat tinggal yang tak akan pernah berakhir di surga yang penuh kenikmatan. Di sana mereka tinggal bersama leluhur-leluhur mereka yang akidah dan perbuatannya benar. Di samping itu, mereka juga tinggal bersama istri dan anak cucu mereka. Dari segala penjuru, malaikat akan mendatangi dan memberi ucapan selamat kepada mereka. (30)
        —————
      • QS. Al-Hijr/15 : 7 (Juz 13,14; Sejumlah 99 Ayat)
        —————
        لَّوْ مَا تَأْتِينَا بِالْمَلَائِكَةِ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ
        —————
        Kukuhnya pembangkangan yang ada pada mereka–setelah cercaan dan pelecehan tadi–membuat mereka berkata, “Mengapa tidak kamu datangkan saja malaikat kepada kami sebagai ganti al-Qur’ân yang diturunkan itu untuk membuktikan bahwa kamu memang termasuk orang yang benar?” (31)
        —————
      • QS. Al-Hijr/15 : 8 (Juz 13,14; Sejumlah 99 Ayat)
        —————
        مَا نُنَزِّلُ الْمَلَائِكَةَ إِلَّا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوا إِذًا مُّنظَرِينَ
        —————
        Allah telah menjawab tuntutan mereka itu melalui firman-Nya yang suci, “Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan membawa kebenaran yang kuat dan jelas, yang tak mungkin dapat dipungkiri. Maka jika mereka tetap mengingkarinya, mereka tidak akan diberi kesempatan lagi. Bahkan mereka akan segera mendapatkan azab di dunia ini. (32)
        —————
      • QS. Al-Hijr/15 : 28 (Juz 13,14; Sejumlah 99 Ayat)
        —————
        وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ
        —————
        Renungkanlah, wahai Muhammad, asal penciptaan itu ketika Sang Pencipta, Tuhan alam semesta, berkata kepada malaikat, “Aku akan menciptakan manusia dari tanah kering yang dapat mengeluarkan bunyi ketika diketuk. Tanah itu dapat berubah-ubah warnanya. (33)
        —————
      • QS.
        ——————————
        (34)
        —————
      • QS.
        —————

      —————
      Kedekatan kode 112 dengan 101 juga bisa dilihat ketika 112 dibaca sebagai gabungan total makna tersirat QS. Hud/11 : 1 s/d 123 (Juz 11,12; Sejumlah 123 Ayat) =  11 + (1+2+3+…+123) + (11+12) + 123 = 11 + (7626) + (23) + 123 = 7783  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+7+8+3 = 25 = 2+5 = 7  |  Tiga angka terakhir = 257, dan Al-Baqarah/2 : 1 s/d 286 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat) = 2 + (1+2+3+…+286) + (1+2+3) + 286 = 2 + (41041) + (6) + 286 = 41335 | Angka hasil dijumlahkan = 4+1+3+3+5 = 16 = 1+6 = 7 | Tiga angka terakhir = 167. Digabungkan / dijumlahkan = 257 + 167 = 424  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+2+4 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101. Apakah ini hanya kebetulan saja?
      —————

  9. 112  |  Hukum Alloh
    —————-
    Jika 112 dipahami sebagai (Al-Fatihah/1 + Al-Fatihah/1) + (Al-Baqarah/2), maka kita bisa temukan di sini kode 189 (Muhammad / Hukum Alloh). Untuk lebih jelasnya berikut uraiannya:

    • Al-Fatihah/1 : 1 s/d 7 (Juz 1; Sejumlah 7 Ayat)
      —————
      Surah Al-Fatihah (Arab: الفاتح , al-Fātihah, “Pembukaan”) adalah surah pertama dalam al-Qur’an. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surah-surah yang ada dalam Al-Qur’an. Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran. Dinamakan Ummul Qur’an (أمّ القرءان; induk al-Quran) atau Ummul Kitab (أمّ الكتاب; induk Al-Kitab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab’ul matsaany (السبع المثاني; tujuh yang berulang-ulang) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam salat. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Fatihah)
      —————
      Makna Tersirat = 1 + (1+2+3+4+5+6+7) + 1 + 7 = 37  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+7 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101.
      —————
    • Al-Baqarah/2 : 1 s/d 286 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
      —————
      Surah Al-Baqarah (bahasa Arab: البقرة , al-Baqarah, bahasa Indonesia: “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur’an. Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74). Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Al-Qur’an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain. Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Baqarah)
      —————
      Makna Tersirat = 2 + (1+2+3+…+286) + (1+2+3) + 286 = 2 + (41041) + (6) + 286 = 41335  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+1+3+3+5 = 16 = 1+6 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167.
      —————
    • Total Makna Tersirat = (Al-Fatihah + Al-Fatihah) + (Al-Baqarah) =  (101+101) + (167) = (202) + (167) = 369  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+6+9 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = Muhammad / Hukum Alloh.
      —————
      Mengapa 189 saya sebut juga sebagai hukum Alloh? Ya. Sebab 189 adalah kode untuk Muhammad dan beliau adalah Rosul dengan mukjizat Al-Qur’an dari Alloh. Bukankah Al-Qur’an itu Hukum Alloh?

Alif Lam Ra’

Masih terkait dengan Tugas Utama Khalifah (112), menurut pendapat saya ada hal yang masih perlu kita selami lebih dalam yakni ayat yang berbunyi Alif-Lam-Ra’ (الر). Apa sebenarnya Alif-Lam-Ra’ itu? Para ahli / ulama tafsir seperti Muhammad Quraish Shihab, Jalalayn, juga yang lain tidak berani menafsirkan secara transparan. Apa lagi saya yang bodoh ini.

… Ajaran agama Sufi, yang berbeda dari Islam, dibentuk berdasarkan sebagian dari ayat-ayat Qur’an seperti Alif Laam Raa. Tiada seorangpun yang bisa menjawab makna kata-kata itu sampai sekarang. Golongan Sufi dari jaman awal Islam menggunakan ayat-ayat tak bermakna seperti itu dan menyatakan ada “makna terselubung” di balik ayat-ayat tersebut … (Sumber: http://percayapatal.blogspot.co.id/2010/09/makna-alif-lam-raa.html)

Tetapi apabila Alif-Lam-Ra’ boleh kita renung-fikirkan menggunakan angka dalam urutan huruf hijaiyah (lihat artikel Multi Tafsir Alif-Lam-Mim) dapat kita peroleh jawaban sebagai berikut:

  • A-BA-TA-TSA
    No. Huruf Urutan
    1 ا 1
    2 ل 23
    3 ر 10
    34
    6 7
    13
    4
    10  

    اللَّـهِ

    11
    1 2
    3

    Bagi yang meyakini bahwa ayat ini benar-benar datang dari ALLOH (1), hasil yang diperoleh tabel di atas dapat saya baca: “Alif-Lam-Ro’ adalah perintah untuk melaksanakan TIGA PULUH EMPAT (34) kali sujud terangkai dalam TUJUH BELAS (17) rekaat dengan penuh KEIMANAN (6) sesuai ajaran MUHAMMAD / HUKUM ALLOH (189) semata-mata karena ALLOH (1)”. Mengapa sesuai ajaran MUHAMMAD / HUKUM ALLOH (189)? Ya. Sebab makna tersirat di dalam lafadz Alloh yakni 101, 112, dan 123 seperti yang ditunjukkan tabel sebelumnya dan tabel ini jika dihitung menggunakan metode TOTAL 123 akan kita temukan kode 189 sebagai berikut:

    Makna Tersirat Lafadz Alloh Dalam
    Tiga Dua Satu
    1 101 1 1
    2 112 12 2
    3 123 23 3
    336 36
    12 36
    3 9 6
    18
    9

    Perhatikan pula jika tabel di atas diteruskan akan kita peroleh tiga kode yang tidak akan pernah berakhir yakni 189, 156, dan 123. Dimana 189 berasal dari 3+9+6 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189. Sedang 156 berasal dari 9+6 = 15 = 1+5 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156. Kemudian 123 berasal dari 9+3 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123. Dan pada kenyataannya ketiga kode ini jika kita satukan = 189 + 156 + 123 = 468  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+6+8 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir kembali lagi = 189 = MUHAMMAD / HUKUM TUHAN / KEABADIAN. Bahwa yang bisa dikatakan abadi itu hanyalah SANG MAHA PERKASA (9), pencipta – pemilik – penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1).
    —————
    Maka menurut saya, perilaku 3417 haruslah diorientasikan untuk mendapatkan 189, bukan yang lain. Inilah yang semestinya terus diingat dan dijaga jika kita ingin menetapi IMAN (6), ISLAM (5), dan IHSAN (1). Bukankah 3417 + 189 = 3606  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+6+0+6 = 15 = 1+5 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156? Apakah semua perhitungan ini hanya kebetulan saja?
    —————

  • ABAJADUN
    No. Huruf Urutan
    1 ا 1
    2 ل 12
    3 ر 20
    33
    6 6
    12
    3

    Ternyata hasil akhirnya sama persis dengan makna tersirat lafadz Adam dilihat dalam urutan huruf hijaiyah A-BA-TA-TSA seperti yang telah Saudaraku baca pada tabel perhitungan di atas yakni 123. Namun jika kita mengambil spirit empat angka terakhirnya (dibaca dari bawah) dapat kita peroleh kode 3216. Kode ini juga bisa dikatakan sebagai karakter KEABADIAN. Mengapa? Sebab jika angka-angkanya dijumlahkan = 3+2+1+6 = 12 = 3  |  Empat angka terakhir (baca dari belakang) = 3216. Yang menarik dari kode ini bahwa jika kita kaitkan dengan QS. As-Sadja/32 : 16 (Juz 21; Sejumlah 30 Ayat) dapat kita temukan lagi makna tersirat 189 sebagai berikut:
    —————
    تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
    —————

    • Lambung mereka selalu jauh dari tempat tidur untuk berdoa kepada Allah, dengan rasa takut dari murka-Nya dan mengharapkan kasih sayang-Nya. Mereka pun selalu menafkahkan harta yang Kami karuniakan di jalan kebaikan. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
    • (Lambung mereka jauh) diri mereka jauh (dari tempat tidurnya) dari tempat pembaringannya disebabkan mereka selalu melakukan salat tahajud di malam hari (sedangkan mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut) akan azab-Nya (dan penuh harap) akan rahmat-Nya (dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka) yaitu menyedekahkannya. (Tafsir Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat = 32 + 16 + 21 + 30 = 99  |  Angka hasil dijumlahkan = 9+9 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = MUHAMMAD / HUKUM ALLOH / KEABADIAN. Di dalam tabel kode ini juga bisa dengan mudah kita dapatkan dengan meneruskan perhitungannya yakni (3+6) + (3+6) = (9) + (9) = 18 = 9. Apakah ini hanya kebetulan saja?
      —————

Kode 6321 QS. Al-An’am

(Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

Surah Al-An’am (bahasa Arab:الانعام, al-An’ām, “Binatang Ternak”) adalah surah ke-6 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah. Dinamakan Al-An’am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka. Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut. Dalam surah al-An’am ini, terdapat do’a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara. Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah. Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-An’am)

  • QS. Al-An’am/6 : 1 s/d 3 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
    1. الْحَمْدُ لِلَّـهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ
      —————
      Pujian dan penghormatan bagi Allah yang menciptakan langit, bumi, kegelapan dan cahaya demi kemaslahatan manusia dengan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya. Namun, dengan nikmat yang besar seperti itu, ternyata orang-orang kafir tetap menyekutukan Allah dalam beribadah.
      —————
    2. هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُّسَمًّى عِندَهُ ۖ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ
      —————
      Dialah yang mula-mula menciptakan kalian dari tanah,(1) lalu menetapkan bagi kehidupan tiap orang di antara kalian suatu umur tertentu. Hanya wewenang Dia juga penentuan waktu pembangkitan dari kubur. Kemudian kalian, wahai orang-orang kafir, setelah itu memperdebatkan kemampuan Allah dalam pembangkitan, dan keberhakan-Nya untuk disembah. (1) Maksud ayat ini bisa dipahami bahwa penciptaan Adam a. s., bapak manusia, adalah dari tanah seperti yang tersebut dalam ayat- ayat lain, juga bahwa badan manusia terdiri atas semua unsur yang dipunyai oleh tanah. Tetapi, berkat kekuasaan-Nya, dari unsur- unsur itu Allah menciptakan suatu kehidupan sehingga terwujudlah manusia yang sempurna.
      —————
    3. وَهُوَ اللَّـهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ
      —————
      Hanya Dia sendirilah yang berhak disembah di langit dan di bumi. Dia mengetahui segala sesuatu yang kalian sembunyikan dan kalian perlihatkan serta mengetahui apa-apa yang kalian kerjakan dan akan membalas kalian atas hal itu.
      —————
      Makna Tersirat = 6 + (1+2+3) + (7+8) + 165 = 192  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+9+2 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123.
      —————
  • QS. Al-An’am/6 : 123 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
    —————-
    وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
    —————-
    Jangan heran, wahai Muhammad, kalau engkau melihat pembesar pelaku kejahatan di Makkah menyusun siasat makar. Sebab, setiap kota besar pun demikian juga. Para pembesar pelaku kejahatan melakukan siasat makar. Akibat perbuatan itu akan kembali kepada mereka sendiri dan mereka tidak menyadari itu semua.
    —————-
    Makna Tersirat = 6 + 123 + (7+8) + 165 = 309  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+0+9 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123.
    —————-
  • QS. Al-An’am/6 : 132 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
    —————-
    وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِّمَّا عَمِلُوا ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
    —————-
    Masing-masing orang yang berbuat baik dan buruk ada tingkatan-tingkatan balasannya. Yang berbuat baik akan dibalas kebaikan dan yang berbuat buruk akan dibalas dengan keburukan pula. Allah adalah Pencipta dan Penentu kadar sesuatu, tidak akan lengah dengan apa yang mereka kerjakan. Pekerjaan mereka ada dalam buku yang mencatat semua yang kecil dan yang besar.
    —————-
    Makna Tersirat = 6 + 123 + (7+8) + 165 = 318  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+1+8 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123.
    —————-
  • Total Makna Tersirat = 123 + 123 + 123 = 369  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+6+9 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = MUHAMMAD / HUKUM ALLOH / KEABADIAN. Apakah yang ini juga Saudaraku anggap hanya kebetulan saja?

Apakah Iblis dan Malaikat juga Khalifah?

Saya tidak bisa menjawab. Tetapi jika keterkaitan kode 729 (Jin) dan 123 (Adam) seperti yang telah disebutkan di atas ada benarnya, sangat mungkin sekali bahwa Iblis dalam arti Jin pernah menjadi khalifah yang kemudian digantikan oleh Adam beserta anak-cucunya. Sedangkan Malaikat jika kita lihat dalam kode acak Adam (231) menurut firman Alloh sangat jelas bukanlah khalifah. Kode 231 ini terkait dengan QS. Al-Baqarah/2 : 31 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat) sebagai berikut:

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَـٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

Setelah menciptakan Adam, lalu mengajarkannya nama dan karakteristik benda agar ia dapat hidup dan mengambil manfaat dari alam, Allah memperlihatkan benda-benda itu kepada malaikat.”Sebutkanlah kepada-Ku nama dan karakteristik benda-benda ini, jika kalian beranggapan bahwa kalian lebih berhak atas kekhalifahan, dan tidak ada yang lebih baik dari kalian karena ketaatan dan ibadah kalian itu memang benar,” firman Allah kepada malaikat. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)

Makna Tersirat = 2 + 31 + (1+2+3) + 286 = 325  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+2+5 = 10 = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = Malaikat. Adalah makhluk yang senantiasa berserah diri bahwa HIDUP (1) dan MATINYA (0) hanya untuk ALLOH (1).

Hanya saja jika kita lihat pada makna tersirat yang ada dalam lafadz Alloh seperti yang telah kita tabelkan di atas apabila 123 dibaca sebagai Adam, 101 dibaca sebagai Malaikat, dan 112 dibaca sebagai Iblis maka sangat jelas bahwa mereka adalah 3 dalam 1 yang tidak bisa dipisahkan. Jadi saya bisa mengatakan bahwa mereka adalah khalifah. Atau dalam bahasa yang lebih lazim kita bisa mengatakan bahwa Malaikat dan Iblis akan selalu menyertai anak Adam dalam menjalani tugas kekhalifahannya.

Sekarang kita akan coba cermati lebih detil: “Benarkah pengkodean Malaikat (101), Iblis (112) dan Adam (123) dilihat dari huruf pembentuknya dan pengulangan kata dalam Al-Qur’an?” Karena Adam itu manusia, dalam perenungan kali ini kita akan menyebutnya sebagai An-Naas (123).

  1. Malaikat (ملائكة)
    • Lafadz
      No. Huruf Urutan
      1 م 24
      2 ل 23
      3 ا 1
      4 ء 1
      5 ك 22
      6 ة 3
      74
      21 11
      3 2
      5
    • Pengulangan Kata
      Malaikat (ملائكة) dalam Al-Qur’an diulang 73 kali dalam 73 ayat. Jika dari kedua kode ini kita renung-fikirkan dengan menggunakan spirit plus-minus dapat kita uraikan sebagai berikut:

      • Tambah = 73 + 73 = 146  = 1+4+6 = 11 = 1+1 = 2  |  112;
      • Kurang = 73 – 73 = 0  |  730;
      • Kali = 73 x 73 = 5329 = 5+3+2+9 = 19 = 1+9 = 10 = 1+0 = 1 |  101;
      • Bagi = 73 : 73 =  1 |  731;
        —————
        Total = 112 + 730 + 101 + 731 = 1674 = 1+6+7+4 = 18 = 1+8 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189.
    • Lafadz + Pengulangan Kata
      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Lafadz 325 25 5
      Pengulangan Kata 189 89 7
      514
      10 114 12
      1 6 3
      10
      1
  2. Iblis (ابليس)
    • Lafadz

      No. Huruf Urutan
      1 ا 1
      2 ب 2
      3 ل 23
      4 ي 28
      5 س 12
      66
      15 12
      6 3
      9
    • Pengulangan Kata
      Iblis (ابليس) dalam Al-Qur’an diulang 11 kali dalam 11 ayat. Jika dari kedua kode ini kita renung-fikirkan dengan menggunakan spirit plus-minus dapat kita uraikan sebagai berikut:

      • Tambah = 11 + 11 = 22  = 2+2 = 4  |  224;
      • Kurang = 11 – 11 = 0  |  110;
      • Kali = 11 x 11 = 121 = 1+2+1 = 4 |  214;
      • Bagi = 11 : 11 =  1 |  111;
        —————
        Total = 224 + 110 + 214 + 111 = 659 = 6+5+9 = 20 = 2+0 = 2  |  Tiga angka terakhir = 202.
    • Lafadz + Pengulangan Kata

      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Lafadz 639 39 9
      Pengulangan Kata 202 02 2
      841
      13 41 11
      4 5 2
      11
      2
  3. An-Naas (الناس)
    • Lafadz
      No. Huruf Urutan
      1 ا 1
      2 ل 23
      3 ن 25
      4 ا 1
      5 س 12
      15 62
      6 8
      14
      5
    • Pengulangan Kata
      An-Naas (الناس) dalam Al-Qur’an diulang 190 kali dalam 179 ayat. Jika dari kedua kode ini kita renung-fikirkan dengan menggunakan spirit plus-minus dapat kita uraikan sebagai berikut:

      • Tambah = 190 + 179 = 369  = 3+6+9 = 18 = 1+8 = 9  |  189;
      • Kurang = 190 – 179 = 11 = 1+1 = 2  |  112;
      • Kali = 190 x 179 = 34010 = 3+4+0+1+0 = 8 |  108;
      • Bagi = 190 : 179 =  1,06145251397 = 1+0+6+1+4+5+2+5+1+3+9+7 = 44 = 4+4 = 8  |  448;
        —————
        Total = 189 + 112 + 108 + 448 = 857 = 8+5+7 = 20 = 2+0 = 2  |  Tiga angka terakhir = 202.
    • Lafadz + Pengulangan Kata
      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Lafadz 145 45 5
      Pengulangan Kata 202 02 2
      347 47
      14 11
      5 2 7
      14
      5

    Melalui perenungan ini ternyata kode Malaikat (101) dan Iblis (112) cukup jelas nampak pada perhitungan Lafadz + Pengulangan Kata melalui metode TOTAL 123. Sedang untuk kode Manusia (123) tidak ditemukan, malah kita diberi peringatan lewat kode 145 hingga tiga kali yakni sekali di perhitungan Lafadz dan dua kali di perhitungan Lafadz + Pengulangan Kata.
    —————
    Kode 145 itu sama persis dengan makna tersirat pengulangan kata Ibrahim melalui perhitungan plus-minus seperti yang telah Saudaraku baca pada uraian di atas. Oleh karena itu kode 123 bisa kita peroleh melalui QS. Ibrahim/14 : 5 (Juz 13; Sejumlah 52 Ayat) sebagai berikut:
    —————
    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُم بِأَيَّامِ اللَّـهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
    —————
    Sungguh, Kami telah mengutus Mûsâ dengan diperkuat oleh sejumlah mukjizat. Kami katakan kepadanya, “Keluarkan kaummu (Banû Isrâ’îl), dari gelapnya kekafiran dan kebodohan menuju terangnya cahaya keimanan dan ilmu pengetahuan! Ingatkan mereka akan kejadian dan bencana yang ditimpakan oleh Allah kepada bangsa-bangsa sebelum mereka! Dalam peringatan itu terdapat bukti-bukti kuat tentang keesaan Allah yang bisa mengajak kepada keimanan orang-orang yang selalu tabah menghadapi cobaan dan selalu bersyukur atas segala nikmat. Itulah sifat orang Mukmin. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 14 + 5 + 13 + 52 = 84  |  Angka hasil dijumlahkan = 8+4 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = Adam / Manusia. Pada artikel-artikel sebelumnya saya bahasakan kode ini sebagai KETUHANAN (godlinnes) = Bahwa tugas manusia adalah senantiasa mencari ILMU (3) agar bisa MENGHAMBA / PATUH / SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1) dengan penuh KEIMANAN (6). Bukankah 3+2+1 = 6? 
    —————

Di samping itu, perlu kiranya manusia yang sempurna akalnya memperhatikan pula kode 202 dalam dirinya. Kode ini ada dalam pengulangan kata Iblis (ابليس) melalui perhitungan dengan menggunakan spirit plus-minus terlihat pada perhitungan di atas. Kode ini juga ada dalam:

  • Pengulangan kata An-Naas (الناس) menggunakan spirit plus-minus terlihat jelas pada perhitungan di atas;
  • Pengulangan kata Muhammad (محمد) menggunakan spirit plus-minus seperti yang sudah Saudaraku baca pada uraian di atas;
  • 4 x 5 jari tangan dan kaki setiap manusia = 20 = 2+0 = 2  |  Tiga angka terakhir = 202 =  PANDAI BERSYUKUR / PENYABAR & TAWAKKAL (clever grateful / human patient and trust). Hanya mereka yang senantiasa SUJUD (2) dan selalu SUJUD (2) disertai perilaku TIRAKAT / SYUKUR / IKHLAS / SABAR & TAWAKKAL (0) yang paling layak menyandang predikat sebagai MANUSIA SEJATI. Apakah ini semua hanya kebetulan saja? 

Jika kode Iblis (202) ada dalam An-Naas, ada dalam Muhammad, dan atau ada dalam setiap diri manusia. Kode Malaikat manakah yang ada dalam diri manusia? Jawabnya ada pada 3 kali pengulangan kode 145 pada perhitungan An-Naas yang dapat kita perluas menggunakan metode TOTAL 123 sebagai berikut:

Makna Tersirat Kata An-Naas Dalam
Tiga Dua Satu
Lafadz 145 45 5
Lafadz + Pengulangan Kata 145 45 5
Lafadz + Pengulangan Kata 145 45 5
435
12 135 15
3 9 6
18
9

Ternyata kode Malaikat yang ada dalam diri manusia adalah 189 atau sama dengan total makna tersirat pengulangan kata Malaikat (ملائكة) menggunakan spirit plus-minus. Sampai di sini apabila semua perenungan yang kita lakukan ada benarnya maka pembahasan tentang khalifah menjadi semakin terang / jelas. Kode Adam dan anak cucunya sebagai khalifah mengalami pergeseran sehingga kita bisa mengatakan sebagai berikut:

Adam Dalam
Tiga Dua Satu
Malaikat 189 89 9
Iblis 202 02 2
An-Naas 145 45 5
536 136
14 10 16
5 1 7
13
4

Khalifah adalah Adam beserta anak-cucunya. Mereka adalah Manusia / An-Naas (145) yang dalam menjalani kekhalifahannya selalu disertai Malaikat (189) dan Iblis (202). Mereka harus bisa memahami :

  1. 134  |  Hakikat Problematika Hidup (the problematic nature of life)
    —————
    Bahwa setiap PROBLEMATIKA (4) dalam kehidupan ini sesungguhnya merupakan perwujudan ILMU (3) ALLOH (1). Jika ini dikaitkan dengan pengelompokkan khalifah dalam 145, 134, dan 101 maka mereka harus bisa memahami:

    • 145  |  Hakikat Benar dan Salah (he nature of right and wrong). Bahwa sesungguyhnya BENAR (5) dan SALAH (4) itu tetaplah menjadi milik dan rahasia ALLOH (1) semata.  Jika ini dikaitkan dengan salah satu Wasiat dan Ajaran Syekh Amongraga berbunyi: “Membenarkan ilmu dan laku orang yang salah” (lihat artikel JARI JEMARI TUHAN). Atau dalam bahasa yang lazim: “Tidak gampang menyalahkan orang lain”. Manusia / makhluk itu memang lemah dan rentan berbuat salah, karena itu tidak perlu kita olok-olok. Yang perlu kita lakukan dapat dilihat pada QS. Al-An’am/6 : 79 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
      —————
      Setelah mengetahui kelemahan makhluk-makhluk itu, ia menghadap Pencipta dan mengatakan, “Sungguh aku mengarahkan tujuanku hanya kepada penyembahan Allah semata, yang menciptakan langit dan bumi, dengan mengesampingkan semua yang bukan jalan-Nya. Setelah bukti-bukti keesaan yang aku lihat itu, aku tidak termasuk dalam orang-orang yang rela untuk menjadi musyrik.” (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
    • 101  |  Berserah Diri (trust in God). Menyerahkan sepenuhnya urusan HIDUP (1) dan MATI (0) hanya kepada ALLOH (1). Dapat kita kaitkan QS. Al-An’am/6 : 162 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
      —————
      Katakanlah, “Sesungguhnya salatku, seluruh ibadahku, ketaatanku selama hidup, iman dan amal saleh yang akan aku bawa mati, semuanya murni hanya untuk Allah yang telah menciptakan semua makhluk. Hanya Allah yang pantas disembah dan ditaati. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
    • Makna Tersirat Ayat = 6 + (79+162) + (7+8) + 165 = 427  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+2+7 = 13 = 1+3 = 4  |  Tiga angka terakhir = 134. Jika kita ambil empat angka terakhirnya = 7134 = SHOLAT WAJIB LIMA WAKTU (the obligatory prayers five times a day). Dan jika kita ambil sembilan angka terakhirnya = 165427134 = Bahwa sesungguhnya setiap PROBLEMATIKA (4) kehidupan itu bisa diselesaikan melalui TIGA PULUH EMPAT (34) kali SUJUD (2) terangkai dalam TUJUH BELAS (17) rekaat LIMA (5) waktu dengan penuh KEYAKINAN (6) semata-mata karena ALLOH (1).
      —————
      Karena itu, jika dengan SHOLAT problematika hidup belum terselesaikan maka sholatnya perlu dipertanyakan, kualitas sholat perlu terus-menerus diperbaiki. Apabila ini kita lakukan, hampir tidak ada waktu bagi kita untuk menyalahkan orang lain. Jika masih saja menyalahkan orang lain sekali pun kita tahu bahwa meraka salah, itu artinya sholat kita belum benar.

      Makna Tersirat Angka Terakhir
      Tiga Empat Sembilan
      QS. Al-An’am / 6 : 79 dan 162 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat) 134 7134 165427134
      15 33
      8 6 6
      20
      2

      Bahwa ibadah SHOLAT atau SUJUD (2) dan selalu SUJUD (2) itu harus dibarengi dengan perilaku TIRAKAT / PUASA / SYUKUR / IKHLAS / SABAR & TAWAKKAL (0). Demikian itulah sebagian cara untuk memperbaiki kualitas sholat bagi mereka yang bertanya. Sedangkan sisanya kita pasrahkan sepenuhnya kepada kehendak Alloh. Ingat, kode 202 jika dikaitkan dengan QS. Taha/20 : 2 (Juz 16; Sejumlah 135 Ayat) memiliki makna tersirat = 20 + 2 + 16 + 135 = 173  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+7+3 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS.
      —————
      Atau jika 112 dibaca sebagai Iblis, bodoh sekali apabila kita menyalahkannya sebab Iblis itu bagian dari diri kita yang tidak bisa dipisahkan. Maka yang perlu kita lakukan adalah berserah diri pada pemiliknya melalui kode Iblis yang lain yakni 202
      —————
      Saudaraku, kode 112 juga bisa kita temukan dalam struktur bilangan TIGA EMPAT SEMBILAN (349) terkait QS. Saba’/34 : 9 (Juz 22; Sejumlah 54 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      أَفَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ إِن نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِّنَ السَّمَاءِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيبٍ
      —————
      Apakah pandangan mereka buta dan tidak memperhatikan apa yang ada di langit dan di bumi, di dapan dan di belakang mereka agar dapat melihat dengan jelas kekuasaan Kami untuk berbuat segala sesuatu? Jika Kami berkehendak, Kami dapat saja memerintahkan bumi untuk menelan mereka. Kami sanggup menjatuhkan langit di atas kepala mereka. Apa yang telah Kami terangkan merupakan bukti nyata bagi orang yang mau kembali kepada Tuhan dalam setiap urusan. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 34 + 9 + 22 + 54 = 119  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+1+9 = 11 = 1+1 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS. Sedangkan apabila 349 langsung dijumlahkan = 3+4+9 = 16 = 1+6 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167.
      —————

  2. 167  |  Kesempurnaan Penciptaan Alam Semesta (perfection of creation of the universe)
    —————
    Meyakini bahwa ALLOH (1) telah menyempurnaan penciptaan TUJUH (7) langit dan bumi alam semesta ini dalam ENAM (6) masa. Keyakinan ini harus dibuktikan melalui perilaku senantiasa MENGINGAT / DZIKR (7) pada SANG PENCIPTA (1) penuh KEIMANAN (6).
    —————
  3. 189  |

Catatan:

Artikel ini masih dalam proses perenungan dan pencarian sumber pendukung. Jika saja Alloh masih berkehendak, ingin rasanya bisa segera menyelesaikannya.

  • Ayat-ayat Terkait Kata Khalifah
    • Khalifah (2)
      1. QS. Al-Baqarah/2 : 30 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat)
        —————
        وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
        —————
        Allah Swt. telah menerangkan bahwa Dialah yang menghidupkan manusia dan menempatkannya di bumi. Lalu Dia menerangkan asal penciptaan manusia dan apa-apa yang diberikan kepadanya berupa pengetahuan tentang berbagai hal. Maka ingatlah, hai Muhammad, nikmat lain dari Tuhanmu yang diberikan kepada manusia. Nikmat itu adalah firman Allah kepada malaikat-Nya, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan makhluk yang akan Aku tempatkan di bumi sebagai penguasa. Ia adalah Adam beserta anak- cucunya. Allah menjadikan mereka sebagai khalifah untuk membangun bumi.” Dan ingatlah perkataan malaikat, “Apakah Engkau hendak menciptakan orang yang menumpahkan darah dengan permusuhan dan pembunuhan akibat nafsu yang merupakan tabiatnya? Padahal, kami selalu menyucikan-Mu dari apa-apa yang tidak sesuai dengan keagungan-Mu, dan juga selalu berzikir dan mengagungkan-Mu.” Tuhan menjawab, “Sesungguhnya Aku mengetahui maslahat yang tidak kalian ketahui.” (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
        —————
      2. QS. Shad/38 : 26 (Juz 23; Sejumlah 88 Ayat)
        —————
        يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّـهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّـهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
        —————
        Allah memberikan wahyu kepadanya dengan berfirman, “Hai Dâwûd, sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu sebagai khalifah Kami di muka bumi. Oleh karena itu, berilah keputusan di antara manusia sesuai dengan syariat Kami. Jangan mengikuti hawa nafsu dalam mengambil keputusan sehingga kamu keluar dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang keluar dari jalan Allah dengan mengikuti hawa nafsu akan mendapat azab yang pedih, karena lalai akan hari pembalasan. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
        —————
    • Khalaif (4)
      1. QS. Al-An’am/6 : 165 (Juz 7,8; Sejumlah 165 Ayat)
        —————
        وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
        —————
        Allahlah yang menjadikan kalian sebagai pengganti umat-umat yang lalu dalam mengembangkan alam. Dia meninggikan derajat kesempurnaan materi dan maknawi sebagian kalian di atas yang lain, karena menempuh sebab-sebabnya? Itu semua agar Dia menguji kalian atas nikmat yang telah dikaruniakan-Nya, apakah kalian bersyukur atau tidak. Juga atas hukum-hukum syariat, apakah kalian laksanakan atau tidak. Allah Mahacepat hukumannya terhadap orang-orang yang melanggar. Sebab, hukuman-Nya pasti akan datang. Segala yang akan datang adalah dekat. Sesungguhnya ampunan-Nya terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang yang bertobat dan berbuat baik sangat besar. Kasih sayang-Nya kepada mereka amat luas. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
        —————
      2. QS. Yunus/10 : 14 (Juz 11; Sejumlah 109 Ayat)
        —————
        ثُمَّ جَعَلْنَاكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ مِن بَعْدِهِمْ لِنَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ
        —————
        Kemudian Kami menjadikan kalian, wahai umat Muhammad, sebagai khalifah di bumi yang membangunnya setelah orang-orang terdahulu itu, untuk menguji kalian dan menampakkan pada kalian apa yang akan kalian pilih untuk diri kalian–ketaatan ataukah kedurhakaan–setelah kalian mengetahui apa yang terjadi atas orang-orang sebelum kalian. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
        —————
      3. QS. Yunus/10 : 73 (Juz 11; Sejumlah 109 Ayat)
        —————
        فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَاهُ وَمَن مَّعَهُ فِي الْفُلْكِ وَجَعَلْنَاهُمْ خَلَائِفَ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنذَرِينَ
        —————
        Meskipun Nûh telah mncurahkan segala daya dan upaya untuk memberi petunjuk, mereka tetap bersikeras mendustakan dan memusuhinya. Maka Allah menyelamatkannya bersama orang-orang beriman yang menyertainya dalam sebuah bahtera. Kami jadikan mereka sebagai pembangun bumi setelah kemusnahan orang-orang kafir yang dihancurkan topan. Maka renungkanlah, wahai Muhammad, betapa buruknya akhir perjalanan orang-orang yang meremehkan peringatan. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
        —————
      4. QS. Fatir/35 : 39 (Juz 22; Sejumlah 45 Ayat)
        —————
        هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ فَمَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا
        —————
        Allahlah yang menjadikan sebagian kalian mewarisi yang lain untuk membangun dan mengolah bumi. Dari itu, Dia berhak mendapatkan rasa syukur, bukannya kekufuran. Maka barangsiapa yang mengingkari Allah, dia akan mendapatkan dosa akibat kekufurannya. Di sisi Allah, sikap kufur mereka itu tidak menghasilkan apa-apa kecuali semakin bertambahnya murka Allah. Kekufuran mereka itu hanya menghasilkan kerugian yang besar. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
        —————
    • Khulafa’ (3)
      1. QS. Al-A’raf/7 : 69 (Juz 8,9; Sejumlah 206 Ayat)
        —————
        أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِن بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّـهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
        —————
        Kemudian Hûd berkata kepada mereka, “Apakah kalian heran dan merasa aneh dengan kedatangan peringatan berupa kebenaran melalui salah seorang di antara kalian yang mengingatkan akibat buruk dari perbuatan kalian? Tidak ada yang perlu diherankan!” Lalu Hûd menunjukkan musibah yang diderita orang-orang terdahulu yang mendustakan dan mengingatkan nikmat Allah kepada mereka dengan berkata, “Ingatlah ketika Tuhan menjadikan kalian pewaris negeri setelah kaum Nûh yang dihancurkan oleh Allah karena mendustakan Nûh. Dia telah memberikan kalian kekuatan fisik dan kekuasaan yang tangguh. Itulah nikmat yang semestinya harus membuat kalian beriman. Maka ingatlah nikmat-nikmat tersebut agar kalian beruntung.” (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
        —————
      2. QS. Al-A’raf/7 : 74 (Juz 8,9; Sejumlah 206 Ayat)
        —————
        وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِن بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّـهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
        —————
        Ingatlah ketika Allah menjadikan kalian pewaris-pewaris negeri ‘Ad. Dia menurunkan kalian di sebuah negeri sebagai tempat tinggal yang indah. Tanah-tanahnya yang datar kalian jadikan istana-istana yang megah. Gunung-gunungnya kalian pahat untuk dijadikan rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah ketika Dia menempatkan kalian di negeri seperti itu. Janganlah kalian berlaku semena-mena di muka bumi ini dengan menjadi perusak. (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)
        —————
      3. QS. An-Naml/27 : 62 (Juz 19,20; Sejumlah 93 Ayat)
        —————
        أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَـٰهٌ مَّعَ اللَّـهِ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ
        —————
        Tanyakan pula kepada mereka, wahai Muahammad, “Siapakah yang mengabulkan permohonan orang yang berdoa dalam keadaan kritis, dalam kesulitan luar biasa, lalu berlari mencari perlindungan dengan merendahkan diri dan khusyuk? Siapakah pula yang menolong manusia dari keburukan yang menimpanya? Siapakah yang mengangkat kalian sebagai khalifah di muka bumi sebagai pengganti orang-orang terdahulu? Tidak ada tuhan lain yang menyertai Allah sebagai pemberi karunia dan nikmat-nikmat itu. Akan tetapi kalian, wahai orang-orang kafir, sedikit sekali mengambil pelajaran.” (Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)

—————

  • Total Makna Tersirat Ayat Terkait Kata Khalifah
    No. Nama Surat Surat Ayat Juz Jml. Ayat Total
    1 Al-Baqarah 2 30 1 2 3 286 324
    2 Shaad 38 26 23 88 175
    3 Al-An’am 6 165 7 8 165 351
    4 Yunus 10 14 11 109 144
    5 Yunus 10 73 11 109 203
    6 Fatir 35 39 22 45 141
    7 Al-A’raf 7 69 8 9 206 299
    8 Al-A’raf 7 74 8 9 206 304
    9 An-Naml 27 62 19 20 93 221
    2162
    45 11
    9 2
    11
    2
  • Validasi Pengelompokkan Khalifah
    —————
    Terhadap pengelompokkan khalifah ke dalam kode 145, 134, dan 101 saya rasa perlu dilakukan validasi terhadap kebenarannya. Menurut saya jika pengelompokkan tersebut benar maka penggabungan ketiga kode tersebut melalui metode yang sama (TOTAL 123) harus bisa mengembalikan ke kode dasar khalifah (324). Berikut adalah uraiannya:

    Kelompok Dalam
    Tiga Dua Satu
    I 145 45 5
    II 134 34 4
    III 101 1 1
    380 80
    11 10
    2 8 1
    11
    2

    Sampai perhitungan ini ternyata belum bisa mengembalikan ke kode dasarnya (324), tetapi sudah bisa mengembalikan kepada makna tersirat total ayat terkait kata khalifah yakni 112. Hal ini seakan memberitahu kita ada signal untuk bisa menemukan / mengembalikanya. Sekarang kita coba mengaitkan surat-surat yang menghasilkan 112 sebagai berikut:

     

    No.

     

    Nama Surat

     

    Surat

     

    Ayat

     

    Juz

     

    Jml. Ayat

    Total
    Tiga Dua Satu
    1 Al-Qasas 28 Semua 20 88 112 12 2
    2 As-Saffat 37 Semua 23 182 112 12 2
    3 At-Tagabun 64 Semua 28 18 112 12 2
    4 Al-Insan 76 Semua 29 31 112 12 2
    5 Abasa 80 Semua 30 42 112 12 2
    6 Al-A’la 87 Semua 30 19 112 12 2
    7 Al-Fajr 89 Semua 30 30 112 12 2
    8 Al-‘Alaq 96 Semua 30 19 112 12 2
    9 Az-Zalzalah 99 Semua 30 8 112 12 2
    10 Al-Fil 105 Semua 30 5 112 12 2
    55  

    Total

    1120 120 20
    10 4 3 2
    1 9
    10
    1
    بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

    Terbukti sudah bahwa pengelompokkan khalifah ke dalam kode 145, 134, dan 110 (dalam cara pandang saya) adalah valid nampak melalui total surat dengan makna tersirat 112 pada tabel di atas dapat kita temukan kembali kode dasar khalifah (324).
    —————

  • Ketika 324 Diteruskan
    —————
    Jika 324 diteruskan (angka-angkanya dijumlahkan) tentu hasilnya = 9, dan jika ini kita gabungkan = 3249. Kode ini menurut saya sangat erat kaitannya dengan QS. As-Sadja (Tafsir Muhammad Quraish Shihab) sebagai berikut:

    • QS. As-Sadja/32 : 4 (Juz 21; Sejumlah 30 Ayat)
      —————
      اللَّـهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُم مِّن دُونِهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
      —————
      Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya selama enam hari. Kemudian Dia bersemayam di atas singgasanya-Nya dengan cara yang sesuai dan laik bagi diri-Nya. Tak ada seorang pun yang dapat menolong kalian selain Allah, juga tak seorang pun yang dapat memberikan syafaat kepada kalian. Maka, apakah kalian akan tetap berada dalam kekufuran dan pembangkangan, lalu kalian tidak dapat mengambil pelajaran-pelajaran Allah?
      —————
      Makna Tersirat = 32 + 4 + 21 + 30 = 87 | Angka hasil dijumlahkan = 8+7 = 15 = 1+5 = 6 | Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM (5), IHSAN (1).
      —————
    • QS. As-Sadja/32 : 9 (Juz 21; Sejumlah 30 Ayat)
      —————
      ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ
      —————
      Kemudian Dia menyempurnakannya dan meletakkan di dalamnya salah satu rahasia yang hanya diketahui oleh-Nya, serta menjadikan pendengaran, penglihatan dan akal bagi kalian agar kalian dapat mendengar, melihat dan berpikir. Tetapi walaupun demikian, sedikit sekali rasa syukur kalian.
      —————
      Makna Tersirat = 32 + 9 + 21 + 30 = 92 | Angka hasil dijumlahkan = 9+2 = 11 = 1+1 = 2 | Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11).
      —————
    • Total Makna Tersirat = 156 + 112 = 268  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+6+8 = 16 = 1+6 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167 = KESEMPURNAAN PENCIPTAAN ALAM SEMESTA (perfection of creation of the universe). Bahwa ALLOH (1) telah menyempurnakan penciptaan tujuh (7) lapis langit dan bumi alam semesta ini dalam enam (6) masa.
      —————
  • Dibalik 268
    —————

    • Pertama, seperti yang telah Saudaraku baca pada ulasan di atas bahwa kode ini merupakan makna tersirat kata Muhammad (محمد) sekaligus kata An-Naas (الناس);
      —————
    • Kedua, angka-angka Al-Qur’an melalui metode tertentu juga bisa menghasilkan kode ini yakni 114 Surat + 30 Juz + 6236 Ayat = (1+1+4) + (3+0) + (6+2+3+6) = (6) + (3) + (17) = 26  | Angka hasil dijumlahkan = 2+6 = 8  | Tiga angka terakhir = 268;
      —————
    • Ketiga, tidak ada satu surat pun yang angka-angka terkaitnya dihitung dengan metode seperti dapat Saudaraku lihat pada Google Sheets atau tautan referensi di bawah bisa menghasilkan kode ini kecuali  QS. Ad-Dukhan/44 : 1 s/d 59 (Juz 25; Sejumlah 59 Ayat) = 44 + (1+2+3+…+59) + 25 + 59 = 44 + (1770) + 25 + 59 = 1898  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+8+9+8 = 26 = 2+6 = 8  |  Tiga angka terakhir = 268.
      —————
      Surah Ad-Dukhan (bahasa Arab:الدخان) adalah surah ke 44 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surat makkiyah yang terdiri atas 59 ayat. Dinamakan Ad-Dukhan yang berarti Kabut diambil dari kata Ad-Dukhan yang terdapat pada ayat 10 surah ini.
      —————
      Menurut riwayat Bukhari secara ringkas dapat diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekkah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad s.a.w. sudah melewati batas, karena itu Nabi mendoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang. Doa Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai karena kelaparan. Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah. Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka.
      —————
      Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan. Setelah Allah mengabulkan doa Nabi dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula. Karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Ad-Dukhan)
      —————
      Yang menjadi pertanyaan, “Mengapa kata Ad-Dukhan diletakkan pada ayat ke 10?” Apa makna tersiratnya? Mari sama-sama kita lihat QS. Ad-Dukhan/44 : 10 (Juz 25; Sejumlah 59 Ayat) sebagai berikut:
      —————
      فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُّبِينٍ
      —————
      (Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata) maka kala itu bumi menjadi tandus kelaparan serta paceklik makin menjadi-jadi, sehingga karena memuncaknya keadaan, akhirnya mereka melihat seolah-olah ada sesuatu yang berupa kabut di antara langit dan bumi. (Tafsir: Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat = 44 + 10 + 25 + 59 = 138  |  1+3+8 = 12 = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = Adam. Atau saya sering menyebutnya sebagai karakter Ketuhanan (godliness) = Bahwa ILMU (3) itu sesungguhnya sarana agar kita bisa MENGHAMBA / PATUH / SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1) dengan sebenarnya.
      —————
    • Kempat, jika kode 268 ini dilarikan ke nomor surat Al-Qur’an adalah Al-Baqarah/2, Al-An’am/6, dan Al-Anfal/8. Dengan menggunakan metode TOTAL 123 bisa kita peroleh makna-makna tersirat sebagai berikut:
      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Al-Baqarah/2 167 67 7
      Al-An’am/6 213 13 3
      Al-Anfal/8 189 89 9
       169
      569 16 19
      20 7 10
      2 Muhammad 1
      Iblis 10 Malaikat
      1

      اللَّـهِ

      Seperti yang telah kita hitung sama-sama pada uraian di atas bahwa 101 bisa dibaca sebagai Alloh, 167 Muhammad, 101 Malaikat, sedang 202 bisa dibaca sebagai Iblis. Sesunguyhnya di dalam diri Muhammad itu ada atau disertai pula karakter Iblis dan Malaikat yang itu semua adalah kehendak Alloh. Dari empat kode tersebut kita bisa mengambil pelajaran (menurut pendapat saya):

      • 101  |  Berserah Diri = Menyerahkan HIDUP (1) dan MATI (0) hanya untuk ALLOH (1);
      • 167  |  Dzikr = Senantiasa DIZKR / MENGINGAT (7) ALLOH (1) dengan penuh KEYAKINAN (1);
      • 202  |  Pandai Bersyukur = SUJUD (2) dan selalui SUJUD (2) disertai perilaku TIRAKAT / PUASA / SYUKUR / SABAR & TWAKKAL (0);
      • 112  |  Ikhlas = Melakukan itu semua tanpa pamrih dalam arti penuh KETULUSAN / KEPASRAHAN / IKHLAS (112) semata-mata karena Alloh.
        —————
        Saudaraku. Sebenarnya saya masih penasaran. Perhatikan bahwa pada tabel di atas kita temukan kode 7 lurus ke bawah dengan 1. Apakah ini ada kaitannya dengan kode Tujuh (7) hari dalam Satu (1) Minggu? Jika Saudaraku juga penasaran, silahkan lihat artikel lanjutannya Di Balik 7 Hari dalam 1 Minggu.
        —————
    • Kelima, uraian terkait 268 di bagian keempat di atas nampaknya masih perlu didalami terkait pertanyaan, “Apa sebenarnya bentuk / praktek riilnya?” Saya mencoba memahami pesan 101 hingga dua (2) kali. Jika 2 itu maksudnya kita disuruh mencermati Al-Baqarah/2 terkait dengan 101 (Pembicaraan Alloh dengan Malaikat) maka larinya jelas ke kode 231 seperti yang telah kita uraikan pada sub bahasan “Apakah Iblis dan Malaikat juga Khalifah?” di atas. Entah kenapa kemudian saya berfikir mentabelkan empat kode (101, 167, 101, 202) melalui metode TOTAL 123 dalam struktur 231 sebagai berikut:
      Makna Tersirat Dalam
      Dua Tiga Satu
      Alloh 01 101 1
      Muhammad 67 167 7
      Malaikat 01 101 1
      Iblis 02 202 2
      5 7 1
      71 13 11
      8 4 2
      Alam Semesta / Al-‘Aalamiin Sholat Lima Waktu Ikhlas / Tidak Menduakan Tuhan
      14
      5
      Manusia / An-Naas

      Sekarang sudah sangat jelas, dan bagi mereka yang beriman tidak ada yang perlu diperdebatkan. Kecuali mungkin pernyataan saya tentang Iblis dalam diri Muhammad. Sedang kode 178 = Alam Semesta dapat Saudaraku lihat pada artikel Delapan (8) Sebagai Kode Alam Semesta.
      —————

  • Iblis dalam Diri Muhammad

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    —————
    ما منكم من أحد إلاوقد وكل به قرينه من الجن
    —————
    “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” (HR. Muslim)
    —————
    Imam An-Nawawi mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin qorin dan bisikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tahu bahwa dia bersama kita, agar kita selalu waspada sebisa mungkin. (Syarh Shahih Muslim, 17:158)
    —————
    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Munajid menjelaskan, “Berdasarkan perenungan terhadap berbagai dalil dari Alquran dan sunah dapat disimpulkan bahwa tidak ada tugas bagi jin qorin selain menyesatkan, mengganggu, dan membisikkan was-was. Godaan jin qorin ini akan semakin melemah, sebanding dengan kekuatan iman pada disi seseorang.” (Fatawa Islam, tanya jawab, no. 149459). (Sumber: https://konsultasisyariah.com/9029-mengenal-jin-qorin.html)
    —————
    Huruf Pembentuk (Lafadz) dan Pengulangan Kata Qorin dalam Al-Qur’an

    • Lafadz
      No. Huruf Urutan
      1 ق 21
      2 ر 10
      3 ي 28
      4 ن 25
      84
      10 12
      1 3
      Malaikat 4 Adam
      Iblis

      Dalam hal ini kode 134 dibaca sebagai Ketuhanan dalam Perspektif Iblis (divinity in the perspective of the devil). Bahwa bagi Iblis, ILMU (3) yang ada dalam dirinya hanya akan digunakan MENENTANG (4) perintah TUHAN (1).

    • Pengulangan Kata
      Kata Qorin (قرين) dalam Al-Qur’an diulang 7 kali dalam 6 ayat. Jika dari kedua kode ini kita renung-fikirkan dengan menggunakan spirit plus-minus dapat kita uraikan sebagai berikut:

      • Tambah = 7 + 6 = 13 = 1+3 = 4 | 134;
      • Kurang = 7 – 6 = 1 | 761;
      • Kali = 7 x 6 = 42 = 4+2 = 6 | 426;
      • Bagi = 7 : 6 = 1,16666666667 = (1+1) + (6×9) + (7) = (2) + 54 + (7) = 63 = 6+3 = 9 | 639;
        —————
        Total = 134 + 761 + 426 + 639 = 1960 = 1+9+6+0 = 16 = 1+6 = 7 | Tiga angka terakhir = 167. Terkait dengan karakter Iblis, kode ini bisa saya baca: “Barang siapa benar-benar takut api NERAKA (7), hendaknya senantiasa mendekat pada SANG PENCIPTA (1) penuh KEYAKINAN (6)”.
        —————
    • Lafadz + Pengulangan Kata
      Makna Tersirat Dalam
      Tiga Dua Satu
      Lafadz 134 34 4
      Pengulangan Kata 167 67 7
      301 101 11
      4 2 2
      8
      Harta / Dunia / Surga

      Kode akhir yang dihasilkan dalam empat angka secara urut = 2248. Berhati-hatilah wahai Saudaraku. MANUSIA-MANUSIA (22) yang terseret tipu daya IBLIS (4) akan menganggap gemerlapnya HARTA / DUNIA adalah SURGA (8). Padahal dalam ayat terkait cukup jelas (Tafsir Muhammad Quraish Shihab) sebagai berikut:

      • QS. Al-Hajj/22 : 4 (Juz 17; Sejumlah 78 Ayat)
        —————
        كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُ مَن تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُ يُضِلُّهُ وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِ
        —————
        Allah telah menetapkan bahwa barang siapa yang mengikuti dan menjadikan setan itu sebagai petunjuk dan penolong, maka ia akan disesatkan dari jalan kebenaran dan diarahkan kepada kebatilan yang dapat menjerumuskannya ke dalam neraka yang menyala berkobar-kobar.
        —————
      • QS. Al-Hajj/22 : 8 (Juz 17; Sejumlah 78 Ayat)
        —————
        وَمِنَ النَّاسِ مَن يُجَادِلُ فِي اللَّـهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُّنِيرٍ
        —————
        Kendati demikian, ternyata masih ada saja sebagian orang yang memperdebatkan wujud Allah dan kekuasaan-Nya, mengingkari kebangkitan tanpa dasar ilmiah, ilham dari langit, atau kitab dari Allah yang dapat dijadikan pelita petunjuk. Perlakuannya itu hanya didasari oleh hawa nafsu dan sikap keras kepala.
        —————
      • QS. Al-Hajj/22 : 48 (Juz 17; Sejumlah 78 Ayat)
        —————
        وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَيَّ الْمَصِيرُ
        —————
        Banyak penduduk negeri yang berbuat zalim seperti orang-orang kafir Makkah itu. Aku menangguhkan azab yang, pada saatnya, pasti akan ditimpakan kepada mereka. Hanya kepada-Ku semua orang akan kembali, dan hanya Aku yang kemudian membalas mereka dengan yang seharusnya mereka terima. Dari itu janganlah kalian lalai, wahai orang-orang kafir, akan akibat penangguhan itu!
        —————
      • Total Makna Tersirat = 22 + (4+8+48) + 17 + 78 = 177  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+7+7 = 15 = 1+5 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156 = Keislaman (way of life). Barang siapa mengaku IMAN (6) ISLAM (5) dan IHSAN (1), sudah barang tentu akan meyakini dan memperhatikan ayat-ayat ini. Mereka akan segera:
        • 134  |  PROBLEMATIKA KEHIDUPANMenyikapi dan menyadari sepenuhnya bahwa segala PROBLEMATIKA (4) dalam hidup ini sesungguhnya datang dari / perwujudan ILMU (3) ALLOH (1);
        • 167  |  DZIKRKarena itu mereka akan senantiasa DZIKR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1) dengan penuh KEIMANAN (6). Lagi-lagi kita harus bertanya: “Apa bentuk / praktek riilnya?” Dan jawabnya adalah:
          Makna Tersirat Dalam
          Tiga Dua Satu
          Keislaman 156 56 6
          Problematika Kehidupan 134 34 4
          Dzikr 167 67 7
          457 1 5 7
          16 13 17
          7 4 8
          Dzikr Penuh Keyakinan Sholat Lima Waktu Alam Semesta / Al-‘Aalamiin
          19
          10
          1

          اللَّـهِ

 


Referensi:

  1. https://drive.google.com/file/d/0B1puzXftLZn0MERDOFV1WUV4UG8/view?usp=sharing
  2. https://docs.google.com/spreadsheets/d/1E9Ed6dWe37h8DeCN1wLpd-TEuYZ2pRVKer2l2C5W1I0/edit?usp=sharing
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Azazil
  4. http://tanzil.net/#search/quran/آدم
  5. http://tanzil.net/#search/quran/محمد
  6. http://tanzil.net/#search/quran/ابراهيم
  7. https://ulamak.wordpress.com/2016/08/12/ketika-maut-merenggut/
  8. https://ulamak.wordpress.com/2016/08/01/memahami-kode-123-dalam-arti-sujud/
  9. https://ulamak.wordpress.com/2016/08/16/multi-tafsir-ha-mim/
  10. https://ulamak.wordpress.com/al-quran-mistis/
  11. https://ulamak.wordpress.com/2016/09/01/explore-for-basmallah/
  12. http://tanzil.net/#search/quran/إبليس
  13. http://tanzil.net/#search/quran/ملائكة
  14. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Fatihah
  15. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Baqarah
  16. https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Quraish_Shihab
  17. https://id.wikipedia.org/wiki/Tafsir_al-Jalalain
  18. http://percayapatal.blogspot.co.id/2010/09/makna-alif-lam-raa.html
  19. https://ulamak.wordpress.com/2016/02/22/multi-tafsir-alif-lam-mim-qs-al-baqarah21/
  20. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-An’am
  21. http://tanzil.net/#search/quran/الناس
  22. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Ad-Dukhan
  23. https://ulamak.wordpress.com/2016/12/17/di-balik-7-hari-dalam-1-minggu/
  24. https://ulamak.wordpress.com/2016/08/19/delapan-8-sebagai-kode-alam-semesta/
  25. https://konsultasisyariah.com/9029-mengenal-jin-qorin.html
  26. http://tanzil.net/#search/quran/قرين

Taut singkat: http://wp.me/p6rTrC-ZW

والله أعلمُ بالـصـواب

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: