Dua (2) Sebagai Kode Sujud


SAMUDRA MAKNA TERSIRAT TOTAL AL-QUR’AN

DALAM PERSPEKTIF ANGKA

( Part-6 )

mendua

Jika Saudara pernah membaca artikel JARI-JEMARI TUHAN, di sana telah kita renungkan seluruh angka (0 s/d 9) dimana angka 2 dalam cara pandang saya memiliki beberapa karakter diantaranya bisa diartikan sebagai SUJUD.

Pemikiran awalnya merujuk pada kode 11 yang bisa saya artikan = TIDAK MENDUAKAN TUHAN  |  Dijumlahkan = 1+1 + 2 = SUJUD. Jadi sujud dalam pengertian ini adalah perilaku MENGHAMBA (2) dengan TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11). Tiga angka terakhir dalam perhitungan ini adalah 112. Kode ini bisa kita kaitkan dengan QS. Al-Ikhlas/112 : 1 s/d 4 (Juz 30; Sejumlah 4 Ayat) sebagai berikut:

  1. قُلْ هُوَ اللَّـهُ أَحَدٌ
    —————
    Mereka yang, dengan nada mengolok dan menghina, berkata, “Gambarkan kepada kami tentang Tuhanmu,” katakan kepada mereka, wahai Muhammad, “Allah adalah Tuhan Yang Esa, bukan selain Dia, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. (QS. Al-Ikhlas/112 :  1 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
    —————
  2. اللَّـهُ الصَّمَدُ
    —————
    Hanya Allahlah tempat tujuan segala kebutuhan dan permintaan. (QS. Al-Ikhlas/112 : 2 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
    —————
  3. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
    —————
    Dia tidak menciptakan anak, dan juga tidak dilahirkan dari bapak atau ibu. Tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya. (QS. Al-Ikhlas/112 : 3 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
    —————
  4. وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
    —————
    Dia tidak menciptakan anak, dan juga tidak dilahirkan dari bapak atau ibu. Tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya. (QS. Al-Ikhlas/112 : 4 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

Pada artikel Memahami Kode 123 Dalam Arti Sujud kita telah temukan bahwa Al-Qur’an mengulang kata SUJUD (سجد) / (سجود) sebanyak 52 kali 43 ayat. Dari seluruh pengulangan tersebut ternyata kata sujud lengkap (السجود) yang berdiri sendiri diulang 6 kali dalam 6 ayat. Yang ingin kita cermati adalah, “Apakah pengulangan 6 kali dalam 6 ayat dan kata السجود bisa memberikan informasi yang jelas / terkait erat dengan kode 112?” Mari sama-sama kita lakukan!

Dengan menggunakan metode seperti pada artikel sebelumnya (Part-5), terhadap kode-kode tersebut dapat kita bisa renung-fikirkan sebagai berikut:

Tabel Perenungan Kode Sujud (السجود)
No. Pembentuk Urutan
1 ا 1
2 ل 23
3 س 12
4 ج 5
5 و   26
6 د 8
  75
21 Total 12
3 3
6

Kemudian terhadap 6 kali dalam 6 ayat pengulangan kata السجود dengan menggunakan spirit plus minus seperti pada artikel-artikel sebelumnya dapat kita renung-fikirkan sebagai berikut:

  • Tambah = 6 + 6 = 12  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+2 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
    —————
  • Kurang = 6 – 6 = 0  |  Tiga angka terakhir = 660 = MEMPERTEBAL KEIMANAN (strengthen the faith). Barang siapa ingin mempertebal IMAN (6), hendaknya selalu menjaga perilaku TIRAKAT / SYUKUR / IKHLAS / SABAR & TAWAKKAL (0) dengan penuh KEYAKINAN (6).
    —————
  • Kali = 6 x 6 = 36  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+6 = 9  |  Tiga angka terakhir = 369 = ULAMA (theologian). ULAMA (9) adalah mereka yang BERILMU (3) sekaligus BERIMAN (6).
    —————
  • Bagi = 6 : 6 = 1  |  Tiga angka terakhir = 661 = CARA MENDAPATKAN IMAN (how to gain faith). Sebagian daripada cara untuk memperoleh IMAN (6) adalah selalu mendekatkan diri pada SANG PENCIPTA (1) dengan penuh KEYAKINAN (6).
    —————
    Total Makna Tersirat = 123 + 660 + 369 + 661 = 1813  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+8+1+3 = 13 = 4  |  Tiga angka terakhir = 134 = KETUHANAN DALAM PERSPEKTIF IBLIS (divinity in perspective devil). Bagi iblis, ILMU (3) yang ada dalam dirinya hanya akan digunakan menentang perintah TUHAN (1) dan membuat KEJAHATAN (4).
    —————
    Kode 134 juga bisa dibaca: Sesungguhnya segala bentuk PROBLEMATIKA KEHIDUPAN (4) ini adalah perwujudan ILMU (3) / datang dari ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
    —————

Sampai perhitungan ini ternyata apa yang sedang kita cari yakni kode 112 belum kita temukan. Apakah ini artinya perenungan kode 2 sebagai karakter sujud kurang tepat / salah? Rasanya saya masih penasaran. Perhatikan kedua total makna tersirat dari dua cara perhitungan di atas. Dengan menggunakan tabel kita peroleh 336 sedang dengan spirit plus minus kita dapatkan kode 134.

Jika kedua kode total makna tersirat tersebut dijumlahkan = 336 + 134 = 470  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+7+0 = 11 = 2 = SUJUD  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11). Apakah ini hanya kebetulan saja?

Kode 112 juga bisa dibaca sebagai HAMBA YANG SEMPURNA (The perfect servant). Bahwa seorang hamba itu bisa dikatakan sempurna apabila ia selalu SUJUD / MENGHAMBA (2) dan / dengan TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11).


MENGAITKAN KODE DENGAN AYAT

  1. 336  |  CARA MEMPEROLEH IMAN (how to gain faith)
    —————
    Sebagian daripada cara untuk mendapatkan KEIMANAN (6) adalah BELAJAR (3) dan BERGURU (3). Atau dalam ungkapan yang lain terus-menerus mencari ILMU (3) dan mencari ILMU (3). Kode ini terkait erat dengan:

    • QS. Al-Ahzab/33 : 1 s/d 73 (Juz 21, 22; Sejumlah 73 Ayat)
      —————
      Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam al-Qur’an. Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran. Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Ahzab)
      —————
      Makna Tersirat = 33 + (1+2+3+…+73) + (21+22) + 73 = 33 + (2701) + (43) + 73 = 2850  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+8+5+0 = 15 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM, dan IHSAN (1).
      —————
    • QS. Al-Ahzab/33 : 6 (Juz 21, 22; Sejumlah 73 Ayat)
      —————
      النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّـهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلَّا أَن تَفْعَلُوا إِلَىٰ أَوْلِيَائِكُم مَّعْرُوفًا كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا
      —————
      Nabi Muhammad lebih berhak untuk memberikan hak perwaliannya kepada orang-orang beriman. Kasih sayang Rasulullah pada mereka melebihi kasih sayang mereka pada diri mereka sendiri. Maka cintailah dan taatilah ia. Istri-istri nabi adalah seperti ibu mereka yang wajib dihormati dan tidak boleh dinikahi sepeninggal nabi. Orang-orang yang terikat dalam hubungan kekerabatan (pertalian darah) lebih utama dari orang-orang beriman lain dan orang-orang muhajirin untuk saling mewarisi dan diwarisi. Ini adalah suatu persoalan yang wajib hukumnya dalam al-Qur’ân. Namun demikian, kalian tidak dilarang untuk memberikan sebagian hak milik kepada orang Mukmin yang membela agama meskipun mereka tidak memiliki hubungan persaudaraan, sebagai suatu bentuk kebajikan. Kalian juga diperbolehkan memberikan harta kalian melalui wasiat. Pewarisan harta bagi para kerabat merupakan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dan tidak dapat berubah. (QS. Al-Ahzab/33 : 6 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
      —————
      Makna Tersirat = 33 + 6 + (21+22) + 73 = 155 | Angka hasil dijumlahkan = 1+5+5 = 11 = 2 | Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11).
      —————
    • Sub Total Makna Tersirat = 336 + 156 + 112 = 604  | Angka hasil dijumlahkan = 6+0+4 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
      —————
  2. 134  |  KETUHANAN DALAM PERSPEKTIF IBLIS (divinity in perspective devil)
    —————
    Bahwa ILMU (3) yang ada dalam dirinya hanya akan digunakan menentang/membangkang terhadap perintah TUHAN (1) dan berbuat KEJAHATAN (4). Kode ini terkait erat dengan:

    • QS. Ar-Ra’d/13 : 1 s/d 43 (Juz 13; Sejumlah 43 Ayat)
      —————
      Surah Ar-Ra’d (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra’d, “Guruh”) adalah surah ke-13 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini dinamakan Ar-Ra’d yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya …dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah SWT, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia. Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat. Bagi Allah SWT tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman. Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Ar-Ra’d)
      —————
      Makna Tersirat = 13 + (1+2+3+…+43) + 13 + 43 = 13 + (946) + 13 + 43 = 1015 | Angka hasil dijumlahkan = 1+0+1+5 = 7 | Tiga angka terakhir = 157 = INTISARI AJARAN ISLAM (the essence of the teachings of Islam). Bahwa intisari ajaran ISLAM (5) adalah perintah SHOLAT WAJIB (17) rekaat.
      —————
    • QS. Ar-Ra’d/13 : 4 (Juz 13; Sejumlah 43 Ayat)
      —————
      وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِّنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
      —————
      (Dan di bumi terdapat bagian-bagian) berbagai macam daerah (yang berdampingan) yang saling berdekatan; di antaranya ada yang subur dan ada yang tandus; dan di antaranya lagi ada yang kekurangan air dan yang banyak airnya; hal ini merupakan bukti-bukti yang menunjukkan kepada kekuasaan-Nya (dan kebun-kebun) ladang-ladang (anggur, tanam-tanaman) dibaca rafa’, yaitu zar’un karena diathafkan kepada lafal jannatun. Kalau dibaca jar, yaitu zar’in diathafkan kepada lafal a’naabin, demikian pula firman-Nya: (dan pohon kurma yang bercabang) lafal shinwaanun adalah bentuk jamak dari kata tunggal shinwun, artinya pohon kurma yang banyak cabangnya (dan yang tidak bercabang) pohon kurma yang tidak banyak cabangnya (disirami) kalau dibaca tusqaa, artinya kebun-kebun dan pohon-pohon yang ada padanya disirami. Dan kalau dibaca yusqa, artinya hal tersebut disirami (dengan air yang sama. Kami melebihkan) dapat dibaca nufadhdhilu dan yufadhdhilu (sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya) dapat dibaca al-ukuli dan al-ukli, artinya dalam hal rasa; yaitu ada yang manis dan ada yang masam. Hal ini merupakan tanda yang menunjukkan kepada kekuasaan Allah swt. (Sesungguhnya pada yang demikian itu) dalam hal tersebut (terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir) yaitu bagi orang-orang yang mau memikirkannya. (QS. Ar-Ra’d/13 : 4 – Tafsir Jalalayn)
      —————
      Makna Tersirat = 13 + 4 + 13 + 43 = 73  | Angka hasil dijumlahkan = 7+3 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
      —————
    • Sub Total Makna Tersirat = 134 + 157 + 101 = 392 | Angka hasil dijumlahkan = 3+9+2 = 14 = 5 | Tiga angka terakhir = 145 = HAKIKAT KEBAIKAN & KEJAHATAN (the reality of good and evil). Bahwa BAIK / BENAR / TERANG (5) dan JELEK / SALAH / GELAP / JAHAT (4) itu tetaplah menjadi milik dan rahasia ALLOH (1) semata.
      —————
  3. Total Makna Tersirat = 101 + 145 = 246  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+4+6 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1).
    —————
    Ternyata dengan menggunakan perenungan ini kita dapatkan total makna tersirat 123 yang tentunya kode ini sangat erat kaitannya dengan kode 112. Cobalah kembali ke atas dan lihatlah angka-angka QS. Al-Ikhlas/112. Angka-angka QS. Al-Ikhlas itu jika kita jumlahkan = 112 + (1+2+3+4) + 30 + 4 = 156  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+5+6 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123.
    —————

Jika dengan metode di atas sekiranya kita belum merasa puas, dapat kita coba mengaitkannya dengan cara yang lain sebagai berikut:

  1. Tabel (336)
    • QS. Al-Ahzab/33 : 1 s/d 73 (Juz 21, 22; Sejumlah 73 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat = 33 + (1+2+3+…+73) + (21+22) + 73 = 33 + (2701) + (43) + 73 = 2850 | Angka hasil dijumlahkan = 2+8+5+0 = 15 = 6 | Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM, dan IHSAN (1).
      —————
    • QS. Al-An’am/6 : 1 s/d 165 (Juz 7, 8; Sejumlah 165 Ayat)
      —————
      Surah Al-An’am (bahasa Arab:الانعام, al-An’ām, “Binatang Ternak”) adalah surah ke-6 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah. Dinamakan Al-An’am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka. Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut. Dalam surah al-An’am ini, terdapat do’a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara. Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah. Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-An’am)
      —————
      Makna Tersirat = 6 + (1+2+3+…+165) + (7+8) + 165 = 6 + (13695) + (15) + 165 = 13881 | Angka hasil dijumlahkan = 1+3+8+8+1 = 21 = 3 | Tiga angka terakhir = 213 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1).
      —————
    • Sub Total Makna Tersirat = 156 + 213 = 369  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+6+9 = 18 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = KEABADIAN (eternity). Sesungguhnya tidak ada yang bisa disebut kekal / abadi kecuali SANG MAHA PERKASA (9) pencipta, pemilik, dan penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1).
      —————
  2. Spirit Plus Minus (134)
    • QS. Ar-Ra’d/13 : 1 s/d 43 (Juz 13; Sejumlah 43 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat = 13 + (1+2+3+…+43) + 13 + 43 = 13 + (946) + 13 + 43 = 1015 | Angka hasil dijumlahkan = 1+0+1+5 = 7 | Tiga angka terakhir = 157 = INTISARI AJARAN ISLAM (the essence of the teachings of Islam). Bahwa intisari ajaran ISLAM (5) adalah perintah SHOLAT WAJIB (17) rekaat.
      —————
    • QS. An-Nisa’/4 : 1 s/d 176 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat)
      —————
      Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah. Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain. Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil). (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Nisa’)
      —————
      Makna Tersirat = 4 + (1+2+3+…+176) + (4+5+6) + 176 = 4 + (15576) + (15) + 176 = 15771 | Angka hasil dijumlahkan = 1+5+7+7+1 = 21 = 3 | Tiga angka terakhir = 213 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1).
      —————
    • Sub Total Makna Tersirat = 157 + 213 = 370 | Angka hasil dijumlahkan = 3+7+0 = 10 = 1 | Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
      —————
  3. Total Makna Tersirat = 189 + 101 = 290 | Angka hasil dijumlahkan = 2+9+0 = 11 = 2 = SUJUD | Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11).
    —————

6 Ayat Al-Qur’an Terkait Kata Sujud (السجود)

(Tafsir: Muhammad Quraish Shihab)

  1. Al-Baqarah/2 : 125
    —————
    وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
    —————
    Renungkanlah pula kisah pembangunan Rumah Allah (Bayt Allâh) di Mekah oleh Ibrâhîm dan Ismâ’îl, anaknya. Di dalamnya terkandung pelajaran yang amat berharga bagi yang memiliki hati nurani bersih. Kami menjadikan rumah peribadatan itu sebagai rujukan bagi seluruh makhluk dan tempat perlindungan yang damai. Kami memerintahkan manusia untuk menjadikan lokasi berdirinya Ibrâhîm saat pembangunan rumah itu sebagai musala. Kami memerintahkan Ibrâhîm dan Ismâ’îl untuk menjaga rumah itu dari segala unsur yang menodai kesuciannya, mempersiapkannya dengan baik untuk mereka yang tawaf, beriktikaf dan bersembahyang.
    —————
  2. Al-Hajj/22 : 26
    —————
    وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
    —————
    Sampaikanlah, wahai Muhammad, kepada orang-orang musyrik yang mengaku sebagai pengikut agama Ibrâhîm a. s. dan menjadikan al-Masjid al-Harâm sebagai tempat berhala, sampaikan kepada mereka itu kisah perjalanan Ibrâhîm yang telah Kami tunjukkan tempatnya. Setelah mendapatkan tempat itu, ia Kami perintahkan untuk membangunnya dan Kami katakan, “Janganlah kamu membuat sekutu apa pun terhadap-Ku dalam beribadah. Bersihkan rumah-Ku ini dari berhala-berhala dan kotoran-kotoran agar siap untuk dipakai tawaf, dihuni dan dipakai sebagai tempat beribadah.
    —————
  3. Al-Fath/48 : 29
    —————
    مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّـهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّـهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّـهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
    —————
    Muhammad adalah utusan Allah. Dan orang-orang yang bersamanya bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi bersikap kasih sayang terhadap sesama mereka. Kamu lihat mereka selalu rukuk dan sujud mencari pahala dan rida Allah. Tanda mereka adalah kekhusukan yang tampak di muka mereka dari bekas seringnya melakukan salat. Demikianlah sifat-sifat mereka yang diterangkan dalam kitab Tawrât. Sedangkan sifat-sifat mereka dalam kitab Injîl adalah seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya. Tunas menjadikan tanaman itu kuat, lalu tanaman itu menjadi besar dan tegak di atas akarnya. Tanaman itu menyenangkan hati para penanamnya karena tumbuh kuat. Demikian halnya dengan orang-orang Mukmin, dengan kekuatan mereka Allah ingin menjengkelkan orang-orang kafir. Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ampunan yang menghapus semua dosa-dosa mereka dan pahala yang amat besar.
    —————
  4. Qaf/50 : 40
    —————
    وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ
    —————
    Jika hal itu telah jelas, maka bersabarlah, wahai Rasul, terhadap kepalsuan dan kebohongan yang diucapkan oleh orang-orang yang mendustakan di sekitar risalahmu. Sucikanlah Pencipta dan Pemeliharamu dari setiap kekurangan dengan memuji-Nya di setiap pagi dan petang. Sebab nilai ibadah pada saat-saat tersebut amat besar. Bertasbihlah juga kepada-Nya di sebagian malam dan setelah salat.
    —————
  5. Al-Qalam/68 : 42
    —————
    يَوْمَ يُكْشَفُ عَن سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ
    —————
    Pada hari yang teramat sulit dan orang-orang kafir diseru untuk sujud–sebagai bentuk ejekan dan pelemahan–lalu mereka tidak mampu, pandangan mereka kabur dipenuhi oleh kehinaan yang sangat. Sesungguhnya dulu, ketika di dunia, mereka pernah diseru untuk bersujud. Tetapi mereka menolak untuk sujud, padahal mereka mampu melakukannya.
    —————
  6. Al-Qalam/68 : 43
    —————
    خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ
    —————
    Pada hari yang teramat sulit dan orang-orang kafir diseru untuk sujud–sebagai bentuk ejekan dan pelemahan–lalu mereka tidak mampu, pandangan mereka kabur dipenuhi oleh kehinaan yang sangat. Sesungguhnya dulu, ketika di dunia, mereka pernah diseru untuk bersujud. Tetapi mereka menolak untuk sujud, padahal mereka mampu melakukannya.
    —————

Catatan:

  • Menemukan 112 Lewat Pintu 64
    —————
    Jika dari kode 336 dan 134 bahwa kita hanya mengambil satu angka terakhirnya, maka kita dapatkan kode 6 dan 4. Kedua kode ini jika kita renung-fikirkan dengan menggunakan spirit plus minus dapat kita uraikan sebagai berikut:

    • Tambah = 6 + 4 = 10  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+0 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
      —————
    • Kurang = 6 – 4 = 2  |  Tiga angka terakhir = 642 = MANUSIA YANG BERIMAN (man of faith). Sebagian tanda manusia beriman adalah ketika ia bisa menyikapi setiap MASALAH / PROBLEMATIKA HIDUP (4) yang menimpanya dengan segera SUJUD (2) penuh KEYAKINAN (6).
      —————
    • Kali = 6 x 4 = 24  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+4 = 6  | Tiga angka terakhir = 246 = MANUSIA YANG BERIMAN (man of faith). Sebagian tanda manusia beriman adalah ketika ia bisa menyikapi setiap MASALAH / PROBLEMATIKA HIDUP (4) yang menimpanya dengan segera SUJUD (2) penuh KEYAKINAN (6).
      —————
    • Bagi = 6 : 4 = 1,5  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+5 = 6  |  Tiga angka terakhir = 156 = KEISLAMAN (way of life) = IMAN (6), ISLAM, dan IHSAN (1).
      —————
      Total Makna Tersirat = 101 + 642 + 246 + 156 = 1145  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+1+4+5 = 11 = 2 = SUJUD  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11).
      —————
  • Menemukan 112 Lewat Pintu 246 + 136
    —————
    Masih terkait dengan kode dasar 336 dan 134 bahwa dengan menggunakan metode yang lain kita juga bisa menemukan kode total makna tersirat 112. Kita tetap menggunakan spirit plus minus tetapi dengan model sebagai berikut:

    • 336 Plus
      • 3  |  3  =  6;
      • 3  |  6  =  9;
      • 6  |  3  =  9;
        —————
        Angka hasil dijumlahkan = 6+9+9 = 24 = 6  |  Tiga angka terakhir = 246 = MANUSIA YANG BERIMAN (man of faith). Sebagian tanda manusia beriman adalah ketika ia bisa menyikapi setiap MASALAH / PROBLEMATIKA HIDUP (4) yang menimpanya dengan segera SUJUD (2) penuh KEYAKINAN (6). Kode ini terkait erat dengan:

        • QS. An-Nur/24 : 1 s/d 64 (Juz 18; Sejumlah 64 Ayat)
          —————
          Surah An-Nur (bahasa Arab: النّور) adalah surah ke-24 dari al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah. Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35. Dalam ayat ini, Allah s.w.t. menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk. Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta. Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Nur)
          —————
          Makna Tersirat = 24 + (1+2+3+…+64) + 18 + 64 = 24 + (2080) + 18 + 64 = 2186 | Angka hasil dijumlahkan = 2+1+8+6 = 17 = 8 | Tiga angka terakhir = 178 = JALAN MENUJU SURGA (way to heaven). Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya selalu DZIKIR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1). Menyadari dan meyakini sepenuhnya bahwa segala perbuatannya akan dipertanggungjawabkan dihadapan-NYA.
          —————
        • QS. An-Nur/24 : 6 (Juz 18; Sejumlah 64 Ayat)
          —————
          وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُن لَّهُمْ شُهَدَاءُ إِلَّا أَنفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّـهِ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ
          —————
          (Dan orang-orang yang menuduh istrinya) berbuat zina (padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi) atas perbuatan itu (selain diri mereka sendiri) kasus ini telah terjadi pada segolongan para Sahabat (maka persaksian orang itu) lafal ayat ini menjadi Mubtada (ialah empat kali bersumpah) lafal ayat ini dapat dinashabkan karena dianggap sebagai Mashdar (dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar) dalam tuduhan yang ia lancarkan kepada istrinya itu, yakni tuduhan berbuat zina. (QS. An-Nur/24 : 6 – Tafsir Jalalayn)
          —————
          Makna Tersirat = 24 + 6 + 18 + 64 = 112 | Angka hasil dijumlahkan = 1+1+2 = 4 | Tiga angka terakhir = 124 = HAKIKAT SEMPURNANYA HAMBA (Perfectly fact servant). Sesungguhnya seorang hamba itu bisa dikatakan sempurna jika ia bisa menyikapi segala PROBLEMATIKA KEHIDUPAN (4) dengan jalan selalu SUJUD (2) pada SANG MAHA TUNGGAL (1).
          —————
        • Sub Total Makna Tersirat = 246 + 178 + 124 = 548  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+4+8 = 17 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178 = JALAN MENUJU SURGA (way to heaven). Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya selalu DZIKIR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1).
          —————
    • 134 Minus
      • 1  |  3  =  2;
      • 3  |  4  =  1;
      • 4  |  1  =  3;
        —————
        Angka hasil dijumlahkan = 2+1+3 = 6  |  Tiga angka terakhir = 136 = ILMU BAGI ORANG BERIMAN (science for the faithful). Bagi orang yang beriman, bahwa ILMU (3) adalah sarana agar bisa selalu mendekat pada SANG PENCIPTA (1) penuh KEYAKINAN (6). Kode ini terkait erat dengan:

        • QS. Ar-Ra’d/13 : 1 s/d 43 (Juz 13; Sejumlah 43 Ayat)
          —————
          Makna Tersirat = 13 + (1+2+3+…+43) + 13 + 43 = 13 + (946) + 13 + 43 = 1015 | Angka hasil dijumlahkan = 1+0+1+5 = 7 | Tiga angka terakhir = 157 = INTISARI AJARAN ISLAM (the essence of the teachings of Islam). Bahwa intisari ajaran ISLAM (5) adalah perintah SHOLAT WAJIB (17) rekaat.
          —————
        • QS. Ar-Ra’d/13 : 6 (Juz 13; Sejumlah 43 Ayat)
          —————
          وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِمُ الْمَثُلَاتُ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ الْعِقَابِ
          —————
          Ayat ini diturunkan berkenaan dengan permintaan mereka yang menginginkan disegerakannya azab; mereka kemukakan hal ini dengan nada mengejek (Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan datangnya keburukan) yakni azab (sebelum mereka meminta kebaikan) rahmat (padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka) lafal matsulaat merupakan bentuk jamak dari kata tunggal al-matslah dengan wazan ats-tsamrah; artinya siksaan-siksaan yang telah menimpa orang-orang seperti mereka dari kalangan orang-orang yang mendustakan. Mengapa mereka tidak mengambil pelajaran daripadanya? (Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar mempunyai ampunan yang luas bagi manusia sekali pun) walaupun (mereka zalim) dan jika tidak demikian, niscaya tidak akan tersisa di permukaan bumi ini makhluk yang melata di atasnya. (Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar sangat keras siksaan-Nya) terhadap orang-orang yang durhaka kepada-Nya. (QS. Ar-Ra’d/13 : 6 – Tafsir Jalalayn)
          —————
          Makna Tersirat = 13 + 6 + 13 + 43 = 75  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+5 = 12 = 3 | Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
          —————
        • Sub Total Makna Tersirat = 136 + 157 + 123 = 416  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+1+6 = 11 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11).
          —————
    • Total Makna Tersirat = 178 + 112 = 290  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+9+0 = 11 = 2 = SUJUD  |  Tiga angka terakhir = 112 = KHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11).
      —————
      Apakah semua ini hanya kebetulan saja? Mari sama-sama kita renungkan!
      —————
  • Satu Hadits Terkait Sujud
    —————
    Dari Abu Faras Rabi`ah ibn Ka`ab al-Aslamy, pelayan Rasulullah SAW dan ia dari ahli Shaffah berkata: Ketika saya tidur bersama Rasulullah, maka sebelumnya saya melayani wudhu` dan keperluannya, lalu Beliau bersabda: “Silakan minta dari ku?”, maka saya berkata: Saya minta dari mu adalah mendampingimu didalam surga, maka beliau bersabda: “Atau selain itu?”, lalu saya jawab: Itu saja Ya Rasulullah, kemudian Beliau bersabda: “Maka berjanjilah kamu atas diriku untuk banyak sujud”. (HR. Muslim). (Sumber: http://keluargaumarfauzi.blogspot.co.id/2015/03/macamnya-sujud.html)
    —————
    Jika pengkodean 2 sebagai karakter sujud dan 8 sebagai karakter surga (lihat artikel Delapan (8) Sebagai Kode Alam Semesta) ada benarnya, maka kalimat hadits di atas dapat dibahasakan dalam angka sebagai 128 = JALAN MENUJU SURGA (way to heaven). Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya memperbanyak SUJUD (2) pada SANG PENCIPTA (1).
    —————
    Kode di atas jika angka-angkanya dijumlahkan = 1+2+8 = 11 = 2 = SUJUD  |  Tiga angka terakhir = 112 = KHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11).
    —————
  • Ketika 128 Dikaitkan dengan Nomor Surat
    —————
    Dengan menggunakan metode seperti pengkaitan kode 136 dan 246 di atas, bahwa kode 128 ini bisa kita kaitkan dengan:

    • QS. Yusuf/12 : 1 s/d 111 (Juz 12, 13; Sejumlah 111 Ayat)
      —————
      Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, “Nabi Yusuf”) adalah surah ke-12 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf. Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya. Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya. Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Yusuf)
      —————
      Makna Tersirat = 12 + (1+2+3+…+111) + (12+13) + 111 = 12 + (6216) + (25) + 111 = 6364 | Angka hasil dijumlahkan = 6+3+6+4 = 19 = 1+9 = 10 = 1 | Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
      —————
    • QS. Al-Anfal/8 : 1 s/d 75 (Juz 9, 10; Sejumlah 75 Ayat)
      —————
      Surah Al-Anfal (bahasa Arab:الأنفال, al-Anfāl, “Jarahan”) adalah surah ke-8 pada al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah. Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya. Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H. Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam. Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit. Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Anfal)
      —————
      Makna Tersirat = 8 + (1+2+3+…+75) + (9+10) + 75 = 8 + (2850) + (19) + 75 = 2952 | Angka hasil dijumlahkan = 2+9+5+2 = 18 = 9 | Tiga angka terakhir = 189 = KEABADIAN (eternity). Sesungguhnya tidak ada yang bisa disebut kekal / abadi kecuali SANG MAHA PERKASA (9) pencipta, pemilik, dan penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1).
      —————
    • Total Makna Tersirat = 101 + 189 = 290  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+9+0 = 11 = 2 = SUJUD  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11).
      —————

Wahai Saudaraku. Tulisan ini hanyalah sebatas perenungan teramat bodoh yang tentunya sangat jauh dari yang namanya benar. Karena itu saya tidak bertujuan meyakinkan Saudara melainkan sedikit harapan saya semoga bisa kita jadikan sebagai bahan bermenung bersama.


Referensi:

  1. http://kkcdn-static.kaskus.co.id/images/2013/02/28/2325408_20130228021338.png
  2. https://docs.google.com/spreadsheets/d/1E9Ed6dWe37h8DeCN1wLpd-TEuYZ2pRVKer2l2C5W1I0/edit?usp=sharing
  3. https://ulamak.wordpress.com/2016/02/08/jari-jemari-tuhan/
  4. https://ulamak.wordpress.com/2016/08/01/memahami-kode-123-dalam-arti-sujud/
  5. http://tanzil.net/#search/quran/سجود | سجد -مسجد
  6. http://tanzil.net/#search/quran/السجود
  7. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Ahzab
  8. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Ar-Ra%E2%80%99d
  9. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-An%27am
  10. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Nisa%E2%80%99
  11. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Nur
  12. http://keluargaumarfauzi.blogspot.co.id/2015/03/macamnya-sujud.html
  13. https://ulamak.wordpress.com/2016/08/19/delapan-8-sebagai-kode-alam-semesta/
  14. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Yusuf
  15. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Anfal

Taut singkat: http://wp.me/p6rTrC-WE

والله أعلمُ بالـصـواب

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: