Memahami Kode 123 Dalam Arti Sujud


SAMUDRA MAKNA TERSIRAT TOTAL AL-QUR’AN

DALAM PERSPEKTIF ANGKA

( Part-2 )

123.sujud

Seperti yang bisa Saudaraku lihat pada artikel-artikel sebelumnya bahwa kode 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1). Jika dari pengertian ini kita ambil penekanan pada kata SUJUD, maka saya berpikir kode 123 harus memiliki kesesuaian kode dengan banyaknya kata SUJUD dalam Al-Qur’an.


Sebelum melanjutkan membaca artikel ini, tidak ada salahnya jika kita simak paparan teori sebuah KEBENARAN dalam kutipan berikut:

Kebenaran adalah satu nilai utama di dalam kehidupan human. Sebagai nilai-nilai yang menjadi fungsi rohani manusia. Artinya sifat manusiawi atau martabat kemanusiaan (human dignity) selalu berusaha “memeluk” suatu kebenaran. Berdasarkan scope potensi subjek, maka susunan tingkatan kebenaran itu menjadi :

  1. Tingkatan kebenaran indera adalah tingakatan yang paling sederhanan dan pertama yang dialami manusia;
  2. Tingkatan ilmiah, pengalaman-pengalaman yang didasarkan disamping melalui indara, diolah pula dengan rasio;
  3. Tingkat filosofis, rasio dan pikir murni, renungan yang mendalam mengolah kebenaran itu semakin tinggi nilainya;
  4. Tingkatan religius, kebenaran mutlak yang bersumber dari Tuhan yang Maha Esa dan dihayati oleh kepribadian dengan integritas dengan iman dan kepercayaan.
    —————
    (Sumber: https://van88.wordpress.com/teori-teori-kebenaran-filsafat/)

Sujud secara bahasa berarti tunduk dan khudu, merendah dan cenderung. Dalam istilah, sujud adalah meletakkan sebagian kening yang terbuka atas tanah. Kesempurnaan sujud adalah meletakkan seluruh telapak tangan, kedua lutut, kedua telapak kaki dan kening bersama hidung. Fuqaha bermufakat bahwa sujud yang sempurna pada tujuh anggota tubuh, yakni; kening, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua bagian telapak kaki. (Sumber: https://pizank212.wordpress.com/2010/02/18/makna-dan-hakekat-sujud-2/)

Bagaimana jika kita lihat dari sudut pandang banyaknya pengulangan kata SUJUD dalam Al-Qur’an? Seperti biasanya, kita akan meminta bantuan sahabat kita http://tanzil.net untuk mengerjakan ini. Ternyata kata SUJUD (سجد) / (سجود) diulang sebanyak 52 kali dalam 43 ayat.

Di dalam kedua kode ini ternyata memiliki kesesuaian dengan definisi sujud pada kutipan di atas dalam kalimat “tujuh anggota tubuh”. Bukankah 7 (tujuh) itu bisa dihasilkan dari 2+5 atau 4+3? Sekarang mari kita cermati, “Apakah kode-kode tersebut juga terkait dengan kode 123?” Jika kita menggunakan konsep berfikir bahwa hidup ini plus-minus (lebih-kurang), benar-salah, siang-malam, dan seterusnya, maka kode-kode tersebut bisa direnung-fikirkan sebagai berikut:

  • Tambah = 52 + 43 = 95  |  Angka hasil dijumlahkan = 9+5 = 14 = 5  |  Tiga angka terakhir = 145 = HAKIKAT KEBAIKAN & KEJAHATAN (the reality of good and evil). Bahwa BAIK / BENAR / TERANG (5) dan JELEK / SALAH / GELAP / JAHAT (4) itu tetaplah menjadi milik dan rahasia ALLOH (1) semata.
    —————
  • Kurang = 52 – 43 = 9  |  Tiga angka terakhir = 439 = ILMU DALAM CARA PANDANG IBLIS (science in perspective devil). Bahwa bagi iblis, ILMU (3) adalah media / sarana untuk MEMBUAT MASALAH (4) dan MENYOMBONGKAN DIRI (9).
    —————
  • Kali = 52 x 43 = 2236  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+2+3+4 = 13 = 4  |  Tiga angka terakhir = 134 = KETUHANAN DALAM PERSPEKTIF IBLIS (divinity in perspective devil). Bagi iblis, ILMU (3) yang ada dalam dirinya hanya akan digunakan menentang perintah TUHAN (1) dan membuat KEJAHATAN (4).
    —————
  • Bagi = 52 : 43 = 1,20930232558  |  Angka hasil dijumlahkan = (1+2+0+9) + (3+0+2+3) + (2+5+5+8) = (12) + (8) + (20) = 40 = 4  |  Tiga angka terakhir = 404. Kode ini juga bisa diartikan IKHLAS (sincere). Bagi mereka yang sempurna akalnya, bahwa sesungguhnya setiap PROBLEMATIKA HIDUP (4) itu adalah UJIAN (4), karena itu mereka akan menyikapinya dengan TIRAKAT / PUASA / IKHLAS / SYUKUR / SABAR & TAWAKKAL (0).
    —————
  • Total = 145 + 439 + 134 + 404 = 1122  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+1+2+2 = 6  |  Tiga angka terakhir = 226 = MANUSIA-MANUSIA YANG BERIMAN (humans who believe). IMAN (6) itu harus dibuktikan melalui perilaku SUJUD (2) dan selalu SUJUD (2).

Dengan menggunakan metode di atas kita peroleh TOTAL MAKNA TERSIRAT SUJUD adalah 226. Kode ini bisa kita kaitkan:

  1. QS. Al-Hajj/22 : 1 s/d 78  (Juz 17; Sejumlah 78 Ayat)
    —————
    Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, “Haji”) adalah surah ke-22 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 78 ayat . Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah).
    —————
    Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa’i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi’ar-syi’ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari’atkannya haji. Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari’atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Hajj)
    —————
    Makna Tersirat = 22 + (1+2+3+ … +78) + 17 + 78 = 22 + (3081) + 17 + 78 = 3198  |  Angka hasil dijumlahkan = 3+1+9+8 = 21 = 3  |  Tiga angka terakhir = 213 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
    —————
  2. QS. Al-Hajj/22 : 6 (Juz 17; Sejumlah 78 Ayat)
    —————
    ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّـهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّهُ يُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
    —————
    Penciptaan manusia dan penumbuhan tanaman yang telah disebut tadi adalah suatu saksi bahwa Allah adalah Tuhan yang sebenarnya, yang menghidupkan orang mati pada hari pembangkitan, yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Hal itu pun menjadi suatu bukti bahwa hari kiamat benar-benar akan datang berdasarkan perwujudan janji-Nya, serta menjadi saksi bahwa Dia menghidupkan orang mati dari kuburnya untuk diadili dan diberi balasan. (QS. Al-Hajj/22 : 6 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 22 + 6 + 17 + 78 = 123 | Angka hasil dijumlahkan = 1+2+3 = 6  |  Tiga angka terakhir = 236 = MANUSIA YANG BERILMU DAN BERIMAN (human knowledge and faith). Bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) harus membawa dampak baginya menjadi pribadi yang selalu SUJUD (2) penuh KEIMANAN (6).
    —————
  3. Total = 226 + 213 + 236 = 675  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+7+5 = 18 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = KEABADIAN (eternity).  Sesungguhnya tidak ada yang bisa disebut kekal / abadi kecuali SANG MAHA PERKASA (9) pencipta, pemilik, dan penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1).

Wahai Saudaraku. Banyaknya pengulangan kata SUJUD sejumlah 53 kali dalam 43 ayat telah terbukti sangat erat kaitannya dengan kode 123 nampak pada makna tersirat QS. Al-Hajj di atas. Karena surat ini erat kaitannya dengan Nabi Ibrahim, maka SUJUD harusnya sangat terkait pula dengan QS. Ibrahim. Dalam perhitungan yang telah kita lakukan di atas kita temukan pula kode 145. Kode ini bisa kita kaitkan dengan:

  1. QS. Ibrahim/14 : 1 s/d 52 (Juz 13; Sejumlah 52 Ayat)
    —————
    Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, “Nabi Ibrahim”) adalah surah ke-14 dalam al-Quran. Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah. Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41. Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Ibrahim)
    —————
    Makna Tersirat = 14 + (1+2+3+ … +52) + 13 + 52 = 14 + (1378) + 13 + 52 = 1457  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+4+5+7 = 17 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178 = JALAN MENUJU SURGA (way to heaven). Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya senantiasa DZIKR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1). Dan DZIKR mengingat SANG PENCIPTA yang wajib itu adalah ibadah SHOLAT (17) rekaat.
    —————
  2. QS. Ibrahim/14 : 5 (Juz 13; Sejumlah 52 Ayat)
    —————
    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُم بِأَيَّامِ اللَّـهِ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
    —————
    Sungguh, Kami telah mengutus Mûsâ dengan diperkuat oleh sejumlah mukjizat. Kami katakan kepadanya, “Keluarkan kaummu (Banû Isrâ’îl), dari gelapnya kekafiran dan kebodohan menuju terangnya cahaya keimanan dan ilmu pengetahuan! Ingatkan mereka akan kejadian dan bencana yang ditimpakan oleh Allah kepada bangsa-bangsa sebelum mereka! Dalam peringatan itu terdapat bukti-bukti kuat tentang keesaan Allah yang bisa mengajak kepada keimanan orang-orang yang selalu tabah menghadapi cobaan dan selalu bersyukur atas segala nikmat. Itulah sifat orang Mukmin. (QS. Ibrahim/14 : 5 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 14 + 5 + 13 + 52 = 84  |  Angka hasil dijumlahkan = 8+4 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
    —————
  3. Total = 145 + 178 + 123 = 446  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+4+6 = 14 = 5  |  Tiga angka terakhir = 145 = HAKIKAT KEBAIKAN & KEJAHATAN (the reality of good and evil). Bahwa BAIK / BENAR / TERANG (5) dan JELEK / SALAH / GELAP / JAHAT (4) itu tetaplah menjadi milik dan rahasia ALLOH (1) semata.

Ayat ini juga bukti yang sangat jelas keterkaitan antara pengulangan kata SUJUD dalam Al-Qur’an dengan kode 123. Di samping itu, jika kode 123 ini dibaca dari belakang = 321. Kode ini juga erat kaitannya dengan SUJUD yakni:

  1. QS. Sadjah/32 : 1 s/d 30 (Juz 21; Sejumlah 30 Ayat)
    —————
    Surah As-Sajdah (bahasa Arab :السّجدة) adalah surah ke-32 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Mu’minun. Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_As-Sajdah)
    —————
    Makna Tersirat = 32 + (1+2+3+ … +30) + 21 + 30 = 32 + (465) + 21 + 30 = 548  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+4+8 = 17 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178 = JALAN MENUJU SURGA (way to heaven). Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya senantiasa DZIKR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1). Dan DZIKR mengingat SANG PENCIPTA yang wajib itu adalah ibadah SHOLAT (17) rekaat.
    —————
  2. QS. Sadjah/32 : 1 (Juz 21; Sejumlah 30 Ayat)
    —————
    الم
    —————
    Alif, Lâm, Mîm adalah huruf-huruf yang membentuk kata dan kalimat al-Qur’ân, sama seperti huruf yang membentuk kata dan kalimat yang kalian gunakan dalam pembicaraan kalian. Sehingga, apabila kalian tidak mampu untuk mendatangkan sesuatu yang semisal, maka hal itu merupakan bukti bahwa al-Qur’ân datang dari sisi Allah dan bukan perkataan manusia. (QS. Sadjah/32 : 1 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
    —————
    Makna Tersirat = 32 + 1 + 21 + 30 = 84  |  Angka hasil dijumlahkan = 8+4 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
    —————
  3. Total = 321 + 178 + 123 = 622  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+2+2 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.

Wahai Saudaraku. Sekarang perhatikan tiga angka terakhir pada masing-masing Total dari ketiga surat dan ayat terkait di atas. Jika kemudian kita jumlahkan:

  • QS. Al-Hajj/22 = 189;
  • QS. Ibrahim/14 = 145;
  • QS. Sadjah/32 = 101;
    —————
    Total = 189 + 145 + 101 = 435  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+3+5 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
    —————
    Apakah semua ini hanya kebetulan saja? Mari sama-sama kita renungkan!
    —————

43 Ayat Al-Qur’an Terkait Kata Sujud

(Tafsir Muhammad Quraish Shihab)

  1. Al-Baqarah/2 : 34
    —————
    وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
    —————
    Dan renungkan kembali, wahai Nabi, ketika Kami berkata kepada malaikat, “Tunduklah kepada Adam sebagai penghormatan dan pengakuan atas kelebihan-kelebihannya!” Seluruh malaikat menaati perintah itu kecuali Iblîs yang enggan untuk bersujud, bahkan masuk ke dalam golongan yang mendurhakai-Nya dan mengingkari nikmat, hikmah dan ilmu-Nya.
    —————
  2. Al-Baqarah/2 : 58
    —————
    وَإِذْ قُلْنَا ادْخُلُوا هَـٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُولُوا حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطَايَاكُمْ وَسَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ
    —————
    Ingatlah wahai Banû Isrâ’îl ketika Kami memfirmankan kepada kalian, “Masuklah ke dalam kota besar (Bayt al-Maqdis) yang disebut oleh Mûsâ, nabi kalian. Makanlah dari hasil bumi yang banyak dan enak yang ada di dalamnya sekehendak kalian, dengan syarat, bahwa kalian harus masuk dari pintu yang telah disebutkan oleh nabi kalian dengan penuh kekhusyukan. Mohonlah kepada Allah di sana agar Dia mengampuni segala kesalahan kalian. Barangsiapa yang melakukannya dengan ikhlas, tentu akan Kami ampuni segala kesalahan-kesalahannya. Dan, di atas itu semua, barangsiapa yang berbuat baik dan taat, akan Kami tambahkan pahala dan kehormatan.
    —————
  3. Al-Baqarah/2 : 125
    —————
    وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
    —————
    Renungkanlah pula kisah pembangunan Rumah Allah (Bayt Allâh) di Mekah oleh Ibrâhîm dan Ismâ’îl, anaknya. Di dalamnya terkandung pelajaran yang amat berharga bagi yang memiliki hati nurani bersih. Kami menjadikan rumah peribadatan itu sebagai rujukan bagi seluruh makhluk dan tempat perlindungan yang damai. Kami memerintahkan manusia untuk menjadikan lokasi berdirinya Ibrâhîm saat pembangunan rumah itu sebagai musala. Kami memerintahkan Ibrâhîm dan Ismâ’îl untuk menjaga rumah itu dari segala unsur yang menodai kesuciannya, mempersiapkannya dengan baik untuk mereka yang tawaf, beriktikaf dan bersembahyang.
    —————
  4. Ali-Imran/3 : 43
    —————
    يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ
    —————
    Hal ini menuntutmu, Maryam, untuk bersyukur kepada Tuhan. Maka taatlah kepada-Nya, salatlah untuk- Nya dan bergabunglah bersama orang-orang yang beribadah dan mengerjakan salat untuk-Nya.”
    —————
  5. Ali-Imran/3 : 113
    —————
    لَيْسُوا سَوَاءً مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّـهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ
    —————
    Namun demikian, tidak semua Ahl al-Kitâb seperti itu. Karena, di antara mereka ada golongan yang selalu beristikamah pada kebenaran, memandang sesuatu secara seimbang dan selalu membaca ayat-ayat Allah sambil mengerjakan salat di waktu malam.
    —————
  6. An-Nisa/4 : 102
    —————
    وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَىٰ أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللَّـهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا
    —————
    Ketika kamu, Rasulullah, sedang berada di tengah-tengah mereka, kemudian datang waktu salat, kalian harus tetap berhati-hati dan waspada terhadap musuh dengan mengelompokkan umat Islam ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama melakukan salat bersamamu, sedang yang lain berada di belakang sambil memegang senjata untuk berjaga-jaga. Bila kamu telah menyelesaikan separuh salat, kelompok pertama yang salat di belakangmu tadi mundur menggantikan posisi kelompok kedua, dan kelompok kedua maju untuk melakukan salat bersamamu. Kemudian, masing-masing kelompok menyempurnakan sendiri- sendiri rakaat yang belum dikerjakan. Kelompok pertama yang belum mengerjakan rakaat kedua disebut lâhiqah dan kelompok kedua yang belum mengerjakan rakaat pertama disebut masbûqah. (1) Ketentuan ini diambil demi ketertiban agar salat kalian tidak terlewatkan, dan untuk berjaga-jaga terhadap orang-orang kafir yang selalu menginginkan kalian lengah dan tidak memperhatikan senjata dan perlengkapan, lalu menyerbu kalian secara serentak ketika kalian sedang melaksanakan salat. Selain itu, ketentuan ini ditetapkan untuk menegaskan bahwa memerangi orang-orang musyrik tetap diwajibkan, meskipun pada waktu salat. Tetapi, jika kalian sakit, luka akibat perang, atau jika turun hujan lebat, kalian boleh “beristirahat” perang, dengan tidak melupakan kewaspadaan dan kehati-hatian. Itulah hukuman Allah di dunia bagi orang-orang kafir. Sedang di akhirat kelak, Allah telah menyiapkan bagi mereka siksa yang menghinakan. (1) Kelompok lâhiqah adalah kelompok yang mengerjakan bagian awal salat bersama imam dan menunda bagian akhir dengan mengerjakannya sendiri. Sedang kelompok masbûqah adalah kelompok yang melakukan bagian akhir salat secara berjamaah bersama imam dan mengerjakan bagian awalnya sendiri.
    —————
  7. An-Nisa/4 : 154
    —————
    وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّورَ بِمِيثَاقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَاقًا غَلِيظًا
    —————
    Allah mengangkat bukit di atas kepala Banû Isrâ’îl, sebagai ancaman karena mereka tidak mau menerima hukum Tawrât, sampai mereka menerimanya. Allah juga mengambil perjanjian dari mereka lalu memerintahkan kepada mereka untuk memasuki kampung dengan tunduk kepada-Nya dan tidak melanggar perintah-Nya dengan tetap beribadah pada hari Sabtu. Sesungguhnya Allah telah mengambil itu semua dari mereka sebagai perjanjian yang kokoh.
    —————
  8. Al-A’raf/7 : 11
    —————
    وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ
    —————
    Di dalam kisah-kisah umat terdahulu terdapat banyak pelajaran dan nasihat dan di situ jelas bahwa setan selalu berusaha menghilangkan nikmat-nikmat dari kalian dengan membuat kalian lupa perintah Allah. Kami telah menciptakan bapak kalian, Adam, dan membentuknya dengan sempurna. Setelah itu Kami berfirman kepada malaikat, “Hormatilah ia!” Lalu mereka menghormatinya sebagai bukti ketaatan mereka kepada Tuhan. Semua menghormatinya kecuali Iblîs yang tidak taat.
    —————
  9. Al-A’raf/7 : 12
    —————
    قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ
    —————
    Allah berfirman sebagai penolakan atas keingkarannya, “Apakah yang membuatmu tidak hormat kepadanya, padahal Kami telah memerintahmu untuk itu?” Dengan angkuhnya Iblîs menjawab, “Aku lebih baik daripada Adam. Sebab Engkau telah menciptakanku dari api sedangkan dia dari tanah. Dan api lebih mulia daripada tanah.”
    —————
  10. Al-A’raf/7 : 161
    —————
    وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ اسْكُنُوا هَـٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا حِطَّةٌ وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطِيئَاتِكُمْ سَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ
    —————
    Wahai Muhammad, ingatkanlah orang-orang Banû Isrâ’îl di zamanmu akan firman Kami yang disampaikan Mûsâ kepada nenek-moyang mereka, “Tinggallah kalian di kota Bayt al-Maqdis setelah keluar dari padang Tîh. Makanlah dari hasil bumi yang baik-baik, di mana saja kalian mau. Ucapkanlah, ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dari segala dosa. ‘ Masukilah pintu gerbang perkampungan dengan menundukkan kepala–seperti ruku–sambil merendahkan diri kepada Allah. Jika kalian lakukan itu semua, Kami akan menghapus dosa-dosa kalian, dan Kami akan melipatgandakan pahala mereka yang melakukan kebajikan secara optimal.”
    —————
  11. Al-A’raf/7 : 206
    —————
    إِنَّ الَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ
    —————
    Sesungguhnya orang yang dekat dengan Tuhanmu karena penghormatan dan perkenan-Nya, tidak menyombongkan diri dan lalai beribadah. Mereka menyucikan Allah dari sifat-siafat yang serba tidak layak untuk-Nya.
    —————
  12. Yusuf/12 : 100
    —————
    وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا وَقَالَ يَا أَبَتِ هَـٰذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُم مِّنَ الْبَدْوِ مِن بَعْدِ أَن نَّزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِّمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
    —————
    Mereka pun berjalan, di dalam Mesir, hingga akhirnya tiba dan masuk ke dalam rumah Yûsuf. Yûsuf berjalan di muka, mengawali ayah dan ibunya, lalu mendudukkan mereka di atas singgasananya. Ya’qûb dan keluarganya merasakan betapa besar karunia Allah kepada mereka yang diberikan melalui Yûsuf. Betapa Allah menyatukan kembali keluarga yang telah terpisah dan menempatkan mereka di tempat yang penuh penghormatan dan kemuliaan. Mereka, Ya’qûb dan keluarganya, pun memberi salam hormat kepada Yûsuf dengan ucapan yang oleh masyarakat dahulu dikenal sebagai ucapan salam hormat untuk pemimpin dan penguasa. Mereka memperlihatkan sikap tunduk dan hormat kepada Yûsuf. Hal itu mengingatkan kepada Yûsuf apa yang dahulu dilihatnya dalam mimpi ketika ia masih kecil. Yûsuf pun berkata kepada ayahnya, “Ini adalah takbir mimpi yang dulu pernah aku ceritakan kepadamu, Ayah. Saat itu, aku mimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan sujud kepadaku. Kini Tuhan mewujudkan mimpi itu dalam kenyataan. Allah sungguh telah memberikan kehormatan dan kebaikan kepadaku dengan membuktikan bahwa aku tidak bersalah dan mengeluarkanku dari dalam penjara. Selain itu, Dia juga mengantarkan kalian, Ibu, Bapak, dan Saudara-saudaraku, dari tempat yang jauh ke tempat ini, sehingga kita pun akhirnya bertemu kembali setelah sebelumnya setan merusak hubungan di antara aku dan saudara- saudaraku dengan merayu mereka. Itu semua, tidak mungkin dapat terjadi tanpa kehendak Allah. Allah adalah pemilik siasat, mengatur dan menundukkan segalanya untuk melaksanakan kehendak-Nya. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, dan ketentuan-Nya mencakup segala tindakan dan takdir.”
    —————
  13. Ar-Ra’d/13 : 15
    —————
    وَلِلَّـهِ يَسْجُدُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُم بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ
    —————
    Semua makhluk yang ada di langit dan di bumi seperti manusia, jin, malaikat dan makhluk-makhluk lainnya tunduk kepada kehendak dan kebesaran Allah, baik secara sadar dan patuh maupun secara tidak sadar dengan apa yang terjadi pada diri mereka. Bahkan, lebih dari itu, panjang pendeknya bayangan kalian di waktu siang dan petang, juga tunduk dan patuh kepada perintah dan larangan Allah.
    —————
  14. Al-Hijr/15 : 30
    —————
    فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ
    —————
    Mereka semua pun sujud tunduk kepada perintah Allah Swt.
    —————
  15. Al-Hijr/15 : 33
    —————
    قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ
    —————
    Iblîs menjawab, “Tak pantas aku bersujud kepada manusia yang Engkau ciptakan dari tanah kering yang dapat bersuara ketika diketuk dan dapat berubah-ubah warnanya.”
    —————
  16. An-Nahl/16 : 48
    —————
    أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ مَا خَلَقَ اللَّـهُ مِن شَيْءٍ يَتَفَيَّأُ ظِلَالُهُ عَنِ الْيَمِينِ وَالشَّمَائِلِ سُجَّدًا لِّلَّـهِ وَهُمْ دَاخِرُونَ
    —————
    Orang-orang kafir itu mengabaikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di sekitar mereka. Mereka tidak melihat dan memperhatikan segala sesuatu dari ciptaan-Nya yang berdiri tegak. Bayangan benda- benda tersebut selalu bergerak dan memanjang, terkadang ke kanan dan terkadang ke kiri, mengikuti gerakan matahari pada siang hari dan bulan pada malam hari. Semuanya tunduk pada perintah dan ketentuan Allah. Jika orang-orang musyrik merenungkan itu semua, niscaya mereka akan mengetahui bahwa hanya Sang Pencipta dan Pengaturnya yang pantas untuk disembah dan ditaati serta berkuasa untuk membinasakan mereka bila Dia berkehendak.
    —————

Catatan:

  • Menuju KEABADIAN (189) Lewat Pintu SUJUD (52 Kali 43 Ayat)
    • 52 Kali = 5+2 = 7  |  Tiga angka terakhir = 527 = SELALU MENGINGAT ALLOH (always remember God). Bahwa DZIKR (7) dan SUJUD (2) adalah ajaran ISLAM (5) agar kita selalu mengingat ALLOH. Kode ini terkait dengan:
      • QS. At-Tur/52 : 1 s/d 49 (Juz 27; Sejumlah 49 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 52 + (1+2+3+ … +49) + 27 + 49 = 52 + (1225) + 27 + 49 = 1353  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+5+3 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
        —————
      • QS. At-Tur/52 : 7 (Juz 27; Sejumlah 49 Ayat)
        —————
        عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ
        —————
        Sesungguhnya azab Tuhanmu yang dijanjikan untuk orang-orang kafir pasti akan turun kepada mereka. Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi mereka dari siksaan itu. (QS. At-Tur/52 : 7 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
        —————
        Makna Tersirat = 52 + 7 + 27 + 49 = 135  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+3+5 = 9  |  Tiga angka terakhir = 359 = ULAMA (theologian). ULAMA (9) adalah orang yang BERILMU (3) dan senantiasa menegakkan agama ISLAM (5).
        —————
    • 43 Ayat = 4+3 = 7  |  Tiga angka terakhir = 437 = AL-QUR’AN SEBAGAI PEMECAH MASALAH (quran as troubleshooter). Bahwa AL-QUR’AN (7) adalah ILMU (3) untuk memecahkan segala macam PROBLEMATIKA KEHIDUPAN (4). Kode ini terkait erat dengan:
      • QS. Az-Zukhruf/43 : 1 s/d 89 (Juz 25; Sejumlah 89 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 43 + (1+2+3+ … +89) + 25 + 89 = 43 + (4005) + 25 + 89 = 4162  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+1+6+2 = 13 = 4  |  Tiga angka terakhir = 134 = KETUHANAN DALAM PERSPEKTIF IBLIS (divinity in perspective devil). Bagi iblis, ILMU (3) yang ada dalam dirinya hanya akan digunakan menentang perintah TUHAN (1) dan membuat KEJAHATAN (4).
        —————
      • QS. Az-Zukhruf/43 : 7 (Juz 25; Sejumlah 89 Ayat)
        —————
        وَمَا يَأْتِيهِم مِّن نَّبِيٍّ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
        —————
        (Dan tiada) (yang datang kepada mereka) atau tiba kepada mereka (seorang nabi pun melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya) sebagaimana kaummu memperolok-olokkan kamu, ayat ini merupakan penghibur bagi Nabi saw. (QS. Az-Zukhruf/43 : 7 – Tafsir Jalalayn)
        —————
        Makna Tersirat = 43 + 7 + 25 + 89 = 164  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+6+4 = 11 = 2  |  Tiga angka terakhir = 112 = IKHLAS / TIDAK MENYEKUTUKAN TUHAN (truthful / not associating God). Bahwa prasyarat agar menjadi HAMBA (2) yang benar-benar ikhlas adalah TIDAK MENDUAKAN TUHAN (11).
        —————
    • Total Makna Tersirat
      • 52 Kali  |  527 + 123 + 359 = 1009  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+0+0+9 = 10 = 1  |  Tiga angka terakhir = 101 = BERSERAH DIRI (God’s will). Bahwa HIDUP (1) dan MATI (0) itu tetaplah menjadi rahasia dan milik ALLOH (1) semata, bukan yang lain.
        —————
      • 43 Ayat  |  437 + 134 + 112 = 683  |  Angka hasil dijumlahkan = 6+8+3 = 17 = 8  |  Tiga angka terakhir = 178 = JALAN MENUJU SURGA (way to heaven). Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya senantiasa DZIKR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1). Dan DZIKR mengingat SANG PENCIPTA yang wajib itu adalah ibadah SHOLAT (17) rekaat.
        —————
      • Total = 101 + 178 = 279  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+7+9 = 18 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = KEABADIAN (eternity).  Sesungguhnya tidak ada yang bisa disebut kekal / abadi kecuali SANG MAHA PERKASA (9) pencipta, pemilik, dan penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1).
        —————
  • Menemukan Kode 202 Yang Tersembunyi
    —————
    Dengan menggunakan metode perhitungan ini ternyata bisa kita peroleh kode-kode MAKNA TERSIRAT TOTAL AL-QUR’AN yakni 123, 101, 178, 112, dan berakhir dengan 189. Bahkan dengan metode yang lebih sederhana, kode 189 ini juga bisa kita temukan dengan mudah dalam hal kode sujud 52 dan 43 ini kita kaitkan dengan nomor surat sebagai berikut:

    • QS. Al-Maidah/5 : 1 s/d 120 (Juz 6,7; Sejumlah 120 Ayat) = 5 + (1+2+3+…+120) + (6+7) + 120 = 5 + (7260) + (13) + 120 = 7398  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+3+9+8 = 27 = 9  |  Tiga angka terakhir = 279 = PENYAKIT SOMBONG (arrogant disease). Bahwa seorang HAMBA (2) yang merasa diri SEMPURNA (7) adalah bentuk KESOMBONGAN (9) yang nyata. Kode ini juga bisa dibaca: KESOMBONGAN (9) itu sebenarnya bisa disembuhkan melalui perilaku selalu DZIKR (7) dan SUJUD (2).
      —————
    • QS. Al-Baqarah/2 : 1 s/d 286 (Juz 1,2,3; Sejumlah 286 Ayat) = 2 + (1+2+3+…+286) + (1+2+3) + 286 = 2 + (41041) + (6) + 286 = 41335  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+1+3+3+5 = 16 = 7  |  Tiga angka terakhir = 167 = KESEMPURNAAN PENCIPTAAN ALAM SEMESTA (perfection of creation of the universe). Bahwa ALLOH (1) telah menyempurnakan penciptaan tujuh (7) lapis langit dan bumi alam semesta ini dalam enam (6) masa.
      —————
    • QS. An-Nisa’/4 : 1 s/d 176 (Juz 4,5,6; Sejumlah 176 Ayat) = 4 + (1+2+3+…+176) + (4+5+6) + 176 = 4 + (15576) + (15) + 176 = 15771  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+5+7+7+1 = 21 = 3  |  Tiga angka terakhir = 213 = KETUHANAN (godliness). Bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang dimilikinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada SANG MAHA TUNGGAL (1).
      —————
    • QS. Ali ‘Imran/3 : 1 s/d 200 (Juz 3,4; Sejumlah 200 Ayat) = 3 + (1+2+3+…+200) + (3+4) + 200 = 3 + (20100) + (7) + 200 = 20310  |  Angka hasil dijumlahkan = 2+0+3+1+0 = 6  |  Tiga angka terakhir = 106 = BUKTI KEIMANAN (proof of faith). IMAN (6) itu harus dibuktikan dengan selalu mendekatkan diri kepada SANG PENCIPTA (1) disertai perilaku TIRAKAT / PUASA / IKHLAS / SYUKUR / SABAR & TAWAKKAL (0).
      —————
    • Total Makna Tersirat = 279 + 167 + 213 + 106 = 765  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+6+5 = 18 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = KEABADIAN (eternity). Sesungguhnya tidak ada yang bisa disebut kekal / abadi kecuali SANG MAHA PERKASA (9) pencipta, pemilik, dan penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1).
      —————
      Wahai Saudaraku. Dari seluruh perhitungan yang telah kita lakukan, semua kode MAKNA TERSIRAT TOTAL AL-QUR’AN telah kita temukan kecuali kode 202. Setelah saya cermati, ternyata kode ini tersembunyi di balik kode 43. Yakni ketika kode 43 dibaca dari belakang = 34. Kode ini terkait dengan:
      —————
      QS. Saba’/34 : 1 s/d 54 (Juz 22; Sejumlah 54 Ayat) = 34 + (1+2+3+…+54) + 22 + 54 = 34 + (1485) + 22 + 54 = 1595  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+5+9+5 = 20 = 2  |  Tiga angka terakhir = 202 = PANDAI BERSYUKUR / PENYABAR & TAWAKKAL (clever grateful / human patient and trust). Hanya mereka yang senantiasa SUJUD (2) dan selalu SUJUD (2) disertai perilaku TIRAKAT / SYUKUR / IKHLAS / SABAR & TAWAKKAL (0) yang paling layak menyandang predikat sebagai MANUSIA SEJATI.
      —————
      Sekarang seluruh kode MAKNA TERSIRAT TOTAL AL-QUR’AN telah kita temukan = 123 + 101 + 178 + 112 + 189 + 202 = 905  |  Angka hasil dijumlahkan kembali lagi = 145 = HAKIKAT KEBAIKAN & KEJAHATAN (the reality of good and evil). Bahwa BAIK / BENAR / TERANG (5) dan JELEK / SALAH / GELAP / JAHAT (4) itu tetaplah menjadi milik dan rahasia ALLOH (1) semata. Pembahasaan kode yang demikian ini nampak jelas ketika 145 dibaca sebagai 415 sehingga bisa kita kaitkan:

      • QS. Fussilat/41 : 1 s/d 54 (Juz 24,25; Sejumlah 54 Ayat) = 41 + (1+2+3+…+54) + (24+25) + 54 = 41 +  (1485) + (49) + 54 = 1629  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+6+2+9 = 18 = 9  |  Tiga angka terakhir = 189 = KEABADIAN (eternity). Sesungguhnya tidak ada yang bisa disebut kekal / abadi kecuali SANG MAHA PERKASA (9) pencipta, pemilik, dan penguasa ALAM SEMESTA (8) yakni ALLOH (1).
        —————
      • QS. Fussilat/41 : 5 (Juz 24,25; Sejumlah 54 Ayat) = 41 + 5 + (24+25) + 54 = 149  |  Angka hasil dijumlahkan = 1+4+9 = 14 = 5  |  Tiga angka terakhir = 145 = HAKIKAT KEBAIKAN & KEJAHATAN (the reality of good and evil). Bahwa BAIK / BENAR / TERANG (5) dan JELEK / SALAH / GELAP / JAHAT (4) itu tetaplah menjadi milik dan rahasia ALLOH (1) semata.
        —————
        وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِّمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ وَمِن بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَاعْمَلْ إِنَّنَا عَامِلُونَ
        —————
        Orang-orang kafir mengatakan kepada Rasulullah saw., “Hati kami terhalangi oleh penutup yang sangat tebal untuk menerima pengesaan Allah yang kamu serukan, telinga kami pun tuli sehingga kami tidak dapat mendengarkan hal-hal yang kamu serukan kepada kami. Dan di antara kami dan kamu terdapat tabir tebal yang menghalangi kami untuk menerima apa-apa yang kamu bawa. Oleh karena itu, berbuatlah sekehendak hatimu dan kami juga akan berbuat sekehendak hati kami.” (QS. Fussilat/41 : 5 – Tafsir Muhammad Quraish Shihab)
        —————
      • Total Makna Tersirat = 415 + 189 + 145 = 749  |  Angka hasil dijumlahkan = 7+4+9 = 20 = 2  |  Tiga angka terakhir kembali = 202 = PANDAI BERSYUKUR / PENYABAR & TAWAKKAL (clever grateful / human patient and trust). Hanya mereka yang senantiasa SUJUD (2) dan selalu SUJUD (2) disertai perilaku TIRAKAT / SYUKUR / IKHLAS / SABAR & TAWAKKAL (0) yang paling layak menyandang predikat sebagai MANUSIA SEJATI.
        —————
    • Kode 202 sebagai salah satu Makna Tersirat Total Al-Qur’an adalah hasil sebuah perenungan yang itu bermula dari sebuah perenungan yang bisa Saudaraku baca pada artikel JARI-JEMARI TUHAN. Dan seperti yang bisa Saudaraku lihat pada artikel sebelumnya (Part-1), kode ini pun jika kita cermati lebih dalam juga menghasilkan kode 123.
      —————
      Kode 202 ini ternyata juga merupakan Total Makna Tersirat QS. Al-Hajj + QS. Ibrahim + QS. Sadjah sebagai berikut:

      • QS. Al-Hajj/22 : 1 s/d 78 (Juz 17; Sejumlah 78 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 22 + (1+2+3+ … +78) + 17 + 78 = 22 + (3081) + 17 + 78 = 3198 | Angka hasil dijumlahkan = 3+1+9+8 = 21 = 3 | Tiga angka terakhir = 213 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
        —————
      • QS. Ibrahim/14 : 1 s/d 52 (Juz 13; Sejumlah 52 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 14 + (1+2+3+ … +52) + 13 + 52 = 14 + (1378) + 13 + 52 = 1457 | Angka hasil dijumlahkan = 1+4+5+7 = 17 = 8 | Tiga angka terakhir = 178 = JALAN MENUJU SURGA (way to heaven). Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya senantiasa DZIKR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1). Dan DZIKR mengingat SANG PENCIPTA yang wajib itu adalah ibadah SHOLAT (17) rekaat.
        —————
      • QS. Sadjah/32 : 1 s/d 30 (Juz 21; Sejumlah 30 Ayat)
        —————
        Makna Tersirat = 32 + (1+2+3+ … +30) + 21 + 30 = 32 + (465) + 21 + 30 = 548 | Angka hasil dijumlahkan = 5+4+8 = 17 = 8 | Tiga angka terakhir = 178 = JALAN MENUJU SURGA (way to heaven). Barang siapa menghendaki SURGA (8), hendaknya senantiasa DZIKR (7) mengingat SANG PENCIPTA (1). Dan DZIKR mengingat SANG PENCIPTA yang wajib itu adalah ibadah SHOLAT (17) rekaat.
        —————
      • Total = 213 + 178 + 178 = 569  |  Angka hasil dijumlahkan = 5+6+9 = 20 = 2  |  Tiga angka terakhir = 202 = PANDAI BERSYUKUR / PENYABAR & TAWAKKAL (clever grateful / human patient and trust). Hanya mereka yang senantiasa SUJUD (2) dan selalu SUJUD (2) disertai perilaku TIRAKAT / SYUKUR / IKHLAS / SABAR & TAWAKKAL (0) yang paling layak menyandang predikat sebagai MANUSIA SEJATI.
        —————
  • Menemukan 123 Dalam 226 Lebih Sederhana
    —————
    Sebenarnya tanpa melalui langkah-langkah yang panjang seperti uraian di atas bahwa kode 123 itu bisa ditemukan dengan mudah jika kode 226 tersebut langsung dikaitkan sebagai berikut:

    • QS. Al-Hajj/22 : 1 s/d 78 (Juz 17; Sejumlah 78 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat = 22 + (1+2+3+ … +78) + 17 + 78 = 22 + (3081) + 17 + 78 = 3198 | Angka hasil dijumlahkan = 3+1+9+8 = 21 = 3 | Tiga angka terakhir = 213 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
      —————
    • QS. Al-An’am/6 : 1 s/d 165 (Juz 7, 8; Sejumlah 165 Ayat)
      —————
      Makna Tersirat = 6 + (1+2+3+ … +165) + (7+8) + 165 = 6 + (13695) + (15) + 165 = 13881 | Angka hasil dijumlahkan = 1+3+8+8+1 = 21 = 3 | Tiga angka terakhir = 213 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
      —————
    • Total Makn Tersirat = 213 + 213 = 426  |  Angka hasil dijumlahkan = 4+2+6 = 12 = 3  |  Tiga angka terakhir = 123 = KETUHANAN (godliness). Bahwa bagi mereka yang sempurna akalnya, ILMU (3) yang ada dalam dirinya harus bisa mengantarkannya selalu SUJUD (2) pada sang MAHA TUNGGAL (1).
      —————
      Apakah ini semua hanya ketetulan saja? Mari sama-sama kita renungkan!
      —————

Wahai Saudaraku. Semua pembahasaan angka / bilangan ke dalam kata / kalimat seperti yang telah  Saudaraku baca dalam artikel ini hanyalah sebatas perenungan saya yang teramat bodoh. Tetapi saya berharap bisa kita jadikan bahan bermenung bersama. Semoga ada manfaatnya.


Referensi:

  1. http://www.cirebontrust.com/wp-content/uploads/ktz/ramadhan-sujud-1-2yqfv2e4fnilru1pn3kmx6.jpg
  2. https://ulamak.wordpress.com/al-quran-mistis/
  3. https://van88.wordpress.com/teori-teori-kebenaran-filsafat/
  4. https://pizank212.wordpress.com/2010/02/18/makna-dan-hakekat-sujud-2/
  5. http://tanzil.net/#search/quran/سجود | سجد -مسجد
  6. https://docs.google.com/spreadsheets/d/1E9Ed6dWe37h8DeCN1wLpd-TEuYZ2pRVKer2l2C5W1I0/edit?usp=sharing
  7. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Hajj
  8. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Ibrahim
  9. https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_As-Sajdah
  10. https://ulamak.wordpress.com/2016/02/08/jari-jemari-tuhan/

Taut singkat: http://wp.me/p6rTrC-SV

والله أعلمُ بالـصـواب

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: